27.3 C
Jakarta
Senin, April 13, 2026
Beranda blog Halaman 457

Ketua Dekranasda Banten Dorong Kejelasan Anggaran untuk Pengembangan Kerajinan Daerah

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 23 September 2025 — Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, menekankan pentingnya kejelasan pengalokasian dan penganggaran keuangan bagi pengembangan produk kerajinan di daerah. Hal ini disampaikannya usai menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Tahun 2025, yang digelar di Hotel Mercure Convention Center, Ancol, Jakarta Utara, Selasa (23/9/2025).

Dalam Rakernas yang menjadi forum strategis tahunan ini, Tinawati menyampaikan bahwa pengurus Dekranasda di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota perlu mendapatkan kepastian mengenai skema pembiayaan. Hal ini agar mereka tidak lagi kesulitan dalam merancang dan menjalankan program-program pengembangan kerajinan daerah.

“Hari ini kita telah melaksanakan rapat kerja nasional dalam rangka optimalisasi peran Dekranas untuk mengembangkan produk kerajinan Indonesia. Salah satunya adalah mengenai anggaran, kemudian keterlibatan para OPD pengampu untuk mengembangkan produk-produk lokal. Tadi juga diminta untuk bekerja sama dengan sektor lain seperti CSR dan pengusaha-pengusaha,” ungkap Tinawati.

Menurutnya, kejelasan anggaran sangat penting agar kegiatan yang dirancang Dekranasda dapat berjalan optimal dan terukur. Ia juga mendorong adanya sinergi lintas sektor, baik antarorganisasi perangkat daerah (OPD), pelaku usaha, maupun pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

“Bukan berarti tidak bisa, namun pertanggungjawabannya juga harus jelas,” tambahnya.

Dalam sambutan pembukaan Rakernas sebelumnya, Selvi Gibran, Ketua Umum Dekranas Pusat, menekankan bahwa momen ini berfungsi sebagai platform untuk berkomunikasi antara pusat dan daerah.  Dia menyatakan bahwa forum ini akan membahas secara mendalam bagaimana dana dialokasikan sehingga setiap Ketua Dekranasda dapat merancang program yang tepat sasaran.

“Rakernas ini akan menjadi forum diskusi, terutama bagaimana cara pengalokasian dan menganggarkan potensi keuangan daerah, sehingga Ketua Dekranasda tidak lagi bingung ketika merancang program. Semua akan dipandu mulai dari perencanaan, sumber anggaran, hingga implementasi,” kata Selvi.

 

Menurut Agus Fatoni, Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kementerian Dalam Negeri, Dekranasda memiliki berbagai pilihan pembiayaan.  Program SKPD, hibah pemerintah daerah, kerja sama dengan lembaga pemerintah dan swasta, dan dukungan CSR perusahaan dapat mendapatkan dana dari APBD.

“Intinya, Dekranasda bisa didukung dari berbagai pintu. Namun semua harus tetap mengacu pada regulasi keuangan negara dan daerah, serta pertanggungjawaban yang jelas. Dengan begitu, pengembangan kerajinan dapat berjalan optimal sekaligus akuntabel,” ujar Fatoni.

Selain itu, ia menekankan betapa pentingnya kerja sama lintas sektor untuk meningkatkan ekosistem kerajinan.  Untuk membuat program yang dijalankan lebih inovatif dan berdampak luas, Dekranasda harus bekerja sama dengan berbagai pihak seperti BUMD, BUMN, perbankan, organisasi kemasyarakatan, dan perguruan tinggi.

“Dekranasda tidak bisa bergerak sendiri. Dukungan stakeholder menjadi kunci dalam mendorong kreativitas, meningkatkan kualitas produk, serta memperluas pasar bagi perajin lokal. Semua ini harus berjalan seiring dengan tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel,” jelasnya.

Sementara itu, Babar Suharso, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemprov Banten, menyatakan bahwa pemerintah daerah mendukung peningkatan pendanaan program Dekranasda. Dia menyatakan bahwa Disperindag tengah mendorong OPD di seluruh provinsi Banten yang menjadi anggota Dekranasda untuk memberikan anggaran untuk pengembangan kerajinan.

