27.6 C
Jakarta
Kamis, Februari 12, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Wagub Banten Apresiasi Bedah Buku “Baduy: Masyarakat 1001 Tabu”, Dorong Literasi dan Wisata

Wartain Banten | Pemerintahan | 12 Februari 2026  — Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengapresiasi terselenggaranya kegiatan bedah buku berjudul Baduy: Masyarakat 1001 Tabu yang digelar di Aula Horison TC Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Serang, Kota Serang, Kamis (12/2/2027).

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah akademisi sebagai pembedah, di antaranya Prof. Dr. Retty Isnendes dari UPI, Ade Jaya Suryani dari UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, serta penulis buku, Uday Suhada.

Dimyati menilai buku tersebut memiliki kualitas yang baik, baik dari sisi penulisan, kelengkapan pustaka, maupun hasil kajian empirik yang disajikan.

“Alhamdulillah, hari ini ada bedah buku, dan luar biasa yang membedahnya para profesor. Bukunya bagus, dari sisi penulisannya bagus, dari pustakanya juga bagus, dan dari hasil kajian empiriknya juga bagus,” ungkap Dimyati.

Menurutnya, buku tersebut dapat menjadi referensi penting bagi kalangan akademisi dan mahasiswa yang tengah menyusun skripsi, tesis, maupun disertasi. Ia berharap semakin banyak generasi muda yang terdorong untuk menghasilkan karya ilmiah, khususnya yang mengangkat potensi dan kekayaan budaya lokal Banten.

Dimyati juga menegaskan bahwa keberadaan buku ini menjadi bagian penting dari dokumentasi dan literasi mengenai masyarakat Baduy, suku adat yang dikenal konsisten menjaga tradisi dan kelestarian alam di Provinsi Banten.

“Baduy ini hanya ada di Banten, di dunia ini hanya ada di Banten. Kita juga harus banyak belajar dari masyarakat Baduy,” katanya.

Ia menyampaikan terima kasih kepada penulis atas kontribusinya bagi daerah, bangsa, dan negara melalui karya tersebut. Bahkan, Dimyati berharap buku itu dapat diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris agar dapat menjangkau pembaca internasional.

“Saya berharap buku ini diterjemahkan ke bahasa Inggris supaya orang-orang luar bisa membaca dan memahami Baduy. Ini juga bisa mendorong kunjungan wisatawan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Dimyati menilai kegiatan bedah buku tersebut tidak hanya menjadi forum akademik, tetapi juga seruan untuk meningkatkan budaya literasi di tengah masyarakat. Ia mengapresiasi proses diskusi yang berlangsung terbuka dan ilmiah, sehingga mampu memperkaya wawasan tentang kehidupan masyarakat Baduy.

“Saya yakin buku ini akan banyak dicari orang. Ini bukan hanya untuk Banten, tetapi untuk bangsa dan negara,” jelasnya.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Keuangan UPI Prof. Dr. Rudi Susilana menyatakan bahwa bedah buku tersebut merupakan bagian dari komitmen UPI untuk membumikan kampus di tengah masyarakat Banten.

“UPI hadir di Banten harus menyatu dan membumi. Kegiatan ini bagian dari upaya membumikan UPI sekaligus mengangkat komunitas masyarakat yang patut dijadikan contoh dan dibukukan sebagai bahan literasi bagi masyarakat umum,” ujarnya.

Rudi juga menyambut baik usulan Wagub Banten untuk menerjemahkan buku ke bahasa Inggris.

“Kami akan memfasilitasi agar buku ini bisa diterjemahkan dan dicetak dalam edisi bahasa Inggris. Harapannya bukan hanya membumi, tetapi juga mendunia,” katanya.

Penulis Baduy: Masyarakat 1001 Tabu, Uday Suhada, menyampaikan bahwa bedah buku tersebut menghadirkan para pakar untuk menjaga objektivitas dan kualitas akademik karyanya.

“Saya ingin subjektivitas saya dieliminir melalui bedah oleh para pakar dan merupakan akademisi yang memiliki kompetensi dan pengalaman riset tentang Baduy,” ujarnya.

Uday berharap kegiatan itu menjadi bagian dari upaya bersama meningkatkan budaya literasi di Banten. Ia juga menekankan peran perguruan tinggi dalam mendukung penguatan literasi, khususnya narasi kedaerahan, agar keberadaan kampus tidak hanya megah secara fisik, tetapi juga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat..(WartainBanten)

Berita Terkait

Iskandar Z Sitanggang
Iskandar Z Sitanggang
Pakar Bisnis, Pendidikan dan Hukum