34.5 C
Jakarta
Minggu, Mei 10, 2026
Beranda blog Halaman 236

Polsek Cempaka Putih Hadiri Silaturahmi Mitra Koramil Sambut Ramadan 1447 H

0

Warta.in Jakarta Pusat – Dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, Mitra Koramil 06 Cempaka Putih menggelar kegiatan silaturahmi bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, serta unsur tiga pilar di Aula Masjid Jami Al Nizam, Jalan Rawasari Timur RT 016/002, Kelurahan Cempaka Putih Timur, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Sabtu (14/2/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Kecamatan Cempaka Putih, Babinsa, perwakilan Polsek Cempaka Putih, Ketua Mitra Koramil beserta anggota, tokoh agama Ustadz Waldjo, Spdi, serta para undangan lainnya.

Silaturahmi tersebut menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) menjelang Ramadan. Selain itu, kegiatan juga diisi dengan pembagian paket sembako dari Mitra Koramil dan Polsek Cempaka Putih kepada warga yang membutuhkan.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung, menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat dengan pendekatan humanis.

“Silaturahmi ini bukan hanya mempererat hubungan antara aparat dan masyarakat, tetapi juga sebagai sarana membangun kepedulian sosial. Kami berharap kebersamaan ini dapat menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan kondusif selama bulan suci Ramadan,” ujar Kapolres.

Sementara itu, Kapolsek Cempaka Putih, Kompol Pengky Sukmawan, menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kamtibmas di wilayahnya.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan, meningkatkan toleransi, serta memperkuat nilai kepedulian terhadap sesama. Momentum Ramadan ini kita jadikan sebagai sarana refleksi diri untuk meningkatkan iman, disiplin, dan semangat kebersamaan,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa Polsek Cempaka Putih siap bersinergi dengan Mitra Koramil, tokoh agama, dan tokoh masyarakat dalam menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi warga selama Ramadan.

Kegiatan silaturahmi ditutup dengan doa bersama dan penyerahan bantuan paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan sebagai wujud kepedulian sosial serta semangat berbagi menjelang Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Sinergi Polisi dan Security RS Evasari Demi Lingkungan Aman dan Kondusif

0

Warta.in Jakarta Pusat – Dalam upaya mempererat silaturahmi sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Bhabinkamtibmas Kelurahan Rawasari, Aiptu Ronianto, melaksanakan kegiatan sambang kamtibmas di RS Evasari, Jalan Rawamangun RT 07 RW 03, Kelurahan Rawasari, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Sabtu (14/2/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Aiptu Ronianto bertemu dengan petugas keamanan RS Evasari, Sofyan. Ia menyampaikan imbauan agar selalu waspada terhadap potensi tindak kejahatan seperti jambret, pencurian kendaraan bermotor (curanmor), maupun gangguan kamtibmas lainnya. Selain itu, disosialisasikan pula layanan darurat Polri melalui nomor 110 agar segera digunakan apabila membutuhkan kehadiran polisi.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold E.P Hutagalung, mengatakan bahwa kegiatan sambang ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat.

“Melalui sambang kamtibmas, anggota kami membangun komunikasi yang baik dengan petugas keamanan dan masyarakat. Ini penting agar tercipta rasa aman serta adanya kerja sama dalam mencegah terjadinya tindak kejahatan,” ujar Kapolres.

Ia menambahkan, sinergi antara polisi dan unsur keamanan lingkungan menjadi kunci dalam menciptakan situasi yang kondusif, khususnya di wilayah yang memiliki aktivitas publik seperti rumah sakit.

Sementara itu, Kapolsek Cempaka Putih, Kompol Pengky Sukmawan, menuturkan bahwa kegiatan tersebut juga bertujuan untuk memberikan edukasi kepada petugas keamanan agar lebih sigap dan responsif.

“Kami mengimbau agar security selalu meningkatkan kewaspadaan, melakukan pengawasan lingkungan secara rutin, serta tidak ragu menghubungi layanan 110 bila menemukan hal mencurigakan. Kehadiran polisi harus dirasakan sebagai mitra yang siap membantu,” ucap Kapolsek.