“Saat ini Disperindag sedang mendorong OPD Pemprov Banten yang menjadi anggota Dekranasda untuk mengalokasikan anggaran di OPD. Terkait mekanisme hibah, sedang disusun program kegiatan rutin. Selain itu, dukungan dari CSR perusahaan juga terus kita upayakan dan Dekranasda bersama Disperindag intens berkomunikasi kepada perusahaan,” jelas Babar.

Rakernas Dekranas tahun ini mengusung tema ‘Optimalisasi Peran Dekranas Mengembangkan Produk Kerajinan Indonesia’. Rakernas diikuti 1.050 peserta dari seluruh provinsi, kabupaten, dan kota se-Indonesia. Forum ini diharapkan memperkuat sinergi pusat dan daerah, khususnya dalam memastikan pembiayaan berkelanjutan untuk pengembangan produk kerajinan dan pemberdayaan perajin.(WartainBanten)

Gubernur Banten Minta Sinergi Seluruh Pihak Hadapi Potensi Bencana

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 23 September 2025  — Gubernur Banten Andra Soni menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi seluruh pihak dalam menghadapi potensi bencana alam yang kerap melanda wilayah Provinsi Banten. Hal itu disampaikannya usai mengikuti Apel Kesiapsiagaan Bencana di lingkungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, yang digelar di Kota Serang, Selasa (23/9/2025).

Menurut Andra, Banten merupakan wilayah yang memiliki potensi tinggi terhadap berbagai jenis bencana alam, mulai dari banjir, tanah longsor, hingga tsunami. Ia mengingatkan bahwa sejarah mencatat sejumlah bencana besar pernah terjadi di wilayah ini, seperti tsunami yang melanda pesisir Banten pada tahun 2018, serta banjir dan longsor besar yang terjadi pada 2020.

“Sehingga ini perlu dilakukan kesiapsiagaan, perlu dipastikan bahwa peralatan, pasukan dan anggota di BPBD dan stakeholder lainnya ini siap,” kata Andra Soni di hadapan peserta apel.

Ia menekankan bahwa upaya mitigasi dan penanganan bencana tidak bisa hanya mengandalkan satu lembaga atau instansi. Diperlukan keterlibatan aktif dari seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, instansi vertikal, relawan, hingga masyarakat umum.

“Mudah-mudahan Banten dijauhkan dari bencana, tetapi saat bencana hadir kita harus siap, kita harus menjadi tangguh untuk selamat,” katanya.

Selain itu, Andra Soni mengatakan bahwa pihaknya terus bekerja sama dengan pemerintah pusat tentang cara mencegah banjir di beberapa daerah di Provinsi Banten. Pemprov Banten bahkan telah membentuk Satgas Pengendalian Banjir untuk bekerja sama jika terjadi bencana banjir.  khususnya untuk mencapai lokasi yang selama ini sulit dicapai oleh tim, termasuk jika ada kendala kewenangan di lapangan.

“Maka kaitan dengan ini kita harus lakukan aksi cepat, tepat, dan bermanfaat,” sambungnya.

Sementara itu, Nana Suryana, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten, mengatakan bahwa kesiapsiagaan bencana dilakukan untuk memastikan kesiapan untuk mencegah, menangani, dan mengatasi bencana.

“Itu merupakan salah satu langkah awal sebelum terjadi bencana, salah satunya untuk mengukur kekuatan personel, kekuatan peralatan, dan kekuatan logistik,” ujarnya.

Selain itu, dengan perintah gubernur, pendataan peralatan dan logistik yang ada harus dilakukan. Ini dilakukan untuk memastikan kesiapan yang tepat untuk menangani bencana.

“Sehingga kalau terjadi bencana yang tidak kita harapkan, semua bisa dievakuasi. Yang rusak diperbaiki atau juga bisa berkoordinasi dengan instansi teknis terkait lainnya yang mempunyai peralatan kebencanaan yang sama,” katanya.

