URUS PERIJINAN

KLIK GAMBARspot_imgspot_imgspot_imgspot_img
32.2 C
Jakarta
Sabtu, Desember 3, 2022

URUS PERIJINAN

KLIK GAMBARspot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Upacara HUT ke-55 Polhut, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulsel Bacakan Pidato MenLHK

Warta.in, Makassar – Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan, Ir. H. Andi Parenrengi, MP bertindak selaku inspektur upacara pada peringatahan Hari Ulang Tahun ke 55 Polisi Kehutanan Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan,  Selasa (21/12/2021) bertempat di Halaman Kantor Balai Diklat LHK Makassar, Jalan P. Kemerdekaan Km. 18 Makassar.

Rencana awal dilaksanakan di lapangan BDLHK Makassar, dikarenakan cuaca hujan dialihkan ke Aula, namun sejauh mata memandang upacara tersebut berlangsung lancar dan khitmad

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan membacakan sambutan Menteri LHK RI, Siti Nurbaya

Menteri LHK Siti Nurbaya menuliskan, upacara kali ini kita laksanakan untuk momen penting yaitu dalam rangka Hari Bela Negara 2021 dan dalam rangka Hari Ulang Tahun POLHUT ke-55.

“Saya yakin Polhut akan makin terus memberi kontribusi dalam
membangun negara khususnya dalam mencegah dan membatasi kerusakan hutan,
kawasan hutan dan hasil hutan.
Yang tidak lain bahwa semua itu untuk bela negara dan bangsa, seperti selalu saya sampaikan bahwa seluruh mandat pesan, tugas dan tanggung jawab jajaran KLHK beraktualisasi dalam bentuk membela tumpah
darah dan bangsa,” beber Menteri Siti Nurbaya yang dibacakan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan,  Andi Parenrengi.

Menteri LHK, Siti Nurbaya menandaskan, bahwa Hari Bela Negara, bertepatan dengan HUT POLHUT ke- 55.

Menteri Siti dalam sambutan tertulisnya menyebut, Presiden Joko Widodo berpesan
Hari Bela Negara Ke-73 pada tanggal 19 Desember 2021, mengambil tema “Semangat Bela Negaraku, Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh”.

“Tema tersebut mengisyaratkan kita untuk terus mengobarkan dan mengimplementasikan sikap rela berkorban demi bangsa dan negara serta tetap tumbuh bersama-sama untuk berjuang pantang menyerah menuju Indonesia Maju,” ucap Menteri LHK meneruskan pesan Presiden Joko Widodo.

“Kita masih berada dalam masa pandemi Covid-19. Krisis akibat pandemi ini harus kita hadapi
dengan tepat, baik secara fisik dan non fisik. Seluruh sendi-sendi kehidupan kita mau tidak mau harus siap menghadapi akibat dari  pandemi ini. Ketabahan, kesabaran, ketahanan, kebersamaan, kepandaian, dan kecepatan kita, semuanya diuji dan sekaligus diasah,” kata Menteri Siti menyampaikan pidato Presiden RI.

Tantangan yang kita hadapi tidaklah mudah. Situasi seperti ini memerlukan daya juang kita
sebagai bangsa, yang memerlukan kerja keras bersama agar mampu melewati masa sulit ini. Semua negara tengah berlomba-lomba untuk menjadi pemenang dalam perang melawan Covid-19, baik menjadi pemenang dalam pengendalian virus maupun menjadi pemenang dalam pemulihan ekonomi negaranya.

Presiden Joko Widodo mengingatkan, sebagai bangsa yang besar, kita harus tampil sebagai pemenang, optimis, harus mampu menciptakan peluang di tengah kesulitan. Kita harus menjawab itu semua dengan inovasi dan karya nyata.

“Kita tidak boleh berhenti berkreasi, berinovasi, dan berprestasi di tengah pandemi Covid-19. Kita harus buktikan ketangguhan kita. Kita harus menangkan masa depan kita, dan kita wujudkan cita-cita luhur para pendiri bangsa dengan semangat bela negara,” jelas MenLHK, sebagaimana Pesan Presiden Jokowi.

Bela negara adalah tekad, sikap, dan perilaku serta tindakan warga negara, baik secara
perseorangan maupun kolektif dalam menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan
keselamatan bangsa dan negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Nilai-nilai dasar bela negara tersebut adalah cinta tanah air; sadar
berbangsa dan bernegara; setia pada Pancasila sebagai ideologi negara; rela berkorban untuk
bangsa dan negara; serta kemampuan awal bela negara.

Presiden Jokowi mengajak seluruh rakyat Indonesia sebagai bagian dari komponen bangsa untuk bersama-sama menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan semangat bela negara.