Dengan adanya kegiatan sambang ini, diharapkan terjalin hubungan yang harmonis antara Polri dan petugas keamanan, sehingga potensi gangguan kamtibmas dapat dicegah sejak dini dan lingkungan sekitar RS Evasari tetap aman serta kondusif.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

*Penanaman Jagung di Desa Muara Dua: Sinergi Kepolisian dan Masyarakat Dukung Ketahanan Pangan*

0

PALI – Kelompok Tani (Poktan) “Usaha Bersama” di Desa Muara Dua, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), melaksanakan penanaman jagung di lahan pertanian seluas 1 hektare, Sabtu (14/2/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional dan memperkuat ekonomi masyarakat desa.

 

Penanaman jagung dilakukan secara manual menggunakan metode tugal dengan bibit jagung jenis BISI-18 dan dukungan pupuk NPK Urea. Poktan “Usaha Bersama” beranggotakan tujuh orang dan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Muara Dua dengan dukungan Dana Desa Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp20 juta hingga Rp25 juta per hektare.

 

Kapolsek Tanah Abang AKP Arzuan, S.H., melalui Ps. Kanit Binmas MGS. Junaidi, S.H., menyatakan bahwa pihak kepolisian akan terus melakukan pendampingan dan monitoring terhadap program pertanian masyarakat agar berjalan optimal dan tepat sasaran.

 

“Polri tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan, tetapi juga hadir mendorong produktivitas masyarakat. Program pertanian berbasis kelompok tani yang dikelola secara baik dan transparan diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tegas Kapolres PALI Yunar Hotma Parulian Sirait melalui Kapolsek Tanah Abang.

 

Kegiatan penanaman jagung ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kecamatan Tanah Abang.

Penanaman Jagung Poktan “Usaha Bersama” di Desa Muara Dua, Dukung Ketahanan Pangan Desa

0

Penanaman Jagung Poktan “Usaha Bersama” di Desa Muara Dua, Dukung Ketahanan Pangan Desa

Sumatra Selatan, Warta.in, PALI — Upaya mendukung ketahanan pangan nasional terus diperkuat melalui kolaborasi antara kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat. Salah satunya terlihat dalam kegiatan penanaman jagung yang dilaksanakan Kelompok Tani (Poktan) “Usaha Bersama” di Desa Muara Dua, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sabtu (14/2/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.30 WIB tersebut berlangsung di lahan pertanian seluas 1 hektare dan selesai pada pukul 10.10 WIB dalam situasi aman, tertib, dan kondusif. Penanaman jagung dilakukan secara manual menggunakan metode tugal dengan bibit jagung jenis BISI-18 serta dukungan pupuk NPK Urea.

Kapolsek Tanah Abang AKP Arzuan, S.H., yang diwakili Ps. Kanit Binmas MGS. Junaidi, S.H., hadir bersama perangkat desa, Aswin Obeni selaku kepala desa Muara dua, Ketua Poktan “Usaha Bersama” Adnan beserta anggota, Bhabinkamtibmas Desa Muara Dua, serta anggota Linmas desa setempat.

Poktan “Usaha Bersama” sendiri beranggotakan tujuh orang dan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Muara Dua dengan dukungan Dana Desa Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp20 juta hingga Rp25 juta per hektare. Program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa.

Kapolsek Tanah Abang AKP Arzuan, S.H. menegaskan bahwa pihak kepolisian akan terus melakukan pendampingan dan monitoring terhadap program pertanian masyarakat agar berjalan optimal dan tepat sasaran.

Sementara itu, Kapolres PALI Yunar Hotma Parulian Sirait melalui Kapolsek Tanah Abang menyampaikan bahwa keterlibatan Polri dalam kegiatan pertanian masyarakat merupakan bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan serta penguatan ekonomi desa.

“Polri tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan, tetapi juga hadir mendorong produktivitas masyarakat. Program pertanian berbasis kelompok tani yang dikelola secara baik dan transparan diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat serta menjadi contoh pengelolaan Dana Desa yang akuntabel,” tegas Kapolres.

Ia juga mengingatkan pentingnya komitmen Ketua Poktan dan seluruh anggota untuk merawat tanaman jagung hingga masa panen agar hasil yang diperoleh maksimal dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan adanya sinergi antara Polsek Tanah Abang, pemerintah desa, dan kelompok tani, program penanaman jagung ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kecamatan Tanah Abang.

