34.8 C
Jakarta
Minggu, Mei 10, 2026
Beranda blog Halaman 223

BRI Kanca Serang Gelar Temu Kemitraan dan Bisnis Bersama Pelaku Usaha Perikanan Kabupaten Serang

0

Warta.in Serang, 10 Februari 2026 – BRI Kantor Cabang (Kanca) Serang menyelenggarakan kegiatan Temu Kemitraan dan Bisnis bersama para pelaku usaha perikanan di Kabupaten Serang serta berbagai stakeholder terkait pada 10 Februari 2026.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara perbankan dan sektor usaha perikanan, sekaligus memberikan pemahaman mengenai akses pembiayaan dan layanan perbankan yang dapat mendukung pengembangan usaha secara berkelanjutan.

Dalam forum tersebut, BRI memperkenalkan berbagai produk dan layanan, termasuk pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR), fasilitas kredit komersial, serta layanan digital banking yang dirancang untuk mempermudah transaksi dan pengelolaan keuangan pelaku usaha.

Pemimpin Cabang BRI Kanca Serang, Indramawan, menyampaikan bahwa sektor perikanan memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Melalui kegiatan Temu Kemitraan dan Bisnis ini, kami ingin memperkuat kolaborasi dengan pelaku usaha perikanan di Kabupaten Serang. BRI siap mendukung pertumbuhan usaha melalui akses pembiayaan yang mudah, cepat, dan sesuai dengan prinsip kehati-hatian perbankan,” ujar Indramawan.

BRI Kanca Serang optimistis bahwa sinergi antara perbankan, pelaku usaha, dan stakeholder akan mampu mendorong peningkatan produktivitas serta memperkuat ekosistem usaha perikanan di wilayah Kabupaten Serang.

BRI Kanca Serang Hadiri Peresmian Gedung Kampus 3 Fakultas Ilmu Kesehatan UNIBA

0

Warta.in Serang, 11 Februari 2026 – BRI Kantor Cabang (Kanca) Serang menghadiri kegiatan Peresmian Gedung Kampus 3 Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Bina Bangsa (UNIBA) yang dilaksanakan pada 11 Februari 2026.

Peresmian gedung tersebut turut dihadiri oleh Menteri Pendidikan Republik Indonesia, Prof. Brian Yuliarto, serta Pembina UNIBA yang juga Anggota Komisi X DPR RI, Prof. Furtasan Ali Yusuf. Momentum ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan fasilitas pendidikan tinggi di wilayah Banten, khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di bidang kesehatan.

Kehadiran BRI Kanca Serang dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap penguatan sektor pendidikan serta komitmen perusahaan dalam menjalin sinergi dengan institusi akademik.

Pemimpin Cabang BRI Kanca Serang, Indramawan, menyampaikan bahwa pengembangan infrastruktur pendidikan memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

“Kami mengapresiasi peresmian Gedung Kampus 3 Fakultas Ilmu Kesehatan UNIBA sebagai langkah nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Banten. BRI siap bersinergi dan mendukung sektor pendidikan melalui berbagai layanan dan solusi perbankan yang profesional dan terpercaya,” ujar Indramawan.

BRI Kanca Serang terus berkomitmen untuk mendukung pembangunan daerah melalui kolaborasi dengan berbagai stakeholder, termasuk institusi pendidikan, guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

BRI Kanca Serang Hadiri HUT dan RAKERDA REI Banten

0

Warta.in Serang, 11 Februari 2026 – BRI Kantor Cabang (Kanca) Serang menghadiri undangan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) sekaligus Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) Real Estate Indonesia (REI) Banten yang diselenggarakan pada 11 Februari 2026.

Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi para pelaku industri properti di wilayah Banten untuk melakukan evaluasi program kerja, memperkuat koordinasi antar anggota, serta menyusun rencana pengembangan sektor properti ke depan.

Kehadiran BRI Kanca Serang dalam agenda tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap pertumbuhan industri properti, sekaligus mempererat sinergi dengan para developer yang tergabung dalam REI Banten, khususnya dalam penyediaan fasilitas pembiayaan perumahan melalui produk Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Pemimpin Cabang BRI Kanca Serang, Indramawan, menyampaikan bahwa kolaborasi antara perbankan dan developer memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan sektor properti yang berkelanjutan.

