34.8 C
Jakarta
Minggu, Mei 10, 2026
Beranda blog Halaman 225

Komitmen Lindungi Korban, Polda NTB Tetapkan Guru Ponpes di Lotim sebagai Tersangka TPKS

0

Komitmen Lindungi Korban, Polda NTB Tetapkan Guru Ponpes di Lotim sebagai Tersangka TPKS

Warta.in
Mataram, NTB – Polda Nusa Tenggara Barat melalui Direktorat Reserse PPA dan PPO menetapkan seorang guru/ustad berinisial AJN sebagai tersangka dalam perkara dugaan Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) yang terjadi di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur.

Penetapan tersangka dilakukan setelah laporan polisi diterima pada 29 Januari 2026 dan ditindaklanjuti dengan proses penyelidikan serta penyidikan secara intensif. Pada 18 Februari 2026, penyidik telah melakukan penangkapan dan penahanan terhadap AJN.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Mohammad Kholid, S.I.K., M.M., menegaskan bahwa setiap laporan kekerasan seksual ditangani secara serius dan profesional.

“Setiap dugaan tindak pidana kekerasan seksual kami tindaklanjuti secara cepat dan terukur. Setelah melalui proses penyidikan, yang bersangkutan telah ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penangkapan serta penahanan sesuai prosedur hukum,” tegas Kholid.

Direktur Reserse PPA dan PPO Polda NTB, Kombes Pol Ni Made Pujawati, menjelaskan bahwa tersangka diduga melakukan pelecehan seksual fisik terhadap dua orang santriwati dalam kurun waktu tahun 2023 hingga November 2025.

“Modus yang digunakan tersangka adalah memanipulasi keadaan korban dengan dalih kesurupan dan ritual pembersihan rahim. Tersangka memanfaatkan posisi, pengaruh, serta ketergantungan korban sehingga menggerakkan korban untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul maupun persetubuhan,” jelas Kombes Pol Ni Made Pujawati.

Menurutnya, perbuatan tersebut diduga dilakukan secara berulang dan terdapat indikasi korban lain dengan pola yang serupa.

Atas perbuatannya, AJN dijerat dengan Pasal 6 huruf C jo Pasal 15 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun dan/atau denda paling banyak Rp300 juta.

Dalam proses penyidikan, penyidik telah memeriksa empat orang saksi/korban serta mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain dokumen administrasi dan kelembagaan, pakaian, tangkapan layar, mini kamera, dan telepon genggam.

Selain itu, penyidik juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk perlindungan saksi dan korban, melakukan permintaan visum et repertum, pemeriksaan psikologis terhadap korban, serta berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum dan para ahli.

Kabid Humas Polda NTB menegaskan bahwa lingkungan pendidikan harus menjadi ruang yang aman dan bebas dari kekerasan.

“Tidak ada toleransi terhadap pelaku kekerasan seksual, terlebih di lingkungan pendidikan. Kami memastikan proses hukum berjalan transparan, profesional, dan berpihak pada perlindungan korban,” ujar Kholid.

Polda NTB juga mengimbau masyarakat untuk berani melapor apabila mengetahui atau mengalami tindak kekerasan seksual melalui saluran pengaduan resmi yang tersedia.

Saat ini tersangka telah dilakukan penahanan dan proses hukum akan terus berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.(sr/hpntb)

Setahun Iqbal–Dinda, Ketenagakerjaan NTB Pulih Menuju Peningkatan Kualitas SDM

0

 

Setahun Iqbal–Dinda, Ketenagakerjaan NTB Pulih Menuju Peningkatan Kualitas SDM

Warta in
Mataram, NTB – Tahun pertama kepemimpinan Iqbal–Dinda berlangsung dalam situasi ekonomi yang tidak sepenuhnya ideal. NTB memasuki 2025 dengan tekanan sektor pertambangan, kontraksi ekonomi pada dua triwulan awal, serta fase awal operasional industri hilirisasi yang belum sepenuhnya stabil.

Namun justru di tengah masa transisi inilah, kinerja ketenagakerjaan menunjukkan arah yang patut diapresiasi.

