32.1 C
Jakarta
Senin, April 13, 2026
Beranda blog Halaman 460

Gubernur Banten Ajak Pemuda Bangun Daerah Lewat Kolaborasi dan Inovasi

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 21 September 2025  — Gubernur Banten Andra Soni mengajak pemuda untuk aktif terlibat dalam pembangunan daerah melalui kolaborasi dan inovasi lintas sektor. Hal ini disampaikan saat menghadiri acara Pelantikan Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Provinsi Banten di Aula Banten Islamic Center, Kota Serang, Sabtu (20/9/2025).

Dalam sambutannya, Gubernur menekankan pentingnya sinergi antara pemuda dan seluruh pemangku kepentingan, terutama di tengah era transformasi digital dan tantangan global yang semakin kompleks.

“Sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan bidang kepemudaan sangat penting. Peran pemuda harus diarahkan pada pemberdayaan yang produktif, kreatif, dan inovatif,” ujar Andra Soni.

Ia juga menyampaikan bahwa partisipasi pemuda bisa dimulai dari langkah-langkah kecil yang kolaboratif, seperti keterlibatan dalam pembangunan infrastruktur swadaya, literasi digital, ekonomi kreatif, serta sektor pertanian dan sosial.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif generasi muda yang memiliki semangat perubahan dan jiwa kepemimpinan.

“Mari kita bangun perilaku aktif dan partisipatif bersama-sama untuk kemajuan daerah,” katanya.

Pada kesempatan itu, Andra Soni juga mengatakan bahwa Pemprov Banten menyambut baik dan mengapresiasi PKC PMII Banten karena terus melakukan program pembinaan untuk kadernya.

“Selamat atas kepengurusan PKC PMII Banten yang baru saja dilantik,” imbuhnya.

Sementara itu, Mohammad Shofiyulloh Cokro, Ketua Umum Pengurus Besar PMII, menyampaikan selamat kepada kepengurusan PKC PMII Banten dan berharap seluruh pengurus dapat terus berkomitmen untuk mempertahankan kekompakan.

Sebagai informasi, Ketua Umum PB PMII Mohammad Shofiyulloh Cokro langsung memimpin pelantikan pengurus PKC PMII Provinsi Banten. Winah Setiawati dilantik sebagai ketua PKC PMII Provinsi Banten.

Acara pelantikan PMII ini turut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, akademisi, dan perwakilan organisasi kepemudaan se-Banten. Pengurus baru PMII Provinsi Banten diharapkan menjadi motor penggerak perubahan yang berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah.(WartainBanten)

SMP Muhammadiyah 7 Medan Fokus Cegah Bullying, Bully bisa terjadi kepada siapa saja

0

 Warta.In ( Medan ) – Sekolah harus bebas dari berbagai praktik perundungan terhadap anak. Segenap Warga Sekolah didorong untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan aman bagi tumbuh kembang anak.Hal itu ditekankan Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 7 Medan , M. Reza Akbar, S.Pd (20/9/2025).

Menurutnya, Sekolah terus mendorong kebijakan dan program perlindungan anak, mulai dari pencegahan kekerasan terhadap anak, layanan kesehatan dan pendidikan yang inklusif, serta pemenuhan hak-hak anak.

Foto : Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 7 Medan M Reza Akbar SPd menginginkan anak – anak menjadi Pelopor terciptanya Zero Bullying.

“Saya ingin anak-anak menjadi pelopor terciptanya Zero Bullying, tidak hanya di sini, tetapi juga di Lingkungan Masyarakat,” ujar Pak Reza.

Ia juga berpesan kepada anak-anak agar menjaga masa depan mereka dan memanfaatkan peluang yang ada di era digital saat ini.

“Belajarlah menentukan skala prioritas di tengah pilihan yang tidak terbatas saat ini. Manfaatkan akses informasi dengan bijak, gunakan Sosial media sesuai dengan kebutuhan jangan jadikan sosial media menjadi media untuk membully, pornografi dan kekerasan, jangan sampai masa depan dirusak oleh alkohol, narkoba, atau hal negatif lainnya,” pesannya.

