INDONESIAN JOURNALIST WRITE THE TRUTH

25.1 C
Jakarta
Senin, Juli 15, 2024

Terkait Aksi PJA 98, Kepala Leasing ACC Cabang Veteran Palembang Angkat Bicara

Warta In | Palembang – Massa yang tergabung dalam Presidium Jaringan Aksi (PJA) 98 gelar aksi solidaritas terkait ditariknya kendaraan roda empat, merk avanza dengan Nomor Polisi (Nopol) BG 1503 R pada, Kamis (24/4/2024) yang lalu sekitar pukul 15.30 WIB di Kota Jambi.

Terkait denga aksi tersebut, Kepala Leasing ACC Cabang Veteran, Bharena Aji Saputra, angkat bicara dan sampaikan kepada awak media di Halaman Kantor Leasing ACC Cabang Veteran Jalan Veteran Kecamatan ilir timur I Kota Palembang, Jumat (3/5/2024).

Kepala Cabang ACC Veteran, Bhareno Aji Saputra mengatakan bahwa saat pihaknya sedang mengajukan proses banding ke pihak asuransi.

“Permaslahan ini berawal mulanya, pada Tahun 2019, customer melakukan akad kredit kendaraan roda empat merk toyota avanza dengan pihak ACC dan baru berjalan beberapa bulan, customer tersebut meninggal dunia. Kemudian ahli waris Customer melakukan klaim asuransi jiwa,” katanya.

Ia sampaikan bahwa klaim asuransi jiwa tersebut ditolak oleh pihak asuransi dan sampai saat ini tidak ada komplain dari pihak customer kepada pihak asuransi, sehingga asuransi tidak tahu kalau ada komplain dan lainnya.

“Karena klaim asuransi jiwa teraebut ditolak pihak asuransi, sampai saat ini tidak ada pembayaran angsuran kredit mobil tersebut, artinya sudah 5 (lima) Tahun lebih pembayaran angsuran mobil tersebut posisinya menunggak,” bebernya Bhareno.

Lanjut Bhareno beberkan karena tunggakan angsuran kredit mobil tersebut sudah panjang lebih dari 5 bulan maka mobil tersebut ekskalasinya naik ke wilayah Head Office, sehingga ada penarikan unit kendaraan tersebut yang kejadiannya di Jambi, Kamis (25/4/2024 yang lalu.

“Setelah dilakukan penarikan kendaraan tersebut, pihak custumer melakukan pengaduan kembali, mengapa mobilnya ditarik, padahal sudah mengajukan klaim asuransi,” ungkapnya.

Terkait adanya aduan tersebut, karena sudah ada pergantian pejabat baru di ACC, sehingga pihaknya kembali mengajukan proses banding untuk klaim asuransi jiwa tersebut.

“Sebenarnya untuk agenda hari ini, kami sudah memberikam undangan kepada pihak asuransi untuk datang, karena hal ini perjanjian 3 pihak, dimana kontraknya antara pihak ACC dengan Custonmer, artinya customer mempunyai kewajiban membayar hutang sampai lunas dan mereka bisa mendapatkan BPKB mobil tersebut,”ucapnya Bhareno.

Selain itu kontrak pihak customer dengan pihak asuransi ada perjanjian, ketika nantinya ada suatu kejadian sesuai dengan perjajian, pihak asuransi mengcover, hanya karena tidak di cover kemarin, maka terjadilah tunggakan angsuran kredit mobil tersebut.

“Saat ini kita masih butuh waktu, karena aduan dari pihak customer itu belum satu minggu sampai hari ini dan sudah terpotong hari libur, makanya tanggapan dari asuransi belum ada,” ujarnya.

Terkait dengan penarikan terhadap kendaraan tersebut sudah dilakukan pemberian Surat Peringatan (SP) 1, 2 dan 3 kepada pihak customer, tatapi tidak ada tanggapan.

“Terkait ditolaknya klaim asuransi pada Tahun 2019, saat ini kami sedang mendalami dan sedang berkoordinasi dengan pihak asuransi,” jelasnya.

Terakhir Bhareno menanggapi jika proses penarikan kendaraan tersebut tidak sesuai prosedur, semua orang yang hadir disini dan yang merekam sama-sama tahu, tidak menerima fakta yang sebenarnya, karena hanya melihat dan mendengar dari satu sisi.

“Untuk kejadian penarikan kendaraan tersebut seperti apa, kami juga sedang mengecek ke lapangan. Jika pihak keluarga customer merasa tidak ada kepuasan dan merasa ada pelanggaran hukum pada saat terjadinya eksekusi, kami sangat menerima proses Laporan Polisinya dijalankan oleh pihak kepolisian dan jika pihak kepolisian membutuhkan kami menjadi saksi dan butuh dokumen-dokumen yang diperlukan, kami siap kerjasama,” pungkasnya Bhareno.

Latest news
Related news