Sepanjang 2025, pasar kerja NTB bergerak positif. Dalam periode Agustus–November 2025 saja, tercatat penambahan tenaga kerja sekitar 29,57 ribu orang. Jumlah penduduk bekerja mencapai sekitar 3,14 juta orang, sementara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada November 2025 turun menjadi sekitar 3,05 persen, lebih rendah dibanding Februari dan Agustus 2025.

Angka ini penting karena menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi tidak berhenti pada statistik pertumbuhan, tetapi benar-benar menciptakan lapangan kerja.

Lebih jauh lagi, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) meningkat, terutama pada kelompok perempuan. Ini menandakan dua hal sekaligus: membaiknya peluang kerja serta meningkatnya kepercayaan rumah tangga terhadap kondisi ekonomi daerah.

*Lapangan Kerja Mulai Bergeser ke Sektor Produktif*

Jika dilihat dari lapangan usaha, sektor dengan peningkatan tenaga kerja tertinggi sepanjang 2025 adalah:
– Akomodasi dan Makan Minum
– Konstruksi
– Jasa Lainnya

Kombinasi ini memberi gambaran yang cukup jelas. Pariwisata mulai pulih, proyek-proyek konstruksi kembali bergerak, dan sektor jasa kembali menggeliat. Ini sejalan dengan meningkatnya tamu hotel, naiknya mobilitas penumpang udara, serta menguatnya konsumsi rumah tangga.

Artinya, ekonomi NTB tidak hanya pulih karena aktivitas industri besar, tetapi karena roda ekonomi lokal kembali berputar.

Sektor akomodasi dan makan minum kini kembali menjadi mesin pencipta kerja. Dampaknya terasa langsung hingga ke UMKM, pedagang kecil, pekerja informal, dan pelaku jasa pendukung pariwisata.

Konstruksi pun memainkan peran penting. Setiap proyek bukan hanya menciptakan pekerjaan langsung, tetapi juga memicu permintaan material lokal, transportasi, hingga konsumsi masyarakat sekitar.

*Bukan Hanya Bertambah, Kualitas Tenaga Kerja Juga Meningkat*

Capaian ketenagakerjaan 2025 tidak hanya terlihat dari sisi kuantitas, tetapi juga kualitas.

Proporsi pekerja formal meningkat, terutama dari kelompok buruh dan karyawan. Ini menunjukkan pergeseran dari pekerjaan rentan menuju hubungan kerja yang lebih stabil dan terlindungi.

Lebih menggembirakan lagi, proporsi penduduk bekerja lulusan Diploma dan Universitas naik menjadi sekitar 14,20 persen. Ini sinyal awal bahwa SDM NTB mulai naik kelas dan semakin terserap ke sektor yang membutuhkan keterampilan.

Pada saat yang sama, jumlah pengangguran periode Februari–November 2025 turun sekitar 3,91 ribu orang.

Kombinasi meningkatnya pekerja formal, naiknya tenaga kerja terdidik, dan menurunnya pengangguran menunjukkan bahwa pasar kerja NTB tidak sekedar pulih, tetapi mulai mengalami perbaikan struktur.

*Sebaran Ketenagakerjaan NTB 2025: Ekonomi Rakyat Jadi Tulang Punggung*

Struktur ketenagakerjaan NTB menegaskan bahwa kesejahteraan rakyat sangat bergantung pada sektor non-tambang. Berdasarkan data 2025, sebarannya sebagai berikut:

1. Pertanian dan Perikanan – 35,37%.

Sekitar 1,1 juta tenaga kerja terserap di sektor ini. Dominasi ini mencerminkan karakter agraris NTB. Peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP) yang secara kumulatif mencapai 125 pada 2025 memperkuat bahwa kebangkitan pertanian langsung berdampak pada penghidupan jutaan rumah tangga.

2. Perdagangan Besar dan Eceran – 18–19%.

Menyerap sekitar 560.000–600.000 tenaga kerja. Perdagangan menjadi tulang punggung distribusi ekonomi: menghubungkan produksi dengan konsumsi sekaligus menciptakan lapangan kerja massal.