Dirreskrimsus Polda NTB Hadiri Gerakan Pangan Murah Nasional, Jelang HBKN 2026

0

Dirreskrimsus Polda NTB Hadiri Gerakan Pangan Murah Nasional, Jelang HBKN 2026

Warta.in
Mataram, NTB – Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimss) Polda NTB, Kombes Pol. FX Endriadi, S.I.K., menghadiri langsung kegiatan Gerakan Pangan Murah Serentak Nasional yang digelar di Lapangan Banteng, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Jumat (13/02/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur pendukung Satgas Saber Pangan NTB, pimpinan wilayah Perum Bulog NTB, perwakilan Bank Indonesia, Karo Ekonomi Pemprov NTB, Kasubdit 1 Indaksi Ditreskrimsus Polda NTB, Kadis Perindag NTB, serta Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB.

Dalam keterangannya kepada awak media di sela kegiatan, Kombes Pol. FX Endriadi menyampaikan bahwa Gerakan Pangan Murah ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia sebagai langkah strategis pemerintah menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) tahun 2026.

“Hari ini kita di Nusa Tenggara Barat menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah. Kegiatan ini berlangsung serentak secara nasional dalam rangka menjelang HBKN tahun 2026,” ungkapnya.

Selain pelaksanaan di lapangan, kegiatan ini juga terhubung secara virtual melalui Zoom Meeting untuk mendengarkan arahan dari Menteri Pertanian Republik Indonesia dan diikuti seluruh Satgas Saber Pangan se-Indonesia.

Dalam arahannya, Menteri Pertanian menekankan pentingnya ketegasan dalam pengawasan distribusi dan harga komoditas pangan. Satgas Saber Pangan diminta tidak ragu mengambil tindakan tegas terhadap oknum atau pelaku usaha yang menjual komoditas pangan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), Harga Acuan Pembelian (HAP), maupun Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

“Bapak Menteri menekankan agar kita tidak ragu-ragu mengambil tindakan tegas jika ada pelaku usaha yang menjual komoditas di atas ketentuan. Intinya, Satgas Saber harus terus melakukan pembinaan, pengawasan, serta penindakan sebagai upaya preventif dan antisipasi pelanggaran,” tegas Dirreskrimsus.

Ia menambahkan, Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam menjaga stabilitas stok, mutu, dan harga bahan pokok penting (bapokting), sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

“Satgas Saber Pangan NTB berkomitmen akan terus mendukung upaya pemerintah dalam menjaga kestabilan harga bapokting,” tutupnya.

Dengan sinergi lintas instansi dan pengawasan yang diperketat, diharapkan stabilitas pangan di NTB tetap terjaga sehingga masyarakat dapat menjalani momentum HBKN dengan tenang dan aman.(sr/hpntb)

PWI Bekasi Raya Laksanakan Papajar Sambut Bulan Suci Ramadhan

0

warta.in Bekasi ◊ Sabtu, 14 Februari 2026

BEKASI RAYA | – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi Raya menggelar kegiatan Papajar dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H. Tradisi khas masyarakat Sunda ini dilaksanakan di Aula PWI Bekasi Raya sebagai ajang silaturahmi dan penguatan kebersamaan antar anggota.

Papajar merupakan tradisi masyarakat Sunda di wilayah Jawa Barat seperti Cianjur, Sukabumi, dan Bogor, yang dilakukan satu hingga dua minggu sebelum Ramadhan. Istilah ini berasal dari kata mapag fajar yang berarti menjemput cahaya atau datangnya bulan suci. Dalam praktiknya, kegiatan ini identik dengan botram atau makan bersama secara lesehan sebagai simbol kesetaraan dan kebersamaan.

Secara historis, tradisi Papajar telah dikenal sejak abad ke-16. Awalnya, masyarakat berkumpul di masjid untuk menunggu pengumuman awal puasa, kemudian berkembang menjadi kegiatan makan bersama dan rekreasi keluarga.

Tradisi ini mencerminkan rasa syukur, mempererat tali silaturahmi, serta menjadi momentum membersihkan hati sebelum memasuki bulan penuh ibadah.

Ketua PWI Bekasi Raya, Ade Muksin, mengatakan bahwa kegiatan ini memiliki makna penting bagi organisasi.

“Kita ini organisasi nasional, sehingga harus mencerminkan kerukunan sesama manusia tanpa memandang latar belakang. Inilah salah satu tujuan kegiatan Papajar kita laksanakan di lingkungan PWI Bekasi Raya,” ujarnya.

Ade juga menyampaikan rasa syukur atas kesehatan dan kesempatan yang masih diberikan Allah SWT untuk menyambut Ramadhan tahun ini.

