*Tekan Angka Pengangguran, Dishub Mukomuko Canangkan Pendirian PTDI-STTD Tahun 2026*
MUKOMUKO – Politeknik Transportasi Darat Indonesia – Sekolah Tinggi Transportasi Darat (PTDI-STTD), sebuah pendidikan setara perguruan tinggi kedinasan yang berada di bawah naungan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), akan segera hadir di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu; rencana pendirian institusi ini telah diumumkan oleh Dinas Perhubungan Mukomuko dan dijadwalkan akan terealisasi pada tahun 2026.
Salah satu tujuan utama pendirian PTDI-STTD di Kabupaten Mukomuko adalah untuk menekan angka pengangguran di daerah tersebut; selain itu, program ini juga diharapkan dapat membantu para tamatan sekolah menengah atas (SMA) atau sederajat yang memiliki keterbatasan ekonomi dan kurang mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Hal ini disampaikan secara langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Mukomuko, Novria Eka Putra, di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.
“Dengan adanya program Kemenhub ini, tentu merupakan hal sangat baik bagi masyarakat Kabupaten Mukomuko; sehingga dapat menekan angka pengangguran dan juga dapat menunjang sarana pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat Mukomuko,” ungkap Kadis Perhubungan Mukomuko.
Pendidikan vokasi transportasi darat yang diselenggarakan oleh PTDI-STTD memiliki keunggulan khusus; lulusannya berhak diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) setelah menyelesaikan pendidikan. Institusi ini merupakan transformasi dari Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) sebelumnya dan berfokus pada penghasilan sumber daya manusia (SDM) andal di bidang transportasi darat, dengan jalur pendaftaran yang dapat dilakukan melalui Seleksi Serikat Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) untuk Sekolah Kedinasan; termasuk juga melalui pola pembibitan yang dikelola secara bersama oleh Kemenhub dan Pemerintah Daerah (Pemda).
“Kita akan menyelenggarakan pendidikan vokasi untuk memenuhi kebutuhan SDM transportasi darat di Indonesia, khususnya di Kabupaten Mukomuko,” kata Novria.
Ia juga menjelaskan bahwa konsep pendidikan vokasi yang akan diterapkan lebih menekankan pada praktik langsung dan penerapan ilmu pengetahuan; dukungan juga diberikan melalui berbagai kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. “Pendidikan vokasi ini menekankan pada praktik dan penerapan ilmu pengetahuan, didukung oleh penelitian dan pengabdian masyarakat,” ucapnya.
Sebagai sekolah kedinasan yang berada di bawah naungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan, seluruh lulusan PTDI-STTD akan diangkat menjadi ASN dan ditempatkan di unit kerja Kemenhub yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. “Sekolah Kedinasan Kemenhub berada di bawah naungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan; dan lulusan akan diangkat menjadi ASN serta ditempatkan di unit kerja Kemenhub di seluruh Indonesia,” jelas Novria.
Untuk pendaftaran, calon mahasiswa dapat mengikuti proses seleksi melalui SSCASN yang dilakukan secara bersama dengan sekolah kedinasan Kemenhub lainnya; selain itu, juga tersedia jalur pola pembibitan dengan formasi yang disediakan oleh Kemenhub dan Pemda, di mana seluruh biaya akademik akan ditanggung langsung oleh pemerintah. “Pendaftaran dapat melalui SSCASN; pendaftaran dilakukan bersama sekolah kedinasan Kemenhub lainnya. Untuk pola pembibitan, ada formasi yang disediakan oleh Kemenhub dan Pemda, dengan pembiayaan akademik yang ditanggung pemerintah melalui jalur pembibitan demikian,” tambahnya.
Adapun skema biaya pendidikan yang akan diterapkan memiliki tiga kemungkinan opsi; pertama, dibiayai penuh oleh pemerintah daerah; kedua, sebagian biaya pendidikan ditanggung separuh oleh pemerintah daerah dan separuh lagi ditanggung oleh orang tua atau wali mahasiswa; serta ketiga, dibiayai penuh oleh orang tua atau wali mahasiswa. “Untuk skema biaya pendidikan, ada kemungkinan tiga skema pembiayaan; pertama, dibiayai full oleh pemerintah daerah; kedua, sebagian dari biaya pendidikan setengahnya dibiayai pemerintah daerah dan setengahnya lagi ditanggung orang tua; dan ketiga, dibiayai full dari orang tua,” imbuh Novria. (HD/ADV)



