3. Industri Pengolahan – 8–10%.

Sekitar 280.000–300.000 tenaga kerja, termasuk pengolahan makanan dan industri kecil. Angka ini mulai meningkat seiring bergulirnya hilirisasi, menandai awal transformasi ekonomi dari ekstraksi menuju pengolahan.

4. Akomodasi dan Makan Minum (Pariwisata) – 6–8%.

Menyerap sekitar 200.000–240.000 tenaga kerja. Sektor ini menjadi salah satu prioritas karena potensi alam, budaya, dan kuliner NTB yang besar serta efek gandanya ke UMKM.

5. Pertambangan dan Penggalian – 1,3–1,5%.

Hanya sekitar 40.000–50.000 tenaga kerja (termasuk proyek sementara). Meski berpengaruh besar pada PDRB, sektor ini relatif kecil dalam menyerap tenaga kerja, bahkan sebagian bersifat temporer dan berkeahlian khusus.

Komposisi ini menegaskan satu hal penting: mayoritas masyarakat NTB hidup dari pertanian, perdagangan, jasa, dan pariwisata. Karena itu, keberhasilan menciptakan lapangan kerja di sektor-sektor ini jauh lebih relevan bagi kesejahteraan rakyat dibandingkan lonjakan angka pertumbuhan semata.

*Tahun Transisi yang Produktif*

Jika pertumbuhan ekonomi 2025 dibaca sebagai tahun transisi, maka kinerja ketenagakerjaan menunjukkan bahwa transisi tersebut berlangsung relatif produktif.

Di tengah kontraksi awal tahun akibat penurunan produksi tambang, lapangan kerja tetap tumbuh. Ketika smelter mulai beroperasi dan ekonomi bangkit di paruh kedua tahun, penyerapan tenaga kerja ikut meningkat. Ini menandakan bahwa proses transformasi ekonomi mulai memberi dampak nyata.

Dalam konteks satu tahun kepemimpinan Iqbal–Dinda, capaian ini menjadi fondasi penting: investasi besar dikawal, sekaligus dipastikan pertumbuhan merembes ke sektor padat karya.

*Tantangan ke Depan: Menjaga Momentum dan Meningkatkan Produktivitas*

Meski capaian 2025 patut diapresiasi, tantangan ke depan tidak ringan:

1. Memperluas lapangan kerja, terutama bagi generasi muda dan lulusan baru.

2. Meningkatkan kualitas pekerjaan melalui pendidikan vokasi, pelatihan berbasis industri, dan penguatan kewirausahaan.

3. Memperkuat keterkaitan industri besar dengan ekonomi lokal agar investasi menciptakan efek berganda yang nyata.

Arah kebijakan 2026 yang menekankan pertanian bernilai tambah, industrialisasi pangan lokal, penguatan UMKM, serta pariwisata berbasis ekonomi rakyat menjadi kunci menjaga keberlanjutan penciptaan kerja.

Pertumbuhan ekonomi tidak cukup diukur dari angka PDRB. Ukuran keberhasilan paling nyata adalah apakah masyarakat memperoleh pekerjaan yang layak, pendapatan meningkat, dan masa depan generasi muda makin terbuka.

Satu tahun pertama Iqbal–Dinda menunjukkan bahwa di tengah fase koreksi ekonomi, NTB mampu menciptakan puluhan ribu lapangan kerja baru, menurunkan pengangguran, meningkatkan pekerja formal, serta mulai mengangkat kualitas SDM.

Ini bukan akhir perjalanan, melainkan awal dari proses panjang transformasi ekonomi daerah.

Dan satu hal sudah jelas: pemulihan 2025 tidak berhenti di grafik pertumbuhan, ia hadir dalam bentuk pekerjaan nyata, meningkatnya partisipasi kerja, dan membaiknya kualitas tenaga kerja.

Di situlah makna paling penting dari capaian ketenagakerjaan tahun pertama ini: ekonomi NTB mulai bergerak kembali bersama rakyatnya.(sr/dkintb)

Kelabui Petugas Dengan Kotak Rokok, Bandar Narkoba di Tangkap Polres Binjai

0

Warta.in Binjai – Satres narkoba polres Binjai kembali melakukan penangkapan terhadap seorang laki-laki yang diduga sebagai bandar narkoba dengan inisal *T (27)* di TKP, jalan Pimpong Kelurahan Timbang Langkat Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, Rabu (4/2/26) pukul 01.30 wib.

