Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Parkir RSD dr. Soebandi Semakin Sesak, Pengunjung Keluhkan Sulit Dapat Tempat Parkir Terus Berulang

Warta.in, Jember – Persoalan parkir di RSD dr. Soebandi Jember kembali menuai keluhan. Sebagai rumah sakit rujukan terbesar di wilayah Tapal Kuda, keterbatasan lahan parkir dinilai belum mampu mengimbangi tingginya jumlah pasien dan pengunjung yang datang setiap hari.

Sejumlah keluarga pasien mengaku kesulitan mendapatkan tempat parkir, khususnya untuk kendaraan roda empat. Tidak sedikit pengunjung yang harus berkeliling cukup lama sebelum menemukan lahan kosong, bahkan kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menghambat masyarakat yang membutuhkan pelayanan medis dengan segera.

Ironisnya, persoalan ini bukan kali pertama dikeluhkan. Dengan status sebagai rumah sakit rujukan milik Pemerintah Kabupaten Jember, kebutuhan akan fasilitas parkir dinilai seharusnya menjadi bagian dari peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Menanggapi hal itu, Plt. Direktur RSD dr. Soebandi Jember, Dr. dr. I Nyoman Semita, Sp.OT (K) Spine, FICS, memberikan klarifikasi saat diwawancarai di ruang kerjanya pada Kamis (9/7/2026), Ia mengakui kapasitas parkir rumah sakit memang sudah tidak mampu mengimbangi jumlah pengguna layanan

“Kapasitas parkir kami sekitar 610 kendaraan. Sementara aktivitas di rumah sakit setiap hari mencapai lebih dari 3.000 orang,” ujar dr. I Nyoman Semita.

Menurutnya, keterbatasan tersebut dipengaruhi banyaknya pegawai, pasien rawat jalan, pasien rawat inap beserta keluarga, hingga ratusan mahasiswa kedokteran dan tenaga kesehatan yang menjalani praktik di RSD dr. Soebandi.

Pihak rumah sakit mengaku belum dapat membangun fasilitas parkir baru karena anggaran masih diprioritaskan untuk menyelesaikan utang pengadaan obat sekitar Rp55 miliar, renovasi gedung, peningkatan sarana pelayanan, serta pembangunan gedung baru agar memenuhi standar akreditasi Kementerian Kesehatan.

Meski demikian, penjelasan tersebut belum sepenuhnya menjawab keresahan masyarakat yang setiap hari harus berjibaku mencari tempat parkir. Bagi keluarga pasien, akses menuju pelayanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kualitas tenaga medis, tetapi juga ditunjang oleh fasilitas dasar yang memadai, termasuk ketersediaan lahan parkir.

Manajemen RSD dr. Soebandi menyatakan telah menjajaki kerja sama dengan pihak ketiga untuk membangun gedung parkir bertingkat. Namun hingga kini rencana tersebut masih sebatas tahap pembahasan dan belum memiliki kepastian waktu pelaksanaan.

Selama solusi permanen belum terealisasi, persoalan parkir diperkirakan masih akan menjadi pekerjaan rumah bagi manajemen RSD dr. Soebandi. Di tengah meningkatnya jumlah pasien yang terus berdatangan, masyarakat berharap langkah konkret segera diwujudkan agar pelayanan rumah sakit tidak lagi diawali dengan kesulitan mencari tempat parkir.

Berita Terkait