Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Kapal Nelayan Asal Rembang Tenggelam di Perairan Bawean, Kerugian Capai Rp800 Juta

Rembang// Warta.in// Kapal pencari ikan KM Marimar GT 30 dilaporkan tenggelam di perairan sekitar Kepulauan Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, saat melakukan aktivitas penangkapan ikan di Laut Jawa. Beruntung, seluruh anak buah kapal (ABK) beserta nahkoda berhasil diselamatkan dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Sebanyak 16 ABK bersama nahkoda tiba di Dermaga Timur Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Tasikagung, Rembang, Senin (22/6/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Mereka diangkut menggunakan KM Bulan SPM GT 85 yang bersandar di pelabuhan setelah menerima para korban dari kapal lain di tengah laut.

Kedatangan para ABK disambut oleh personel Satpolairud Polres Rembang, Pos TNI AL Rembang, serta keluarga yang telah menunggu sejak siang hari.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, KM Marimar GT 30 yang dinahkodai Pono (34), warga Desa Tanjungsari, Rembang, berangkat melaut dari PPN Tasikagung pada Sabtu (20/6/2026) sekitar pukul 10.00 WIB dengan tujuan perairan Kepulauan Bawean.

Perjalanan berlangsung normal hingga Minggu (21/6/2026) sekitar pukul 09.30 WIB. Namun saat berada di sekitar koordinat 5°39’0,36″ LS dan 112°4’53,94″ BT, kapal mengalami kebocoran akibat tidak berfungsinya kran pembuangan air laut dengan baik.

Akibat kerusakan tersebut, air laut terus masuk dan memenuhi badan kapal sehingga kondisi kapal semakin sulit dikendalikan. Menyadari situasi berbahaya, nahkoda segera meminta bantuan kepada KM Rama GT 30 yang saat itu berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

Seluruh ABK kemudian dievakuasi ke KM Rama GT 30 sebelum akhirnya dipindahkan ke kapal lain yang sedang dalam perjalanan pulang ke Rembang.

“Seluruh ABK berhasil diselamatkan dan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut,” ujar petugas di lokasi.

Pemilik kapal, Pradini Vista Rianda Putri, warga Desa Tasikagung, Kecamatan Rembang, saat ini masih berupaya melakukan evakuasi terhadap bangkai kapal dengan mencari kapal penarik agar KM Marimar GT 30 dapat dibawa kembali ke daratan.

Akibat insiden tersebut, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp800 juta. Hingga saat ini, proses penanganan dan upaya evakuasi kapal masih terus dilakukan oleh pemilik kapal bersama pihak terkait.

( wik )

Berita Terkait