30.1 C
Jakarta
Sabtu, Februari 14, 2026
Beranda blog Halaman 33

Polres Binjai Amankan Pencuri Mesin Kompresor AC Kemenag Binjai

0

Warta.in Binjai – Polres Binjai kembali meringkus pelaku pencurian dengan pemberatan yang beraksi di lingkungan instansi pemerintah. Kali ini, tersangka berhasil diamankan terkait kasus hilangnya empat unit mesin kompresor AC dari kantor Kementerian Agama Kota Binjai.

Kapolres Binjai AKBP Mirzal Maulana menegaskan komitmen jajarannya dalam menjaga keamanan aset negara.

“Ini adalah bentuk tindakan tegas kami terhadap segala bentuk kejahatan yang meresahkan masyarakat, termasuk pencurian di fasilitas negara,” ujar Mirzal dalam keterangannya, Sabtu (31/1/2026).

Kapolres Binjai itu menjelaskan bahwa tersangka berinisial MI (41), warga Binjai Barat, diamankan pada Selasa, 20 Januari 2026, sekitar pukul 15.00 WIB di Jalan Apel II, Kelurahan Suka Ramai. Keberhasilan ini, menurutnya, tidak lepas dari keterlibatan aktif warga.

“Kami mendapat informasi dari masyarakat yang dapat dipercaya mengenai keberadaan tersangka. Sinergi dengan masyarakat sangat kunci dalam pencegahan dan penindakan kejahatan,” jelas Mirzal.

Penjelasan teknis dan kronologi penangkapan dipaparkan oleh Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Hizkia Siagian. “Tim Cobra melakukan penyelidikan setelah mendapat informasi lokasi tersangka. Setelah dipastikan, tersangka kemudian diamankan di Jalan Apel II,” kata Hizkia.

Hizkia memerinci bahwa dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti berupa cincangan pembungkus tembaga dan cincangan tembaga itu sendiri, yang diduga merupakan hasil dari pembongkaran mesin kompresor AC yang dicuri.

Kasat Reskrim Polres Binjai juga memaparkan kronologi awal kejadian pencurian.

“Pelapor menghidupkan AC ruang kantor namun AC tersebut tidak dingin. Saat dicek, mesin kompresor AC yang menempel di gedung sudah tidak ada lagi atau sudah hilang,” jelas Hizkia, merujuk pada laporan kehilangan satu unit merek Sharp, dua unit LG, dan satu unit Samsung.

Atas perbuatannya, tersangka MI dijerat dengan Pasal 477 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. “Tersangka beserta barang bukti telah dibawa ke Polres Binjai guna kepentingan penyidikan lebih lanjut,” pungkas Kasat Reskrim melalui Kasihumas Polres Binjai, AKP Junaidi. (RN)

(humasresbinjai)

PTBA Ajak UMK Kembangkan Peluang Usaha Lewat Kreasi Bunga Balon

0

Warta In

“Muara Enim, 02 Februari 2026 ,”Dalam upaya mendorong pengembangan kreativitas dan peningkatan keterampilan pelaku usaha binaan serta masyarakat umum, PT Bukit Asam Tbk menyelenggarakan Kelas Kreasi Vol. 6 yang bertajuk

Let’s Bloom!! Kelas Kreasi Bunga Balon yang Menawan”. 

Micro & Small Enterprise Funding Section Head PT Bukit Asam (PTBA), Weny Yuliastuti, mengatakan Kelas Kreasi merupakan salah satu bentuk komitmen PTBA dalam mendukung pengembangan kapasitas dan kreativitas pelaku usaha mikro dan kecil.

“Melalui Kelas Kreasi ini, kami berharap peserta tidak hanya mendapatkan keterampilan baru, tetapi juga terinspirasi untuk mengembangkan ide kreatif yang berpotensi menjadi peluang usaha,” ujarnya.

Kegiatan yang digelar di Rumah BUMN Bukit Asam ini menghadirkan Owner Lenarian Flowers, Friska Lenarianie sebagai pemateri utama yang membagikan pengetahuan dan praktik langsung pembuatan bunga balon yang cantik, unik, dan bernilai estetika tinggi.

Menurut Friska, seni bunga balon memiliki peluang besar di industri kreatif, baik untuk dekorasi acara maupun produk hasil kerajinan tangan.

