Seorang Bocah Tewas Tenggelam di Kali Pasinan, Polres Lamongan Lakukan Evakuasi Cepat
LAMONGAN//Warta.in, 15/04/2026 – Peristiwa tragis menimpa seorang anak berinisial MZ (8), warga Kelurahan Brondong, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, yang dilaporkan terpeleset dan tenggelam di aliran Kali Pasinan, Selasa (14/4) sekira pukul 17.00 WIB.
Kejadian bermula saat korban tengah bermain di depan rumahnya di tengah kondisi hujan deras, debit air Kali Pasinan yang meningkat dan meluap membuat arus menjadi sangat deras.
Diduga karena kurang berhati-hati, korban terpeleset dan tercebur ke dalam kali, ibu korban EP (29) yang mengetahui kejadian tersebut sempat berusaha menyelamatkan dengan menceburkan diri ke aliran kali.
Namun, derasnya arus membuat upaya penyelamatan tidak berhasil, hingga korban terseret arus ke arah utara menuju muara laut.
Panik dengan kondisi itu, ibu korban segera meminta pertolongan warga sekitar, selanjutnya, sekitar pukul 17.30 WIB, tim gabungan yang terdiri dari Satpolairud Polres Lamongan, serta anggota Polsek Brondong dan instansi terkait dibantu masyarakat langsung melakukan Proses Pencarian dan Pertolongan Korban di sepanjang aliran Kali Pasinan.
Setelah dilakukan pencarian intensif, korban akhirnya ditemukan pada pukul 20.30 WIB di bagian utara aliran Kali Pasinan, kurang lebih 200 meter dari lokasi awal korban terpeleset.
Saat ditemukan, korban dalam kondisi meninggal dunia dan selanjutnya dievakuasi ke rumah duka.
Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.Pd membenarkan adanya kejadian tersebut dan menyampaikan bahwa pihak kepolisian bersama instansi terkait telah melakukan respon cepat dalam upaya pencarian dan pertolongan korban.
“Kami turut berduka cita atas kejadian ini. Personel gabungan telah bergerak cepat melakukan pencarian hingga korban berhasil ditemukan,” ujarnya.
Beliau juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat bermain di luar rumah ketika hujan deras.
Kondisi cuaca ekstrem dapat menyebabkan debit air sungai meningkat secara tiba-tiba dan arus menjadi sangat deras, sehingga berpotensi membahayakan keselamatan.
“Orang tua diharapkan tidak membiarkan anak bermain di sekitar aliran sungai, selokan, maupun genangan air saat hujan, serta selalu memastikan anak berada dalam pengawasan guna mencegah terjadinya kejadian serupa.” imbaunya.
Pewarta: Roy