Awal terjadinya penangkapan, AKP Ismail Pane, S.H.,M.H., mendapatkan informasi adanya peredaran narkoba di kecamatan Binjai timur. Berdasarkan informasi yang didapatkan, kemudian IPDA Jun Fredy Sembiring, S.H., bersama timnya langsung melakukan penyelidikan.

Hasil penyelidikan petugas di jalan Pimpong Kelurahan Timbang Langkat, saat itu menemukan seorang laki-laki yang sedang duduk diatas sepeda motornya dengan posisi mesin tetap hidup, melihat situasi sudah sepi sehingga muncul naluri sebagai seorang anggota polri kemudian menghampirinya,

Pada saat didekati oleh petugas dengan maksud menanyakan “sedang menunggu siapa” namun belum sempat ditegur oleh petugas, pria tersebut langsung tancap gas dan melarikan diri namun berkat gerak cepat dan kesigapan oleh tim berhasil mengamankannya.

” Ketika dilakukan pemeriksaan terhadap *T (27)* dianya tinggal di Jalan Binjai Kelurahan Lalang Kecamatan Sunggal Kota Medan, ditemukan barang bukti berupa:

*1 (satu) paket narkotika jenis sabu dibungkus plastik klip transparan Brutto 5,63 gram, 1 (satu) unit handphone merk Vivo, 1 (satu) buah kotak rokok (tempat penyimpanan narkotika) dan 1 unit sepeda motor Yamaha Freego Nopol BK 6986 AMD*

” Terhadap T (27) dijerat dengan pasal 114 ayat (2) UU RI No. 35 Thn 2009 tentang narkotika Jo pasal 609 ayat (2) huruf a UU. RI No.1 tentang KUHP Jo UU. RI No. 1 Tahun 2026 tentang penyesuaian pidana, dengan hukuman penjara paling singkat 5 (lima) Tahun dan paling lama 20 tahun., tegas Akp Ismail Pane.

Sesuai keterangan Kapolres Binjai AKBP Mirzal Maulana, S.I.K., S.H., M.M., M.H., melalui kasi humas Akp Junaidi, polres Binjai tetap berkomitmen untuk brantas terhadap peredaran narkoba yang merusak generasi penerus bangsa., ucap kasi humas. (RN)

humasresbinjai

Deden Apriandhi Tinjau RSUD Banten Jelang Ramadan 1447 H, Pastikan Akses BPJS PBI Optimal

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 19 Februari 2026  — Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Deden Apriandhi, melakukan peninjauan lapangan ke RSUD Banten pada Rabu (18/2/2026). Kunjungan tersebut bertujuan memastikan kesiapan infrastruktur serta kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Deden menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Banten memberikan perhatian serius terhadap kesiapan fasilitas kesehatan, terutama menghadapi potensi peningkatan jumlah kunjungan pasien menjelang Ramadan.

“Biasanya, menjelang Ramadan, intensitas masyarakat yang memeriksakan kondisi kesehatannya meningkat. Mereka ingin memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima agar dapat menjalankan ibadah puasa dengan optimal,” ujar Deden.

Dalam peninjauan tersebut, Deden mengecek sejumlah fasilitas layanan, mulai dari ruang pendaftaran, instalasi rawat jalan, hingga ruang perawatan. Ia juga berdialog langsung dengan pasien dan tenaga medis guna memastikan pelayanan berjalan baik dan responsif.

Selain kesiapan sarana dan prasarana, Deden menekankan pentingnya aksesibilitas layanan bagi masyarakat kurang mampu, khususnya peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI). Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada diskriminasi dalam pemberian layanan kesehatan.

“Instruksi Bapak Gubernur sangat jelas: jangan sampai ada masyarakat tidak mampu yang tidak terlayani. Semua harus mendapatkan hak yang sama. Tadi saya memantau langsung, warga yang kategorinya sempat terhapus dari data kepesertaan pun tetap dilayani dengan baik,” tegasnya.