“Bunga balon tidak hanya soal teknik, tetapi juga kreativitas dan ketelitian. Dengan latihan dan keberanian berkreasi, siapa pun bisa menghasilkan karya yang menarik dan bernilai jual,” jelas Friska.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, terutama saat sesi praktik pembuatan bunga balon. Kelas berlangsung interaktif dan penuh semangat, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.

PTBA berharap, melalui Kelas Kreasi Vol. 6, para peserta mampu meningkatkan keterampilan, memperluas wawasan kreatif, serta termotivasi untuk terus berinovasi di bidang industri kreatif.

(Zulkifli)

Personil Polsek Ngimbang Secara Rutin Gelar Commanderwish Di Pagi Hari Guna cegah Kemacetan

0

Personil Polsek Ngimbang Secara Rutin Gelar Commanderwish Di Pagi Hari Guna cegah Kemacetan

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat yang berkativitas pagi hari di jalan raya sekaligus mengurai kemacetan dan antisipasi kecelakaan yang sering terjadi tempat keramaian seperti di Jalan Raya simpang tiga Pasar Ngimbang Kecamatan Ngimbang, Senin Pagi (02/02/2026) pada pukul 06.30 WIB

Kegiatan masyarakat yang beraktifitas pada pagi hari semakin meningkat seiring dengan kegiatan masyarakat yang berangkatnya bekerja dan pergi belanja menuju ke pasar atau kawasan pertokoan, pasar maupun kesekolah.

Terlihat kesibukan Anggota Petugas Polsek Ngimbang Aiptu Djudi dan Brigadir Deny untuk melaksanakan pengaturan lalu lintas cegah lakalantas dipagi hari di daerah rawan kemacetan

Untuk melayani masyarakat dalam melaksanakan aktivitas dijalan raya, Kegiatan pengaturan lalu lintas ini untuk menjaga dan memmelihara Kamseltibcar (keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran) arus lalu lintas, dimana pagi hari banyak para pedagang dan pengendara angkutan umum serta masyarakat melakukan aktivitas dipagi hari, sehingga menimbulkan potensi kemacetan, kecelakaan dan antisipasi tindak kriminalitas, sehingga perlu kehadiran petugas kepolisian untuk melakukan pengaturan lalu lintas.

Pada kesempatan terpisah, Kapolsek Ngimbang Iptu I Wayan Sumantra, S.H, mengatakan, “Kegiatan pengaturan lalu lintas di pagi hari ini merupakan bentuk pelayanan polsek Ngimbang secara rutin dipagi hari yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terutama para pengendara dan angkutan umum serta menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam tertib mematuhi aturan berkendara maupun rambu-rambu lalu lintas,helm dan surat – surat kendaraan dengan tetap mengedepankan protokoler kesehatan”, ungkapnya

Kami berharap dengan melaksanakan pengarturan Commonderwish di pagi hari secara rutin wilayah Ngimbang tetap aman dan kondusif, pungkasnya (roy)

Polsek Ngimbang gelar pengecekan Dan Pemanenan Tanaman Jagung Program P2B di Desa Sendangrejo

0

Personil Polsek Ngimbang gelar pengecekan Dan Pemanenan Tanaman Jagung Program P2B di Desa Sendangrejo

LAMONGAN//Warta.in- Komitmen Polri dalam mendukung program strategis nasional kembali ditunjukkan oleh Polsek Ngimbang.

Pada Minggu (01/02/2026), jajaran Polsek Ngimbang turun langsung ke lahan baku sawah (LBS) milik warga di Desa Sendangrejo Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan, untuk melakukan pengecekan kondisi tanaman jagung sebagai bagian dari dukungan terhadap program swasembada pangan nasional.

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 10.00 WIB tersebut dipimpin oleh Wakapolsek Ngimbang, Ipda Istiono, S.H, didampingi Bhabinkamtibmas Desa Sendangrejo

Pengecekan dan pemanenan dilakukan di lahan jagung milik Pak Ridwan seluas 0,800 meter persegi yang berada di Dukuh Cancing RT 07. Dari hasil pengecekan dan pemanenan di lapangan,menghasilkan 89 Sak kurang lebih 2 ton 5 kwintal Jagung kering jemur

Hasil yang bekitu melimpah karena ketersediaan air dinilai mencukupi berkat pemanfaatan air tadah hujan selama musim penghujan. Proses pemupukan telah dilakukan sebanyak dua kali, dengan distribusi pupuk yang berjalan lancar dan mudah diperoleh oleh petani.