Kedepannya, lingkungan sekolah akan membentuk satgas anti bully karena bully bisa di alami siapa saja, bisa terjadi antara siswa dengan siswa, Siswa dengan guru bahkan guru dengan guru, InsyaAllah kedepannya dengan kerja sama semua pihak kita bisa mewujudkan sekolah Ramah anak dan Anti bully.(su16)

Draw the Line Riau 2025: #ResetIndonesia

0

Pekanbaru, 21 September 2025 – Warga Riau, aktivis lingkungan, mahasiswa, dan komunitas Disabilitas berkumpul dalam aksi Draw The Line Riau 2025 pada Minggu, 21 September 2025 di area Car Free Day Pekanbaru. Aksi ini merupakan bagian dari gerakan global Draw The Line 2025, yang berlangsung serentak di berbagai kota di dunia menjelang Sidang Umum PBB dan KTT Iklim COP30 di Brazil.

Konteks Aksi

Gelombang protes beberapa minggu ini lahir dari rasa tidak adil yang menumpuk: keputusan diambil di ruang tertutup, biaya hidup terus naik, dan ruang demokrasi makin menyempit. Krisis iklim membuat keadaan semakin berat. Banjir dan kekeringan datang makin sering, udara tercemar, panas ekstrem mengganggu kesehatan, dan garis pantai terkikis. Keadilan iklim bukan hanya soal menurunkan emisi, tetapi juga memutus siklus ketimpangan yang membuat rakyat menanggung biaya paling besar. Rakyat menjadi korban sedangkan si perusak bergelimang harta.

Rakernas II Mathla’ul Anwar,Iwan Darmawan:Mathla’ul Anwar Siap Dukung Program Asta Cita Pemerintah

0

Warta in, Jakarta – Generasi Muda menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kedua dengan mengangkat berbagai isu kebangsaan dan keumatan yang berkembang di masyarakat. Dalam forum tersebut, Generasi Muda menegaskan sikap sebagai mitra kritis pemerintah sekaligus bagian dari upaya mendorong pembangunan kerakyatan.

Dalam kesempatannya, Iwan Darmawan selaku Ketua OKK Mathla’ul Anwar mengatakan bahwa pihaknya mendukung penuh kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk menuntaskan masa jabatannya.

“Kami menolak segala upaya untuk menggantikan beliau di tengah jalan. Generasi Muda siap mendukung program Nawacita yang diusung pemerintahan Presiden Prabowo,”katanya.

Rekomendasi Rakernas

Dalam Rakernas Kedua ini, Generasi Muda menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, di antaranya:

1. Mendorong aparat penegak hukum bekerja profesional dan menuntaskan kasus-kasus korupsi yang merugikan negara.

2. Mendesak DPR RI segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset sebagai instrumen penting pemberantasan korupsi.

3. Menolak proyek-proyek bermasalah, termasuk pembangunan yang merusak lingkungan, menciderai rasa keadilan, dan berpotensi menimbulkan disparitas sosial. Proyek semacam ini dinilai “zalim” dan harus dihentikan.

4. Mengembalikan aset negara dan lahan sosial yang disalahgunakan atau dikuasai secara sewenang-wenang.

Aspirasi Mahasiswa dan Peran Generasi Muda

Terkait aksi mahasiswa dan kelompok Cipayung, Generasi Muda menegaskan bahwa penyampaian aspirasi rakyat adalah hak yang dijamin konstitusi. Namun, pihaknya menolak aksi anarkis dan menginginkan agar pembangunan nasional berjalan aman dan damai.

Generasi Muda juga menegaskan pentingnya kader-kader muda mengambil peran strategis dalam pemerintahan.

“Indonesia ke depan harus diwarnai oleh generasi muda yang berintegritas, berkapasitas, dan kompeten,” tegasnya.

Bersihkan Kabinet dari Korupsi

Generasi Muda juga menyoroti kasus korupsi di jajaran eksekutif maupun legislatif. Menteri atau pejabat negara yang terindikasi korupsi didesak segera diproses hukum tanpa pandang bulu.

“Kabinet harus bersih dari oknum yang tidak memiliki integritas moral,” demikian pernyataan resmi Rakernas.

Dengan hasil Rakernas Kedua ini, Generasi Muda menegaskan komitmennya untuk tetap menjadi mitra kritis pemerintah, mengawal jalannya pembangunan, serta memastikan kepentingan rakyat tetap menjadi prioritas utama,”tutupnya.

Dari Fun Run ke Festival UMKM, Walikota Buka Tiga Event Di CFD Ahmad Yani

0

Warta.in Jabar ◊ Minggu, 21 September 2025.