“Kami mengapresiasi penyelenggaraan HUT dan RAKERDA REI Banten sebagai wadah strategis untuk memperkuat sinergi industri properti. BRI siap mendukung para developer melalui solusi pembiayaan KPR yang kompetitif dan proses yang cepat guna membantu masyarakat memiliki hunian yang layak dan terjangkau,” ujar Indramawan.

Melalui partisipasi ini, BRI Kanca Serang menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan REI Banten dalam mendukung pertumbuhan sektor properti serta meningkatkan akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat di wilayah Serang dan sekitarnya.

BRI Kanca Serang Gelar Sosialisasi Produk KPR di PT CJ Feed and Care Indonesia

0

Warta.in Serang, 5 Februari 2026 – BRI Kantor Cabang (Kanca) Serang melaksanakan kegiatan sosialisasi produk perbankan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) kepada karyawan PT CJ Feed and Care Indonesia pada 5 Februari 2026.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi serta pemahaman terkait fasilitas pembiayaan perumahan yang ditawarkan BRI, termasuk skema suku bunga kompetitif, tenor fleksibel, serta proses pengajuan yang mudah dan transparan.

Melalui sosialisasi ini, BRI Kanca Serang berharap dapat memberikan solusi pembiayaan yang tepat bagi karyawan PT CJ Feed and Care Indonesia dalam mewujudkan kepemilikan rumah impian secara terencana dan bertanggung jawab.

Pemimpin Cabang BRI Kanca Serang, Indramawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi penguatan bisnis konsumer sekaligus wujud komitmen BRI dalam mendukung kesejahteraan pekerja di berbagai sektor industri.

“Melalui sosialisasi KPR ini, kami ingin memberikan akses pembiayaan perumahan yang aman, terjangkau, dan sesuai kebutuhan karyawan. BRI berkomitmen untuk terus bersinergi dengan perusahaan-perusahaan di wilayah Serang dalam menghadirkan solusi keuangan yang terpercaya,” ujar Indramawan.

BRI Kanca Serang optimistis bahwa kolaborasi ini dapat membuka peluang kerja sama berkelanjutan sekaligus memperluas literasi keuangan di lingkungan korporasi.

Opung Pamunjung dari Kenegerian Sihotang, Mertua dari Opung Tongam Sitanggang Sipukka Huta Lumban Silo

0

Samosir, Opung Pamunjung adalah ayah dari namboru kami boru Sihotang yang menikah dengan amangboru kami Opung Tongam Sitanggang Silo dari Huta Lumban Silo Pangururan sekitar 120 tahun yang lalu. Opung Pamunjung (dulu belum dicantumkan marga nya Sihotang) memiliki 5 orang anak laki laki yaitu : (1) Opung Bonaniari (2) Opung Abungatail (3) Opung Suhutnihuta (4) Opung Apajujuruhum (5) Opung Amaraji. Anak perempuannya ada 3. Namboru namboru kami itu menikah ke marga Sitanggang Silo, marga Simbolon, marga Sinaga. Keturunan opung nomor 1, 2, 3, 5 masih ada tinggal di Sihotang ini khususnya di Desa Sampur Toba. Sedang keturunan opung nomor 4 sudah merantau.

Mengenai keluarga amangboru kami Sitanggang Silo, sampai hari ini, masih ada keluarga kami marga Sihotang didesa ini yang ikut hadir di acara adat sekitar 1970 di Huta Lumban Silo. Walaupun berjauhan dan sudah beberapa generasi, hubungan persaudaraan antara kami marga Sitohang pinompar Opung Pamunjung, mertuanya amangboru Opung Tongam Sitanggang dari Huta Lumban Silo, tetap terjalin dengan baik. Kami adalah Parbonaan dari pinompar amangboru Opung Tongam Sitanggang Silo

Merupakan kebanggaan tersendiri bagi kami pinompar Opung Pamunjung apabila suatu ketika ada perwakilan keturunan amangboru kami Opung Tongam Sitanggang Silo ini mengunjungi kami di Sihotang ini. Kami selalu mendoakan agar keturunan namboru namboru kami, baik yang ke amangboru Sitanggang Silo, maupun ke amangboru Sinaga dan amangboru Simbolon senantiasa dalam lindungan Tuhan dalam keluarga dan pekerjaannya, papar pak Tesa Sihotang salah satu keturunan Opung Pamunjung (red)