Kapolsek Ngimbang Iptu IWayan Sumantra, S.H, melalui keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut perintah Kapolri dalam rangka mendukung Implementasi 8 Program Prioritas Polri yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya pada sektor ketahanan dan swasembada pangan.

“Polri tidak hanya hadir menjaga keamanan, tetapi juga aktif mendampingi dan memastikan program pemerintah berjalan optimal hingga ke tingkat desa,” tegasnya.

Seluruh rangkaian kegiatan pengecekan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.

Kehadiran Polri di tengah lahan pertanian diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus motivasi bagi para petani untuk terus produktif, demi terwujudnya ketahanan pangan nasional yang kuat dan berkelanjutan.

Jurnalis (roy)

Guna Cegah Dan Antisipasi 4C Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light Di Malam Hari

0

Guna Cegah Dan Antisipasi 4C persinil Polsek Ngimbang Gelar Patroli Blue Light Di Malam Hari

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang hari ini telah melaksanakan kegiatan Patroli Blue Light Harkamtibmas guna cegah kriminalitas dan tangkal 4 C di wilayah Hukum Polsek Ngimbang, Minggu Malam (01/02/2026)pukul 22.00 Wib sampai selesai

Dalam Patroli Blue Light ini di dilaksanakan oleh Anggota jaga Polsek Ngimbang Aiptu Muji. R, dan Brigadir Deny dengan sasaran Patroli jalan poros Jombang – Babat, di SPBU Ngimbang, BRI Ngimbang yang ada di Wilayah Kecamatan Ngimbang.

Kapolsek Ngimbang Iptu I Wayan Sumantra, S.H, patroli Blue Light ini di laksanakan guna cegah dan antisipasi kejahatan dan premanisme untuk menjaga harkamtibmas guna cegah kriminalitas dan tangkal 4C di wilayah Kecamatan Ngimbang dan menyampaikan pesan – pesan Keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya kepada pengamanan Swakarsa atau security di Wilayah Ngimbang selalu waspada dengan situasi yg berkembang di sekitarnya,ungkapnya

Kapolsek Ngimbang berkometmen dengan Secara rutin patroli Blue Light di Wilayah Ngimbang sehingga tetap aman dan kondusif,pungkasnya(roy)

Dinilai Tak Siap, Perlombaan Pramuka di MAN 2 Medan Diwarnai Keterlambatan dan Keluhan Peserta

0

 

Medan ( Warta. In) — Pelaksanaan Perlombaan Pramuka yang digelar di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Medan pada Minggu (1/2/2026) diwarnai sejumlah kendala teknis yang memicu keluhan dari peserta dan pembina. Kegiatan tersebut berlangsung hingga larut malam dan menyebabkan peserta harus menunggu kepastian pembagian hadiah dalam waktu yang cukup lama.

Berdasarkan keterangan beberapa pembina Pramuka, pelaksanaan lomba dinilai tidak sepenuhnya berjalan sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) yang telah disampaikan sebelumnya. Selain itu, terdapat peserta yang mempertanyakan mekanisme penilaian lomba karena dinilai belum disampaikan secara terbuka di lokasi kegiatan.

Kendala utama terjadi pada proses pembagian trofi dan hadiah. Dalam rundown acara yang dibagikan panitia, pembagian hadiah dijadwalkan berlangsung pada sore hari. Namun, hingga pukul 24.00 WIB, proses tersebut belum sepenuhnya selesai.

Panitia menyampaikan bahwa keterlambatan pembagian trofi disebabkan oleh permasalahan dengan pihak vendor penyedia trofi. Hingga malam hari, peserta masih menunggu kepastian tindak lanjut dari panitia terkait hal tersebut.

Akibat keterlambatan tersebut, sejumlah peserta terlihat masih berada di lokasi kegiatan hingga larut malam. Beberapa pembina menyampaikan bahwa kondisi tersebut berdampak pada kelelahan peserta, terutama bagi kontingen yang berasal dari luar kota.

