30.7 C
Jakarta
Minggu, Mei 3, 2026
Beranda blog Halaman 318

Siapa Tersangka Lainnya Korupsi Bansos PENA Banjir Bandang Di Sihotang Samosir

0

Samosir, Pada 22 Desember 2025, Kejaksaan Negeri Samosir menetapkan Tersangka pada dugaan tindak pidana korupsi dana bansos PENA Kemensos untuk warga terdampak banjir bandang di Kenegerian Sihotang lalu yaitu FAK Kepala Dinas Sosial Kab Samosir. Penetapan hanya seorang tersangka menimbulkan beragam komentar di tengah masyarakat. Umumnya korupsi uang negera itu juga akan disertakan tersangka dari pihak swasta, mengapa pada kasus ini hanya ASN yang jadi tersangkanya ?

Bantuan kepada warga terdampak diserahkan langsung oleh Bupati Samosir secara simbolis sebelum diserahkan kepada Kepala Dinas Sosial. Tindakan simbolis ini bukan sekadar seremoni, melainkan penanda pengetahuan dan legitimasi kepala daerah atas program tersebut. Apakah Bupati Samosir sudah diperiksa oleh Kejaksaan Negeri Samosir ? Jika kemudian bantuan dialihkan dari skema tunai menjadi barang, disalurkan melalui BUMDes tertentu, dan berujung kerugian negara ratusan juta rupiah, maka dalih “tidak tahu” menjadi sulit diterima secara logika pemerintahan. Kepala Dinas Sosial adalah bawahan langsung Bupati Samosir sedangkan kebijakan strategis Bansos tak mungkin berjalan tanpa sepengetahuan Bupati Samosir.

Karena itu, patut diduga secara logis, bukan disimpulkan secara hukum bahwa peran Bupati Samosir perlu diperiksa. Penegakan hukum yang hanya berhenti di level bawahan berisiko menjadikan atasan kebal tanggung jawab. Dalam perkara bantuan bencana, yang dipertaruhkan bukan administrasi, melainkan hak dan kemanusiaan korban bencana di Sihotang, disampaikan oleh Dr drh Rotua Wendeilyna Simarmata MSi CMed, yang biasa disapa Wendy,.yang berprofesi sebagai Mediator Non Hakim di beberapa Pengadilan Negeri di Sumatera Utara

Sampai hari ini tidak ada pernyataan resmi dari Bupati Samosir apakah dirinya terlibat baik secara langsung atau tidak langsung pada korupsi dana bansos Pena di Sihotang.
Mengapa Kejaksaan Negeri Samosir hanya menahan Kadis Sosial saja, padahal hasil temuan menunjukkan adanya modus meminta 15% dari jumlah besaran bantuan yang dikucurkan pemerintah ke penerima manfaat .

Masyarakat Samosir mempertanyakan, siapa saja yang kecipratan dari 15% itu? Apakah Bupati Samosir, Vandiko T, juga termasuk di dalamnya?

Kejaksaan Negeri Samosir telah menetapkan FAK sebagai tersangka dan menyangkakan Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 Ayat (1), Ayat (2), dan Ayat (3) Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Nilai kerugian negara dalam kasus ini mencapai Rp 516 juta. Kejaksaan Negeri Samosir berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus korupsi ini dan mengembalikan kerugian negara.

“Tidak ada yang kebal hukum, termasuk Bupati Samosir. Kami menanti tersangka lainnya pada korupsi dana bansos PENA ini, ujar Wendy Simarmata

Diduga Dilindungi Pemkab dan APH, Diskotik Blue Night terus Exsis

0

Warta.in Langkat 3/1/25 – Meskipun adanya Peristiwa terkait Diskotik Blue Night di Binjai/Langkat, Sumatera Utara, yang terjadi pada bulan Oktober 2025 lalu, yang menelan satu Korban jiwa yang meninggal dunia akibat Over Dosis (OD) karena Narkoba, pada saat acara peluncuran (launching) tempat hiburan tersebut, namun Diskotik Blue Night tetap buka dan exsis hingga saat ini.

Korban yang dketahui bernama Supardi sempat dilarikan ke IGD Rumah Sakit Djuham Binjai, namun nyawanya tidak tertolong, Korban dinyatakan meninggal dunia beberapa saat setelah tiba di rumah sakit.

Diskotik Blue Night (juga disebut Blue Star) yang berlokasi di Sei Bingai, Langkat, tempat hiburan malam tersebut diketahui tidak memiliki izin operasional yang lengkap hanya memiliki izin bangunan dan karaoke, bukan Diskotik.

Peristiwa ini pun menjadi Sorotan Publik dan kembali membuka luka lama soal lemahnya Pengawasan dari Pemkab Langkat dan APH di tempat hiburan malam yang telah memakan Korban, seperti Diskotik Blue Night tersebut.

