Wartain Banten | Pemerintahan | 17 September 2025 — Bunda Literasi Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, mengajak masyarakat untuk menjadikan perpustakaan bukan hanya sebagai tempat penyimpanan buku, melainkan sebagai ruang belajar, sumber pengetahuan, dan sarana membangun peradaban.

Hal ini disampaikan Tinawati saat menghadiri peringatan Hari Kunjung Perpustakaan, Pengukuhan Bunda Literasi Kabupaten Serang Periode 2025–2030, dan Literasi Award Tahun 2025, yang digelar di Lapangan Tenis Indoor Kabupaten Serang, Kota Serang, pada Selasa (16/9/2025).
Dalam sambutannya, Tinawati menegaskan bahwa literasi bukan sekadar soal membaca dan menulis. Lebih dari itu, literasi mencakup kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan analitis, yang penting dalam menghadapi tantangan zaman.
“Mari kita jadikan perpustakaan tidak hanya sebagai tempat menyimpan buku, namun sebagai ruang belajar, sumber pengetahuan serta sarana untuk membangun peradaban. Mari kita budayakan membaca, terutama dengan memanfaatkan ruang perpustakaan,” kata Tinawati Andra Soni di Lapangan Tenis Indoor Kabupaten Serang, Kota Serang, Selasa (16/9/2025).

Tinawati Andra Soni menyampaikan pesan ini pada acara yang memperingati Hari Kunjung Perpustakaan, Pengukuhan Bunda Literasi Kabupaten Serang Periode 2025–2030, dan Penghargaan Literasi Tahun 2025. Dia percaya bahwa peringatan ini harus menjadi dorongan untuk membangun budaya membaca.
“Saya harap kegiatan ini juga dapat dijadikan momentum untuk komitmen kita bersama dalam membangun budaya literasi di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Selain itu, Tinawati Andra Soni berharap masyarakat menjadikan membaca sebagai gaya hidup dan menganggap perpustakaan sebagai pusat peradaban. Perpustakaan tidak hanya tempat yang inspiratif tetapi juga sumber ilmu pengetahuan yang terbuka bagi semua orang.

Pada kesempatan ini, Tinawati Andra Soni juga mengucapkan selamat kepada Tifa Hanifa Hanum Najib, yang baru saja dikukuhkan sebagai Bunda Literasi Kabupaten Serang oleh Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah.
“Selamat atas amanah yang telah dipercayakan, semoga dengan kehadiran bunda literasi Kabupaten Serang yang baru dapat memberikan semangat gerakan literasi dan membawa manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat,” jelasnya.
Menurut Tinawati Andra Soni, bunda literasi memiliki peran strategis sebagai penggerak dalam menginspirasi, membimbing, dan mendorong masyarakat, terutama anak-anak dan generasi muda, untuk lebih dekat dengan dunia literasi.
“Mari sama-sama kita berkolaborasi, apalagi salah satu program Asta Cita dari Presiden Prabowo Subianto adalah mengenai pembangunan bangsa. Literasi adalah salah satu dari itu,” tuturnya.

Di kesempatan yang sama, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menyatakan bahwa literasi adalah dasar peradaban dan kemampuan dasar bagi setiap orang untuk berkembang. Membangun budaya literasi dapat meningkatkan kemampuan interpersonal, meningkatkan fungsi otak, memperluas kosa kata, dan meningkatkan wawasan.
“Kemampuan ini bukan sekedar membaca dan menulis, akan tetapi bagaimana kita dapat menginterpretasikan hal-hal terkait dengan yang ada di luar kita untuk dapat kita gunakan sebagai informasi yang tentu untuk meningkatkan kualitas hidup kita,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ratu Rachmatuzakiyah menambahkan bahwa untuk menghadapi berbagai tantangan yang akan datang, mereka telah merencanakan strategi untuk mempercepat kemajuan budaya literasi dengan membangun sumber daya manusia dan infrastruktur penunjang.
“Pertama penguatan sumber daya manusia dan kelembagaan, kemudian yang kedua yaitu pembangunan infrastruktur modern dan terintegrasi sebagai wujud komitmen jangka panjang,” pungkasnya.
Dengan semangat kolaborasi dan komitmen bersama, Bunda Literasi Provinsi Banten berharap perpustakaan dapat menjadi pusat peradaban lokal yang memperkuat karakter, wawasan, dan daya saing masyarakat Banten ke depan.(WartainBanten)