Stola Ulos Berbordir Pinompar Opung Tongam Sitanggang Sipukka Huta Lumban Silo Pangururan Samosir

0

Samosir, Kembali PT Simarmata Wendeilyna Ulos yang berada di Desa Lumban Suhi Suhi Toruan Dusun 3 Alngit Kec Pangururan Kab Samosir membuat stola ulos berbordir untuk keturunan Opung Tongam Sitanggang Silo Sipukka Huta Lumban Silo Pangururan. Saya hanya membuat 10 stola ulos untuk yang mewakili keturunan Opung Tongam itu, yang masing masing merupakan anak pertama di keluarganya. Mungkin nanti di waktu yang akan datang jika mereka akan mengadakan acara keluarga akan saya buatkan lagi stola ulosnya, jelas Dr drh Rotua Wendeilya Simarmata MSi CMed yang biasa disapa Wendy.

Stola ulos berbordir untuk keturunan Opung Tongam Sitanggang Silo ini, saya buat untuk Darwin Sitanggang, Sudung Sitanggang, Syamsuddin Sitanggang, Jonny Sitanggang, Maruba Sitanggang. Ada 5 stola ulos tanpa nama, diperuntukkan ke istri masing masing

Sekalipun umkm saya ini sudah berbadan hukum melalui PT perorangan yaitu PT Simarmata Wendeilyna Ulos, saya hanya membuat stola ulos berdasarkan pesanan. Tidak menjual di marketplace ataupun lewat media sosial, karena saya harus berbagi waktu dengan kegiatan lain. Untuk membuat stola ulos pesanan, memerlukan banyak perhatian, dari mulai memilih jenis ulos, memotong motong, membuat bordir, lalu tahap akhir menjahit lapis, renda rumbainya. Yang memberatkan adalah ongkos kirim. Jika dikirim dari Pangururan ke luar daerah, ongkos kirim tinggi, sehingga saya harus menjadwalkan pengirimannya bersamaan ketika saya tugas ke Medan. Pengiriman dari medan, ongkos lebih murah dan lebih cepat tiba di alamat pemesan (red)

Fokus Empat Bidang Prioritas, PTBA Bahas Sinkronisasi TJSL 2026 Bersama Pemangku Kepentingan

0

Warta In

“Tanjung Enim, 20 Februari 2026 ,”PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) menggelar Diskusi Pembahasan dan Sinkronisasi Program Kerja Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Tahun 2026 bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) serta para kepala desa dan lurah se-Kecamatan Lawang Kidul. Kegiatan ini berlangsung di Mess Hall Hotel Saka Tanjung Enim, Selasa (18/2/2026).

Diskusi tersebut bertujuan menyelaraskan rencana program TJSL perusahaan dengan kebutuhan aktual masyarakat di wilayah Kecamatan Lawang Kidul.

Melalui forum ini, PTBA menegaskan komitmennya agar implementasi program ke depan semakin tepat sasaran, berbasis data perencanaan, serta mengedepankan pendekatan kewilayahan.

Dalam sambutannya, Community Engagement & Partnership Department Head PTBA, Mustafa Kamal, menekankan pentingnya kolaborasi multipihak dalam perencanaan program sosial perusahaan.

“Sinkronisasi ini menjadi langkah awal untuk memastikan program TJSL PTBA selaras dengan prioritas pembangunan daerah dan kebutuhan masyarakat. Kami ingin pendekatan berbasis data dan wilayah menjadi dasar pengambilan keputusan, sehingga manfaat program dapat dirasakan secara optimal,” ujar Mustafa Kamal.

Sambutan juga disampaikan oleh Pelaksana Tugas Camat Lawang Kidul, Yudha Pratama, S.STP., M.M., yang mengapresiasi inisiatif perusahaan dalam melibatkan pemerintah kecamatan, desa, dan kelurahan secara aktif dalam proses perencanaan program sosial.