Banyaknya cibiran dan dugaan dari masyarakat yang mengatakan bahwa Diskotik Blue Night itu emang di pelihara oleh Pemkab dan APH setempat.

“Diskotik Blue Night tu peliharaan Pemkab dan APH, perhatikan aja Bang, gitu ada kejadian yang memakan Korban terus Viral, Diskotik Blue Night hanya disuruh tutup beberapa hari, tanpa adanya yang di tetapkan menjadi Tersangka atas adanya Korban Tewas di Diskotik tersebut, nah sekarang sudah buka dan exsis kembali, bukankah itu menunjukan bahwa Diskotik Blue Night emang di lindungi oleh Pemkab dan APH bang” jelas Masyarakat setempat kepada awak media.

Masyarakat juga memohon kepada Pemeritah pusat dan Kapolri untuk dapat menutup permanen Diskotik Blue Night dan menindak tegas Aparatur Pekab dan APH setempat yang melindungi Diskotik Blue Night tersebut, agar tidak ada lagi Korban Tewas karena ” OD “. (RN)

Ka Pos Pam RCW Medan Mendapatkan Kejutan Kue dan Ucapan selamat Ulang tahun dari Keluarga

0

Warta.in Medan – Suasana penuh keceriaan tergambar hari ini (3/1/2026) di Pos Pam RCW Medan, yang mana Ka Pos Pam RCW Medan Iptu Nizar Nasution mendapat surprise hari ulang tahun dari keluarga tercinta.Sabtu siang

Acara kejutan tersebut diawali dengan kedatangan Istri dan anak – anak dan rombongan dengan membawa kue ulang tahun, disambut hangat oleh Ka Pos Pam RCW Medan Iptu Nizar Nasution yang tidak menyangka bahwa hari ini akan menjadi hari yang istimewa baginya.

Ny Hanaya Nizar Nastion bersama rombongan tak lupa memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada Iptu Nizar Nasution sembari mendoakan beliau.

“Selamat ulang tahun, Pak Polisi ! (Ayah) semoga panjang umur, sehat selalu, dan sukses dalam melaksanakan tugas,” ucap Ny Hanaya Nizar Nasution dengan penuh semangat.

Ka Pos Pam RCW Medan Iptu Nizar Nasution yang tak bisa menyembunyikan rasa senangnya atas kejutan tersebut mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada keluarga tercinta “terimakasih banyak Mi, Kak Zi dan Anak Ayah yang gagah dan ganteng,atas kejutan yang luar biasa ini. Ayah sangat bersyukur kita masih diberikan kesehatan, insya Allah kedepannya kita masih diberikan kesehatan, rezeki, dan selalu dalam lindungan Allah Swt.amin”. kata Iptu Nizar Nasution

Suasana penuh kehangatan dan keceriaan terasa memenuhi ruangan Pos Pam RCW Medan, semua menikmati kue dan makanan yang tersedia, baik warga sekitar Pos Pam RCW dan abang – abang becak yang mangkal menunggu tumpangannya. (RN)

Seminar Natal Nasional – STFT Jakarta di 2026

0

Seminar Natal Nasional: Keluarga Bertahan di Tengah Tantangan Kota Metropolitan

Warta.in, Jakarta | (3 Januari 2026) — Panitia Natal Nasional 2025 secara resmi telah membuka rangkaian Seminar Natal Nasional yang berlangsung di sembilan kota di Indonesia. Mengusung tema Natal Nasional 2025, “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” yang terinspirasi dari Matius 1:21–24, kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya keluarga sebagai pusat pembentukan karakter, iman, dan ketahanan sosial bangsa.

Seminar ini diselenggarakan oleh Panitia Seminar Nasional sebagai bagian dari agenda resmi Natal Nasional 2025, selain bakti sosial, penyaluran bantuan bencana, bantuan beasiswa, bantuan perbaikan gereja, dan bantuan ambulans di lebih dari 10 titik wilayah di Indonesia. Secara khusus, kerja sama dengan berbagai lembaga keagamaan, universitas, organisasi kepemudaan, serta pemerintah daerah, seminar diharapkan mampu memberi pemetaan tantangan keluarga-keluarga di berbagai daerah di Indonesia.

Panitia juga berencana menerbitkan buku dalam bentuk elektronik agar bisa dibaca dan menjadi ruang refleksi yang kaya, relevan, dan berdampak bagi keluarga Indonesia di tengah tantangan zaman.

Ketua Umum Panitia Natal Nasional 2025, Maruarar Sirait, menyampaikan bahwa seminar ini bukan sekadar forum diskusi, tetapi momentum penting untuk mengajak masyarakat melihat kembali peran keluarga sebagai fondasi kehidupan.

“Melalui seminar di sembilan kota ini, kita ingin menghadirkan dialog yang membangun tentang bagaimana keluarga Indonesia dapat terus kuat, saling mendukung, dan tetap menjadi tempat pertama di mana nilai kasih dan harapan itu tumbuh.” ujar Maruarar dalam keterangan resminya.