Nana juga mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan 150 anggota personel untuk tetap siap dan melakukan pemetaan daerah yang mungkin mengalami bencana alam.

“Bencana hidrometeorologi ini hampir di semua kabupaten kota bisa terdampak, terutama memang yang kondisi topografinya lebih landai atau dataran rendah,” jelasnya.

Nana juga mengatakan bahwa peran aktif masyarakat sangat penting untuk mencegah bencana alam, terutama banjir.

“Bagaimana peran aktif masyarakat dalam pencegahan bencana, karena banyak hal yang bisa dilakukan masyarakat,” pungkasnya.

Pemerintah Provinsi Banten akan terus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam penguatan sistem peringatan dini, pemetaan wilayah rawan, serta peningkatan kapasitas personel dan sarana prasarana kebencanaan.(WartainBanten)

Polisi Tangkap Pelaku Penganiayaan di Batanghari Leko, Muba

0

Warta.in (MUBA) — Jajaran Polsek Batanghari Leko berhasil mengamankan seorang pria bernama W.A(38), pelaku dugaan tindak pidana penganiayaan terhadap Jumadi Awalludin, yang terjadi pada Jum’at (29/8/2025) di kantin dekat pull PT. SKN, Dusun III Desa Lubuk Bintialo, Kecamatan Batanghari Leko, Kabupaten Musi Banyuasin.

Berdasarkan informasi kepolisian, insiden bermula saat korban sedang berbincang dengan pengurus PT. SKN di lokasi kejadian. Tiba-tiba, dari arah samping kanan, pelaku langsung memukulkan botol soda kaca ke kepala korban hingga pecah. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka pada telinga kanan serta benjol di bagian kepala. Setelah melakukan aksinya, pelaku langsung meninggalkan tempat kejadian.

Dalam pemeriksaan, tersangka mengakui perbuatannya. Ia mengaku emosi setelah melihat korban berbicara dengan nada tinggi kepada pihak PT. SKN, sehingga melampiaskan kemarahannya dengan memukul korban menggunakan botol kaca.

Setelah sempat melarikan diri, keberadaan pelaku akhirnya terendus aparat. Pada Senin (22/9/2025), Kapolsek Batanghari Leko AKP Halim Kusumo, SH memerintahkan Kanit Reskrim IPTU Agus Kurniawan, S.Psi, didampingi Kapospol Dayung AIPTU Hamid serta Tim Beruang Hitam Squad untuk melakukan penangkapan. Tersangka berhasil diamankan di dekat Rumah Makan Mawar Merah, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara, tanpa adanya perlawanan.

Kini tersangka diamankan di Mapolsek Batanghari Leko untuk proses hukum lebih lanjut.

Kapolsek Batanghari Leko, AKP Halim Kusumo, SH, mengimbau masyarakat untuk menahan diri dan tidak menyelesaikan persoalan dengan cara kekerasan. “Kami mengingatkan agar setiap masalah diselesaikan dengan kepala dingin. Jangan mudah terpancing emosi, karena tindakan penganiayaan dapat berujung pada proses hukum pidana,” tegasnya.(Albert/team)

Polres Muba Bekuk Tiga Pengedar Narkoba: Warga Diharapkan Aktif Cegah Peredaran Gelap

0

Warta.in (Muba) – Satuan Reserse Narkoba Polres Musi Banyuasin (Muba) kembali mencatat keberhasilan dalam memberantas peredaran narkotika. Dalam dua operasi terpisah, petugas mengamankan tiga tersangka beserta barang bukti narkotika jenis sabu dan pil ekstasi.

Selasa malam (16/9/2025) sekitar pukul 21.00 WIB, tim Satres Narkoba Polres Muba yang dipimpin Kanit Idik I IPDA Angga Wibowo, S.H. menggerebek sebuah pondok di tepi Sungai Musi, Dusun II Desa Air Itam, Kecamatan Sanga Desa.

Dua tersangka, Benni Karmadi (38) dan Riki (26), warga setempat, ditangkap tanpa perlawanan. Dari lokasi, polisi menyita 3 paket sedang dan 7 paket kecil sabu seberat bruto 26,16 gram, timbangan digital, skop pipet, plastik klip bening, tisu pembungkus, serta dua unit ponsel.

