29.8 C
Jakarta
Rabu, Desember 8, 2021

Terkait Pengalihan Status Karyawan KPK Jadi ASN, Begini Kata Abdul Rachmat Noer

Warta.in, Makassar – Ketua Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Abdul Rachmat Noer, menyampaikan tidak ada niat jahat Ali Mukhtar Ngabalin kepada Muhammadiyah. Pernyataan dia terhadap Pak Busyro Mukaddas sebagai bentuk kecintaan dia terhadap Muhammadiyah.

Komentar Ali Mukhtar Ngabalin menanggapi pernyataan Busyro Mukaddas tekait pengalihan karyawan KPK beralih status ASN yang dianggap kontroversi.

Ngabalin menyebut Pak Busyro berotak sungsang bukan berarti pendapat Pak Busyro itu mengandung konotasi negatif. Bayi sungsang bukan berarti cacat atau abnormal. Saya kira ini tergantung dari cara pandang kita memahami pilihan kata.

Abdul Rachmat Noer yang juga mantan Ketua Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Selatan 2006-2010 justru menganggap pernyataan Ngabalin sebagai sinyal atau alarm bagi warga Muhammadiyah agar lebih konstruktif dalam memahami setiap kebijakan negara. “Termasuk proses pengalihan status karyawan KPK menjadi ASN,” kata Rachmat. Senin (17/5/2021).

“Apalagi Presiden Jokowi sudah mengeluarkan maklumat kepada pihak yang terkait untuk tidak begitu saja memecat 75 karyawan KPK,” ungkap Rachmat.

Saya kenal baik dengan Ali Mukhtar sejak di bangku sekolah SMP hingga sarjana di Makassar.

“Makanya saya tidak yakin kalau Ngabalin ingin jahat kepada Muhammadiyah. Rasa hormat dia terhadap Persyerikatan tidak bisa saya ukur dengan materi,” ungkap Rachmat yang pernah maju sebagai Bakal Calon Walikota Makassar tahun 2019 lalu. (Achank).

Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img
error: Content is protected !!