Polsek Ngimbang Gelar Pengamanan Pengajian Dalam Rangka Hajatan Masyarakat di Kakatpenjalin
LAMONGAN//warta.in – Dalam rangka Antisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat polsek Ngimbang melaksanakan pengamanan pengajian dalam rangka Hajatan Bapak Kasenam dusun Kakat Desa Kakatpenjalin Kecamatan Ngimbang, Kamis (02/04/2026)
Polsek Ngimbang sebagai ujung tombak Polri di tengah masyarakat terus diperkuat. Hal ini sejalan dengan arahan Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang menekankan pentingnya pengembangan pengamanan siskamtibmas dalam membangun kemitraan dengan masyarakat serta melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.
Personil Polsek Ngimbang di bantu pengaman swakarsa dari Banser melaksanakan Pengamanan pengajian Sholawatan oleh Ustat Jeje Ahmat dari Lamongan dalam rangka hajatan Bapak Kasenam mengkitankan Anaknya
Kegiatan di laksanakan pukul 19 00 wib oleh Kanit Intelkam Aipda Ery, C dan petugas jaga Polsek Ngimbang Aiptu Djudi, Brigadir Deny, Brigadir Bayu serta dari personil Banser 20 personil
Kapolsek Ngimbang Iptu IWayan Sumantra, S.H, secara terpusah mengatakan bahwa menjaga keamanan lingkungan saat masyarakat mengadakan kegiatan tidak bisa hanya mengandalkan aparat kepolisian. Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.
“Jumlah personel Poksek Ngimbang tentu terbatas, sehingga keamanan Swakarsa seperti Banser dan masyarakat lingkungan akan lebih kuat jika ikut berperan. Kekuatan terbesar sebenarnya ada pada masyarakat itu sendiri untuk menjaga lingkungannya,” ujarnya.
Menurutnya, konsep Polri saat ini tidak hanya berperan sebagai penegak hukum, tetapi juga hadir dengan pendekatan humanis yang dekat dengan masyarakat.
Polri dituntut menjadi garda terdepan yang serba bisa, mampu berkomunikasi, menyelesaikan masalah di masyarakat, hingga menjadi jembatan antara warga dan kepolisian.
Iptu IWayan Sumantra, S.H, juga mengimbau warga Masyarakat untuk kembali menghidupkan budaya gotong royong dalam menjaga keamanan lingkungan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan memasang portal di pintu masuk kampung serta mengaktifkan kembali kegiatan ronda atau siskamling.
“Kalau siskamling hidup dan warga saling peduli, pelaku kejahatan seperti pencuri kendaraan bermotor tentu akan berpikir dua kali. Lingkungan yang kompak biasanya membuat pelaku kejahatan langsung ciut atau ‘kena mental’,” jelasnya.
Dengan kebersamaan antara masyarakat dan kepolisian, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Desa Klumprit tetap terjaga, sehingga warga dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan rasa aman dan nyaman, pungkasnya (roy)






























