30.7 C
Jakarta
Selasa, Februari 3, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Work-Life Balance Kunci Utama Kinerja Pekerja Wanita Pertamina IHC.

Tim peneliti dari Universitas Pamulang yang dipimpin oleh Dr. Ir. Hj. Hamsinah. B., M.Si., bersama Dr. Denok Sunarsi, S.Pd., M.M., CHt., dan Eni Nuraeni, S.Tr.Keb., baru saja merampungkan studi mendalam mengenai dinamika produktivitas perempuan di sektor kesehatan. Penelitian yang mengambil objek di Klinik Pertamina IHC ini berhasil mengungkap bahwa faktor work-life balance atau keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan menjadi penentu utama dalam mendongkrak kinerja pekerja wanita secara signifikan. Melalui dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI dalam skema Hibah Bima 2025, penelitian ini melibatkan 188 responden dan 9 narasumber informan yang tersebar di berbagai cabang mulai dari Jakarta, Jawa Barat, hingga Kalimantan.

Dalam temuan studinya, Dr. Ir. Hj. Hamsinah. B., M.Si. dan tim menjelaskan bahwa pemenuhan kebutuhan fasilitas fisik dan sosial di lingkungan kerja berperan besar dalam menciptakan kebahagiaan serta kenyamanan bagi pekerja wanita yang sering kali memikul peran ganda. Fasilitas yang memadai terbukti mampu menurunkan tingkat stres kerja, sehingga para karyawan perempuan dapat memberikan pelayanan kesehatan secara optimal. Meski demikian, penelitian ini juga mencatat adanya tantangan pada sisi kebijakan perusahaan, di mana meskipun secara administratif sudah sangat mendukung, implementasi di lapangan masih menunjukkan ketidaksamaan persepsi antar-unit cabang yang perlu segera diselaraskan.

Selain aspek fasilitas dan kebijakan, dukungan pimpinan muncul sebagai faktor penguat yang tidak kalah penting dalam membangun budaya kerja yang positif. Tim peneliti menemukan bahwa pimpinan yang mampu memberikan dukungan emosional, bimbingan, serta komunikasi yang inspiratif akan mendorong loyalitas dan efisiensi kerja yang lebih tinggi. Lingkungan yang suportif dari atasan membantu pekerja wanita merasa dihargai, yang pada akhirnya memicu mereka untuk memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan.

Sebagai langkah strategis ke depan, tim peneliti merekomendasikan agar manajemen Klinik Pertamina IHC melakukan evaluasi fasilitas secara berkala untuk terus menyesuaikan dengan kebutuhan dinamis para pekerja perempuan. Selain itu, penting bagi organisasi untuk menyosialisasikan kebijakan pendukung secara merata serta membekali para pimpinan dengan kemampuan mentoring yang empatik. Tim peneliti juga menyarankan agar indikator keseimbangan hidup atau work-life balance diintegrasikan ke dalam penilaian kinerja utama perusahaan guna memastikan produktivitas yang berkelanjutan dan iklim kerja yang lebih inklusif bagi perempuan di masa depan.

Berita Terkait

Perjuangan Kebudayaan

0