26.1 C
Jakarta
Selasa, Februari 3, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

TP PKK Banten Perkuat Edukasi HIV/AIDS untuk Anak dan Pelajar

Wartain Banten | Pemerintahan | 27 Januari 2026  — Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, menekankan pentingnya penguatan edukasi tentang HIV/AIDS di kalangan keluarga dan anak-anak, khususnya pelajar, untuk mencegah penularan penyakit tersebut.

Hal itu disampaikan Tinawati usai menerima audiensi Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) di Gedung PKK Provinsi Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Selasa (27/1/2026). Dalam pertemuan tersebut, KPA memaparkan sejumlah program yang dapat dikolaborasikan dengan PKK untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya anak-anak, terkait penularan HIV/AIDS dan perilaku seksual sehat.

“Insya Allah nanti coba kita formulasikan supaya sama-sama bisa dijalankan dengan baik, khususnya di ranah anak-anak, pengetahuan tentang hubungan seksual dan penularan penyakit melalui hubungan seksual dan lain sebagainya,” ujarnya.

Tinawati menekankan tingginya penularan HIV/AIDS di Banten, sehingga peran keluarga dan edukasi anak-anak melalui jalur pendidikan menjadi sangat penting. Ia juga menyoroti efektivitas pendekatan sebaya, karena anak-anak dan remaja cenderung lebih mudah menerima informasi dari teman sebayanya, sebagai strategi pencegahan penularan HIV/AIDS.

Sekretaris KPA Banten, dr. Santoso Edi Budiono, menyatakan audiensi dengan PKK bertujuan untuk terlibat aktif dalam program PKK Mengajar, guna meningkatkan pemahaman masyarakat melalui sosialisasi dan pencegahan HIV/AIDS, serta mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap penderita.

“Stigma dan diskriminasi masih menjadi salah satu penghambat utama dalam upaya penemuan dan pengobatan penderita HIV/AIDS,” ujarnya.

KPA Banten bekerja dari hulu melalui sosialisasi dan pencegahan HIV/AIDS, mengingat Indonesia berada di peringkat ke-14 dunia dalam penyebaran HIV/AIDS, dengan 11 provinsi sebagai penyumbang utama, termasuk Banten di posisi kesembilan.

Edukasi HIV/AIDS sebaiknya dimulai sejak SD dan SMP melalui pendidikan kesehatan reproduksi, dengan kurikulum yang mudah dipahami siswa, karena pendidikan jasmani dan kesehatan saat ini masih bersifat pengantar.

Upaya ini penting untuk mencapai target triple zero pada 2030, yang diharapkan mendukung generasi lebih sehat menuju Indonesia Emas 2045.(WartainBanten)

Berita Terkait

Iskandar Z Sitanggang
Iskandar Z Sitanggang
Pakar Bisnis, Pendidikan dan Hukum