33.2 C
Jakarta
Kamis, Maret 19, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Tradisi ‘Perang Api ‘ di Negara Sakah Cakranegara mendapat Pengamanan Ketat Polresta Mataram

  1. Tradisi ‘Perang Api ‘ di Negara Sakah Cakranegara mendapat Pengamanan Ketat Polresta Mataram

Warta.in
Mataram, NTB – Usai melaksanakan Pengamanan Pawai Ogoh-ogoh, kini ratusan personel Polresta Mataram kembali menjalankan tugas Pengamanan kegiatan Perang Api di Simpang Negara Sakah Cakranegara, Rabu Petang (18/03/2026).

Perang Api adalah tradisi unik yang dilakukan oleh umat Hindu di Lombok, Nusa Tenggara Barat, untuk menyambut Hari Raya Nyepi. Tradisi ini melibatkan dua kelompok pemuda dari Negara Sakah dan Sweta yang saling “berperang” menggunakan bobok, yaitu daun kelapa kering yang dibakar.

Tujuan dari Perang Api adalah untuk mengusir wabah penyakit dan roh-roh jahat yang mengganggu kehidupan manusia, serta membersihkan diri dari unsur-unsur jahat dan malapetaka sebelum memasuki masa Nyepi. Tradisi ini juga menggambarkan pembakaran hawa nafsu buruk dan energi negatif dalam diri manusia.

Perang Api biasanya diadakan pada petang hari sebelum Nyepi, setelah pawai ogoh-ogoh. Meskipun melibatkan api dan bisa menimbulkan luka, namun tidak ada dendam atau permusuhan di antara peserta, dan mereka bahkan saling bersalaman dan berpelukan setelah acara selesai.

Sementara itu Personel Kepolisian Resor Mataram memberikan pengamanan ketat di sekitar lokasi Perang Api untuk memastikan kegiatan tersebut berjalan aman dan lancar serta tidak mengganggu aktivitas pengendara umum lainnya.

Terkait Pengamanan tersebut Kapolresta Mataram Kombes Pol. Hendro Purwoko SIK., MH., mengatakan pihaknya menerjunkan ratusan personel untuk melakukan pengamanan perang Api. Selain Personel Polresta Mataram dalam pengamanan tersebut turut serta TNI dan Kelompok Masyarakat.

“Pengamanan ini kita lakukan dengan bekerja sama dengan TNI dan masyarakat sebagai bentuk sinergitas dalam menjaga Situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polresta Mataram, “ucapnya.

Sebagai pengembangan tugas Harkamtibmas, Polresta Mataram tentu melakukan Pemakanan dengan maksimal agar seluruh kegiatan tersebut berjalan lancar serta aktivitas masyarakat umum juga tidak terganggu.

“Kami bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh panitia penyelenggara yang telah bersama-sama mengupayakan Perang Api ini berjalan aman dan lancar. Demikian pula kepada masyarakat umum, Polresta Mataram meminta maaf jika aktivitas selama kegiatan ini dan pawai ogoh-ogoh merasa terganggu, “tutup Kapolresta Mataram.(sr/hpm)

 

Berita Terkait