Warta.in, Jember – Di tengah persaingan industri hasil tembakau yang semakin ketat, PR Fiqi Jaya Abadi hadir sebagai salah satu perusahaan rokok asli Kabupaten Jember yang terus menunjukkan perkembangan positif. Berlokasi di Desa Ajung, Kecamatan Kalisat, perusahaan yang dipimpin oleh Haji Nursalim ini fokus memproduksi rokok jenis Sigaret Kretek Tangan (SKT) dengan mengandalkan keterampilan tenaga kerja lokal.
Didirikan pada tahun 2022, PR Fiqi Jaya Abadi berawal dari usaha yang dirintis secara sederhana. Seiring berjalannya waktu, perusahaan tersebut mampu berkembang dan meningkatkan jumlah tenaga kerja dari hanya beberapa orang menjadi puluhan karyawan hingga saat ini.
Direktur Utama PR Fiqi Jaya Abadi, Haji Nursalim, mengungkapkan bahwa perkembangan perusahaan berjalan cukup baik meskipun masih menghadapi berbagai tantangan sebagai industri skala kecil.
“Alhamdulillah, walaupun namanya perusahaan kecil dan masih tertatih-tatih, tetapi hingga saat ini terus ada perkembangan dan usaha yang kami jalankan berjalan lancar,” ujarnya.
Dalam menjalankan proses produksi, perusahaan tidak mengalami kendala berarti terkait ketersediaan bahan baku. Menurut Haji Nursalim, pasokan bahan baku selalu tersedia sehingga mampu mendukung keberlangsungan produksi perusahaan sejak awal berdiri hingga sekarang.
Saat ini, PR Fiqi Jaya Abadi mampu memproduksi sekitar 18 hingga 25 bal rokok setiap harinya. Produk yang dihasilkan tidak hanya dipasarkan di Kabupaten Jember, tetapi juga telah menjangkau sejumlah wilayah di luar Jawa Timur, khususnya Lombok Tengah dan Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Sementara untuk wilayah Jember, pasar terbesar perusahaan berada di kawasan Jember Selatan. Bahkan, di wilayah tersebut PR Fiqi Jaya Abadi telah memiliki distributor khusus yang membantu pemasaran produknya.

“Pasar sementara ini berada di Lombok Tengah dan Lombok Timur. Untuk wilayah Jember, penjualan paling banyak berada di Jember Selatan dan kami sudah memiliki distributor di sana,” jelas Haji Nursalim.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa perusahaan juga berencana memperluas jaringan distribusi ke sejumlah daerah lain di Jawa Timur seperti Bondowoso, Situbondo, Probolinggo, dan Lumajang. Saat ini, sejumlah calon distributor juga mulai menunjukkan minat untuk bergabung dan memasarkan produk PR Fiqi Jaya Abadi.
Meski mengaku tidak menghadapi kendala yang signifikan dalam menjalankan usaha, Haji Nursalim menegaskan bahwa keberlangsungan industri rokok sangat bergantung pada keseimbangan antara ketersediaan bahan baku, tenaga kerja, dan pita cukai.
Menurutnya, ketiga komponen tersebut harus tersedia secara beriringan agar proses produksi dan distribusi dapat berjalan dengan baik sesuai kebutuhan pasar.
“Semua harus berjalan seimbang. Bahan baku harus ada, karyawan harus tersedia, dan pita cukai juga harus terpenuhi. Jika salah satu tidak ada, maka proses produksi tidak akan berjalan maksimal,” katanya.
Selain berorientasi pada pertumbuhan usaha, Haji Nursalim berharap keberadaan perusahaan yang dirintisnya dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar melalui penciptaan lapangan pekerjaan, khususnya bagi warga Kabupaten Jember.
Ia juga berharap pemerintah, baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, dapat terus memberikan perhatian dan dukungan kepada industri kecil yang sedang berkembang. Menurutnya, dukungan tersebut sangat penting agar perusahaan-perusahaan lokal mampu tumbuh dan berkontribusi terhadap perekonomian daerah.
“Kami berharap perusahaan kecil seperti kami mendapat perhatian dari pemerintah. Dukungan terhadap kebutuhan industri, termasuk ketersediaan pita cukai, sangat penting agar usaha dapat terus berjalan dengan baik. Harapan kami ke depan, PR Fiqi Jaya Abadi bisa terus berkembang dan menjadi perusahaan yang lebih besar serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” pungkasnya.






























