Misteri Hilangnya Tas Rp 57 Juta di Lapak Bendera, Sosok di CCTV Mulai Terungkap
SURABAYA//Warta.in – Seorang warga Kabupaten Blitar mengalami kerugian besar setelah menjadi korban pencurian di Kota Surabaya. Tas ransel miliknya yang berisi uang tunai Rp57 juta beserta sejumlah dokumen penting raib saat korban tertidur di lapak jualannya.
Peristiwa tersebut terjadi di lapak jual bendera di Jalan Jolotundo, Kecamatan Tambaksari, Surabaya, pada hari Selasa (11 /08/2026 ) sekitar pukul 04.00 WIB.dini hari
Korban diketahui bernama Pitono (29), laki-laki, pekerja swasta, warga Dusun Sidorejo RT 04 RW 02, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar. Pitono datang ke Surabaya untuk berjualan bendera dan biasa beristirahat di lapak tempatnya berjualan.
Berdasarkan Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) nomor STTLP/282/B/VIII/2026/JATIM/RESTABES SBY/SEK.TBSH, kejadian bermula ketika korban tertidur di dalam lapak jual bendera.
Di samping korban terdapat tas ransel warna hitam abu-abu merek ALTO. Tas tersebut berisi sejumlah barang berharga milik korban.
Saat terbangun sekitar pukul 04.00 WIB, Pitono mendapati tas tersebut sudah tidak berada di tempat semula. Setelah mencari di sekitar lokasi dan tidak menemukan tas tersebut, korban menyadari barang miliknya diduga telah diambil orang tidak dikenal.
“Pelapor tertidur di lapak. Saat terbangun tas ranselnya sudah tidak ada,” demikian keterangan yang tercantum dalam laporan yang diterima Polsek Tambaksari.
Merasa dirugikan, korban kemudian mendatangi Polsek Tambaksari untuk melaporkan kejadian tersebut pada hari yang sama sekitar pukul 14.30 WIB.
Barang yang Hilang
Berdasarkan laporan korban, sejumlah barang yang berada di dalam tas dan ikut hilang antara lain uang tunai sebesar Rp57.000.000, baju dan pakaian pribadi, KTP, SIM A, SIM C, serta STNK kendaraan mobil Daihatsu Pick Up dengan nomor polisi AG 8446 KL.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian materiil sekitar Rp57 juta.
Laporan Pitono diterima dan diproses sebagai dugaan tindak pidana pencurian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 476 KUHP UU RI Nomor 1 Tahun 2023.
CCTV Diduga Rekam Sosok Terduga Pelaku
Informasi yang dihimpun media menyebutkan terdapat rekaman CCTV di sekitar lokasi yang diduga merekam aktivitas seseorang yang berkaitan dengan hilangnya tas milik korban.
Berdasarkan keterangan sejumlah warga, sosok yang diduga terekam CCTV tersebut disebut bernama Rochman, yang menurut informasi warga berdomisili di Pacar Keling Gang 6, Surabaya.
Namun, informasi mengenai identitas tersebut belum dikonfirmasi secara resmi oleh pihak kepolisian. Dengan demikian, Rochman belum dapat disebut sebagai pelaku dan informasi tersebut masih sebatas dugaan yang perlu diverifikasi melalui penyelidikan.
Warga sekitar mengaku mengenali ciri-ciri orang yang diduga terekam dalam CCTV tersebut. Rekaman CCTV diharapkan dapat diperiksa secara menyeluruh oleh penyidik untuk memastikan identitas orang yang terlihat dalam rekaman serta kaitannya dengan kejadian hilangnya tas milik korban.
Diduga Uang Digunakan Membeli Motor Beat
Selain informasi mengenai sosok yang diduga terekam CCTV, media juga memperoleh informasi dari warga terkait dugaan penggunaan uang yang diduga berkaitan dengan kasus tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat dugaan uang hasil pencurian tersebut digunakan untuk membeli sepeda motor Honda Beat. Informasi ini masih berupa dugaan dan belum dapat dipastikan kebenarannya.
Warga berharap informasi mengenai pembelian sepeda motor tersebut dapat turut ditelusuri oleh penyidik, termasuk waktu pembelian, sumber dana, pihak yang melakukan transaksi, serta hubungan transaksi tersebut dengan perkara yang dilaporkan korban.
Jika informasi tersebut benar dan memiliki keterkaitan dengan perkara, penelusuran terhadap sepeda motor Honda Beat tersebut dapat menjadi salah satu petunjuk bagi kepolisian untuk mengungkap keberadaan uang yang hilang dan mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab.
Meski demikian, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian yang menyatakan bahwa sepeda motor Honda Beat tersebut dibeli menggunakan uang milik Pitono yang hilang dalam peristiwa pencurian.
Polisi Diharapkan Bergerak Cepat
Dengan adanya informasi mengenai rekaman CCTV, dugaan identitas orang yang terekam, serta informasi mengenai dugaan pembelian sepeda motor Honda Beat, pihak kepolisian diharapkan dapat bergerak cepat melakukan penyelidikan.
Pemeriksaan CCTV secara detail, pemeriksaan saksi-saksi di sekitar lokasi, pendalaman keterangan korban, serta penelusuran terhadap dugaan aliran uang menjadi langkah penting untuk mengungkap perkara tersebut.
Kecepatan penyelidikan juga dinilai penting karena barang yang hilang berupa uang tunai dalam jumlah besar serta sejumlah dokumen penting milik korban.
Di sisi lain, korban juga menilai terdapat bagian dalam laporan polisi yang diterimanya yang kurang jelas, sehingga diharapkan pihak kepolisian dapat memberikan penjelasan serta memastikan seluruh informasi terkait kronologi, barang yang hilang, dan perkembangan penanganan perkara tercatat secara jelas dan lengkap.
Hal tersebut penting agar korban memperoleh kepastian mengenai proses hukum atas laporan yang telah dibuat.
Tindak Lanjut Penyelidikan
Unit Reskrim Polsek Tambaksari diharapkan melakukan sejumlah langkah penyelidikan, antara lain memeriksa saksi-saksi di sekitar lokasi, mendalami keterangan korban, mengamankan dan memeriksa rekaman CCTV, mencocokkan rekaman dengan keterangan saksi, serta menelusuri keberadaan barang-barang milik korban.
Penyidik juga diharapkan memastikan identitas orang yang terekam CCTV dan menelusuri informasi mengenai sepeda motor Honda Beat yang diduga dibeli menggunakan uang yang berkaitan dengan perkara tersebut.
Imbauan kepada Masyarakat
Kasus ini menjadi perhatian bagi masyarakat, khususnya pedagang yang berjualan di ruang terbuka, agar lebih berhati-hati dalam menjaga barang berharga.
Masyarakat disarankan tidak menyimpan uang tunai dalam jumlah besar di dalam tas yang diletakkan di tempat terbuka. Apabila harus beristirahat di lokasi berjualan, barang berharga sebaiknya ditempatkan di lokasi yang lebih aman dan tetap berada dalam pengawasan.
Warga yang mengetahui informasi mengenai kejadian tersebut, keberadaan barang milik korban, rekaman CCTV, maupun informasi lain yang dapat membantu penyelidikan diharapkan menyampaikannya kepada pihak kepolisian. (Roy)































