
Peristiwa tersebut sempat membuat warga di sekitar Gunung Jayanti melihat kepulan asap tebal membubung dari kawasan kebun yang berada tidak jauh dari Perumahan Taman Sari.
Warga setempat, Muhammad Asep, mengatakan asap tebal pertama kali terlihat dari arah kawasan Gunung Jayanti. Setelah diamati, kepulan asap tersebut diketahui berasal dari lahan yang terbakar.
“Awalnya saya melihat gumpalan asap tebal di seputaran Gunung Jayanti. Tidak lama kemudian diketahui ternyata ada kebakaran di sekitar kebun dekat Perumahan Taman Sari,” ujar Asep.
Kepala Bidang Pemadaman Disdamkarmat Kabupaten Sukabumi, Erwin Adam Ridwan, membenarkan adanya kebakaran tersebut. Laporan diterima petugas sekitar pukul 14.24 WIB dan tim tiba di lokasi pada pukul 14.31 WIB.
Menurut Erwin, lahan yang terbakar meliputi area alang-alang dan kebun. Hingga penanganan berlangsung, penyebab munculnya api masih belum diketahui.
“Penyebab kebakaran belum diketahui,” katanya.
Petugas mengalami kendala saat melakukan pemadaman karena titik api tidak dapat dijangkau kendaraan pemadam. Kondisi medan membuat proses penanganan harus dilakukan secara manual.
Kebakaran Lahan di Palabuhanratu: Warga Khawatir Asap Tebal, Disdamkarmat Berjibaku Padamkan Api di Medan Terjal
PALABUHANRATU – Peristiwa kebakaran lahan melanda kawasan Kampung Batusapi, Kelurahan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi pada Minggu (23/8/2026) siang. Kejadian ini menimbulkan perhatian dari dua sisi: kewaspadaan warga yang terganggu oleh pekatnya asap, serta perjuangan ekstra petugas pemadam kebakaran di tengah keterbatasan akses medan.
Dari sudut pandang masyarakat sekitar, kemunculan api sempat memicu kepanikan lantaran lokasinya yang relatif dekat dengan area permukiman Perumahan Taman Sari. Kepulan asap hitam tebal yang membubung tinggi dari lereng Gunung Jayanti terlihat jelas oleh warga sejak awal kejadian.
“Awalnya saya melihat gumpalan asap tebal di seputaran Gunung Jayanti. Tidak lama kemudian diketahui ternyata ada kebakaran di sekitar kebun dekat Perumahan Taman Sari,” ungkap Muhammad Asep, warga setempat.
Warga mengkhawatirkan hembusan angin kencang dapat mendorong kobaran api merambat cepat melahap vegetasi alang-alang yang kering hingga mendekati perumahan.
Di sisi lain, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Sukabumi bergerak cepat meski menghadapi kendala geografis yang berat di lapangan. Kepala Bidang Pemadaman Disdamkarmat Kabupaten Sukabumi, Erwin Adam Ridwan, menjelaskan bahwa armada pemadam langsung dikerahkan begitu laporan masuk pada pukul 14.24 WIB dan tiba di lokasi tujuh menit kemudian.
Namun, medan yang terjal membuat unit kendaraan pemadam tidak mampu mendekati titik api utama. Petugas terpaksa melakukan pemadaman secara manual menggunakan peralatan seadanya di bawah ancaman perambatan api yang dipicu oleh semak kering.
“Penyebab kebakaran belum diketahui,” ujar Erwin.
Hingga sore hari sekitar pukul 16.00 WIB, tim Disdamkarmat terus bersiaga dan melancarkan teknik penyekatan manual di medan kritis tersebut agar kobaran api tidak meluas ke area yang lebih luas maupun ke pemukiman warga ,Sumber FB pemda Kab.sukabumi (Alfi yonimar)


