Wartain Banten | Pemerintahan | 08 Maret 2026 — Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa Safari Ramadan 1447 Hijriah yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan menjadi ruang dialog dan penyampaian solusi langsung kepada masyarakat.
“Safari Ramadan ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini adalah silaturahmi dan dialog antara pemerintah dan masyarakat,” ujar Andra Soni saat bertemu warga Banjar Asri di Masjid Jami Nurul Huda, Perumahan Banjar Asri, Cipocok Jaya, Kota Serang, Kamis (5/3/2026).
Kehadiran Gubernur bersama unsur Forkopimda dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) disambut antusias warga. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Safari Ramadan yang telah dilaksanakan sejak awal puasa.
Dalam kesempatan tersebut, Andra Soni menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat selama satu tahun kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah. Ia menegaskan kepercayaan masyarakat akan dijaga untuk mewujudkan visi Banten Maju, Adil Merata, dan Tidak Korupsi.
Gubernur menyoroti sektor pendidikan sebagai investasi jangka panjang. Pada 2025, sebanyak 60.705 siswa yang tidak tertampung di SMA, SMK, dan SKh negeri difasilitasi masuk sekolah swasta melalui mekanisme kerja sama Sekolah Gratis. Program ini akan diperluas hingga Madrasah Aliyah swasta, dengan dukungan masyarakat dan DPRD agar menjangkau lebih banyak warga.
Selain pendidikan, Andra Soni juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk menghadapi tantangan lapangan pekerjaan. Tahun lalu, investasi di Provinsi Banten mencapai sekitar Rp 130,2 triliun, namun penyerapan tenaga kerja baru hanya sekitar 214 ribu orang.
“Artinya, kita harus meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing dan mendapatkan peluang kerja,” katanya.
Pemprov Banten bersama BAZNAS Provinsi Banten menyalurkan berbagai bantuan, meliputi Rp 10 juta untuk Masjid Jami Nurul Huda, sarana dan prasarana pendidikan keagamaan untuk pondok pesantren, 100 paket sembako, bantuan untuk guru ngaji dan marbot masjid, serta kursi roda dan tongkat bantu jalan bagi lansia.
Bantuan pendidikan diberikan kepada tujuh siswa SLTA masing-masing Rp 1,2 juta, renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) senilai Rp 25 juta untuk Asep Purnomo, dan pengadaan air bersih masing-masing Rp 15 juta untuk Yayasan Rosi dan Peduli Insani.(WartainBanten)





