“Kami berharap ada kejelasan lebih cepat, karena anak-anak sudah lelah dan belum sempat makan malam. Selain itu, keterlambatan ini juga berdampak pada jadwal kepulangan,” ujar salah satu pembina Pramuka.

Dalam kepadatan peserta yang menunggu, terpantau satu orang peserta harus mendapatkan penanganan dan dibawa keluar dari kerumunan. Berdasarkan informasi awal di lokasi, peserta tersebut mengalami gangguan pernapasan ringan akibat kelelahan dan kondisi kerumunan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, hingga malam hari tidak terlihat kehadiran Kepala Sekolah MAN 2 Medan di lokasi kegiatan. Namun demikian, belum diperoleh keterangan resmi terkait alasan ketidakhadiran tersebut maupun langkah yang diambil pihak madrasah dalam menangani situasi di lapangan.

Hingga berita ini diterbitkan, sebagian peserta masih berada di lingkungan MAN 2 Medan dan menunggu informasi lanjutan dari panitia.

“Kami masih menunggu kepastian dari panitia, meskipun sudah cukup malam,” ujar salah satu peserta asal Tebing Tinggi.

Sejumlah pembina berharap panitia dapat segera memberikan kejelasan serta melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. Hingga berita ini diturunkan, panitia perlombaan maupun pihak MAN 2 Medan belum memberikan keterangan resmi secara tertulis terkait keseluruhan kejadian tersebut.

Dinilai Tak Siap,Perlombaan Pramuka di MAN 2 Medan Diwarnai Keterlambatan dan Keluhan Peserta

0

Medan ( Warta. In) — Pelaksanaan Perlombaan Pramuka yang digelar di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Medan pada Minggu (1/2/2026) diwarnai sejumlah kendala teknis yang memicu keluhan dari peserta dan pembina. Kegiatan tersebut berlangsung hingga larut malam dan menyebabkan peserta harus menunggu kepastian pembagian hadiah dalam waktu yang cukup lama.

Berdasarkan keterangan beberapa pembina Pramuka, pelaksanaan lomba dinilai tidak sepenuhnya berjalan sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) yang telah disampaikan sebelumnya. Selain itu, terdapat peserta yang mempertanyakan mekanisme penilaian lomba karena dinilai belum disampaikan secara terbuka di lokasi kegiatan.

Kendala utama terjadi pada proses pembagian trofi dan hadiah. Dalam rundown acara yang dibagikan panitia, pembagian hadiah dijadwalkan berlangsung pada sore hari. Namun, hingga pukul 24.00 WIB, proses tersebut belum sepenuhnya selesai.

Panitia menyampaikan bahwa keterlambatan pembagian trofi disebabkan oleh permasalahan dengan pihak vendor penyedia trofi. Hingga malam hari, peserta masih menunggu kepastian tindak lanjut dari panitia terkait hal tersebut.

Akibat keterlambatan tersebut, sejumlah peserta terlihat masih berada di lokasi kegiatan hingga larut malam. Beberapa pembina menyampaikan bahwa kondisi tersebut berdampak pada kelelahan peserta, terutama bagi kontingen yang berasal dari luar kota.

“Kami berharap ada kejelasan lebih cepat, karena anak-anak sudah lelah dan belum sempat makan malam. Selain itu, keterlambatan ini juga berdampak pada jadwal kepulangan,” ujar salah satu pembina Pramuka.

Dalam kepadatan peserta yang menunggu, terpantau satu orang peserta harus mendapatkan penanganan dan dibawa keluar dari kerumunan. Berdasarkan informasi awal di lokasi, peserta tersebut mengalami gangguan pernapasan ringan akibat kelelahan dan kondisi kerumunan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, hingga malam hari tidak terlihat kehadiran Kepala Sekolah MAN 2 Medan di lokasi kegiatan. Namun demikian, belum diperoleh keterangan resmi terkait alasan ketidakhadiran tersebut maupun langkah yang diambil pihak madrasah dalam menangani situasi di lapangan.

Hingga berita ini diterbitkan, sebagian peserta masih berada di lingkungan MAN 2 Medan dan menunggu informasi lanjutan dari panitia.

“Kami masih menunggu kepastian dari panitia, meskipun sudah cukup malam,” ujar salah satu peserta asal Tebing Tinggi.

