25 C
Jakarta
Selasa, Oktober 19, 2021

Yayasan GANN Sumsel Dan Polda Garap Film Layar Lebar Kisah Peredaran Narkoba

Warta Indonesia | Palembang – Yayasan GANN Sumsel mendapatkan restu dan dukungan dari Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel Kombespol Heri Istu Hariono sebagai penasehat pelaksana penggarapan film layar lebar anti narkoba yang di gagas oleh DPD Yayasan GANN Sumsel ,
Senin, (20/9/2021 )

Pada kesempatan nya Dir Resnarkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Heri Istu didampingi Kabag Ops Resnarkoba Polda Sumsel AKBP Dwi Utomo menyatakan dukungan nya dan siap mensupport apa yang menjadi gebrakan Yayasan GANN Sumsel

” Kami sangat mendukung penggarapan secara profesional film berlevel layar lebar ini , ini adalah salahsatu cara memberikan edukasi kepada generasi muda bangsa dan masyarakat luas”

Kombes Pol Heri Istu Lebih lanjutnya menuturkan, berdasarkan laju angka prevalensi penyalahgunaan narkoba data dari Lipi dan BNN pada tahun 2019 secara nasional mencapai 2,4 persen dan di Sumsel 5 persen. Artinya angka di Sumsel dua kali lipat dari nasional.

“ Ini tanggung jawab dan tantangan kita bersama,bukan hanya tugas Polisi, BNN dan seluruh pihak dan stakeholder harus semangat saling dukung dalam upaya melawan narkoba seperti yang telah di laksanakan oleh Yayasan GANN Sumsel ini sangat kita dukung sekali” terang Heri Istu

Heri Istu juga mengungkapkan, bahwa narkoba musuh bersama, jadi semua harus peduli dan melakukan sesuatu ,Ayo kita keroyokan melawan narkoba,” tandasnya.

Ditempat yang sama Nurfrafyanti Fanny juga menambahkan data dari KPAI yang sangat dahsyat dan memprihatinkan

Berdasarkan data penyalahgunaan narkoba tersebut Yayasan GANN Sumatera Selatan dengan di dukung penuh oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Selatan menyelenggarakan perlombaan dengan tujuan memberikan edukasi dan sosialisasi kepada generasi milenial serta mengembangkan minat pada literasi digital dalam berkampanye anti narkoba.

Kemudian Melanjutkan “ LOMBA SOSIALISASI ANTI NARKOBA MELALUI LIKE & SHARE FILM PENDEK ANTI NARKOBA MELALUI YOUTUBE ” dan perlombaan telah dilaksanakan dalam acara peringatan “HUT RI 76 KEROYOKAN LAWAN NARKOBA” dengan mengambil 5 ( lima ) besar peringkat yaitu,
1. SMK N 1 Keluang Muba dengan 36.000 x Like & Share
2. SMA N 1 Belitang OKU Timur dengan 27.000 x Like & Share
3. SMA N 1 Belitang OKU Timur dengan 19.000 x Like & Share
4. SMK N 3 OKU dengan 1.400 x Like & Share
5. SMK N 2 Prabumulih dengan 636 x Like & Share

Ide cerita film di angkat dan diadaptasi pada film yang di produksi secara profesional menjadi film layar lebar mengangkat kisah nyata peredaran narkoba di Sumsel yang akan di tayangkan di bioskop dan film series anti narkoba dapat di unggah melalui Youtube.

Adapun maksud dan tujuan proyek ini di lakukan atas dasar keprihatinan , semua pemangku kepentingan mulai dari pemerintah , BNN , POLRI , stakeholder , LSM/Ormas dan Yayasan GANN Sumsel terus mencari solusi untuk menangani penyalahgunaan pada kalangan remaja

NFY Fanny menambahkan “Remaja rentan terhadap penyalahgunaan narkoba mengingat angka coba pakai yang cukup tinggi yakni 57% dari total penyalahgunaan narkoba.

Berdasarkan data yang di himpun dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia ( KPAI ), 23 % penghuni Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) merupakan pelaku pencurian, 17,8% terjerat tindak pidana narkotika di ikuti dengan kasus asusila sebanyak 13,2 % . Secara lengkap 57% atau 3,4 juta penyalahguna narkoba di dominasi oleh remaja, anak terjerat korban narkotika sebanyak 80,2% sebagai pemakai, 47,1% sebagai pengedar, 30.1% sebagai kurir. Dari 57% penyalahguna narkoba diantaranya sebanyak 15% penyalahguna narkoba menjadi pecandu, 27 % rekreasional.

Berdasarkan data di atas maka Yayasan GANN Sumsel didukung oleh Ditresnarkoba Polda Sumsel dan Pemprov Sumsel terus melakukan upaya upaya penanggulangan dan melakukan tindakan secara konfrehensif dan terpadu serta mengajak seluruh pihak untuk bahu membahu menyentuh hulu dari penyalahguna narkoba yang rekreasional bertujuan memberikan edukasi untuk mengantisipasi yang belum terpapar sama sekali melalui banyak metode

Salahsatunya yang paling efektif saat ini adalah melalui dunia digital sinematografi yang mampu menyentuh sasaran semua kalangan secara luas tanpa keterbatasan

Film ini digarap dengan melibatkan Sutradara,Artis, dan Crew Film dari Jakarta , talent Lokal dan 60 personel Brimob Polda Sumsel

Alhamdullilah dengan bekerjasama dengan Ditresnarkoba Polda Sumsel dan pendukung lainnya insyaallah produksi film anti narkoba yang di angkat dari kisah nyata ini akan di laksanakan semoga diberikan kelancaran ,kita sudah mendapatkan restu dari pak Heri Istu Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel dan segera kita akan menghadap kepada beberapa pihak pendukung lainnya , kami juga mengajak semua pihak turut berpartisipasi dalam perang melawan narkoba ini”terang Fanny. ( Santo )

Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img