31.4 C
Jakarta
Rabu, Mei 20, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2026: Menyalakan Kembali Api Persatuan dan Kemajuan

Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2026: Menyalakan Kembali Api Persatuan dan Kemajuan.

Oleh. Muhammad Wahid,S.Pd.I ,M.Pd
Ketua Umum DPP LSM ASLI

LAMONGAN//Warta.in, 20 Mei 2026 – Hari ini, seluruh rakyat Indonesia kembali mengenang dan memperingati momen bersejarah lahirnya kesadaran berbangsa dan bernegara, Hari Kebangkitan Nasional. Sudah 118 tahun berlalu sejak berdirinya Boedi Oetomo pada tahun 1908, sebuah tonggak sejarah yang mengubah arah perjuangan bangsa, dari perlawanan yang terpisah-pisah menjadi gerakan persatuan yang kokoh demi kemerdekaan dan kemajuan. Peringatan di tahun 2026 ini bukan sekadar peringatan masa lalu, melainkan panggilan suci bagi kita semua—pemerintah maupun rakyat—untuk bangkit bersama, memperkuat langkah, dan mewujudkan cita-cita luhur bangsa.

Semangat kebangkitan yang dibawa para pendahulu kita dulu adalah semangat untuk bangkit dari keterbelakangan, perpecahan, dan penindasan. Kini, tantangan yang kita hadapi memang berbeda, namun semangatnya tetaplah sama. Kebangkitan masa kini berarti kemampuan kita untuk bangkit dari segala kesulitan, ketimpangan, dan keterbatasan demi mencapai kesejahteraan yang nyata bagi seluruh rakyat Indonesia. Kesejahteraan rakyat adalah tujuan utama dari setiap langkah pembangunan, dan inilah jiwa sejati dari semangat kebangkitan nasional.

Bagi Pemerintah, peringatan ini adalah pengingat akan amanah besar yang diemban: mengelola negara dengan tulus, adil, dan berorientasi pada kemanfaatan rakyat. Semangat kebangkitan harus diterjemahkan dalam kebijakan yang berpihak pada masyarakat luas—memperluas akses pendidikan yang berkualitas, meningkatkan layanan kesehatan, menciptakan lapangan kerja yang layak, serta membangun infrastruktur yang merata hingga ke pelosok negeri. Pemerintah harus hadir sebagai penggerak utama pembangunan, memastikan setiap kebijakan membawa dampak positif, mengurangi kesenjangan, dan membawa rakyat menuju kehidupan yang lebih makmur dan bermartabat.

Bagi seluruh rakyat Indonesia, kebangkitan adalah ajakan untuk bergerak, berkarya, dan berperan aktif dalam memajukan negeri. Tidak ada kemajuan yang bisa tercapai jika hanya menjadi tanggung jawab satu pihak saja. Mulai dari petani yang mengolah bumi, nelayan yang mengarungi samudera, pelajar yang menuntut ilmu, pekerja yang membangun gedung-gedung tinggi, hingga warga biasa yang menjaga ketertiban dan persatuan—semua adalah pilar kekuatan bangsa. Mari kita tinggalkan sikap apatis, perselisihan, dan perpecahan. Kita bersatu dalam keberagaman, bergotong royong mengatasi tantangan, dan bekerja keras demi masa depan yang lebih cerah. Setiap karya dan usaha kita, sekecil apa pun, adalah sumbangsih berharga bagi kemajuan Indonesia.

Membangun bangsa yang lebih baik adalah tugas berkelanjutan yang harus kita wujudkan bersama. Kita menginginkan Indonesia yang kuat secara ekonomi, berdaulat secara politik, dan berkepribadian dalam budaya, di mana setiap warga negara merasakan keadilan dan kesejahteraan. Di tengah persaingan dunia yang semakin ketat, semangat kebangkitan menjadi energi yang mendorong kita untuk terus berinovasi, berdaya saing, dan tidak mudah menyerah.

Pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2026 ini, mari kita teguhkan tekad: kita tidak hanya bangkit untuk hari ini, tetapi bangkit untuk masa depan. Pemerintah dan rakyat berjalan seiring, bahu-membahu mewujudkan kesejahteraan, membangun peradaban bangsa yang maju, dan menjaga Indonesia tetap berdiri tegak sebagai negara yang besar, mandiri, dan disegani dunia.

Selamat Hari Kebangkitan Nasional! Bangkit, Bersatu, Sejahtera, dan Maju Indonesia! (**)

Berita Terkait