Diskusi dilanjutkan dengan penyampaian tanggapan dan masukan dari para pemangku kepentingan lokal, termasuk aspirasi masyarakat serta prioritas pembangunan di masing-masing desa dan kelurahan.

Pembahasan utama difokuskan pada empat bidang prioritas program TJSL PTBA, yaitu Pendidikan, Kesehatan, Pembangunan, serta Pemberdayaan Sosial dan Ekonomi Masyarakat.

Melalui koordinasi yang intensif dengan pemerintah daerah dan masyarakat, PTBA berharap pengelolaan dan pemanfaatan dana TJSL dapat berjalan lebih efektif dan akuntabel, sekaligus memberikan dampak berkelanjutan bagi pengembangan wilayah di sekitar area operasional perusahaan.

(Zulkifli)

Capaian Nyata Tahun Pertama Iqbal–Dinda,Kemiskinan Turun Ketimpangan Membaik

0

 

Warta.in
Mataram,NTB – Di tengah dinamika ekonomi 2025 yang sempat tertekan pada paruh awal tahun akibat koreksi sektor pertambangan, satu indikator sosial justru menunjukkan arah yang menggembirakan: kemiskinan di Nusa Tenggara Barat berhasil diturunkan secara signifikan.

Data September 2025 mencatat jumlah penduduk miskin NTB sebesar 637,18 ribu orang, turun 17,39 ribu orang dibanding Maret 2025. Secara persentase, angka kemiskinan menurun menjadi 11,38 persen, atau berkurang sekitar 0,40 poin persentase.

Lebih penting lagi, NTB masuk 9 besar provinsi dengan penurunan kemiskinan tertinggi secara nasional pada 2025.

Ini bukan sekedar fluktuasi statistik. Penurunan tersebut terjadi dalam situasi ekonomi yang sedang bertransisi, saat pertumbuhan agregat belum sepenuhnya pulih, yang menandakan bahwa intervensi sosial dan ekonomi pemerintah daerah bekerja cukup efektif menjangkau kelompok rentan.

Jika dibandingkan dengan 2024, capaian ini semakin bermakna. Pada 2024, kemiskinan NTB masih berada di kisaran 11,9–12 persen, dengan tekanan kuat dari inflasi pangan dan daya beli pascapandemi. Tahun 2025 menjadi titik balik, ketika pemulihan ekonomi mulai menyentuh lapisan bawah masyarakat.

Bukan hanya jumlah orang miskin yang menurun. Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) juga ikut turun. Artinya:
– rata-rata pengeluaran warga miskin semakin mendekati garis kemiskinan
– jarak antarwarga miskin semakin menyempit
– beban kemiskinan menjadi lebih ringan

Dengan kata lain, mereka yang masih miskin pun berada dalam kondisi yang lebih baik dibanding tahun sebelumnya.

Ketimpangan turun, pertumbuhan lebih merata. Perbaikan tidak berhenti pada kemiskinan. Pada September 2025, Gini Ratio NTB tercatat sekitar 0,364, lebih rendah dibanding beberapa provinsi besar seperti Jawa Barat (~0,383), DI Yogyakarta (~0,397), dan DKI Jakarta (~0,426).

Maknanya jelas:
– ketimpangan pengeluaran di NTB relatif lebih rendah
– hasil pertumbuhan ekonomi lebih merata
– distribusi manfaat pembangunan tidak terlalu terkonsentrasi di kelompok atas

Bahkan, porsi pengeluaran kelompok 40 persen terbawah di NTB telah mencapai sekitar 19,23 persen, yang menurut standar Bank Dunia sudah masuk kategori ketimpangan rendah. Ini indikator penting bahwa kelompok bawah mulai memperoleh bagian yang lebih adil dari aktivitas ekonomi.

Bagi daerah dengan struktur ekonomi yang selama ini sangat dipengaruhi sektor padat modal seperti pertambangan, capaian ini patut dicatat sebagai kemajuan struktural.

Dari angka ke dampak nyata: Apa yang Membuat Kemiskinan Turun?
Penurunan kemiskinan 2025 tidak terjadi dalam ruang hampa. Ia merupakan hasil kombinasi antara pemulihan ekonomi rakyat dan intervensi kebijakan yang lebih terarah pada tahun pertama kepemimpinan Iqbal–Dinda.

