29.9 C
Jakarta
Senin, Februari 16, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Wagub Banten Hadiri Turnamen Persatuan Catur Seluruh Indonesia di Pandeglang

Wartain Banten | Pemerintahan | 16 Februari 2026  — Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, mengajak para atlet catur menjadikan olahraga tersebut sebagai sarana membangun karakter, kesabaran, dan ketepatan strategi dalam kehidupan, terutama menjelang bulan suci Ramadan.

Pesan itu disampaikan Dimyati saat menghadiri kegiatan silaturahmi dan turnamen catur yang digelar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) di Yastu Kadumerak, Karang Tanjung, Kabupaten Pandeglang, Minggu (15/2/2026).

Menurutnya, catur bukan sekadar permainan, melainkan olahraga yang mengasah kecerdasan serta membentuk mental dan karakter. Permainan ini melatih seseorang untuk berpikir tenang, sabar, dan tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan.

“Kalau salah langkah bisa gugur, bisa kalah. Artinya kita harus hati-hati dan penuh perhitungan dalam mengambil keputusan,” katanya.

Wagub menilai filosofi catur sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari. Setiap langkah dalam permainan harus diperhitungkan secara matang karena memiliki konsekuensi. Nilai tersebut, kata dia, selaras dengan semangat Ramadan sebagai momentum memperkuat pengendalian diri dan meningkatkan kualitas pribadi.

Selain itu, Dimyati juga menyinggung filosofi regenerasi dalam permainan catur. Ia mencontohkan bidak pion yang terlihat kecil tetap memiliki peluang menjadi menteri atau perwira apabila mampu melangkah hingga ke ujung papan.

“Itu pesan penting bagi generasi muda. Jangan merasa kecil. Dengan kesabaran dan strategi yang tepat, semua bisa naik tingkat,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, Dimyati berharap olahraga catur semakin berkembang di Banten dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi sekaligus generasi muda yang tangguh secara intelektual maupun karakter.

Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Pandeglang, Emus Mustagfirin, menyebut turnamen diikuti 50 atlet dengan sistem Swiss, dan peringkat 1 hingga 20 mendapat uang pembinaan.

“Kegiatan ini rutin kami gelar setiap menjelang Ramadan. Selain silaturahmi, juga untuk menjaga semangat kompetisi atlet,” ujarnya.

Pandeglang dinilai memiliki potensi besar di cabang catur, ditandai kehadiran Grand Master Muhammad Reza yang tampil dalam pertandingan simultan melawan 13 pecatur.

“Ini kebanggaan bagi kami. Kehadiran beliau memberi motivasi dan kesempatan atlet menyerap ilmu langsung,” kata Emus.

Atlet catur Pandeglang juga mulai berprestasi di tingkat nasional, termasuk menembus 20 besar dalam turnamen terbuka di Jakarta. Percasi Pandeglang pun optimistis dapat melahirkan lebih banyak pecatur berprestasi.(WartainBanten)

Berita Terkait

Iskandar Z Sitanggang
Iskandar Z Sitanggang
Pakar Bisnis, Pendidikan dan Hukum