Ia menegaskan bahwa pelaksanaan seminar di berbagai wilayah, dari barat hingga timur Indonesia, menjadi bukti komitmen Panitia Natal Nasional 2025 untuk menjangkau masyarakat seluas mungkin.

Rangkaian kegiatan dibuka di Bandung melalui kolaborasi dengan Universitas Parahyangan dan PMKRI pada 10 Desember 2025 yang lalu. Selanjutnya seminar digelar di Medan, 11 Desember 2025 bersama GMKI, PGIW, dan Universitas HKBP Nommensen kemudian di Manado 11 Desember 2025 bersama IAKN Manado, UKIT, GMIM, dan SAG, serta di Palangkaraya, 12 Desember 2025, melalui kerja sama dengan Keuskupan Palangkaraya, IAKN Palangkaraya, dan STIPAS Tahasak Danum Pambelum.

Kegiatan juga berlangsung di Ruteng 13 Desember 2025 dengan dukungan Unika St. Paulus Ruteng dan Keuskupan Ruteng; di Ambon 15 Desember 2025 bersama UKIM, GPM, IAKN Ambon, dan BKAG; di Toraja 18 Desember 2025 bersama UKI Toraja, Gereja Toraja, IAKN Toraja; di Merauke (19 Desember 2025) bersama Keuskupan Merauke dan PMKRI.

Pada saat ini, 3 Januari 2026 sedang berlangsung seminar utama yang diselenggarakan di Sekolah Tinggi Filsafat Theologi (STFT) Jakarta yang diselenggarakan bersama STFT Jakarta dan Kementerian Agama RI. Mengusung subtema: Keluarga Bertahan di Tengah Tantangan Kota Metropolitan.

Dalam sambutan, Prof. Binsar Jonathan Pakpahan selaku Rektor STFT Jakarta sekaligus sebagai Koordinator Seminar Natal Nasional yang telah diselenggarakan di 8 titik sebelumnya, mengajak seluruh peserta seminar yang hadir untuk sama-sama menjaga dan menguatkan keluarga dalam menghadapi tantangan hidup di kota metropolitan.

Beliau merasa bangga Panitia Natal Nasional menunjuk STFT Jakarta menjadi salah satu tuan rumah penyelenggara Seminar Natal Nasional ini.

Begitu juga dalam sambutannya, Maruarar Sirait sebagai Ketua Umum Panitia Natal Nasional yang juga sebagai Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) menyampaikan, “Saya hanya percaya satu jawabannya, sesuai dengan tema Natal Nasional 2025 kali ini, Allah Hadir untuk Menyelamatkan keluarga. Dalam setiap persoalan keluarga, Allah hadir untuk menyelamatkan.

”Hadir sebagai narasumber pada panel 1 dalam seminar ini: Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A bersama Wakil Menteri Pendidikan Tinggi Prof. Stella Christie, Ph.D, juga Dr. (HC) James T. Riady pendiri Yayasan Pendidikan Pelita Harapan & Praktisi Bisnis, dan Gubernur DKI Jakarta Dr. Ir. Pramono Anung Wibowo, M,M yang diwakili oleh Asisten Kesejahteraan Rakyat Pemprov DKI Jakarta, Dr. Ali Maulana Hakim, SJP, M.Si.

Menteri Agama Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A dalam paparannya menegaskan, “Tidak mungkin kita memiliki negara yang ideal kalau terdiri dari keluarga yang berantakan. Keluarga merupakan pondasi kekuatan bangsa dan negara.

”Lebih lanjut beliau mengungkapkan bahwa tantangan paling berat saat ini adalah perceraian. Yang merasakan dampak perceraian adalah anak-anak. 90% anak-anak yang terlibat narkoba adalah anak broken home. Kalau keluarga rusak, negara pun akan rusak. Ikatan emosial keluarga perlu diperkuat agar hubungan didalamnya harmonis.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi Prof. Stella Christie, Ph.D. menyampaikan pula materinya mengenai bagaimana peran sentral komunikasi orangtua dengan anak. Para orangtua diajak untuk menjawab dan berbincang dengan anak,”ungkapnya,

“Refleksi saya sederhana, ayolah makan bersama dan berbicara waktu makan bersama anak-anak.

”Pada sesi Talkshow hadir sebagai narasumber: Pdt. Dr. (HC) Jacklevyn Frits Manuputty, M. Th (Ketua Umum PGI), Pdt. Dr. Jason Joram Balompapuaeng (Ketua Pelaksana Harian Panitia Natal Nasional), Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si (Komisi Keluarga KWI), Hening Parlan, M.Si (Aktivis lingkungan dan Wakil Ketua Majelis Lingkungan Hidup (MLH) PP Muhammadiyah). Rangkaian Seminar Natal Nasional 2025 akan ditutup pada tanggal 29 Januari 2026 bertempat di Universitas Pelita Harapan, Jakarta.