Sebagian sabu ditemukan di lantai pondok, sedangkan tiga paket lainnya disembunyikan di saku celana Benni. Keduanya dijerat Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 132 Subsider Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Keesokan harinya, Rabu (17/9/2025) pukul 16.00 WIB, tim yang dipimpin Kanit Idik II IPDA Feri, S.H., M.H. bergerak setelah mendapat informasi adanya transaksi narkoba di RT 001 RW 001 Desa Bayat Ilir, Kecamatan Bayung Lencir.

Tersangka Aminudin (35) ditangkap di rumahnya. Dari dapur rumah, polisi menemukan 35 paket sabu seberat bruto 13,07 gram, 5 pil ekstasi merah muda logo Rolex (2,12 gram), 3 pil ekstasi hijau logo WhatsApp (1,37 gram), wadah plastik, sekop, plastik klip, uang tunai Rp150 ribu, serta ponsel Vivo Y17s.

Aminudin mengakui kepemilikan seluruh barang bukti. Ia dijerat Pasal 114 Ayat (2) Subsider Pasal 112 Ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Kasat Res Narkoba Polres Muba, AKP Budi Mulya, S.IP., M.H. melalui Kasi Humas Polres Muba, IPTU S. Hutahean, S.M., menegaskan keberhasilan ini tidak lepas dari kepedulian masyarakat.

“Kami mengapresiasi informasi dari warga yang peduli. Polres Muba akan terus menindak tegas pengedar narkotika demi menjaga generasi muda,” ujarnya.

Ketiga tersangka kini ditahan di Mapolres Muba untuk proses hukum lebih lanjut.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa peredaran narkotika masih mengancam wilayah Muba. Penyalahgunaan narkoba tidak hanya merugikan kesehatan, tetapi juga dapat menghancurkan masa depan generasi muda dan menimbulkan dampak sosial luas.

Masyarakat diimbau untuk:

– Tidak ragu melapor jika mengetahui aktivitas mencurigakan terkait narkoba.

– Mengawasi lingkungan sekitar, terutama anak-anak dan remaja.

– Terlibat aktif dalam kegiatan positif yang menjauhkan generasi muda dari jeratan narkoba.

Dengan kerja sama aparat dan masyarakat, peredaran narkoba dapat ditekan sehingga keamanan dan masa depan generasi penerus tetap terjaga.(Albert/rill)

SDN Tunas Jaya Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H

0

SDN Tunas Jaya Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H

Warta In Jabar, Subang Ciasem – SDN Tunas Jaya Kecamatan Ciasem menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H pada Selasa, 23 September 2025 bertepatan dengan 1 Rabi’ul Akhir 1447 H.

Acara yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini menghadirkan penceramah Ustadz Nolchi Yudian L., M.Pd. dengan tema “Teladani Nabi dalam berakhlak sehari-hari”.

Kegiatan peringatan Maulid Nabi ini diikuti oleh seluruh guru, siswa, serta warga sekolah dengan penuh khidmat. Dalam tausiyahnya, Ustadz Nolchi Yudian menekankan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam membentuk karakter generasi muda yang beriman, jujur, dan berakhlak mulia.

Kepala SDN Tunas Jaya, Ade Banjari, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan hanya sekadar acara seremonial, tetapi juga momentum untuk memperdalam kecintaan kepada Rasulullah.

“Kami berharap melalui kegiatan ini anak-anak dapat lebih mengenal keteladanan Nabi Muhammad SAW dan mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, di rumah, maupun di masyarakat,” ujar Ade Banjari.

Melalui peringatan Maulid Nabi ini, SDN Tunas Jaya menegaskan komitmennya dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter mulia sesuai ajaran Islam.

