Samosir, INDONESIA REMANG REMANG VS TERANG menurut pemikiran Kadiman Pakpahan dalam modernisasi peradaban suatu bangsa
Berpotensi remang remang jika:
1.ketimpangan dan kemiskinan, angka kemiskinan yang masih di kisaran 9% membuat target kemiskinan 0% di 2045, dan gini ratio masih tinggi.
2.kualitas SDM, kesenjangan akses pendidikan dan fasilitas sekolah serta gizi yang belum merata masih menjadi hambatan utama.
3.middle income trap, jika pertumbuhan ekonomi tertahan di angka 5% (bukan 7-8%), Indonesia berisiko gagal menjadi negara maju dan justru menghadapi “bencana demografi” akibat pengangguran dan terjadi perbudakan modern, ada potensi dimana ada sekitar 30% angkatan kerja hanya siap menjadi tukang sapu memasuki 2045.
Berpotensi terang, jika:
Indonesia tidak akan otomatis “gelap” atau gagal, dimana keberhasilan menuju kemajuan sangat bergantung pada kemampuan pemerintah dan masyarakat dalam:
1.meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan.
2.menciptakan lapangan kerja yang luas untuk menyerap bonus demografi.
3.membangun karakter (akhlak dan moral( paripurna), jika ini gagal maka kebohongan dan korupsi masih menggerogoti keberadaan bangsa ini.
3.menjaga stabilitas politik, hukum dan kepercayaan investor agar modal asing tetap masuk ke dalam negeri.
Tanpa langkah transformasi yang drastis dan luar biasa, risiko terjebak sebagai negara berkembang selamanya (stagnasi) menjadi ancaman nyata yang harus diwaspadai.

















