Wartain Banten | Pemerintahan | 08 April 2026 — Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, mengingatkan para guru di Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Provinsi Banten menghadapi tantangan besar di era perkembangan teknologi dan gadget. Anak-anak yang terlalu tergantung pada gawai cenderung lemah daya ingat, hafalan, dan motivasi belajarnya, padahal usia dini merupakan fase emas bagi tumbuh kembang anak.

Hal tersebut disampaikan Dimyati saat menghadiri halalbihalal Pimpinan Wilayah (PW) IGRA Provinsi Banten di aula Dinas PURP, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Selasa (7/4/2026).
Menurutnya, metode pembelajaran konvensional tidak lagi cukup. Guru dituntut adaptif dan kreatif, memperkaya inovasi demi mendukung perkembangan intelektual, emosional, dan spiritual anak-anak. Dimyati juga menekankan peran orang tua dalam mendukung program pendidikan anak usia dini.
“Termasuk peran orang tua juga harus ikut mendukung program itu,” kata Wagub Dimyati
Selain itu, Wagub menyoroti keunggulan guru perempuan yang mendominasi tenaga pendidik IGRA. Kesabaran, kemampuan beradaptasi, dan jiwa asuh tinggi menjadi modal penting dalam membimbing anak-anak, sesuai dengan nilai-nilai Islam.
“Makanya posisi perempuan itu sangat dimuliakan dalam Islam,” pungkasnya.

Ketua IGRA Provinsi Banten, Teti Zahrotul Hayat, berharap kolaborasi dengan pemerintah dapat terus diperkuat untuk mendukung pengembangan generasi anak Islami. Ia menekankan perlunya dukungan berupa program, pendampingan, dan kebijakan yang berpihak pada IGRA.
“Kami yakin jika pemerintah dengan masyarakat bersinergi akan menghasilkan banyak kebaikan bagi masyarakat. Semoga ini menjadi jalan keberkahan bagi kita semua,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Banten, Amrullah, mengapresiasi peran IGRA dalam membentuk generasi anak yang Islami dan unggul.
“Mudah-mudahan generasi ke depan bisa semakin baik dan unggul,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Wagub Dimyati juga menyerahkan bantuan operasional sebesar Rp10 juta bagi IGRA, yang bersumber dari BAZNAS Provinsi Banten, untuk mendukung program pendidikan anak usia dini.
Program ini diharapkan mendorong guru IGRA terus berinovasi, sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di Provinsi Banten, meski dihadapkan pada tantangan era digital dan ketergantungan gadget.(WartainBanten)





