LPPM UNPAM Monev untuk Program Pengabdian kepada Masyarakat di KWT Kirai Emas 12

0

Bojongsari, 20 September 2025 – LPPM Universitas Pamulang (UNPAM) mengadakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) untuk Program Pengabdian kepada Masyarakat yang bertajuk “Transformasi Peran Perempuan Tani: Meningkatkan Kewirausahaan melalui Budidaya Markisa dan Teknologi Informasi pada KWT Kirai Emas 12, Depok, Jawa Barat.” Program ini diketuai oleh Dr. Denok Sunarsi, S.Pd., M.M., dengan tujuan untuk memberdayakan perempuan tani melalui peningkatan keterampilan budidaya markisa dan pemanfaatan teknologi informasi serta e-commerce sebagai sarana untuk mengembangkan kewirausahaan mereka.

Bersamaan dengan itu, Program Pengabdian kepada Masyarakat ini mendapatkan dukungan dari Hibah Bima dengan Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, yang merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi dan pendidikan berbasis kelompok tani. Program ini didanai berdasarkan kontrak nomor 121/C3/DT.05.00/PM/2025 tertanggal 28 Mei 2025, 8160/LL4/PG/2025, serta 110/D5/SK/LPPM/UNPAM/VI/2025 yang ditandatangani pada 4 Juni 2025.

Acara monev dibuka oleh Ketua LPPM UNPAM, Dr. Susanto, S.H., M.M., M.H., M.A.P. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan dukungannya terhadap program ini yang dinilai sangat relevan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di masyarakat, khususnya di kalangan perempuan tani. “Kami berharap program ini dapat menjadi model pemberdayaan yang tidak hanya fokus pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga pada pengembangan kemampuan digital dan kewirausahaan,” ujarnya.

Kegiatan monev ini dihadiri oleh tim pengabdi dari Universitas Pamulang, tim LPPM, serta dua reviewer eksternal dan internal. Dalam evaluasinya, Reviewer menyampaikan bahwa program ini sangat potensial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menggabungkan teknik pertanian modern dan teknologi digital.

Dr. Denok Sunarsi, S.Pd., M.M., selaku ketua program, menambahkan bahwa selain fokus pada budidaya markisa, program ini juga bertujuan untuk memperkenalkan e-commerce sebagai salah satu saluran penjualan hasil pertanian. “Dengan mengenalkan platform e-commerce, kami ingin membantu para anggota KWT Kirai Emas 12 untuk memasarkan produk mereka secara lebih luas dan efisien,” jelasnya.

Rahmat Junianto, seorang praktisi e-commerce yang turut terlibat dalam program ini, memberikan pemahaman terkait pentingnya platform digital dalam mengembangkan bisnis pertanian. “Pengenalan e-commerce kepada masyarakat tani ini adalah langkah penting agar produk mereka bisa bersaing di pasar yang lebih besar,” ungkap Rahmat.

Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh berbagai pihak yang memberikan dukungan, antara lain Ketua KWT Kirai Emas 12, Wiwin Puspitasari, yang menyampaikan rasa terima kasihnya atas pelaksanaan monev ini. “Kami merasa sangat terbantu dengan adanya program ini yang membuka peluang besar bagi perempuan tani untuk berkembang, baik dalam hal kewirausahaan maupun pemanfaatan teknologi,” ujar Wiwin.

Acara monev ini juga dihadiri oleh Aiptu Roni A., Binmas Bojongsari, Ketua RT 01 Deden Hendrawan, Ketua Paguyuban RT/RW Bojongsari Muhammad Sholeh, serta Heru Widiyarto, praktisi hidroponik, yang memberikan masukan berharga untuk pengembangan lebih lanjut.

Dengan adanya program ini, diharapkan Kelompok Wanita Tani Kirai Emas 12 dapat terus berkembang, meningkatkan taraf hidup, dan memperluas akses pasar melalui pemanfaatan teknologi serta pemberdayaan kewirausahaan berbasis pertanian.

SDN Cicadas Binong Gelar ANBK Hari Kedua, Fokus pada Numerasi

0
0-0x0-0-0#

SDN Cicadas Binong Gelar ANBK Hari Kedua, Fokus pada Numerasi

Warta In Jabar, Subang Binong – SDN Cicadas Binong Kecamatan Binong melaksanakan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) pada hari kedua, Selasa 23 September 2025. Pelaksanaan dimulai sejak pukul 08.00 hingga 10.00 untuk sesi pertama, dan dilanjutkan sesi kedua pada pukul 10.30 sampai 12.30.

