DELISERDANG ( Warta.In ) – Sebanyak 5.575 peserta mengikuti Jambore Daerah (Jamda) XI Gerakan Pramuka Sumatera Utara (Sumut) Tahun 2026 yang digelar di Bumi Perkemahan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Rabu (8/7/2026). Kegiatan ini menjadi jambore terbesar di Sumatera Utara sekaligus yang pertama di Indonesia diselenggarakan tanpa memungut biaya dari peserta.
Jambore Daerah XI Sumut 2026 secara resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Sumut. Dalam sambutannya, Surya menegaskan bahwa jambore bukan sekadar kegiatan berkemah, melainkan wahana pembinaan karakter, kepemimpinan, dan semangat gotong royong bagi generasi muda.
Menurutnya, di tengah tantangan era global, generasi muda dituntut memiliki kecerdasan intelektual, karakter yang kuat, kemampuan berkolaborasi, adaptif terhadap perubahan, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila.
“Manfaatkan setiap kegiatan selama Jambore ini untuk menambah pengalaman, memperluas persahabatan, mengembangkan kreativitas, melatih kepemimpinan, dan membangun semangat gotong royong. Jadilah teladan di sekolah, keluarga, dan masyarakat. Jadilah generasi yang membawa solusi, bukan sekadar menjadi penonton perubahan zaman,” ujar Surya.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk terus mendukung pembinaan generasi muda melalui Gerakan Pramuka. Menurutnya, investasi terbaik bagi daerah adalah membangun sumber daya manusia yang berkarakter, berintegritas, sehat, cerdas, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Surya juga mengingatkan seluruh peserta agar menjaga kesehatan, disiplin mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, menjaga kebersihan lingkungan perkemahan, serta mematuhi arahan para pembina dan panitia sehingga Jambore menjadi pengalaman yang berharga dalam membentuk pribadi yang lebih baik.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Bachtiar Utomo menyampaikan apresiasi kepada Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sumatera Utara atas penyelenggaraan Jamda XI yang dinilai sangat baik. Menurutnya, pelaksanaan jambore tanpa pungutan biaya merupakan yang pertama di Indonesia.
“Jambore bukan sekadar perkemahan besar, tetapi ruang pembelajaran kehidupan. Di sinilah persahabatan dibangun, kepemimpinan dilatih, karakter ditempa, dan cita-cita masa depan mulai dipersiapkan,” katanya.
Bachtiar juga mengingatkan bahwa generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari derasnya perkembangan teknologi, arus informasi tanpa batas, hingga ancaman degradasi nilai, polarisasi sosial, dan penyalahgunaan narkoba. Karena itu, peran keluarga, pembina, dan para senior sangat penting dalam membimbing anggota Pramuka agar tumbuh menjadi pribadi yang beriman, bertakwa, dan berkarakter.
Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sumut Dikky Anugerah Panjaitan dalam laporannya menyampaikan bahwa Jamda XI Sumut 2026 diikuti 5.575 orang yang terdiri atas 3.650 peserta Penggalang, 250 pembina pendamping, 50 pimpinan kontingen, 265 panitia penyelenggara, 50 peserta pendukung, serta dihadiri undangan, masyarakat, pelaku usaha mikro, dan ribuan pengunjung.
Ia menjelaskan, seluruh aspek penyelenggaraan, mulai dari keamanan, kesehatan, transportasi hingga manajemen risiko telah dipersiapkan secara terpadu untuk mendukung kelancaran kegiatan yang berlangsung pada 8–12 Juli 2026.
Selama lima hari pelaksanaan, para peserta akan mengikuti berbagai aktivitas kepramukaan, pengembangan keterampilan, pendidikan karakter, serta menampilkan beragam kreativitas dan pertunjukan seni sebagai bagian dari pembinaan generasi muda yang tangguh, mandiri, dan berjiwa kebangsaan.
Turut hadir pada pembukaan tersebut Sekretaris Jenderal Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Bachtiar Utomo, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Sulaiman Harahap, para Ketua Majelis Pembimbing Cabang/Kepala Daerah atau perwakilan, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.(su16)






























