26.3 C
Jakarta
Minggu, April 11, 2021

Tingkatkan Kompetensi pelaku wisata, Menpar dan Komisi X DPR RI ke Toba

Warta.in – Danau Toba.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, melakukan kunjungan kerja bersama sejumlah anggota Komisi X DPR RI untuk mendorong peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) di Pulau Samosir Danau Toba, Sumatera Utara, Jumat (26/3/2021).

Menparekraf Sandiaga Uno hadir bersama Rombongan Komisi X DPR RI yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf dan turut hadir anggota Komisi X Hetifah Sjaifudian, Sofyan Tan, Obon Tabroni, Ratih Megasari, Ledia Hanifa, dan Dewi Coryati.

Rombongan Menparekraf dan Komisi X DPR RI berlayar ke Pulau Samosir menggunakan kapal cepat dari kota wisata Parapat. Sebelum bersandar di Desa Tuk Tuk Pulau Samosir, rombongan singgah di beberapa destinasi sekitar Danau Toba seperti Batu Gantung, Pesanggrahan Soekarno, serta melihat keindahan Air Terjun Situmurun/Binangalom.

Rombongan Menparekraf tour ke air terjun Situmurun Danau Toba (foto : Humas Menparekraf)

Kembali Menparekraf Sandiaga Uno menjelaskan, kehadirannya ke Danau Toba menunjukkan keseriusannya dalam pengembangan kawasan yang menjadi salah satu dari 5 Destinasi Wisata Super Prioritas. Namun tidak hanya pengembangan infrastruktur, melainkan pengembangan kapasitas SDM untuk menyambut wisatawan nusantara atau pun wisatawan mancanegara yang harus berjalan beriringan.

“Selama 3 bulan saya menjadi Menteri, sudah tiga kali saya datang ke Danau Toba, ini menjadi pembuktian bahwa pemerintah hadir untuk membangun sektor parekraf di Danua Toba, tidak hanya infrastruktur namun SDM juga kita kembangkan. Sehingga nantinya akan muncul harapan dan semangat, memupuk motivasi agar masa depan kita di tengah pandemi ini kembali cerah, dan untuk kebangkitan dan pemulihan sektor parekraf di Danau Toba,” ujarnya.

Menparekraf Sandiaga Uno juga mendorong agar masyarakat dapat menjaga rasa aman dan nyaman bagi wisatawan yang datang ke Danau Toba.

“Keamanan dan kenyamanan wisatawan bisa menjadi bagian adaptasi kita di tengah pandemi. Kondisi pandemi saat ini membuat banyak masyarakat dan saudara kita yang prihatin. Toko-toko banyak yang tutup, banyak para pekerja seni yang rindu order. Untuk itu kami berharap kita semua dapat segera bangkit dan pulih. Saya juga ingin menegaskan bahwa pariwisata akan segera bangkit dengan protokol kesehatan yang tegas dan disiplin, untuk itu kita perlu kolaborasi bersama,” ujarnya.

Wakil ketua komisi X DPR RI Dede Yusuf saat di Samosir (foto : Humas Kemenparekraf)

Kesempatan itu Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf menambahkan, kedatangannya bersama rombongan bertujuan untuk “belanja” masalah dan melihat langsung kondisi destinasi wisata yang menjadi fokus pembangunan pemerintah yaitu Danau Toba.

“Belanja masalah dibutuhkan, karena Danau Toba sudah ditetapkan sebagai DSP. Ada alokasi anggaran yang cukup besar yang dianggarkan pemerintah di 5 DSP, untuk itu kami harus melihat dahulu sudah siapkah untuk menerima investasi yang begitu besar. Dari diskusi yang sudah dilaksanakan ada beberapa hal yang harus dipersiapkan sebelum kita mendorong sebagai DSP, seperti SDM, fasilitas yang mendukung kompetensi SDM itu sendiri, dan fasilitas lainnya,” katanya.

Dede Yusuf juga menjelaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan stakeholder lainnya untuk mendorong kawasan Danau Toba siap menjadi kawasan DSP. Pada akhirnya, penting sekali peran kepala daerah untuk bertanggung jawab agar bisa menata dan mengelola sehingga dapat merealisasikan harapan-harapan dari para pelaku parekraf menjadi destinasi yang memiliki keunggulan.

“Negara sudah mulai memikirkan bagaimana caranya untuk rebound pasca pandemi. Kalau kita melihat negara lain, seperti Dubai hingga Thailand sudah membuka sektor pariwisatanya. Ini momentum yang sangat bagus, kita sepakat salah satu sektor yang didorong untuk rebound adalah pariwisata,” katanya. (Feri/rel)

Danau Toba News
Danau Toba News
Melayani dengan tulus

Latest news

Related news