Koordinator Seminar Natal, Pdt. Prof. Binsar J. Pakpahan menyatakan bahwa setiap kota menyelenggarakan seminar sehari penuh dengan format pemaparan materi, dialog interaktif, serta penyusunan rekomendasi mengenai penguatan keluarga Indonesia. Hasil dari publikasi online rekomendasi kebijakan dan edukasi keluarga di Indonesia akan dilakukan di pelaksanaan Natal Nasional 2025, yaitu pada 5 Januari 2026.

Seluruh seminar tersebut diharapkan dapat berkontribusi nyata bagi gereja, pemerintah, dan masyarakat luas dalam memperkuat fondasi keluarga Indonesia.

Maruarar Sirait menegaskan bahwa momentum Natal selalu mengingatkan masyarakat untuk kembali pada nilai kasih, dan kepedulian.

“Semoga rangkaian seminar ini menjadi berkat bagi banyak keluarga di Indonesia dan menjadi pengingat bahwa pesan Natal tidak hanya dirayakan, tetapi dihidupi melalui tindakan yang membawa kebaikan dan harapan,”pungkasnya.

Bantuan sosial yang disalurkan oleh Panitia Natal Nasional 2025 diantaranya: Bantuan Pendidikan Rp 10 Milyar yang diberikan di 10 titik (Papua, Maluku, Maluku Utara, Kalimantan Barat, Toraja, Sulawesi Utara, NTT, Toba, Mentawai dan Nias), masing-masing mendapatkan bantuan 10 juta/orang, bantuan ini diberikan oleh saudara/i dari umat Muslim.

Lalu 20.000 Bantuan Paket Sembako yang juga disalurkan pada 10 titik yang sama. Bantuan ini diberikan oleh saudara/i yang beragama Budha. Kemudian ada Bantuan Kesehatan 35 Ambulance di 10 titik, setiap titik menerima 3 Ambulance, dan di Jakarta disalurkan bantuan 5 Ambulance untuk masing-masing agama, bantuan ini diberikan oleh Astra.

Selain itu ada juga bantuan 10 Milyar untuk renovasi 100 gereja di 38 provinsi di Indonesia, bantuan ini dari Bapak James Riady. Selain itu bantuan juga diberikan kepada organisasi aras gereja nasional yaitu, PGI, KWI, PGLII, PGPI, Baptis Indonesia, Advent Indonesia, Bala Keselamatan dan Ortodoks.

Ada pula bantuan 10.000 Alkitab yang akan dibagikan kepada masyarakat serta 1.000 kursi roda juga jembatan gantung di Papua Pegunungan. Pada saat perayaan Natal Nasional 5 Januari di Tennis Indoor Senayan nanti juga akan disampaikan bantuan kepada 3.000 orang tamu kehormatan yang terdiri dari: Anak Sekolah Minggu Kristen dan Katolik sebanyak 500 orang, Guru Sekolah Minggu Kristen juga Katolik sebanyak 500 Orang. Juga kepada 500 koster gereja, 400 paduan suara Kristen juga Katolik serta 100 orang disabilitas.

Setiap orang akan menerima bantuan sebesar 1.500.000 setiap orang, totalnya 4,5 Milyar.
Pada saat terjadi bencana di Jawa Timur, Sumatera Utara, Aceh dan Padang, Panitia Natal Nasional juga terpanggil dan memberikan bantuan sebesar 2,8 Milyar.

Selaku Ketua Umum Panitia Natal Nasioanal, Maruarar Sirait kembali menegaskan serta mengajak masyarakat untuk melayani sesama juga berbakti kepada bangsa dan negara dengan menguatkan keluarga melalui kehadiran Allah didalamnya.(**)

Sambut HUT ke-80, Sat Intelkam Polresta Mataram Gelar Bakti Sosial di Rumah Ibadah

0

Sambut HUT ke-80, Sat Intelkam Polresta Mataram Gelar Bakti Sosial di Rumah Ibadah

Warta.in
Mataram, NTB – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Intelkam Polri ke-80, Satuan Intelkam Polresta Mataram melaksanakan kegiatan bakti sosial dengan membersihkan rumah ibadah di wilayah hukum Polresta Mataram, Sabtu (03/01/2025).

Kegiatan bakti sosial kali ini menyasar dua tempat ibadah, yakni Masjid Baitul Iman dan Pura Segare yang berlokasi di Lingkungan Pondok Perasi, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Sejumlah personel Sat Intelkam tampak bergotong royong membersihkan area dalam dan sekitar rumah ibadah sebagai wujud kepedulian Polri terhadap lingkungan dan kehidupan sosial keagamaan masyarakat.

