28.8 C
Jakarta
Jumat, April 17, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Perumahan Buana Subang Kencana Diduga Berdiri di Lahan Sengketa

*Sengketa Tanah Memanas di Subang: Warga Tuding Perumahan Buana Subang Kencana Bangun di Atas Lahan Sengketa*

Subang, Warta In, Polemik pertanahan kembali memanas di Kabupaten Subang. Proyek Perumahan Buana Subang Kencana dituding warga berdiri di atas lahan sengketa yang belum memiliki kejelasan status kepemilikan. Ironisnya, puluhan unit rumah tapak di lokasi tersebut sudah rampung dibangun dan sebagian telah ditempati pembeli.

“Kami tidak anti-pembangunan. Tapi jangan korbankan hak rakyat kecil. Tanah itu belum pernah dijual, tiba-tiba sudah dipagari dan dibangun rumah,” ungkap seorang warga yang enggan disebut namanya karena khawatir mendapat intimidasi.

Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Jika status lahan tak segera diperjelas, potensi kerugian akan berlipat, baik bagi warga pemilik awal maupun konsumen yang sudah membeli unit rumah. Warga mendesak Pemkab Subang bersama Kantor Pertanahan/BPN Subang untuk segera melakukan audit dokumen, cek lokasi, dan pengukuran ulang secara terbuka.

 

Hingga Jumat, (17-04/2026), manajemen Perumahan Buana Subang Kencana belum memberikan tanggapan resmi.

Pengamat Hukum dan agraria Sutarno Sirait SH MH Subang menilai kasus ini rawan menimbulkan konflik horizontal jika dibiarkan. Menurutnya, BPN wajib memverifikasi alas hak kedua belah pihak, termasuk riwayat perolehan tanah dan kesesuaian tata ruang. Apabila terbukti ada pembangunan di atas tanah tanpa hak, sanksi administratif hingga pidana bisa diterapkan merujuk UU No. 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria dan UU No. 1Bupati Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman.

warga rame-rame patok lahan sesuai kepemilikan

Warga berharap Bupati Subang turun langsung memastikan tidak ada warga yang kehilangan tanah akibat lemahnya pengawasan perizinan. Mereka menegaskan, investasi properti sah-sah saja, asal tidak menabrak hak keperdataan warga.

“Jangan sampai warga yang sudah puluhan tahun bayar pajak malah tergusur oleh bangunan baru. Negara harus hadir,” kata salah satu tokoh masyarakat.

(Boby Cengos)

Berita Terkait