Deden Apriandhi turut mengingatkan seluruh jajaran RSUD Banten agar senantiasa mengedepankan nilai kemanusiaan dengan memprioritaskan penanganan medis dibandingkan proses administrasi, khususnya dalam situasi darurat.

“Rumah sakit adalah tumpuan harapan masyarakat. Berikan pelayanan terbaik. Jangan bertanya soal pembayaran atau status asuransi di awal. Layani dahulu, utamakan pertolongan pertama, urusan administrasi bisa menyusul,” tambah Deden.

Deden Apriandhi menekankan pentingnya pelayanan yang humanis serta kenyamanan lingkungan rumah sakit, termasuk penerapan 3S (Salam, Senyum, Sapa) dan kebersihan fasilitas, karena berpengaruh pada proses pemulihan pasien.

Pemerintah Provinsi Banten juga berkomitmen mendukung penguatan layanan RSUD Banten melalui pendanaan BLUD dan APBD, termasuk rencana penambahan ruang rawat inap secara bertahap sesuai kemampuan fiskal daerah.

Direktur RSUD Banten, Danang Hamsah Nugroho, menyambut positif arahan Sekda dan berkomitmen menindaklanjuti hasil evaluasi guna meningkatkan kepuasan masyarakat.

Ia juga menegaskan komitmen untuk memperkuat etos kerja serta mempertahankan predikat Zona Integritas melalui aksi nyata di lapangan.(WartainBanten)

Pemerintah Provinsi Banten dan Kepolisian Daerah Banten Gelar Rakor Jelang Ramadan 2026

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 19 Februari 2026  — Pemerintah Provinsi Banten bersama Kepolisian Daerah Banten menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapan Memasuki Bulan Ramadan 2026 guna memastikan ketersediaan bahan pokok dan kondusivitas wilayah. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Polda Banten, Kota Serang, Rabu (18/2/2026).

Gubernur Banten, Andra Soni, dalam sambutan yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Banten, Deden Apriandhi, menekankan sejumlah isu strategis yang menjadi prioritas pemerintah daerah menjelang Ramadan dan Idul Fitri.

Di antaranya adalah ketersediaan dan kelancaran distribusi Bahan Pokok Penting (Bapokting), stabilitas harga di pasaran, serta antisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Forum ini sangat penting untuk memperkuat koordinasi dan langkah antisipatif bersama dalam menjamin ketersediaan bahan pokok, stabilitas harga, pencegahan gangguan kamtibmas, hingga kesiapan menghadapi arus mudik dan balik Idul Fitri,” ujar Deden saat membacakan sambutan Gubernur.

Ketegasan Terhadap Spekulan Pangan

Kapolda Banten, Hengki, menegaskan pihaknya akan memantau ketat ketersediaan bahan pokok seperti beras, gula, tepung terigu, dan minyak goreng serta menindak tegas praktik penimbunan melalui Satgas Pangan bersama pemerintah daerah.

“Satgas Pangan Polda Banten akan melakukan tindakan tegas bersama pemerintah daerah jika ditemukan adanya penimbunan oleh spekulan. Kami ingin memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi tanpa kendala,” tegas Irjen Pol. Hengki.

Kepolisian Daerah Banten juga memastikan harga di pasar tradisional dan modern tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Kesiapan Operasi Ketupat 2026

Menyangkut pengamanan wilayah, Kepolisian Daerah Banten akan melaksanakan Operasi Ketupat mulai 25 Februari 2026. Berbagai persiapan infrastruktur pendukung tengah dilakukan, termasuk perbaikan dan penambahan penerangan Jalan Umum (PJU), perbaikan ruas jalan yang rusak, penempatan tambahan CCTV di titik-titik rawan, serta sosialisasi dan penyampaian imbauan keamanan kepada masyarakat.

“Tiga poin penting kami adalah ketersediaan bapokting, harga yang terjaga sesuai HET, dan situasi kamtibmas yang tetap kondusif,” tambah Kapolda.

Dukungan Legislatif dan Pesan Harmoni

Ketua DPRD Banten, Fahmi Hakim, mengapresiasi langkah responsif Pemerintah Provinsi Banten dan Kepolisian Daerah Banten dalam menjaga keamanan menjelang Ramadan, diharapkan memberikan rasa aman bagi warga.