Kapolresta Mataram Kombes Pol. Hendro Purwoko, SIK,.,MH, melalui Kasat Intelkam Polresta Mataram Kompol Syaripuddin Zohri, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan ungkapan rasa syukur dalam menyambut Hari Jadi Intelkam Polri ke-80 sekaligus bentuk pengabdian kepada masyarakat.

“Bakti sosial ini merupakan ungkapan rasa syukur kami menyambut Hari Jadi Intelkam Polri ke-80. Kami ingin menunjukkan bahwa fungsi Intelkam tidak hanya berkaitan dengan tugas intelijen, tetapi juga hadir untuk membantu dan melayani masyarakat,” ungkap Kompol Syaripuddin Zohri.

Selain melakukan aksi bersih-bersih, Sat Intelkam Polresta Mataram juga menyerahkan sarana kontak berupa peralatan kebersihan kepada pengurus Masjid dan Pura. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan rumah ibadah secara berkelanjutan.

Menurutnya, kegiatan sosial lintas agama ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara Polri dengan tokoh agama serta masyarakat setempat. Dengan terjalinnya hubungan yang harmonis, diharapkan terbangun kerja sama yang solid dalam menjaga dan menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif.

“Kami berharap melalui kegiatan seperti ini dapat terjalin hubungan yang baik dengan tokoh agama dan masyarakat, sehingga bersama-sama mendukung terciptanya stabilitas kamtibmas di wilayah hukum Polresta Mataram,” pungkasnya.

Bakti sosial ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan Sat Intelkam Polresta Mataram dalam menyambut HUT ke-80 Intelkam Polri, sekaligus mencerminkan semangat Polri yang humanis, peduli, dan dekat dengan seluruh lapisan masyarakat.(sr/hpntb)

Pelaku Curanmor di SDN 2 Abab Tak Berkutik saat ditangkap warga, lalu Warga Serahkan ke Polisi

0

 

Masyarakat Desa Betung, Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), dibuat gempar oleh aksi pencurian sepeda motor yang terjadi di lingkungan SD Negeri 2 Abab pada Sabtu, 3 Januari 2026.

 

Korban pencurian, Limpa, saat diwawancarai menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi ketika ia bersama suaminya sedang membersihkan area sekolah. Saat itu, sepeda motor mereka diparkir dengan kondisi kunci masih terpasang.

 

“Saya sedang membersihkan sekolah bersama suami. Motor kami diparkir dan kuncinya belum sempat dicabut. Ketika saya mengambil sapu dan suami membersihkan rumput, motor tidak terpantau. Tiba-tiba datang satu orang dan langsung membawa kabur motor kami,”jelasnnya Limpa.

 

Melihat motornya dibawa kabur oleh pelaku, korban dan suaminya langsung berteriak maling hingga mengundang perhatian warga sekitar. Pelaku kemudian dikejar warga.

 

Pelarian pelaku akhirnya terhenti setelah masuk ke jalan buntu. Warga lalu mengamankan pelaku dan membawanya ke Polsek Penukal Abab untuk diproses secara hukum.

 

“Saya datang ke Polsek untuk memberikan keterangan. Selain saya, ada beberapa warga yang menjadi saksi dan ikut membantu memberikan penjelasan dan keterangan ke polisi,” ujarnya.

 

Selain itu Limpa mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Desa maupun masyarakat Desa Betung yang sigap membantu sehingga sepeda motor miliknya berhasil diselamatkan.

 

“Saya sangat berterima kasih kepada masyarakat. Kalau tidak ada bantuan warga, motor kami tidak tahu sudah dibawa ke mana. Kami juga akan sangat kesulitan bekerja jika motor itu tidak kembali,” kata Limpa.

 

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Penukal Abab saat dikonfirmasi terkait kasus pencurian tersebut menyampaikan bahwa pihaknya belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut. Hal itu dikarenakan proses pemeriksaan terhadap pelaku masih berlangsung.

Opini : Brigjen Pol Lalu Iwan Mahardan, Sebuah Catatan Jurnalis Oleh : M. Tajir Asyjar Djr

0

Opini:

Brigjen Pol Lalu Iwan Mahardan, Sebuah Catatan Jurnalis

  • Oleh: M. Tajir Asyjar Djr

Kenaikan pangkat Lalu Muhammad Iwan Mahardan, S.IK., M.M. menjadi Brigadir Jenderal Polisi terasa seperti jeda sejenak untuk menoleh ke belakang. Bukan sekadar melihat bintang baru di pundak, tetapi membaca ulang perjalanan panjang seorang perwira yang tumbuh dari bawah, menempa diri di banyak medan, lalu tiba di titik pengabdian baru.