Sejumlah pembina berharap panitia dapat segera memberikan kejelasan serta melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. Hingga berita ini diturunkan, panitia perlombaan maupun pihak MAN 2 Medan belum memberikan keterangan resmi secara tertulis terkait keseluruhan kejadian tersebut.

Dinilai Tak Siap, Perlombaan Pramuka di MAN 2 Medan Diwarnai Keterlambatan dan Keluhan Peserta

0
filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; hdrForward: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 32768;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 36;

Medan ( Warta.In )  — Pelaksanaan Perlombaan Pramuka yang digelar di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Medan pada Minggu (1/2/2026) diwarnai sejumlah kendala teknis yang memicu keluhan dari peserta dan pembina. Kegiatan tersebut berlangsung hingga larut malam dan menyebabkan peserta harus menunggu kepastian pembagian hadiah dalam waktu yang cukup lama.

Berdasarkan keterangan beberapa pembina Pramuka, pelaksanaan lomba dinilai tidak sepenuhnya berjalan sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) yang telah disampaikan sebelumnya. Selain itu, terdapat peserta yang mempertanyakan mekanisme penilaian lomba karena dinilai belum disampaikan secara terbuka di lokasi kegiatan.

Kendala utama terjadi pada proses pembagian trofi dan hadiah. Dalam rundown acara yang dibagikan panitia, pembagian hadiah dijadwalkan berlangsung pada sore hari. Namun, hingga pukul 24.00 WIB, proses tersebut belum sepenuhnya selesai.

Panitia menyampaikan bahwa keterlambatan pembagian trofi disebabkan oleh permasalahan dengan pihak vendor penyedia trofi. Hingga malam hari, peserta masih menunggu kepastian tindak lanjut dari panitia terkait hal tersebut.

Akibat keterlambatan tersebut, sejumlah peserta terlihat masih berada di lokasi kegiatan hingga larut malam. Beberapa pembina menyampaikan bahwa kondisi tersebut berdampak pada kelelahan peserta, terutama bagi kontingen yang berasal dari luar kota.

“Kami berharap ada kejelasan lebih cepat, karena anak-anak sudah lelah dan belum sempat makan malam. Selain itu, keterlambatan ini juga berdampak pada jadwal kepulangan,” ujar salah satu pembina Pramuka.

Dalam kepadatan peserta yang menunggu, terpantau satu orang peserta harus mendapatkan penanganan dan dibawa keluar dari kerumunan. Berdasarkan informasi awal di lokasi, peserta tersebut mengalami gangguan pernapasan ringan akibat kelelahan dan kondisi kerumunan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, hingga malam hari tidak terlihat kehadiran Kepala Sekolah MAN 2 Medan di lokasi kegiatan. Namun demikian, belum diperoleh keterangan resmi terkait alasan ketidakhadiran tersebut maupun langkah yang diambil pihak madrasah dalam menangani situasi di lapangan.

Hingga berita ini diterbitkan, sebagian peserta masih berada di lingkungan MAN 2 Medan dan menunggu informasi lanjutan dari panitia.

“Kami masih menunggu kepastian dari panitia, meskipun sudah cukup malam,” ujar salah satu peserta asal Tebing Tinggi.

Sejumlah pembina berharap panitia dapat segera memberikan kejelasan serta melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. Hingga berita ini diturunkan, panitia perlombaan maupun pihak MAN 2 Medan belum memberikan keterangan resmi secara tertulis terkait keseluruhan kejadian tersebut.(su)

Perlombaan Pramuka MAN 2 Medan Berujung Ricuh, Peserta Terlantar hingga Larut Malam

0
filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; hdrForward: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 8;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 38;

Medan, ( Warta.In ) – Pelaksanaan Perlombaan Pramuka yang diselenggarakan oleh Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Medan berujung ricuh dan menuai kecaman dari para pembina serta peserta. Sejumlah persoalan serius dinilai menunjukkan ketidaksiapan panitia dalam mengelola kegiatan berskala besar.(1/2/2026)

Kekisruhan bermula dari pelaksanaan lomba yang dinilai tidak sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) yang telah ditetapkan. Selain itu, proses penilaian disebut kurang transparan sehingga memicu protes dari peserta.

 

Situasi semakin memburuk ketika panitia tidak kunjung membagikan trofi kepada para pemenang. Panitia berdalih bahwa vendor penyedia trofi melarikan diri. Namun hingga larut malam, tidak ada kejelasan solusi yang diberikan kepada peserta.

