32.2 C
Jakarta
Sabtu, Maret 28, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

*WILSON LALENGKE:”DEMI SUPREMASI HUKUM, SEMUA WAJIB DITUNTUT TANPA PANDANG BULU”*

*WILSON LALENGKE:”DEMI SUPREMASI HUKUM, SEMUA WAJIB DITUNTUT TANPA PANDANG BULU”*

Nasional – Ketua Umum Nasional Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, S.Pd., M.Sc., MA., secara tegas mengajukan panggilan keras untuk tegaknya supremasi hukum yang berkeadilan, transparan, dan tidak memandang siapa saja yang terlibat dalam pelanggaran hukum; hal ini disampaikannya terkait kasus pengeroyokan yang menimpa Faisal, seorang anggota PPWI yang saat ini masih menjalani perawatan rawat inap di rumah sakit akibat serangan yang dilakukan oleh gerombolan preman, dengan melibatkan Fadh Arafiq, Ranny (anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari Fraksi Partai Golkar), serta oknum Polisi Militer yang bertindak sebagai pengawal pribadi Ranny.

Dalam keterangan resmi yang disampaikannya, Wilson Lalengke yang juga merupakan alumni Lemhannas RI Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) Angkatan 48 Tahun 2012 menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh rekan-rekan pewarta serta berbagai pihak yang telah memberikan doa dan dukungan moral sehubungan dengan kondisi kesehatan Faisal; korban yang menjadi anggota PPWI tersebut mengalami luka-luka berat akibat penganiayaan yang terjadi di ruang lingkup Polda Metro Jaya.

“Kita mohon doa dari seluruh kawan-kawan seperjuangan dan masyarakat yang peduli untuk kesembuhan penuh Bang Faisal; semoga ia dapat segera pulih dan kembali bergabung dalam perjuangan kita untuk kebenaran dan kebebasan pers,” ucap Wilson Lalengke dengan nada yang penuh perhatian dan tekad.

Selanjutnya, figur yang dikenal sebagai praktisi jurnalistik berpengalaman ini menegaskan prinsip dasar yang menjadi landasan negara hukum Indonesia; ia menegaskan bahwa di mata hukum, seluruh warga negara Republik Indonesia adalah sama tanpa terkecuali, tidak ada satu pihak pun yang boleh berada di atas hukum atau mendapatkan perlakuan istimewa karena kedudukan atau latar belakang tertentu.

“Kita berjuang bukan hanya untuk kepentingan satu individu atau kelompok, tetapi untuk tegaknya hukum yang adil dan merata bagi semua orang; supremasi hukum harus ditegakkan dengan penuh transparansi dan keadilan, karena itu adalah jiwa dari negara kita yang berdasarkan pada hukum,” tegas Wilson Lalengke dengan suara yang mantap dan meyakinkan.

Wilson Lalengke sendiri memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman yang sangat komprehensif dalam berbagai bidang; selain menyelesaikan pendidikan sarjana di bidang Pendidikan (S.Pd.), ia juga meraih prestasi akademik di tingkat internasional dengan memperoleh gelar Master in Global Ethics dari Universitas Birmingham, Inggris pada tahun 2006, serta gelar Master in Applied Ethics dari dua universitas ternama di Eropa, yaitu Universitas Utrecht di Belanda dan Universitas Linkoping di Swedia pada tahun 2007.

Sebagai tokoh yang aktif dalam dunia pers dan hak asasi manusia, ia menjabat sebagai Ketua Umum PPWI sekaligus menjalankan peran sebagai pimpinan redaksi media online, aktivis HAM, penulis, editor, serta pengamat media; perjuangannya selalu berorientasi pada perlindungan terhadap kebebasan pers dan hak-hak wartawan serta pewarta warga untuk bekerja dengan bebas dan aman tanpa rasa takut akan intimidasi atau kekerasan.

“Perjuangan untuk kebebasan pers dan tegaknya hukum adalah bagian yang tidak terpisahkan dari upaya kita membangun bangsa yang lebih baik; kita tidak akan berhenti sampai kebenaran terungkap dan setiap pihak yang bertanggung jawab atas tindakan kekerasan ini mendapatkan sanksi hukum yang sesuai,” tambahnya dengan penuh tekad.

Kasus pengeroyokan terhadap Faisal kini menjadi sorotan publik yang menuntut klarifikasi dan tindakan tegas dari pihak berwenang; seluruh elemen masyarakat yang peduli akan keadilan berharap bahwa proses hukum dapat berjalan dengan lancar, objektif, dan tanpa adanya campur tangan yang dapat merusak integritas penyelidikan serta penuntutan kasus ini.

(TIM/RED)

Berita Terkait