Lulusan AKABRI 1994 ini kini masuk jajaran perwira tinggi (Pati) Polri. Dari pangkat Komisaris Besar Polisi, ia melangkah ke level Brigjen. Bagi publik, ini kabar prestasi. Bagi saya sebagai jurnalis, terutama yang lama bersentuhan dengan isu hukum dan kepolisian di NTB, ini lebih mirip catatan perjalanan hidup seorang aparatur negara yang konsisten bekerja dalam sunyi.

Sapaan akrab Mamiq Lalu Iwan lahir di Nusa Tenggara Barat, 22 Januari 1972. Identitas kedaerahan itu tak pernah ia lepaskan, meski karier membawanya berkeliling Indonesia bahkan ke luar negeri. Pengabdian dimulai dari Korps Brimob di pertengahan 1990-an. Kalimantan Barat menjadi saksi awal bagaimana seorang perwira muda belajar soal disiplin, risiko, dan membaca dinamika masyarakat di lapangan.

Jakarta kemudian datang dengan segala kompleksitasnya. Menjadi Kapolsek Metro Jagakarsa, Kelapa Gading, Penjaringan, hingga Polsek Metro Setiabudi bukan perkara sederhana. Wilayah-wilayah itu menuntut kepemimpinan yang adaptif, cepat, dan komunikatif. Dari sana, ia dipercaya memimpin Polres Dharmasraya di Sumatera Barat. Pola kariernya memperlihatkan satu hal: kepercayaan organisasi dibangun melalui proses panjang, bukan jalan pintas.

Level nasional pun ia jalani. mulai Staf Operasi (Sops) Polri, Baharkam Polri, STIK Lemdiklat Polri, hingga Itwasda Polda NTB menjadi bagian dari rekam jejaknya. Tugas-tugas khusus ikut memperkaya perspektif, mulai dari Liaison Officer ASEAN Games 2018, LO Polri KPU RI, hingga pengamanan Pemilu Jepang 2019. Pada titik ini, peran polisi bukan hanya soal keamanan, tetapi juga diplomasi dan koordinasi lintas lembaga.

Pendidikan menjadi bekal penting. PTIK dan Sespimmen dilengkapi pelatihan internasional di Italia dan Thailand, serta pendidikan bahasa Mandarin di Beijing. Kemampuan berbahasa Inggris, Sasak, dan Jawa membuat komunikasi lintas sektor berjalan cair. Deretan Satyalancana Kesetiaan dan Satyalancana Seroja menandai perjalanan dinas panjang yang dijalani dengan konsisten.

Namun, catatan saya tak berhenti di sana. Ada satu fragmen kecil, tetapi bermakna, saat ia menjabat Plh. Kabid Humas Polda NTB. Masa tugasnya singkat, hanya sekitar tiga bulan. Di rentang waktu itulah ia menggagas terbentuknya perkumpulan wartawan hukrim Polda NTB. Ide ini sederhana, namun relevan: menghadirkan ruang berkumpul, berdiskusi, dan saling menguatkan bagi jurnalis yang setiap hari bersentuhan dengan isu hukum dan kriminal.

Respons wartawan kala itu sangat positif. Puluhan jurnalis aktif menyambut inisiatif tersebut. Musyawarah demi musyawarah digelar. Struktur kepengurusan hampir rampung. Sayangnya, waktu tak berpihak. Ketika semua terasa siap, Lalu Iwan Mahardan tak lagi berada di posisi Plh. Kabid Humas. Jabatan itu beralih ke Kombes Pol. Arman Asmara Syaridudin, S.IK.

Para wartawan sempat kehilangan arah. Inisiator sekaligus pengemong sudah tak di tempat. Forum yang digadang-gadang menjadi wadah wartawan hukrim pun gagal terbentuk. Cerita ini mungkin tak tercatat di laporan resmi mana pun. Namun, bagi kami para jurnalis, ini jejak niat baik yang patut dikenang.

Kini, Brigjen Pol. Lalu Muhammad Iwan Mahardan, S.IK., M.M. mengemban amanah baru sebagai Sekretaris Deputi Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional RI., dimana sebelumnya menduduki jabatan Kepala Biro Hukum dan Humas BGN RI. Bidang yang jauh dari hiruk-pikuk patroli dan konferensi pers kepolisian. Tetapi saya percaya, semangat kolaborasi dan pendekatan humanis yang pernah ia tunjukkan tetap hidup dalam peran barunya.

“Menjadi polisi bukan sekadar profesi, tapi jalan pengabdian untuk menjaga bangsa dengan hati.”

Kalimat itu terasa relevan menutup catatan ini. Sebab, bagi seorang jurnalis, yang paling mudah diingat bukan hanya pangkat atau jabatan, melainkan sikap. Dan Brigjen Pol. Lalu Muhammad Iwan Mahardan, S.IK., M.M. meninggalkan catatan sikap itu tenang, terbuka, dan berpihak pada kerja bersama. ***

* Penulis adalah Seksi Pembelaan Wartawan PWI NTB.* dan Sekretaris SMSI NTB

Tahun Baru 2026, Puri Berlian Park Rembang Ramai Pengunjung

0

Warta.in || Jateng Rembang || Libur panjang Natal dan Tahun Baru 2026 membawa berkah besar bagi sektor pariwisata di Kabupaten Rembang. Salah satunya dirasakan wisata Puri Berlian Park yang berlokasi di Desa Pedak, Kecamatan Sulang, Kecamatan Rembang, Jawa Tengah.