“Kami sangat mengapresiasi langkah komprehensif ini. Kehadiran Polri di tengah masyarakat menjelang Ramadan memberikan rasa nyaman,” kata Fahmi.

Kapolda Banten juga menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa dan Tahun Baru Imlek, serta mengajak masyarakat terus menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama.(WartainBanten)

Dihari Pertama Puasa Polsek Bekasi Barat Bagikan Takjil Kepada Warga Masyarakat

0

warta.in Bekasi ◊ Kamis, 19 Februari 2026

Kota Bekasi, – Sebanyak 100 paket takjil dibagikan kepada warga dan para pengendara yang melintas di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Bekasi Barat, pada hari pertama bulan Ramadan, Kamis (19/2/2026). Kegiatan sosial tersebut digelar oleh Polsek Bekasi Barat sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang menjalankan ibadah puasa.

Pembagian takjil dipimpin langsung oleh Kapolsek Bekasi Barat, AKP Dr. H. Wahyudi, SH., MH., bersama jajaran anggota. Sejak sore hari, petugas tampak turun ke jalan menyapa warga dengan ramah sembari menyerahkan paket makanan untuk berbuka puasa.

Kapolsek Bekasi Barat menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat, khususnya di momentum bulan suci Ramadan. Selain berbagi, kehadiran polisi di tengah masyarakat juga diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pengguna jalan.

Warga dan pengendara yang menerima takjil menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka mengapresiasi langkah Polsek Bekasi Barat yang dinilai tidak hanya menjaga keamanan wilayah, tetapi juga menunjukkan kepedulian sosial di bulan penuh berkah.

(Alpin A.S)

Perkuat Ukhuwah Islamiyah, Pangdam II/Sriwijaya Hadiri Pembukaan Safari Ramadhan

0

Warta.In | Palembang, – Pangdam II/Sriwijaya, Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A., menghadiri Acara Pembukaan Safari Ramadhan 1447 H/2026 M yang digelar Pemprov Sumsel bertempat di Griya Agung, Palembang, pada Rabu (18/02/2026)._

Acara ini dipimpin langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, dan dihadiri oleh jajaran unsur Forkopimda Sumatera Selatan. Diantara tokoh yang hadir tampak juga Kapolda Sumsel, Irjen Pol Dr. H. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., serta Kakanwil Kemenag Sumsel, Dr. Syafitri Irwan, S.Ag., M.Pd.I.

Dalam sambutannya, Gubernur Sumsel menyampaikan pesan penting mengenai makna ibadah di bulan penuh berkah ini. Dirinya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menyikapi bulan Ramadhan dengan bijak serta bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah agar suasana tetap aman dan damai.

Menurut Herman Deru, ketenangan wilayah merupakan kunci utama bagi umat Muslim dalam menjalankan ibadah secara khusyuk.

Lebih lanjut, Gubernur menekankan bahwa fokus utama selama bulan Ramadhan adalah transformasi spiritual bagi setiap individu. “Yang terpenting adalah bagaimana kita menjalankan ibadah dengan baik dan fokus pada peningkatan kualitas iman kita,” ujarnya

Sebagai langkah nyata memperkuat ukhuwah Islamiyah di Sumatera Selatan, kegiatan Safari Ramadhan ini nantinya akan dilaksanakan secara bergilir. Rangkaian kunjungan akan menyasar berbagai instansi mulai dari TNI, Polri, Forkopimda, hingga lingkungan BUMN dan BUMD di wilayah Sumsel, guna memastikan semangat kebersamaan terus terjaga sepanjang bulan suci.