KOTA BEKASI – Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, kembali hadir di tengah masyarakat pada kegiatan Car Free Day (CFD) Ahmad Yani, Minggu (21/9). Dalam rutinitas akhir pekan ini, Wali Kota menyapa langsung warga yang tengah berolahraga maupun menikmati suasana CFD.

Tri memastikan area CFD tetap kondusif dan tertib, sehingga warga dapat beraktivitas dengan nyaman. Ia menegaskan para pedagang telah disediakan lokasi khusus, menindaklanjuti laporan warga pekan lalu terkait adanya pedagang yang tidak sesuai aturan.

Pada kesempatan tersebut, Mas Tri sapaan akrab dari Wali Kota Bekasi membuka tiga rangkaian kegiatan sekaligus. Pertama, Patriot Fun Run yang diikuti ribuan peserta dengan kategori lari 10 km dan 5 km. Tri menyampaikan harapannya agar kegiatan ini menjadi gaya hidup sehat bagi masyarakat, sejalan dengan visi menjadikan Kota Bekasi sebagai sport city.

Kedua, di Plaza Patriot Candrabhaga, Tri membuka Gebyar UMKM yang digelar Ikatan Alumni SMA Negeri 3 Kota Bekasi. Ia mengapresiasi semangat pelaku UMKM yang berjuang memajukan perekonomian daerah.

“Kita dorong agar UMKM Kota Bekasi bisa naik kelas, bahkan mampu menembus pasar nasional hingga internasional,” ujarnya.

Ketiga, di Plaza Pemerintah Kota Bekasi, Wali Kota turut membuka Festival Bekasi yang digelar Radio Elgangga dalam rangka peringatan HUT RI. Rangkaian dimulai dengan jalan santai bersama warga. Dalam sambutannya, Tri berpesan agar masyarakat memanfaatkan momentum CFD bukan hanya untuk berolahraga, tetapi juga untuk rekreasi dan mempererat kebersamaan keluarga.

“Setiap akhir pekan, CFD menjadi ruang publik yang bisa dinikmati bersama. Sehatnya dapat, silaturahmi dengan warga pun terjalin,” pungkasnya.

Ia menambahkan untuk para anggota Satpol PP Kota Bekasi untuk terus menjaga kenyamanan warga yang beraktivitas di sekitaran area CFD, dan tekankan untuk para pedagang tidak melanggar aturan karena sudah tersedia area untuk berjualan.

(Jefry. Smk)

Polsek Patokbeusi Amankan Tiga Pelajar Terduga Geng Motor di Subang

0

Polsek Patokbeusi Amankan Tiga Pelajar Terduga Geng Motor di Subang

Warta In Jabar, Subang Pantura, 21 September 2025 – Kepolisian Sektor (Polsek) Patokbeusi berhasil mengamankan tiga orang terduga anggota geng motor yang meresahkan warga. Ketiganya masih berstatus pelajar dengan inisial AP, SA, dan GE.

Kapolsek Patokbeusi, Anton, menjelaskan bahwa patroli rutin antisipasi geng motor dan kejahatan jalanan (C3) dilaksanakan pada Minggu (21/9) dini hari, mulai pukul 03.00 WIB di sepanjang jalur Pantura dan wilayah desa sekitar.

Pada pukul 04.00 WIB, petugas bersama warga berhasil mengamankan tiga pelajar yang diduga hendak melakukan tawuran dengan kelompok lain di Dusun Sengon, Desa Rancajaya, Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang. Sementara sejumlah pelaku lainnya berhasil melarikan diri.

“Dari tangan mereka, polisi menyita barang bukti berupa senjata tajam serta dua unit sepeda motor yang digunakan untuk aksi tawuran,” ungkap Kapolsek.

Ia menambahkan, aksi geng motor selama ini telah meresahkan masyarakat, terutama pengguna jalan dan warga yang beraktivitas pada dini hari seperti pedagang dan pekerja.

“Kami akan bertindak tegas terhadap geng motor maupun pelaku kejahatan jalanan lainnya. Kami juga mengimbau masyarakat agar ikut berperan melalui ronda malam dan segera melapor bila menemukan aktivitas geng motor,” tegas Anton.

Dengan adanya patroli rutin dan kerja sama masyarakat, polisi berharap situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif di wilayah hukum Polsek Patokbeusi.

(Humas Polsek Patokbeusi)

Polisi Amankan Pemilik Penyulingan Ilegal yang Terbakar di Muba. 