Pada kegiatan ini, sebanyak 21 siswa kelas V mengikuti asesmen yang dibagi ke dalam dua sesi. Materi yang diujikan di hari kedua adalah numerasi, setelah sehari sebelumnya para siswa mengerjakan asesmen literasi.

Pengawas ujian berasal dari SDN Saluyu, yakni Ibu Neni dan Ibu Anis, sedangkan pendamping di ruang kelas adalah guru kelas V, Ibu Siska Puspitasari.

Kepala SDN Cicadas Binong, Rohandi, S.Pd., menuturkan bahwa ANBK menjadi salah satu tolak ukur untuk melihat capaian kompetensi siswa maupun mutu sekolah. “Walaupun bukan penentu sepenuhnya, hasil ANBK tetap akan menjadi gambaran bagi sekolah. Bahkan hasilnya nanti akan terpampang di sekolah, sehingga menjadi bahan evaluasi bagi guru maupun peserta didik,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rohandi menambahkan bahwa hasil asesmen ini juga bisa menjadi acuan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran, terutama pada bagian yang masih kurang memuaskan. “Kita harus terus berbenah agar mutu pendidikan di SDN Cicadas Binong semakin meningkat,” pungkasnya.

Sebagai informasi, ANBK merupakan program evaluasi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk mengukur kompetensi dasar siswa dalam literasi membaca dan numerasi. Tujuannya bukan untuk menilai prestasi individu, melainkan sebagai pemetaan mutu pendidikan di satuan pendidikan dan daerah. Dengan demikian, hasil ANBK dapat menjadi dasar dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran dan pemerataan mutu pendidikan di Indonesia.

Timgab Polairud Polda NTB Evakuasi Pemancing Narnada Terseret Ombak di Tanjung Penggeroh Sekotong

0

 

Timgab Polairud Polda NTB Evakuasi Pemancing Narnada Terseret Ombak di Tanjung Penggeroh Sekotong

2.

*Mataram* — Tim gabungan dari Dit Polairud Polda NTB, Sat Polair Polres Lombok Barat, dan Basarnas Mataram berhasil mengevakuasi seorang warga yang terseret gelombang, Ahad (21/9/2025), saat memancing di tebing kawasan Tanjung Penggeroh, Dusun Panggang, Desa Blongas, Kecamatan Sekotong.

Korban diketahui bernama Mus Muliadi (50), warga Kembang Kuning, Kecamatan Narmada, Lombok Barat. Ia dilaporkan hilang setelah terseret ombak saat memancing di tebing sekitar lokasi.

Direktur Polairud Polda NTB, Kombes Pol. Boyke Fredrik Salmon Samola, S.I.K., M.H., menjelaskan jika proses pencarian dilakukan sejak pagi dengan melibatkan ABK Kapal XXI-2006 dan XXI-2007 Dit Polairud, personel Sat Polair Polres Lobar, serta tim Basarnas Mataram.

“Sekitar pukul 11.58 Wita, tim menerima informasi dari nelayan yang melihat korban tidak jauh dari lokasi memancing, tepatnya di sekitar bebatuan. Tim langsung bergerak cepat menuju lokasi,” jelas sapaan Kombes Pol. Boy Samola.

Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil. Pukul 13.26 Wita, korban berhasil dievakuasi dan dibawa ke darat. Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan visum.

“Kami turut berduka cita atas musibah ini. Kami juga mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pemancing, agar selalu memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang laut saat beraktivitas di perairan,” ungkapnya.