“Sebagai wujud rasa syukur atas kesehatan dan nikmat yang saya rasakan hingga hari ini, saya ingin membersihkan hati sepenuhnya dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Alhamdulillah Allah SWT masih memberi waktu, dan insyaallah mudah-mudahan saya dapat menjalankan puasa dengan baik,” ungkapnya.

Ia berharap seluruh anggota PWI Bekasi Raya dapat hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk kebersamaan dan solidaritas organisasi.

Dengan suasana lesehan dan makan bersama menggunakan daun pisang, kegiatan Papajar diharapkan tidak sekadar menjadi tradisi seremonial, tetapi juga momentum memperkuat persaudaraan, menumbuhkan semangat kebersamaan, serta menyatukan hati dalam menyongsong bulan penuh berkah.

(Alpin A.S)

Jika Ini Dibiarkan, Bukan Hanya Tanah yang Terkikis — Wibawa Hukum Ikut Terkubur

0

Pemerintah,Tuban||war ta.in — Deru alat berat yang terus mengoyak perut bumi bukan sekadar suara mesin. Ia menjadi simbol dari sesuatu yang lebih dalam: potensi penggerusan hukum itu sendiri. Jika dugaan pelanggaran tambang ini benar dan tetap dibiarkan, yang terkikis bukan hanya lapisan tanah—melainkan kewibawaan negara di hadapan rakyatnya.

Aktivitas pertambangan tanpa kepastian legalitas bukan perkara administratif yang bisa ditambal dengan klarifikasi singkat. Dalam kerangka hukum nasional, praktik semacam itu berpotensi masuk ranah pidana.(14/2/26)

Operasi tanpa izin, penyalahgunaan dokumen, hingga pengabaian kewajiban reklamasi dan lingkungan dapat dikualifikasikan sebagai tindak pidana, bukan sekadar pelanggaran teknis.
Lebih mengkhawatirkan lagi adalah jika ada pembiaran sistematis.

Ketika laporan masyarakat mengemuka namun tak kunjung direspons, ketika aktivitas terus berjalan tanpa penindakan, maka muncul pertanyaan mendasar: di mana fungsi pengawasan? Siapa yang seharusnya menghentikan, namun memilih diam?

Dalam konstruksi hukum pidana, pembiaran oleh pihak yang memiliki kewenangan bukan tindakan netral. Jika unsur kesengajaan atau kelalaian berat terpenuhi, konsekuensinya dapat menyeret pada dugaan penyalahgunaan wewenang atau turut serta dalam perbuatan pidana.
Hukum tidak hanya mengejar pelaku lapangan—ia menelusuri rantai tanggung jawab hingga ke atas.

Jika negara gagal bertindak atas dugaan pelanggaran terang-benderang, maka pesan yang lahir di ruang publik sangat berbahaya: hukum bisa dinegosiasikan, aturan bisa ditawar, dan kewenangan bisa dipakai sesuka hati. Di titik itu, yang runtuh bukan sekadar lereng tambang—melainkan kepercayaan publik.

Kini publik menunggu langkah nyata, bukan sekadar janji “akan mengecek.”
Karena ketika tanah terus terkikis tanpa kepastian hukum, yang sesungguhnya terkubur perlahan adalah wibawa hukum itu sendiri…(bersmbung)

PSI Rembang Fokus Garap Akar Rumput, Siapkan Layanan Advokasi Hukum Gratis untuk Warga

0

Warta.in//Jateng Rembang// Sabtu (14/2/2026), Ketua DPC Partai Solidaritas Indonesia Kabupaten Rembang, Rachmad Hidayat, S.H., menegaskan bahwa saat ini PSI Rembang masih fokus memperkuat struktur organisasi hingga tingkat paling bawah, yakni ranting desa dan kelurahan.

Rachmad Hidayat menyampaikan bahwa arahan dari Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, jelas meminta seluruh jajaran daerah untuk menyelesaikan konsolidasi dari akar rumput sebelum masuk pada pembahasan program besar partai.

“Petunjuk dari Ketua Umum Mas Kaesang itu jelas, kami diminta fokus menyelesaikan struktur dari ranting-ranting dulu. Setelah itu baru diizinkan membahas program secara menyeluruh,” ujar Rachmad.

Meski masih dalam tahap konsolidasi, PSI Rembang telah mulai menjalankan program nyata yang langsung menyentuh masyarakat. Salah satunya melalui layanan advokasi, edukasi, dan perlindungan hukum gratis (pro bono) bagi warga yang mengalami permasalahan hukum.