Sejak awal libur Natal 2025 hingga puncak libur H+2 Tahun Baru 2026, destinasi wisata berbasis edukasi anak kini dipadati wisatawan. Pengelola mencatat lonjakan jumlah pengunjung mencapai 100 persen dibandingkan hari-hari biasa.

Beragam wahana ramah keluarga menjadi daya tarik utama. Area wisata tampak ramai oleh pengunjung yang datang bersama keluarga, terutama untuk menikmati wahana kolam renang dan mini waterboom dan mainan untuk anak.

“Anak-anak paling suka kolam renangnya, apalagi ada busa seperti salju yang disemprotkan ke kolam. Seru sekali,” ujar Ana Setiawati, pengunjung asal Purwodadi, Jawa Tengah, Sabtu (3/1/2026) siang.

Ana mengaku baru kali ini berkunjung ke Puri Berlian Park setelah mengetahui informasi dari tiktok, facebook. Ia datang bersama suami dan anak anaknya untuk menghabiskan momen libur Tahun Baru.

“Tempatnya bagus, bersih, suasananya nyaman. Harga tiketnya juga terjangkau dan sepadan, apalagi ini momen liburan,” katanya.

Hal serupa disampaikan Rohmani, pengunjung asal Pati, Jawa Tengah yang datang bersama keluarganya sejak pagi hari. Menurutnya, Puri Berlian Park menjadi pilihan ideal untuk liburan keluarga karena fasilitasnya lengkap dan ramah anak.

“Murah meriah, anak-anak senang. Favoritnya kolam renang, terapi ikan dan ATV,” ungkapnya. Ia mengaku sudah dua kali mengunjungi lokasi wisata tersebut.

Sementara itu, pemilik wisata Puri Berlian Park, H. Suyoto, menyebut lonjakan pengunjung pada libur Tahun Baru 2026 tergolong signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah, dari awal libur Natal hingga hari ini (3 Januari 2026) pengunjung terus berdatangan. Peningkatannya bisa mencapai 100 persen dibandingkan hari biasa,” jelas Suyoto.

Menurutnya, kenyamanan pengunjung menjadi kunci utama dalam menarik minat wisatawan. Mulai dari pelayanan, kebersihan, suasana alam yang sejuk, area parkir luas, hingga kelengkapan fasilitas terus dijaga.

“Kami juga menyediakan makanan yang bervariasi dan tetap menghadirkan ciri khas aneka masakan rumahan, lokal Rembang,” tambahnya.

Puri Berlian Park menawarkan berbagai fasilitas, antara lain kolam renang, mini waterboom, playland, ATV, boom boom car dan masih banyak lagi permainan yang ada di Puri Berlian Park.

“Wahana yang paling diminati saat ini masih kolam renang dan mini waterboom, disusul boom boom car dan ATV,” katanya.

Untuk harga tiket, pengelola masih mempertahankan tarif lama, yakni Rp15 ribu pada hari biasa dan Rp15 ribu saat akhir pekan. Sementara tiket wahana kolam renang gratis, playland Rp10 ribu, boom boom car Rp15 ribu dan ATV Rp25ribu.

Obyek wisata Puri Berlian Park buka setiap hari mulai pukul 08.00 WIB -17.00 WIB. Sedangkan dihari Jumat libur.

Wisata Puri Berlian Park menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat dalam mengisi libur panjang Natal dan Tahun Baru di Kabupaten Rembang. Dengan wahana lengkap untuk anak anak.

( wik )

Proyek Jalan Rp398 Juta di Banyusari Mandek, CV Endah Tegar Utama Jadi Sorotan

0
  1. Proyek Jalan Rp398 Juta di Banyusari Mandek, CV Endah Tegar Utama Jadi Sorotan

KARAWANG | Warta In Jabar — Selasa, 2 Januari 2026
Proyek peningkatan jalan Banyuasih–Mekarasih di Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang, menjadi sorotan publik. Hingga awal Januari 2026, proyek yang menelan anggaran hampir Rp400 juta tersebut terpantau belum rampung dan minim progres di lapangan.

Berdasarkan pantauan Warta In Jabar, pekerjaan cor beton jalan terlihat belum selesai. Dari total volume pekerjaan sebagaimana tercantum pada papan informasi proyek, hanya beberapa meter ruas jalan yang tampak telah dikerjakan, sementara sebagian besar lainnya belum tersentuh.