Dengan adanya kejadian tersebut, Polairud Polda NTB menegaskan komitmennya untuk selalu sigap dan bersinergi dengan berbagai pihak, dalam setiap operasi SAR demi keselamatan masyarakat di perairan.(sr/hpntb)

Gerakan Tani Merdeka Indonesia Peringati Hari Tani Nasional, Dukung Program Ketahanan Pangan

0

Warta.in Jabar ◊ Selasa 23 September 2025

Gerakan Tani Merdeka Indonesia memperingati Hari Tani Nasional dan Mendukung Program Pemerintah dalam Ketahanan Pangan

Dalam memperingati Hari Tani Nasional, Tani Merdeka Indonesia mendukung program ketahanan pangan Presiden Prabowo Subianto, komitmen menjaga persatuan nasional, dan menolak aksi anarkis, serta menghimbau masyarakat untuk menyampaikan aspirasi memperingati Hari Tani Nasional secara santun sesuai konstitusi.(23-09-2025)

“Tani Merdeka Indonesia adalah organisasi sosial yang didirikan untuk mensejahterakan petani dan seluruh pelaku pertanian dengan mendukung program pemerintah, seperti ketahanan pangan dan swasembada pangan, serta mengatasi berbagai tantangan di bidang pertanian.

“Menurut Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir menyampaikan, gerakan ini berbeda dan tidak menunggu panggilan akan tetapi langsung turun ke lapangan, tidak menunggu program tetapi menciptakan inisiatif dari Desa Ke Kota, dari sawah ke forum kebijakan,”pungkas Don Muzakir.

“Semangat ini menjadi dorongan bagi pengurus di daerah untuk tidak ragu bergerak. Struktur organisasi yang sudah menjangkau hingga tingkat desa menjadi modal besar, Yang dibutuhkan sekarang adalah keberanian untuk melangkah bukan menunggu,” kata Don Muzakir.

(Jefry. Smk)


 

Andra Soni Tegaskan Komitmen Pemprov Banten Perkuat MUI dan Lembaga Keagamaan

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 23 September 2025  — Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta berbagai lembaga keagamaan di Provinsi Banten. Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi jajaran pengurus MUI Provinsi Banten di ruang kerjanya, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Senin (22/9/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Andra menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Banten mendukung penuh penguatan kelembagaan MUI, mulai dari tingkat provinsi hingga ke tingkat kecamatan.

“MUI mempunyai peranan penting dalam pembinaan umat. Oleh karena itu, peran dan fungsinya akan sangat membantu pemerintah,” katanya.

Ia menambahkan, sejak awal menjabat sebagai Gubernur, dirinya sudah berkomitmen untuk memperkuat lembaga-lembaga keagamaan yang memiliki kontribusi nyata dalam pembinaan masyarakat.

“Semangat yang ingin saya tularkan adalah kebersamaan dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Andra Soni berterima kasih atas upaya MUI selama ini dalam memelihara kerukunan umat beragama dan membina karakter anak bangsa di Provinsi Banten.  Untuk mewujudkan visi Banten yang maju, adil, merata, dan bebas dari korupsi, hal ini harus terus dipertahankan.

Menurut Andra Soni, Pemerintah Provinsi Banten saat ini menjalankan Program Sekolah Gratis (PSG), terutama untuk lembaga pendidikan swasta di tingkat SMA, SMK, dan Sekolah Khusus atau SKh. Pemerintah juga mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Provinsi Banten.

Dalam pertemuan itu, KH A Bazari Syam, Ketua MUI Provinsi Banten, menyatakan bahwa MUI akan mendukung program pembangunan yang direncanakan oleh pemerintah.  lebih-lebih dalam hal program keumatan seperti pendidikan gratis dan makanan sehat.

“Tentu sebagai bagian dari masyarakat Banten, kami siap mendukung itu,” katanya.

Bazari juga ingin program MBG dikembangkan lebih luas, termasuk di pondok pesantren, karena banyak anak bangsa yang belajar di pesantren dan juga membutuhkan nutrisi yang cukup yang diberikan oleh program MBG.

“Termasuk program PSG, ke depan harus bisa diperluas lagi,” ujarnya.

Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal dari kerja sama yang lebih erat antara Pemprov Banten dan MUI dalam memperkuat kehidupan beragama serta menjaga kondusivitas di tengah masyarakat.(WartainBanten)