Program tersebut dijalankan dengan menggandeng tim kuasa hukum yang terafiliasi dengan PSI. Hingga kini, menurut Rachmad, sudah ada sejumlah kasus yang berhasil ditangani, termasuk perkara yang berujung pada penahanan hingga restorative justice (RJ).

“Semua itu kami lakukan tanpa biaya. Jadi masyarakat Rembang yang memiliki keluhan atau kendala hukum, insya Allah kami siap membantu dan mensupport, sepanjang bisa dimediasi,” tegasnya.

Menjelang bulan Ramadan, PSI Rembang juga telah menyiapkan sejumlah kegiatan sosial dan keagamaan, termasuk agenda buka puasa bersama yang akan digelar di sekretariat maupun DPC-DPC kecamatan.

Dalam hal struktur organisasi, Rachmad mengungkapkan progres signifikan. Dalam waktu satu minggu setelah menerima SK DPD, seluruh DPC di tingkat kecamatan se-Kabupaten Rembang telah terbentuk. Sementara itu, pembentukan ranting desa dan kelurahan telah mencapai sekitar 70 persen dari total 298 desa dan kelurahan di Rembang.

“Target kami sebenarnya enam bulan, tapi insya Allah tiga bulan terakhir ini bisa kami tuntaskan semuanya,” ujarnya optimistis.

Ke depan, setelah seluruh ranting terbentuk, PSI berencana menggelar kegiatan besar sebagai bentuk konsolidasi dan deklarasi kekuatan struktur. Rachmad menyebut, agenda serupa telah dijalankan di daerah lain dengan menghadirkan Ketua Umum PSI, bahkan berpeluang dihadiri Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang kini akrab disapa “Bang Jeck”.

Terkait arah politik ke depan, Rachmad tidak menampik bahwa dirinya berpotensi maju sebagai calon legislatif. Hal itu sejalan dengan arahan DPP PSI yang mewajibkan pengurus daerah untuk turut mencalonkan diri.

“Harapan kami, setiap dapil nanti punya kader calon yang mumpuni. Kami ingin membangun Rembang dengan bersinergi bersama PSI dan masyarakat,” katanya.

Meski Pemilu 2029 masih beberapa tahun lagi, Rachmad menilai waktu tersebut relatif singkat, terlebih bagi PSI yang masih tergolong baru dalam dunia politik.

“Ini butuh pembelajaran yang luar biasa. Jadi kami tetap berjalan, sambil terus menunggu arahan dari pusat,” pungkasnya.( wik )

HLM, NTB Fokus Pengentasan Kemiskinan dan Penguatan Ekonomi Desa

0

Warta. in
Mataram,NTB – Gubernur Lalu Muhamad Iqbal memimpin High Level Meeting (HLM) bertajuk “Orkestrasi Pembangunan” yang dihadiri seluruh bupati dan wali kota se-NTB di Hotel Katamaran, Jumat (13/2). Pertemuan tersebut membahas percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem, penguatan ekonomi desa, serta penanganan persoalan persampahan.

Dalam arahannya, Gubernur menekankan penguatan basis ekonomi desa melalui Koperasi Merah Putih. Hingga saat ini tercatat 1.166 Koperasi Desa (Kopdes) telah berbadan hukum di seluruh kabupaten/kota di NTB.

“Kami telah menetapkan 50 Kopdes Model berdasarkan identifikasi potensi wilayah. Dari jumlah tersebut, 10 koperasi telah mendapatkan dukungan penguatan dari Bank Mandiri,” ujarnya.

Selain itu, pertemuan juga membahas progres Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda sebagai bagian dari peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Selanjutnya, menyoroti program Desa Berdaya Transformatif yang menyasar 106 desa/kelurahan berstatus miskin ekstrem, Ia menegaskan pendekatan yang digunakan berorientasi pada pemberdayaan jangka panjang.

“Kita menghindari pendekatan ‘Sinterklas’ yang hanya memberi bantuan sosial sementara. Fokus kita adalah pemberdayaan jangka panjang agar masyarakat yang keluar dari garis kemiskinan tidak kembali lagi pada tahun berikutnya,” tegasnya.

Ia mengajak kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah pusat, NGO, CSR, hingga Baznas agar intervensi berjalan terpadu.

Terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), Gubernur meminta Satgas MBG di tingkat provinsi dan kabupaten/kota memperkuat koordinasi teknis agar pelaksanaan tepat sasaran.

Sementara, dalam bidang penataan ruang, Gubernur mengapresiasi daerah yang telah menuntaskan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan mendorong kabupaten/kota lain menyelesaikan dokumen tersebut paling lambat 2026 untuk mendukung kepastian investasi.

Terkait dengan pengelolaan sampah, Gubernur mendorong agar Bupati/Walikota menyusun dan mengambil langkah cepat disamping strategi jangka panjang.

“Masalah sampah ini kompleks. Untuk jangka pendek, saya sarankan daerah meningkatkan investasi pada pengadaan bak sampah standar dan truk compactor. Satu truk compactor setara kapasitasnya dengan tiga dump truck. Saat ini baru Kota Mataram yang memilikinya. Kita perlu dukungan APBD agar tidak ada lagi sampah yang menumpuk di pinggir jalan,” pungkasnya.

Menyoal pengelolaan sampah ini, Bupati Lombok Utara, Najmul Ahyar mengatakan saat ini salah satu fokus Pemkab KLU adalah menyelesaikan masalah sampah di destinasi wisata andalan yaitu Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air. Saat ini sudah tersedia 3 insinerator dan sedang mempersiapkan Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) tentang penanganan sampah dan juga pengelolaan air.

Sedangkan Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri mengatakan bahwa Pemkab Lombok Tengah sudah mulai meluncurkan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Resik dan Indah) di Kuta Mandalika. Rencananya gerakan ini akan rutin diadakan pada minggu ketiga di setiap bulan. Pathul juga melaporkan bahwa program prioritas nasional seperti Koperasi Merah Putih dan MBG sudah berjalan baik di Lombok Tengah. Namun pihaknya menyampaikan permohonan dukungan pemerintah provinsi ke pemerintah pusat dalam hal pengelolaan aset untuk beberapa koperasi di beberapa desa dan kelurahan di Lombok Tengah.(sr/dkisntb)

Gorong-gorong Jalan Menuju Desa Sungai Ibul TerPutus, (PU TR) PALI Gerak Cepat Lakukan Perbaikan ‎

0

Sumatera Selatan, PALI – Akses jalan penghubung antara ibu kota Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dengan tiga kecamatan di wilayah tersebut kini dalam kondisi memprihatinkan. Jalan yang menjadi jalur utama masyarakat dilaporkan putus akibat gorong-gorong yang terletak di Desa Sungai Ibul ambruk dan dalam masa perbaikan.

‎Peristiwa ambruknya gorong-gorong tersebut terjadi pada Jumat kemarin (13/02/2026). Diduga, gorong-gorong yang sudah termakan usia itu tidak lagi mampu menahan beban di tambah lagi curah musim hujan yang sangat tinggi dan mengakibatkan keropos atau eropsi tanah yang kian mengikis di sekitaran gorong-gorong, hingga akhirnya roboh dan menyebabkan badan jalan ikut amblas atau terjatuh.

‎Pantauan di lokasi saat ini menunjukkan kondisi jalan yang mulai runtuh dan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat maupun roda dua. Akibatnya, akses menuju Kecamatan Penukal terputus total.

‎Pemkab PALI, pada (14-02-2026) ‎‎pak Ristanto Wahyudi, ST., MT, kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PU TR) Kabupaten PALI bersama tim dengan sigap dan cepat segera melakukan perbaikan kerusakan gorong-gorong dan kami akan berikan akses jalan terbaik berkualitas bagi masyarakat karna ini adalah salah satu tanggung jawab dan bukti kami sebagai pemerintah kabupaten Penukal abab Lematang Ilir, agar akses jalan tersebut bisa di gunakan/di lewati kembali oleh masyarakat, mohon sekiranya untuk masyarakat kabupaten PaLi bersabar untuk sementara ini dalam proses perbaikan.

pentingnya akses jalan ini sangatlah berpengaruh bagi masyarakat yang berlalu lalang melintas karena ini termasuk jalan vital penghubung desa kecamatan dan kabupaten kota, untuk sementara ini kita bisa lihat dan lakukan pemantauan dilokasi tersebut Mulai beraktifitas dikerjakan.

Perbaikan gorong-gorong jalan desa sungai ibul kabupaten pali

‎muhamad Randi. Warta.in