Kondisi ini memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat terkait keseriusan dan tanggung jawab pihak pelaksana proyek. Pasalnya, nilai anggaran yang dialokasikan tergolong besar, namun realisasi fisik di lapangan belum menunjukkan hasil yang sebanding.

Merujuk papan informasi proyek di lokasi, pekerjaan peningkatan jalan Banyuasih–Mekarasih dilaksanakan oleh CV Endah Tegar Utama dengan nilai anggaran sebesar Rp398.687.000, bersumber dari APBD Kabupaten Karawang Tahun Anggaran 2025. Proyek ini memiliki spesifikasi panjang 170 meter dan lebar 5 meter.

Namun hingga memasuki tahun anggaran baru, progres pekerjaan belum menunjukkan perkembangan signifikan dan terkesan terhenti. Warga pun mempertanyakan pengawasan dari instansi terkait.

“Anggarannya hampir Rp400 juta, tapi yang dikerjakan baru sedikit dan belum selesai. Wajar kalau masyarakat mempertanyakan,” ujar salah seorang warga setempat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek, CV Endah Tegar Utama, terkait alasan keterlambatan pekerjaan. Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang juga belum memberikan penjelasan resmi kepada publik.

Masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Karawang, khususnya Dinas PUPR, agar segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek tersebut. Warga juga meminta agar pencairan anggaran tidak dilakukan sebelum pekerjaan benar-benar diselesaikan sesuai kontrak dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

Apabila ditemukan adanya kelalaian atau wanprestasi, masyarakat berharap pemerintah daerah dapat memberikan sanksi tegas kepada pihak pelaksana demi menjaga akuntabilitas serta kualitas pembangunan infrastruktur di Kabupaten Karawang.
Pemberitaan ini disampaikan sebagai bentuk kontrol sosial dan informasi publik agar setiap proyek yang menggunakan anggaran daerah dilaksanakan secara transparan, profesional, dan bertanggung jawab.
(Tim)

Kuasa Hukum AAF Minta Kepastian Hukum atas Laporan Informasi di Polda Kalbar!

0

Pontianak WARTA IN — 3 Januari 2026
Kuasa hukum AAF Afriansyah, S.Pd., M.Pd., di dampingi Advokat yakni
Yandi Lesmana, S.H., Marrio Ginarto, S.H., M.H., C.IM (NIA: 19.03631), Advokat Raimond F. Wantalangi, S.H. (NIA: 16.05106), serta tim hukum lainnya bersama Laskar Pemuda Melayu (LPM) Kota Pontianak, menyatakan akan menempuh upaya hukum terkait laporan informasi bernomor LI/128/IV/2025/DITRESUM tertanggal 25 April 2025.
Langkah tersebut juga berkaitan dengan terbitnya surat bernomor B/3174/XI/RES.1.24./2025/DITKRIMUM yang dikeluarkan oleh Kepolisian Daerah Kalimantan Barat.

Tim kuasa hukum menilai, perlu adanya kejelasan serta kepastian hukum terhadap substansi laporan tersebut, mengingat klien mereka merasa tidak pernah melakukan perbuatan sebagaimana yang dilaporkan.

“Upaya hukum ini kami tempuh sebagai bentuk perlindungan terhadap hak-hak klien, sekaligus untuk memastikan agar proses penegakan hukum berjalan sesuai dengan prinsip due process of law dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Yandi Lesmana kepada awak media, Sabtu (3/1/2026).

Yandi juga mempertanyakan dasar materiil perkara yang dimaksud dalam laporan tersebut. Menurutnya, kliennya dipanggil untuk memberikan klarifikasi, padahal tidak memahami secara utuh peristiwa hukum apa yang disangkakan.

“Klien kami tidak merasa melakukan perbuatan sebagaimana yang dilaporkan. Namun demikian, ia tetap kooperatif memenuhi panggilan penyidik untuk klarifikasi. Justru karena itu kami meminta agar perkara ini dibuka secara terang, jelas, dan proporsional,” tegasnya.

Sementara itu, Laskar Pemuda Melayu (LPM) Kota Pontianak bersama Lintas Organisasi Kemasyarakatan Kalimantan Barat menyatakan dukungan terhadap langkah hukum yang ditempuh tim kuasa hukum AAF.

Mereka berharap aparat penegak hukum dapat bersikap profesional, objektif, transparan, serta menjunjung tinggi asas keadilan dalam menangani perkara tersebut.

“Kami mendorong agar aparat penegak hukum bekerja secara profesional dan tidak tergesa-gesa dalam menetapkan posisi hukum seseorang, agar tidak terjadi kriminalisasi ataupun pelanggaran hak asasi,” pernyataan perwakilan Lintas Ormas Kalbar.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kepolisian Daerah Kalimantan Barat belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan maupun tindak lanjut atas laporan dimaksud.

 

Sumber: Afriansyah, S.Pd., M.Pd.