Beberapa faktor penguat yang paling terasa di lapangan antara lain:

1. Penguatan Ekonomi Rakyat Berbasis Pertanian

Sepanjang 2025, produksi padi meningkat tajam, dari sekitar 152 ribu ton menjadi hampir 200 ribu ton Gabah Kering Giling. Ini berdampak langsung pada:
– pendapatan petani
– serapan tenaga kerja musiman
– stabilitas harga pangan lokal

Karena sebagian besar penduduk miskin NTB berada di perdesaan dan sektor pertanian, peningkatan produksi pangan memberi efek cepat terhadap penurunan kemiskinan.

Program pendampingan petani, distribusi sarana produksi, serta stabilisasi harga gabah menjadi bantalan sosial-ekonomi yang sangat nyata.

2. Aktivasi UMKM dan Perdagangan Lokal

Pemulihan sektor perdagangan, jasa, dan UMKM sepanjang 2025 ikut membuka kembali sumber penghasilan rumah tangga miskin dan rentan.

Ketika pariwisata mulai bergerak, akomodasi dan makan minum tumbuh, dan mobilitas masyarakat meningkat, maka pedagang kecil, pekerja informal, hingga usaha rumahan kembali memperoleh pasar.

Ini penting karena sebagian besar warga miskin menggantungkan hidup pada sektor-sektor ini.

3. Perlindungan Sosial yang Lebih Tepat Sasaran

Program bantuan sosial tetap menjadi jaring pengaman, tetapi pada 2025 mulai dipadukan dengan pendekatan pemberdayaan:
– padat karya
– dukungan UMKM mikro
– integrasi bantuan dengan aktivitas produktif
– penguatan desa melalui belanja berbasis kebutuhan lokal

Pendekatan ini membantu memastikan bahwa bantuan tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi.

4. Lapangan Kerja Bertambah, Daya Beli Terjaga

Sepanjang 2025 tercatat penambahan tenaga kerja puluhan ribu orang, sementara pengangguran menurun. Konsumsi rumah tangga tumbuh sekitar 4,5 persen.

Bagi rumah tangga miskin dan hampir miskin, pekerjaan sekecil apa pun jauh lebih menentukan daripada angka pertumbuhan makro. Ketika peluang kerja meningkat, kemiskinan pun turun.

Kemiskinan turun di tengah tahun transisi. Yang membuat capaian ini semakin bermakna adalah konteksnya.
Tahun 2025 merupakan tahun transisi ekonomi NTB: sektor tambang sempat turun tajam, industri hilirisasi baru mulai berjalan, dan pertumbuhan agregat belum sepenuhnya pulih. Namun justru pada tahun seperti ini, kemiskinan berhasil ditekan dan ketimpangan membaik.

Ini menunjukkan bahwa kebijakan Iqbal–Dinda tidak hanya bertumpu pada pertumbuhan besar berbasis modal, tetapi juga menjaga denyut ekonomi rakyat.

Penutup: Fondasi Sosial untuk Transformasi Ekonomi

Dalam satu tahun pertama kepemimpinan Iqbal–Dinda, NTB tidak hanya mencatat pemulihan ekonomi, tetapi juga memperbaiki kualitas pembangunan sosial.

Kemiskinan turun. Ketimpangan lebih rendah. Kelompok bawah mulai memperoleh porsi yang lebih adil dari aktivitas ekonomi.

Ini bukan akhir pekerjaan, melainkan fondasi penting.

Ke depan, tantangannya adalah menjaga momentum ini melalui:
– penguatan pertanian bernilai tambah
– penciptaan kerja padat karya
– industrialisasi berbasis sumber daya lokal
– UMKM yang terhubung dengan pariwisata dan industri
– serta perlindungan sosial yang semakin produktif

Sebab ukuran keberhasilan pembangunan bukan sekedar angka pertumbuhan, melainkan seberapa banyak warga yang berhasil keluar dari kemiskinan dan memperoleh kehidupan yang lebih layak.