Pangdam II/Sriwijaya Pimpin Sidang Parade Calon Bintara PK TNI AD Gelombang I TA. 2026

0

Warta.In | Palembang, – Pangdam II/Sriwijaya, Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A., memimpin Sidang Parade dan Pemilihan Penerimaan Calon Bintara PK TNI AD Gelombang I TA. 2026 Tingkat Sub Panitia Pusat (Panpus) Kodam II/Sriwijaya bertempat di Aula Wijaya Kusuma Ajendam II/Sriwijaya, Jalan Urip Sumoharjo, Sekojo, Kota Palembang, Kamis (19/02/2026)._

Selaku Ketua Sidang, Mayjen TNI Ujang Darwis didampingi oleh jajaran pejabat, di antaranya Kolonel Kav Husnizon yang menjabat sebagai Wakil Ketua dan Aspers Kasdam II/Sriwijaya, Kolonel Inf Didik Efendy, S.I.P., sebagai Sekretaris I. Kehadiran para perwira pengawas (Pawas) serta para Ketua Tim dari masing-masing bidang seleksi memastikan bahwa proses pemantauan dan penilaian berjalan sesuai standar operasional yang ketat.

Proses seleksi ini merupakan tahap krusial dalam menyaring putra-putra terbaik bangsa yang memiliki dedikasi tinggi untuk mengabdi melalui jalur Bintara TNI AD. Sidang ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil pemeriksaan secara menyeluruh, mulai dari aspek administrasi, kesehatan, jasmani, hingga psikologi, guna mendapatkan calon prajurit yang memenuhi kualifikasi fisik maupun mental yang dipersyaratkan oleh institusi.

Demi menjaga kelancaran dan efektivitas mekanisme penilaian, panitia membagi para peserta ke dalam tiga gelombang pemeriksaan. Pengaturan ini dilakukan agar tim penguji dapat melakukan observasi secara lebih mendalam dan objektif terhadap setiap kandidat, sehingga prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam proses rekrutmen tetap terjaga dengan baik di lingkungan Kodam II/Sriwijaya.

Melalui sidang parade ini, diharapkan akan terpilih calon-calon Bintara yang tangguh, profesional, dan siap menjalani pendidikan militer untuk memperkuat jajaran TNI Angkatan Darat di masa depan. Sangat Penting objektivitas dalam memilih peserta, karena kualitas prajurit yang dipilih hari ini akan sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan tugas TNI AD ke depan.

Hal ini sejalan dengan penekanan Pangdam II/Sriwijaya, bahwa seluruh proses masuk TNI tidak dipungut biaya atau gratis dan murni atas usaha sendiri. Dirinya mengajak kita bersama untuk berantas mafia werving yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu. Bila ada aduan masyarakat terkait praktik ilegal tersebut, diharapkan segera melapor ke Pomdam II/Sriwijaya untuk ditindaklanjuti secara hukum.

Polres Muara Enim Gelar Konferensi Pers Kedua, Ungkap Kasus Pengancaman dengan Penembakan Senjata Api

0

WARTA.In | MUARA ENIM – Polres Muara Enim kembali menggelar konferensi pers kedua terkait pengungkapan tindak pidana pengancaman dengan menggunakan senjata api yang disertai penembakan sebanyak lima kali. Kegiatan berlangsung di Mapolres Muara Enim dan dihadiri insan pers dari media cetak maupun online, Kamis (19/2/26)

Konferensi pers tersebut dipimpin oleh Wakapolres Muara Enim Kompol Toni Arman, S.H., didampingi Kasat Reskrim AKP M. Andrian, S.Tr.K., S.I.K., M.Si., Kasi Humas AKP RTM. Situmorang, Kanit Reskrim Polsek Lembak, Kanit I Sat Reskrim, serta personel Sat Reskrim dan Sihumas Polres Muara Enim.

Dalam penyampaiannya, pihak kepolisian menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP / B – 38 / II / 2026 / SPKT / Polres Muara Enim / Polda Sumsel, tanggal 15 Februari 2025.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 15 Februari 2025, sekitar pukul 04.00 WIB, di sebuah rumah kontrakan di Jalan Kirab Remaja RT 04 RW 04, Desa Suka Maju, Kelurahan Air Lintang, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim. Korban merupakan seorang perempuan berinisial F.Y. (36) sedangkan tersangka laki-laki berinisial F.A.P. (29)

Dijelaskan bahwa tersangka mendatangi rumah kontrakan tersebut dengan tujuan mencari pacarnya yang tengah berselisih paham dengannya. Namun karena pintu tidak dibuka oleh penghuni, tersangka yang diduga dalam pengaruh minuman beralkohol menjadi emosi. Ia kemudian mengeluarkan senjata api laras pendek dan melepaskan lima kali tembakan ke arah bangunan rumah.

