URUS PERIJINAN

KLIK GAMBARspot_imgspot_imgspot_imgspot_img
23.9 C
Jakarta
Minggu, Agustus 14, 2022

URUS PERIJINAN

KLIK GAMBARspot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Tegas ! Kata Kunci Benahi Manajemen Bank NTB Syariah

Array

Tegas ! Kata Kunci Benahi Manajemen Bank NTB Syariah
( part 1)

warta in,
Mataram – Layaknya pengelolaan sebuah Bank Profesional disana tentu ada dinamika yang mewarnai aneka aktivitas dalam memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah.

Apalagi Bank NTB Syariah ini telah puluhan tahun eksis sebagai bank yang dicintai masyarakat NTB.
Lalu bagaimanakah Kiat Direktur Bank NTB Syari’ah H.
Kukuh Rahardjo selama 3 tahun terakhir,
dalam melaksanakan tata kelola Perbankan ini?
Berikut penjelasan H. Kukuh Rahardjo kepada media, Selasa.

Menurutnya Prinsip yang diterapkan kepada seluruh pegawai dan staff adalah ketegasan. Sebab jika tidak adanya ketegasan pimpinan maka tindakan indisiplin pegawai tidak bisa dikendalikan.

Lembaga keuangan ini, ungkap Kukuh, sudah berjalan puluhan tahun. Dan karena faktor geologi dengan pegawai yang cukup hebat Bank daerah ini sangat dekat dengan masyarakat. Seiring berjalan waktu dan perkembangan teknologi
Maka tuntutan manajemen untuk menghadirkan Bank yang bisa menjawab segala keperluan finansial masyarakat daerah NTB terakomodir.

” Bank ini beda kesosialannya dengan bank nasional yang beragam didaerah serta heterogen. karena Bank daerah ketika homogen maka
boleh jadi faktor-faktor penyebab indisipliner bisa berkurang sejak kami berkonversi. Dan kami lakukan penegasan penjelasan terhadap pegawai yang tidak disiplin. “Kalau kita nggak tegas maka akan terjadi hal-hal yang tidak menjadi lurus.
Namun jika tetap dengan niat yang baik maka akan terpacu berbuat baik dan itu akan menjadi koridor bagi pegawai untuk berbuat baik pula,ungkapnya.

Sebelumnya Bank NTB Syariah yang beroprasi sejak 5 Juli 1964 ini mengusung nama Bank Pembangunan Daerah (BPD NTB) yang merupakan perbankan daerah (Milik Daerah) NTB bersama sama dengan pemerintah Kota/Kabupaten se-NTB. Sehingga notabene tujuan visi dari Bank NTB Syari’ah adalah untuk membangun dan memajukan daerah NTB beserta masyarakatnya.

Demikian ujar Direktur Bank NTB Syari’ah H. Kukuh Rahardjo kepada media ini.

Menurutnya  bank daerah (Bank NTB Syari’ah) sangat dekat dengan pemerintahan daerah, namun seiring tuntutan perkembangan zaman yang diwarnai dengan pembangunan tekhnologi, Bank NTB Syari’ah mulai merambah masuk ke sistem digital dengan secara perlahan meninggalkan sistim manual.

“ Kompetisi ditengah masyarakat mendorong kami mencoba menemukan paradigma yang ada, yang dari eksklusif menjadi inklusif, yang tadinya dikenal hanya melayani pegawai daerah atau ASN kini sudah melayani masyarakat secara umum.

“Dan kami sampaikan bahwa bank daerah (Bank NTB Syari’ah) juga menjadi milik masyarakat, dan untuk membangun daerah,” ulasnya.

Dikatakan bahwa Bank Syari’ah NTB menjamin keamanan dan kenyamanan para kreditur maupun debiturnya dengan sistem pengelolaan data perbankan.

“Bank itu punya sistem dan mekanisme pengelolaan yang sangat luar biasa, sehingga sepeserpun transaksi telah tercatat dalam sistem.  Sistem mekanisme Bank Syari,ah telah dikonversikan, sehingga setiap transaksi  akan langsung ditangkap oleh sistem perbankan Bank NTB Syari’ah sehingga  tidak ada nasabah yang dirugikan sepeserpun. Karena aktifitas mekanisme bank Syari’ah NTB   sangat terjaga, setiap transaksi dilakukan dengan pencadangan risiko. Sehingga risiko risiko yang terjadi dalam setiap transaksi itu bisa serta-merta langsung diatasi tanpa adanya kerugian nasabah. Seluruh resiko transaksi telah tercovver dengan sistem PK,”paparnya.

“ Bank Nasional lebih heterogen sedangkan Bank NTB Syari’ah adalah bank daerah yang homogen, sehingga orientasinya adalah menunjang pembiayaan pembangunan daerah.

Semua masyarakat NTB tentunya ingin daerahnya maju, maka sudah sepatutnya kita membicarakan NTB ini positif dan konstruktif, karena bank daerah ini adalah bank milik masyarakat apa yang dihasilkan oleh bank daerah akan dikembalikan kepada daerah. Sedangkan bank nasional yang beroperasi di NTB belum tentu mengembalikan keuntungan kepada daerah. Sedangkan Bank NTB memberikan keuntungan jauh lebih besar ke daerah NTB.
” Karenanya marilah kita membesarkan daerah dengan cara membesarkan Bank NTB lewat pemberitaan yang pisitif kepada masyarakat NTB ” himbaunya. (shr)

 

Penulis : S a h r i r

 

 

 

 

 

 

Warta Baru
Warta Terkait