Dan pada tahun pertama ini, arah itu sudah mulai terlihat. (sr/dkisntb)

Andra Soni Tegaskan OPD Pemprov Banten Utamakan Pelayanan Publik dan Transparansi Kinerja

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 20 Februari 2026  — Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan bahwa seluruh aparatur di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten harus mengutamakan pelayanan kepada masyarakat, khususnya layanan yang berkaitan langsung dengan kepentingan publik.

Penegasan tersebut disampaikan Andra Soni usai memimpin Rapat Pimpinan (Rapim) Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Kamis (19/2/2026). Ia meminta seluruh OPD meningkatkan kinerja dan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Kita ini pelayan masyarakat, bukan dilayani. Jadi saya berharap OPD lebih giat lagi ke depan, lebih mengutamakan melayani masyarakat,” kata Andra Soni.

Dalam rapat tersebut, Gubernur juga melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program serta capaian kinerja seluruh OPD di lingkup Pemprov Banten. Evaluasi dilakukan untuk memastikan setiap program berjalan sesuai target dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Selain menekankan peningkatan kualitas pelayanan, Andra Soni juga mengingatkan pentingnya transparansi dan penyebarluasan informasi terkait kinerja pemerintah. Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui apa saja yang telah dikerjakan oleh setiap perangkat daerah dan bagaimana dampaknya.

“Kita ingin masyarakat tahu apa yang dikerjakan oleh masing-masing perangkat daerah dan apa dampaknya. Kalau tidak ada yang disampaikan, publik bisa menilai kita tidak melakukan apa-apa. Karena itu, OPD harus aktif menyampaikan informasi,” ujarnya.

Andra Soni menyampaikan bahwa capaian indikator pembangunan Provinsi Banten pada 2025 menunjukkan tren positif di berbagai sektor dan perlu terus ditingkatkan pada 2026.

Ia menegaskan setiap capaian harus menjadi tantangan untuk bekerja lebih optimal, serta mengingatkan seluruh aparatur agar tidak berpuas diri dan terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Setiap hasil baik selain dipuji, juga harus ditantang untuk bisa lebih baik lagi. Kepuasan tidak ada batasnya, kita harus terus naik,” katanya.

Menjelang satu tahun masa kepemimpinannya, Andra Soni menegaskan komitmennya untuk bekerja maksimal memenuhi harapan masyarakat Banten.

Ia meminta seluruh OPD mempercepat pembangunan sesuai sasaran serta meningkatkan kualitas pelayanan, dengan menumbuhkan rasa tanggung jawab dan empati terhadap kebutuhan masyarakat agar program berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.(WartainBanten)

TERBUKTI, RUMAH BATAK DI HUTA LUMBAN SILO MILIK SIPUKKA HUTA – OP TONGAM SITANGGANG SILO

0

Samosir, Sekalipun kami para keturunan Opung Tongam Sitanggang Silo, merantau ke berbagai daerah tetapi rumah batak peninggalan opung kami opung Tongam Sitanggang Silo yang ada di Huta Lumban Silo Pangururan Samosir tetap ada sampai sekarang. Rumah Batak itulah yang merupakan bukti utama yang menunjukan jati diri kami semua, bahwa kami berasal dari Huta Lumban Silo. Dari bentuk dan posisi rumah batak peninggalan opung kami itu, sudah memenuhi kriteria yang dituliskan para ahli sebagaimana yang saya cantumkan ini, papar Sudung Sitanggang yang tinggal di Bontang, yang merupakan cicit dari Opung Tongam Sitanggang Silo. Rumah Batak inilah yang membuktilan bahwa Opung kamilah Sipukka Huta di Huta Lumban Silo ini

  1. Kedudukan Ruma Bolon Sipukka Huta dalam Huta Batak

Dalam tata ruang huta Batak Toba, rumah milik sipukka huta (pendiri kampung) menempati posisi yang paling penting secara sosial dan simbolik. Sipukka huta adalah pihak yang pertama membuka wilayah dan memiliki hak ulayat atas tanah tersebut, sehingga rumahnya menjadi pusat genealogis dan otoritas adat dalam kampung. Oleh karena itu, Ruma Bolon miliknya biasanya terletak pada posisi strategis di deretan rumah yang menghadap ke halaman tengah (alaman), yaitu ruang komunal tempat berlangsungnya musyawarah, pesta adat, dan aktivitas bersama.1 Posisi ini menegaskan bahwa seluruh struktur sosial huta berorientasi pada garis keturunan pendiri kampung.