Semangat ini tentu berasal dari seluruh komponen bangsa mulai dari prajurit TNI, polisi, pegawai, petani, pedagang kecil, nelayan, ulama, santri, mahasiswa, pekerja, buruh, dan elemen rakyat yang lainnya.

Sejarah telah membuktikan bahwa negara Indonesia dibentuk oleh seluruh komponen
bangsa. Pembentukan ini berawal dari pengorbanan yang dilakukan berpuluh-puluh
tahun lalu dengan semangat bela negara.

Membela negara tidak hanya dilakukan dengan kekuatan senjata dan berperang, tetapi juga dilakukan dengan upaya-upaya politik maupun diplomasi.

Bela negara bukan hanya tugas TNI dan Polri semata. Namun merupakan tugas dan kewajiban kita semua sebagai warga negara Indonesia, sebagai bagian dari komponen bangsa.

Menyampaikan pesan Presiden Joko Widodo, MenLHK Siti Nurbaya mengajak agar menjalankan tugas dan tanggung jawab kebangsaan, untuk ikut serta dalam be!a
negara, di manapun berada apapun  pendidikan kita, apapun profesi, apapun pekerjaan kita, semua punya hak, semua punya kewajiban dan semua punya kesempatan yang sama untuk bela negara.

“Jadikan momentum hari bela negara ini, untuk meningkatkan semangat kita bersama dalam
membela negara dan membangun bangsa. Bangsa ini akan kuat dan besar, apabila kita semua mampu mengambil peran untuk menjadikan bangsa ini lebih maju lagi. Perkokoh semangat bela negara dan bahu membahu, saling bergandeng tangan dalam menghadapi pandemi Covid-19, agar kita tangguh melalui berbagai ujian, dan terus tumbuh dalam menggapai cita-cita bangsa,” lanjut Menteri Siti.

Perkokoh tali persatuan dan persaudaraan, saling membantu, saling menolong, dan saling
bergotong royong, serta selalu optimis dalam menghadapi setiap tantangan yang menghadang. Kekurangan dan kelemahan harus sama-sama kita perbaiki. Mari kita terus menanamkan semangat bela negara dalam diri kita untuk memperkokoh persatuan dalam
NKRI.

“Mari kita tunjukkan bahwa kita adalah bangsa yang kuat. Bukan hanya mampu menghadapi perang terhadap Covid-19 serta
tantangan bangsa Iainnya, tetapi bangsa yang mampu memanfaatkan kesulitan menjadi sebuah lompatan kemajuan,” tuturnya.

Relevansi bela negara yang sangat kuat dalam pesan  Presiden dimaksud dalam
tugas keseharian kita dan dalam relevansi HUT POLHUT yang kita peringati sekarang, bisa kita
rasakan, setidaknya pada hal – hal;

Pertama, rela berkorban demi bangsa dan negara; kita ketahui tidak sedikit senior, rekan, sahabat kita yang gugur dalam tugas, juga keluarga yang harus ditinggalkan dalam tugas-tugas lapangan yang cukup berat.

Kedua, kerja keras untuk melewati masa sulit, seperti beberapa waktu ini, masa sulit pandemi yang begitu rupa kita jaga, sekaligus kita menjaga karhutla sehingga tidak terjadi double disaster, yang bisa jadi berupa kesengsaraan ganda antara pandemi COVID dan asap karhutla di daerah-daerah konvensional karhutla, dan kita bersyukur bahwa hal tersebut tidak terjadi.

Ketiga, bangun optimisme bangsa, berikan jalan keluar dari berbagai kesulitan masyarakat; sebagaimana terus diupayakan oleh jajaran KLHK seperti kebijakan alokatif dengan keberpihakan pada masyarakat, penanganan dan penyelesaian masalah tenurial, hutan sosial, redistribusi lahan, pemulihan lingkungan dan berbagai upaya mendukung masyarakat menuju pada akses kesejahteraan sosial masyarakat.

Keempat, perkokoh persatuan, tali persaudaraan, saling membantu dan gotong royong dalam menjaga kedaulatan negara.

Kelima, optimisme negara, keutuhan wilayah dan keselamatan bangsa dan negara; seperti selalu kita upayakan menjaga sumberdaya alam kita dan sedapat mungkin mengatasi
indikasi hegemoni pihak-pihak lain.

“Dengan keberadaan Polhut bersama kita sebagaimana Keppres No.372 Tahun 1962 dan Keputusan Bersama Menteri/Panglima Angkatan Kepolisian dan Menteri Pertanian No.137/SK/MK/1966 dan No.6/MP/1966 tentang Pengamanan Kehutanan yang ditandatangani pada tanggal 17 Desember 1966 yang menetapkan bahwa tanggung jawab pengamanan hutan ada pada Direktur Jenderal.

