Samosir, Ada catatan tertulis dari ayah kami bagaimana hubungan kekeluargaan antara keluarga keturunan Opung Pamunjung Sihotang Sorganimusu dengan Opung Tongam Sitanggang Silo dari Huta Lumban Silo Tano Ponggol Pangururan. Tercatat bahwa opung kami yang terdahulu hadir pada acara pernikahan namboru kami boru Sihotang Sorganimusu dengan amangboru Opung Tongam Sitanggang Silo di Tano Ponggol. Untuk diketahui, di tahun 1960 an, ayah kami bertugas sebagai hampung (sekarang Kepala Desa), sehingga sudah terbiasa untuk tertib administrasi. Â Kebiasaan mencatat itu pun dilakukan menuliskan siapa siapa saja keluarga baru namboru namboru kami borunya Opung Pamunjung
Sudah hampir 50 tahun berlalu, baru kali inilah keturunan amangboru kami Opung Tongam Sitanggang Silo secara resmi sebagaimana adat Batak Samosir yang berlaku sampai sekarang yaitu dengan membawa makanan adat sebagai penghormatan kepada kami keluarga opung boru Sihotang (hula hula Opung Tongam Sitanggang) pada hari ini Sabtu 21/2/2026 di rumah keturunan ketiga dari Opung Pamunjung di Huta Sampur na pitu Desa Sampur Toba Kec Harian Kab Samosir
Kami sangat terharu karena keturunan namboru kami masih menjunjung nilai nilai adat Dalihan Na Tolu. Sebagai ungkapan syukur, kami pun memberi dekke sebagai lambang agar keturunan namboru kami hidup dalam kecukupan dan ulos sebagai tanda kasih saying kami kepada bere kami
Ternyata kedatangan keturunan amangboru kami Opung Tongam Sitanggang Silo juga untuk memberitahukan keresahan mereka karena Martua Sitanggang ex Wakil Bupati Samosir mengakui bahwa Huta Lumban Silo adalah milik kakeknya Jayman Sitanggang. Bagaimana mungkin Jayman Sitanggang sebagai pemilik Huta Lumban Silo, sedangkan Jayman Sitanggang diperkirakan seumur dengan Opung Sindak Sitanggang.
Ketika ulaon adat pernikahan amangboru Opung Tongam Sitanggang dengan namboru kami boru Sihotang Sorganimusu, dicatat bahwa keluarga  Sihjotang Sorganimusu hadir di Lumban Silo. Umur opung Sindak diperkirakan seumur dengan Jayman Sitanggang. Pertanyaannya adalah jika Jayman Sitanggang sebagai pemilik Huta Lumban Silo, maka selama lebih dari 20 tahunan, dimana Opung Tongam dan boru Sihotang tinggal ? Dari sini, sudah bisa disimpulkan  pernyataan Martua Sitanggang itu adalah tidak benar
Kami mendukung upaya bere bere kami ini, Sudung Sitanggang, Darwin Sitanggang, Jonny Sitanggang yang akan mengambil langkah hukum dengan ajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Balige. Keluarga kamilah yang akan menjadi saksi utama bahwa amangboru kami Opung Tongam Sitanggang Silo dan namboru kami boru Sihotang Sorganimusu sebagai pemilik Huta Lumban Silo karena merekalah yang lebih dulu tinggal di Huta Lumban Silo, sekitar 20-30 tahun diatas Jayman Sitanggang kakek dari Martua Sitanggang mantan Wakil Bupati Samosir.
Bahkan dari silsilah pohon keluarga amangboru Opung Tongam Sitanggang Silo dan namboru boru Sihotang Sorganimusu tak masuk nama kakek Martua Sitanggang itu, artinya mereka sudah jauh hubungan darahnya hanyalah sama sama kebetulan dalam satu marga yaitu marga Sitanggang Silo
Begitu pula jika ada upaya Martua Sitanggang yang mengaku sebagai ahli waris Sipukka Huta di Huta Lumban Silo adalah merupakan pengakuan yang mengada ada. Tak mungkin kakeknya sebagai pemilik huta, sedangkan diketahui kakeknya Jayman Sitanggang datang dari Muara, pendatang, menumpang di Huta Lumban Silo, yang mungkin sekitar 1920 an karena diajak oleh amangboru Opung Sindak Sitanggang yang diperkirakan seumuran dan hal itu terjadi setelah kematian amangboru Opung Tongam Sitanggang, dijelaskan Pak Selo Sihotang keturunan anak kedua Opung Pamunjung (red)


























