URUS PERIJINAN

KLIK GAMBARspot_imgspot_imgspot_imgspot_img
23.9 C
Jakarta
Minggu, Agustus 14, 2022

URUS PERIJINAN

KLIK GAMBARspot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Tim Patroli PSDKP Satker Selayar Tangkap 4 orang Nelayan

Warta.in, Selayar-Tim patroli PSDKP Satker Selayar melakukan  penangkapan terhadap 4 orang nelayan yang diduga melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan  bahan peledak (bom ikan) di perairan sebelah barat Dusun Tile-tile (taka pangguringang) Desa Patikarya Kecamatan Bontosikuyu Kabupaten Kepulauan Selayar, pada Kamis 16 September 2021, sekitar pukul 14.30 Wita.

Setelah mendapat laporan dari salah satu nelayan di Dusun Tile-tile yang menyampaikan tentang aktivitas bom ikan, koordinator PSDKP Satker Selayar Syaiful Asri bersama tim langsung bergerak ke lokasi dengan menggunakan perahu karet.

Sempat terjadi kejar-kejaran antara tim patroli dengan nelayan yang di curigiai telah melakukan pengeboman, lokasi pengeboman berada di sekitar titik koordinat 6’16.472’S-120’25.787’E,  dan lokasi penangkapan berada pada titik koordinat 6’17.694’S-120’23.766’E.

Terdapat 2 unit armada yang di duga merupakan nelayan yang menangkap ikan dengan bom pada lokasi tersebut.

“Namun tim patroli hanya fokus pada pada satu unit kapal nelayan dikarenakan minimnya jumlah tim patroli” pungkas Saiful Asri.

Keempat nelayan tersebut masing-masing bernama :
1. Hasbi bin Rahman dio’ (28)/ABK.
2. Asdar bin Pa’a (28) selaku juragan kapal.
3. Syamsul bin Salamuddin (20) ABK.
4. Agus bin Habinsa (18 th) /abk
Semua berasal dari Desa Polassi Kecamatan Bontosikuyu Kab Kepulauan Selayar.

Saat ini nelayan dan barang bukti berupa ikan ekor kuning sebanyak kurang lebih 250kg, ikan kakatua 50 kg, 1 unit kompressor, 3 pasang fins, 2 roll selang, 2 unit regulator, 2 unit GPS, 1 unit senter, 5 buah botol berwarna hijau dan 1 armada jolloro. Barang bukti diamankan di kantor Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Satker selayar kompleks PPI Benteng untuk di proses lebih lanjut oleh Penyidik Perikanan.

Warta Baru
Warta Terkait