Kehutanan bagian dari Departemen Pertanian, saat itu. Dan untuk tenaga pengaman hutan, dilakukan pendidikan dan latihan (Diklat) Polisi Chusus Kehutanan Mobile Angkatan Pertama, dan Angkatan Kedua di Karesidenan Pati.

Pada tanggal 21 Desember 1966 Menteri Pertanian melantik 147 personil Polisi Chusus Kehutanan di alun-alun Pati, Jawa Tengah untuk menegakan hukum negara dalam tindakan pre-emtif, preventif dan represif.

Dan dengan peristiwa pelantikan Polisi Chusus tanggal 21 Desember 1966 itu maka ditetapkan sebagai hari lahir Polhut dan pada hari ini kita memperingatinya untuk yang pertama kali.

Peringatan HUT Polisi Kehutanan yang pertama kali ini mengangkat tema “POLHUT HANDAL, HUTAN LESTARI”. Tidak lain dimaksudkan untuk menegaskan tantangan Polhut untuk menjadi ksatria rimba yang tangguh, yaitu samapta, mahir teknis, berdedikasi dan berakhlak mulia.

Samapta merupakan kesiapan fisik untuk membangun sikap jasmani yang tangkas, disiplin yang dilandasi rasa tanggung jawab untuk menyelesaikan tugas dengan paripurna.

Mahir teknis menggambarkan pengetahuan dan kemampuan teknis seorang Polhut untuk melakukan berbagai tugas lapangan dan administrasi serta tugas yang diperintah pimpinannya secara cepat, tepat dan akurat. Seorang Polhut harus terus mengembangkan diri agar tidak tertinggal oleh teknologi dan kreatifitas jahat para perusak hutan.

Peringatan HUT Polhut yang pertama kali ini mengangkat tema “POLHUT HANDAL, HUTAN LESTARI”. Tidak lain dimaksudkan untuk
menegaskan tantangan Polhut untuk menjadi  ksatria rimba yang tangguh, yaitu samapta,
mahir teknis, berdedikasi dan berakhlak mulia.

Samapta merupakan kesiapan fisik untuk membangun sikap jasmani yang tangkas, disiplin yang dilandasi rasa tanggung
jawab untuk menyelesaikan tugas dengan paripurna.

Mahir teknismenggambarkan
pengetahuan dan kemampuan teknis seorang Polhut untuk melakukan berbagai tugas lapangan dan administrasi serta tugas yang diperintah pimpinannya secara cepat, tepat dan akurat. Seorang Polhut harus terus mengembangkan diri agar tidak tertinggal oleh teknologi dan kreatifitas jahat para perusak hutan.

Berdedikasi dan berakhlak merupakan sikap mental seorang Polhut sebagai satria rimba dalam bertindak dan berperilaku berlandaskan pada kode etik profesi Polhut dan nilai-nilai organisasi serta nilai-nilai baik yang berlaku di lingkungan strategisnya.

Kode etik Polhut, yaitu Budhi, Bhakti dan Wirawana dan nilai-nilai Polhut yaitu integritas, profesional, responsif dan inovatif.

Kita ketahui bahwa gangguan keamanan hutan saat ini masih tinggi dan perkembangan teknologi ikut mendorong meningkatnya kejahatan kehutanan, yang juga merupakan
ancaman bagi kelestarian sumber daya alam.

Untuk itu dibutuhkan kecerdasan dan ketepatan cara bertindak Polhut. Kejahatan lintas negara seperti illegal logging dan peredaran illegal tumbuhan dan satwa liar memerlukan penanganan secara pofesional, kejahatan ini harus diberantas untuk melindungi kepentingan bangsa, masyarakat dan negara, harus ditangani secara profesional, akuntabel dan dalam sinergi dengan kementerian/lembaga lain.

“Untuk itu Saya berpesan agar Saudara-saudara anggota Polhut untuk semakin meningkatkan kualitas, bangun strategi proaktif dan preventif dengan tindakan yang humanis. Tingkatkan profesionalisme dan transparansi dalam penegakan hukum untuk memberikan rasa adil terhadap masyarakat, perkuat koordinasi dan kerja sama dengan Polri, TNI, Pemerintah Daerah, kementerian/lembaga dan masyarakat serta optimalkan kinerja Polhut, wujudkan sistem kerja dalam satu kesatuan komando,” pungkas pidato MenLHK, Siti Nurbaya yang dibacakan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Parenrengi.

Pemotongan tumpeng dan aksi kemanusiaan berupa donor darah menutup rangkaian upacara HUT ke-55 Polisi Kehutanan di Sulawesi Selatan yang dipusatkan di Kantor Balai Diklat LHK Makassar Sudiang.

Warta Baru
Warta Terkait