27.4 C
Jakarta
Selasa, Maret 3, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Gubernur NTB Tinjau Desa Nggembe Bima, Angka Stunting  Turun ke 12 Persen

Warta.in
Kabupaten Bima, NTB – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan pemantauan langsung kasus stunting di Desa Nggembe, Kabupaten Bima, Selasa (3/3). Kunjungan ini dipimpin Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, didampingi Bupati Bima, Ady Mahyudi serta Ketua TP-PKK NTB, Sinta M. Iqbal.

Dalam agenda tersebut, Gubernur Iqbal bersama rombongan mengunjungi rumah anak terdampak balita stunting dan anak yang mengalami diare. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memastikan intervensi yang diberikan benar-benar menyentuh langsung sasaran dan keluarga penerima manfaat.

“Penanganan stunting harus kita pastikan tepat sasaran. Karena itu kami turun langsung melihat kondisi anak-anak dan keluarga, agar intervensi yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan”, tutur Gubernur Iqbal.

Selain itu, dilakukan pula pemberian imunisasi secara simbolis kepada anak-anak PAUD Meci Angi sebagai langkah preventif dalam mencegah penyakit serta memperkuat layanan kesehatan dasar di tingkat desa.

Di Desa Nggembe tercatat terdapat 12 anak sasaran stunting. Pada kunjungan kali ini, dua anak didatangi langsung, yakni Zakir (16 bulan) dan Jafir (12 bulan). Keduanya merupakan sasaran program imunisasi campak (URI) yang dilaksanakan melalui fasilitas layanan kesehatan setempat.

Gubernur Iqbal juga menyerahkan bantuan paket Pemberian Nutrisi Tambahan (PNT) berupa biskuit dari Dinas Kesehatan NTB, serta dukungan layanan kesehatan dari Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) dan Puskesmas setempat. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu percepatan pemulihan kondisi anak sekaligus memperkuat pendampingan kepada keluarga.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Iqbal menegaskan bahwa penanganan stunting tidak dapat dilakukan secara parsial.

“Penanganan stunting tidak bisa dilihat dari satu sisi saja, karena penyebabnya beragam. Bukan hanya soal gizi, tetapi juga sanitasi, kondisi rumah, hingga penyakit penyerta. Karena itu pendekatannya harus komprehensif dan terintegrasi”, tegasnya.

Dirinya menambahkan, sinergi antara Pemerintah Provinsi dan Kabupaten menjadi kunci utama dalam percepatan penurunan angka stunting.

“Kita bergandengan tangan dengan Kabupaten, pak Bupati juga turun langsung. Kita bagi tugas, mana yang menjadi kewenangan kabupaten dan mana yang menjadi dukungan Provinsi. Semua sektor harus bergerak bersama agar target penurunan stunting 2026 bisa tercapai”, ujarnya.

Upaya kolaboratif tersebut menunjukkan hasil positif. Angka stunting di Kabupaten Bima berhasil ditekan dari 26 persen menjadi 12 persen. Sementara di tingkat Provinsi NTB, prevalensi stunting tercatat turun menjadi 13 persen. Capaian ini merupakan hasil kerja bersama lintas sektor, mulai dari kesehatan, perumahan, sanitasi hingga dukungan sosial kemasyarakatan.

Pemerintah Provinsi NTB menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi dan intervensi terintegrasi guna memastikan setiap anak mendapatkan hak tumbuh kembang yang optimal. ( sr/dkintb)

Berita Terkait