Tembakan mengenai pintu depan, kusen jendela, kaca jendela, bahkan menembus hingga ke bagian dalam rumah. Saat kejadian, korban dan saksi berupaya menyelamatkan diri dengan bersembunyi di kamar tidur dan kamar mandi. Tidak terdapat korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut.

Usai melakukan aksinya, tersangka melarikan diri. Korban segera menghubungi Call Center 110, dan personel Polres Muara Enim langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta memintai keterangan saksi.

Berdasarkan hasil penyelidikan cepat, pada hari yang sama sekitar pukul 14.00 WIB, tersangka berhasil diamankan di kontrakannya di Desa Tegal Rejo, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim. Penangkapan dilakukan kurang lebih 10 jam setelah kejadian.

Dari tangan tersangka, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu pucuk senjata api laras pendek Baikal PMM Cal 7,65 beserta magazen berisi tiga butir amunisi, satu pucuk senjata air gun Glock Gen 3 9×19, tiga butir selongsong peluru kaliber 7,65, tiga butir proyektil peluru kaliber 7,65, 25 butir amunisi kaliber 7,65, satu unit handphone, satu unit mobil Mitsubishi Triton 2.4L DC GLS (4×4), serta satu buah kunci remote kendaraan dan dompet kulit warna hitam.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 306 Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun, serta Pasal 448 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman pidana paling lama 1 tahun.

Dalam konferensi pers tersebut, jajaran Polres Muara Enim menegaskan bahwa tersangka melakukan aksi seorang diri dan proses penanganan perkara dilakukan secara cepat, profesional, serta sesuai prosedur hukum yang berlaku. Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila mengetahui adanya tindak pidana melalui layanan 110 guna menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

Sinergi Polri dan Pemda: Polda Sumsel Laksanakan Assessment Center Jabatan Sekda Muba

0

WARTA.IN | PALEMBANG – Kepolisian Daerah Sumatera Selatan melalui Biro Sumber Daya Manusia (SDM) menggelar kegiatan Penilaian Uji Kompetensi Assessment Center bagi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Assessment Center Mapolda Sumsel pada Kamis, 19 Februari 2026.

Pelaksanaan uji kompetensi ini merupakan bentuk sinergi antara Polri dan pemerintah daerah dalam mewujudkan seleksi jabatan yang transparan dan akuntabel. Sebanyak enam orang peserta mengikuti rangkaian tes yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB hingga selesai.

Acara pembukaan dihadiri langsung oleh Karo SDM Polda Sumsel Kombes Pol Sudrajad Hariwibowo, S.I.K., M.Si., bersama Wakil Bupati Musi Banyuasin Abdur Rohman Husen. Turut hadir pula Tim Asesor dari SSDM Polri yang dipimpin oleh Asesor Madya TK I Kombes Pol I Wayan Gede Ardana, S.I.K., M.Si.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menyatakan bahwa keterlibatan Polda Sumsel dalam proses ini adalah wujud profesionalisme Polri dalam memberikan pelayanan penilaian kompetensi bagi instansi luar. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan figur pimpinan yang memiliki kompetensi sesuai standar.

“Polda Sumsel berkomitmen mendukung terciptanya tata kelola pemerintahan yang baik melalui proses seleksi yang objektif. Dengan fasilitas Assessment Center yang kami miliki, diharapkan calon Sekretaris Daerah yang terpilih nantinya benar-benar memiliki kapabilitas yang mumpuni,” ujar Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya.

Rangkaian kegiatan meliputi berbagai tahapan simulasi, di antaranya registrasi asesi, sosialisasi uji kompetensi, serta pelaksanaan simulasi alat ukur In Tray dan Problem Analysis. Para peserta juga menjalani simulasi Leaderless Group Discussion (LGD) dan wawancara berbasis perilaku atau Behavioral Event Interview (BEI).

Kegiatan ditutup dengan rapat tim asesor untuk pembuatan laporan hasil penilaian pada pukul 17.00 WIB. Seluruh tahapan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.