Secara umum, deretan Ruma Bolon berada saling berhadapan dengan sopo (lumbung padi) di sisi seberangnya, dan rumah milik sipukka huta berada di titik yang paling dihormati dalam barisan tersebut. Letak ini bukan hanya menunjukkan status sosial, tetapi juga berfungsi sebagai pusat kontrol sosial, karena dari posisi itu pendiri huta dapat mengawasi aktivitas di alaman.2

  1. Bentuk Pintu Ruma Bolon Sipukka Huta

Bentuk pintu Ruma Bolon tradisional, termasuk milik sipukka huta, relatif kecil dan lebih rendah dari tinggi tubuh manusia dewasa. Pintu ini biasanya berada di bagian depan rumah dan dibuat sedemikian rupa sehingga setiap orang yang masuk harus menundukkan kepala.3 Tindakan menunduk tersebut merupakan simbol penghormatan kepada pemilik rumah sekaligus kepada otoritas adat yang melekat pada garis keturunan sipukka huta.

Pada bentuk yang lebih tua, akses masuk tidak langsung melalui pintu depan, tetapi melalui kolong rumah dan naik ke ruang utama. Namun pada beberapa Ruma Bolon milik pendiri huta yang kemudian berkembang, pintu depan tetap kecil dan sempit untuk menegaskan wibawa dan kontrol sosial.4 Pintu yang kecil juga memiliki fungsi pertahanan, karena mempersulit musuh masuk secara cepat.

  1. Makna Simbolik Pintu bagi Sipukka Huta

Bagi sipukka huta, pintu rumah bukan sekadar elemen arsitektural, tetapi simbol legitimasi. Setiap orang yang masuk ke dalam rumah pendiri huta harus menunjukkan sikap hormat melalui posisi tubuh yang menunduk. Hal ini menegaskan struktur hierarkis dalam

1 J. C. Vergouwen, *The Social Organisation and Customary Law of the Toba-Batak* (The Hague: Martinus Nijhoff, 1964), hlm. 82–84.

2 H. Th. Fischer, *Batak Village and Its Social Structure* (The Hague: Martinus Nijhoff, 1933), hlm. 24–26.

3 James M. T. Hasibuan, *Arsitektur Tradisional Batak Toba* (Medan: Bina Media, 1985), hlm. 48.

4 Richard Schefold, *Indonesian Houses: Tradition and Transformation in Vernacular Architecture* (Leiden: KITLV Press, 2004), hlm. 70.

masyarakat Batak yang berbasis genealogis.5 Selain itu, pintu yang rendah melambangkan bahwa rumah tersebut adalah ruang adat yang memiliki wibawa, tempat keputusan penting bagi seluruh keturunan diambil.

  1. Orientasi dan Hubungan dengan Alaman

Letak Ruma Bolon sipukka huta selalu berorientasi ke alaman sebagai pusat kehidupan komunal. Dari posisi ini, ia:

  • menjadi titik rujukan dalam pembagian ruang
  • menjadi tempat awal dalam pelaksanaan upacara adat
  • menjadi simbol kesatuan 6

Dengan demikian, rumah pendiri huta tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga pusat ritus dan legitimasi sosial.

  1. Sintesis Antropologis

Bentuk pintu yang rendah dan letak yang strategis menunjukkan bahwa Ruma Bolon sipukka huta adalah representasi dari:

  • otoritas genealogis
  • kontrol social
  • pusat kosmologis

Rumah tersebut menjadi “poros sosial” yang menghubungkan struktur kekerabatan, tata ruang, dan sistem nilai adat. Perbedaan ukuran pintu dan posisi rumah menegaskan bahwa dalam masyarakat Batak tradisional, arsitektur adalah ekspresi langsung dari hierarki dan identitas komunal.7

5 Koentjaraningrat, *Pengantar Ilmu Antropologi* (Jakarta: Rineka Cipta, 2009), hlm. 215.

6 Vergouwen, *The Social Organisation*, hlm. 85.

7 Reimar Schefold, *Traditional Architecture in Indonesia* (Leiden: KITLV Press, 2008), hlm. 119.