Pantauan di lokasi menunjukkan, hingga pukul 23.12 WIB, para peserta masih terus menunggu kepastian dari panitia terkait pembagian trofi dan penutupan lomba. Banyak peserta terlihat kelelahan, kelaparan, dan terlantar tanpa pendampingan yang memadai.

“Kami sangat menyesalkan sikap panitia yang tidak siap. Anak-anak menunggu berjam-jam tanpa kejelasan. Akibatnya kami dirugikan secara finansial dan mental peserta juga terdampak,” ujar salah satu pembina Pramuka yang berasal dari luar kota.

Ia menambahkan, keterlambatan tersebut berdampak langsung pada biaya transportasi. “Kami dikenakan denda kendaraan karena waktu sewa melewati batas. Semua itu akibat kelalaian panitia,” tegasnya.

Kondisi di lapangan juga sempat mengkhawatirkan. Di tengah kerumunan peserta, terlihat seorang peserta harus ditandu keluar arena. Berdasarkan diagnosa sementara, peserta tersebut mengalami sesak napas akibat kelelahan dan himpitan massa.

Tak hanya panitia, pihak MAN 2 Medan juga dinilai melakukan pembiaran. Hingga malam hari, tidak terlihat langkah tegas dari pihak madrasah untuk mengendalikan situasi maupun memberikan kepastian kepada peserta dan pembina.

Atas insiden ini, para pembina Pramuka mendesak panitia untuk bertanggung jawab penuh dan memberikan ganti rugi atas kerugian yang dialami peserta, baik secara materiil maupun psikologis. Mereka menilai kejadian ini mencederai nilai-nilai kepramukaan yang menjunjung kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap peserta didik.

Diketahui, Ketua Panitia Perlombaan Pramuka MAN 2 Medan adalah M. Nasir. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak panitia maupun MAN 2 Medan terkait insiden tersebut.(su)

Polres Binjai Amankan Pelaku Curat Laptop dan BPKB Motor

0

Warta.in Binjai – Polres Binjai kembali mencatatkan keberhasilan dengan mengamankan seorang tersangka pelaku pencurian dengan pemberatan (curat).

Kapolres Binjai AKBP Mirzal Maulana menyatakan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan bukti keseriusan jajarannya dalam menindak tindak kriminalitas.

“Kami mengapresiasi kinerja tim yang tanggap atas informasi dari masyarakat, sehingga tersangka berinisial A dapat diamankan,” ujar Mirzal dalam keterangannya, Sabtu (31/1/2026).

Kapolres Binjai menjelaskan, tersangka yang berusia 42 tahun itu diamankan pada Senin, 19 Januari 2026, sekitar pukul 20.15 WIB di kawasan Jalan Gunung Sinabung, Binjai Selatan. Tersangka A diduga kuat sebagai pelaku pencurian yang terjadi pada Minggu, 7 Desember 2025.

“Korban mengalami kerugian material berupa laptop dan dokumen kendaraan bermotor yang sangat vital,” tambah Mirzal.

Penjelasan teknis operasi pengamanan disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Hizkia Siagian. “Tim Cobra mendapat informasi dari masyarakat yang dapat dipercaya bahwa diduga tersangka sedang berada di Jalan Gunung Sinabung. Setelah dilakukan penyelidikan dan konfirmasi di lokasi, tim kemudian bergerak melakukan pengamanan,” jelas Hizkia.

Kasat Reskrim merinci bahwa dari tangan tersangka, pihaknya menyita barang bukti berupa satu bilah besi, sepasang sendal, dan sebuah baju, yang diduga digunakan dalam aksinya.

Mengenai kronologi kejadian, Kasat Reskrim memaparkan, “Pelapor pulang dan mendapati rumahnya dalam kondisi berantakan. Setelah dicek, hilang satu unit laptop merek Acer, celengan kaleng, dan dua buku BPKB untuk sepeda motor.”

Atas tindakannya, tersangka A dijerat dengan Pasal 477 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. “Tersangka beserta barang bukti telah dibawa ke Polres Binjai guna kepentingan penyidikan lebih lanjut,” pungkas Kasat Reskrim melalui Kasihumas AKP Junaidi. (RN)

(humasresbinjai)