29.1 C
Jakarta
Jumat, September 24, 2021

Terkait Barang Hilang Di Ekspedisi, Kabid Humas : Menunggu Waktu Untuk Proses

Warta.in Medan Timur- Terkait satu paket yg hilang dari 7 paket yg dikirim melalui jasa pengiriman barang pengangkutan Ekspedisi Samudra Asia , Kabid Humas Poldasu Kombes Pol. Hadi Wahyudi saat di konfirmasi awak media diruangan kerja Kamis 2 September 2021, mengatakan “Nunggu Untuk Proses .

Ketika prosedur dan SOP sudah mencukupi proses akan berlanjut dan tindakan akan diambil untuk ini ujar “Hadi.

Berdasarkan Laporan Polisi Nomer : LP /B/1515/VIII/2021/SPKT/Polrestabes Medan /Polda Sumatera Utara tanggal 4 Agustus 2021 menerangkan bahwa korban yg bernama Aswin Dian Panca (27) kehilangan 1 paket dari 7 paket yg hendak dia kirim ke daerah Aceh dengan nama2 yg berbeda , melalui jasa pengiriman Ekspedisi Samudra Asia sebanyak 7 paket keseluruhanya, namun 6 paket saja yg sampai ketujuan yg yg dimaksud,
satu paket a/n Yulia tujuan bereneun yg tidak sampai.

Hamdani (38) warga Jalan Kampung Kurung Kelurahan Caling Kecamatan Indra Jaya Kabupaten Pidie Aceh Darussalam mendatangi Polrestabes jg untuk menjadi Saksi atas laporan Aswin terkait kehilangan paket yang telah dikirim nya melalui ekspedisi berinisial SA di Jalan Asia simpang Bakaran Batu Medan persisnya didepan Bank BCA.

Selain jadi saksi Hamdani sebagai pemesan paket voucher a/n Yulia yang hingga kini belum diterima nya melalui ekspedisi Samudera Asia di kantor perwakilan d Ironisnya, dari kejadian tersebut Hamdani mengalami kerugian kurang lebih sekitar Rp 38 juta rupiah.

Hamdani kepada wartawan mengatakan dirinya telah mendapatkan foto resi dari pelapor bernama Aswin Dian Panca bahwa barang tersebut telah dikirim nya melalui Ekspedisi Samudera Asia.

“Saya sudah dikirim resi nya melalui Foto melalui WhatsApp bahwa paket voucher tersebut sudah dikirim melalui ekspedisi Samudera Asia,” katanya, Senin (23/8).

Sambung Hamdani menjelaskan beberapa hari kemudian ia menghubungi supir yang membawa paket tersebut namun hal yang mengejutkan, ia mendapatkan kabar bahwa paket voucher yang telah ditunggu ternyata tidak ada.

“Kata supir barangnya tidak ada tapi repasnya ada, terus aku langsung telpon ke ekspedisi yang ada di Medan (Samudera Asia) menurut pengakuan dari loket barangnya nsudah diambil supir,” ungkapnya.

“Kerugian yang saya alami sebesar Rp 38 juta lebih dalam bentuk voucher paket internet akibatnya toko saya tutup dan saya harus bekerja ditempat lain. Padahal uang itu saya kumpulkan sedikit demi sedikit namun inilah yang saya alami bang,” imbuhnya dengan sedih menceritakan kronologis nya.

Hamdani mengungkapkan bahwa dari penjualan voucher tersebut ia bisa menyambung kehidupan nya dimana ia menceritakan dirinya menjadi tulang punggung keluarga baik istri serta orang tua dan kedua adiknya.

“Jujur saya adalah tulang punggung keluarga saya, dimana yang harus kutanggung kehidupan sehari-hari adalah istri, ibu ku yang kini sudah kenak stroke serta kedua adikku, kini aku harus bekerja ditempat orang lain demi menyambung kehidupan ku serta kebutuhan seluruh keluarga ku,” akunya.

Hamdani berharap agar persoalan ini dapat diselesaikan dan mendapatkan solusi nya agar ia bisa kembali melanjutkan usahanya dan dapat memenuhi kebutuhan keluarga nya sehari hari.

Sebelumnya diberitakan seorang warga bernama Aswin Dian Panca warga Jalan Serdang Komplek Perbaungan Indah Kelurahan Tiga Pekan Kecamatan Perbaungan mendatangi Polrestabes Medan dan melaporkan apa yang telah dialaminya.

Aswin mengatakan ia mengirim paket melalui kantor ekspedisi berinisial SA di Medan. Namun salah satu dari paket yang dikirim pelapor tidak sampai ke tujuan ke Aceh.

“Waktu aku kirim itu pas bang, tapi salah satu dari paket yang kukirim tidak sampai ke tujuan,” katanya, Rabu (4/8).

Sambung Aswin mengatakan pihaknya sudah mempertanyakan kepada pihak ekspedisi tersebut, diduga belum menemukan solusi ia lalu melaporkan kejadian ini ke Polrestabes Medan.

“Aku laporkan kejadian yang telah ku alami ke Polrestabes Medan, kerugian yang aku alami sebesar Rp 38 juta rupiah,” akunya.

Pemilik ekspedisi berinisial JR saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya masih menunggu kedatangan supir yang telah membawa barang tersebut.

“Kita masih menunggu kedatangan supir bernama Ramli untuk dimintai keterangan darinya, karena Supir tersebut sedang ada acara keluarga,” pungkasnya, Kamis (5/8). (DR MOI)

Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img