0

Warta.in (Musi Banyuasin) – Unit Reskrim Polsek Babat Toman mengamankan Berniat (51), warga Desa Tanjung Durian, Kecamatan Lawang Wetan, setelah lokasi penyulingan minyak mentah ilegal (illegal refinery) miliknya terbakar pada Jumat (19/9/2025) sekitar pukul 10.00 WIB di Dusun III, Desa Tanjung Durian.

Kebakaran diduga dipicu oleh sisa bara api di bawah tangki atau tungku penyulingan yang masih menyala usai proses pengolahan minyak. Bara tersebut menyambar material sisa pembakaran hingga menimbulkan kobaran api.

Warga bersama Berniat sempat berupaya memadamkan api menggunakan air bercampur deterjen. Sekitar 30 menit kemudian api berhasil dipadamkan. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini merusak peralatan penyulingan dan berpotensi membahayakan lingkungan sekitar.

Pada Sabtu (20/9/2025) pukul 13.00 WIB, penyidik Polsek Babat Toman melakukan pemeriksaan dan gelar perkara. Berniat akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dan mengakui perbuatannya.

Kapolsek Babat Toman IPTU Dedy Kurniawan, S.H., melalui Kasi Humas Polres Muba IPTU Hutahean, S.H., membenarkan penetapan tersangka.

“Benar, tersangka melakukan kegiatan penyulingan minyak mentah tanpa izin. Kebakaran terjadi akibat kelalaiannya yang sangat berisiko terhadap keselamatan masyarakat maupun lingkungan,” tegasnya.

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti dari lokasi, antara lain:

– 1 unit mesin sedot,

– 1 selang sepanjang ±5 meter bekas terbakar,

– 1 drum besi bekas terbakar,

– 1 tangki/tungku besi berkapasitas ±6.000 liter,

– 1 jeriken 35 liter berisi cairan hitam diduga minyak mentah,-

1 jeriken 25 liter berisi cairan hasil olahan diduga jenis solar.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 53 UU RI Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana diubah dengan Pasal 40 angka 8 UU Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, dan/atau Pasal 188 KUHP tentang kelalaian yang mengakibatkan kebakaran.

Saat ini Berniat ditahan di Rutan Mapolres Muba dan proses penyidikan lebih lanjut dilimpahkan ke Unit Pidsus Sat Reskrim Polres Muba.

Kapolres Musi Banyuasin AKBP God P Sinaga, SH., SIK., MH. menegaskan bahwa praktik penyulingan ilegal tidak hanya merugikan negara tetapi juga membahayakan keselamatan warga sekitar.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak terlibat dalam kegiatan refinery ilegal. Risiko kebakaran, pencemaran lingkungan, hingga ancaman hukum sangat tinggi. Polres Muba akan terus menindak tegas pelaku-pelaku kegiatan ilegal yang membahayakan ini,” ujarnya

Melalui kejadian ini, Polres Muba mengingatkan pentingnya kesadaran hukum dan kepedulian lingkungan. Masyarakat diharapkan melaporkan bila mengetahui aktivitas penyulingan atau pengeboran ilegal di wilayahnya, agar tidak menimbulkan bencana di kemudian hari.

Reporter : Albert/rill

Wawali Harris Bobihoe : Giat Shubuh Keliling Buka Ruang Komunikasi Dan Jalin Sinergi

0

Warta.in Jabar ◊ Minggu 21 September 2025

KOTABEKASI – Pemerintah Kota Bekasi terus berupaya membuka ruang komunikasi dan membangun sinergi dengan masyarakat, Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe hadir pada kegiatan Sholat Shubuh dan Pengajian Pagi FORSILA, yang berlangsung di Pondok Pesantren Mahasina, Jatiwaringin, Pindokgede

Kehadiran Wawali Abdul Harris Bobihoe disambut hangat oleh Pengasuh Ponpes Mahasina KH Abu Bakar Rahziz, Syekh Ahmad bin Qasim Al Ghamdi, beserta Ketua Forsila dan para jamaah sholat shubuh gabungan. Kegiatan ini bukan sekadar ibadah, tetapi juga bagian untuk membuka ruang komunikasi aktif dengan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya menjalankan ibadah dan mengkaji ilmu bersama, tetapi juga membangun komunikasi yang lebih erat dengan warga, sehingga tercipta sinergi dalam mewujudkan kota Bekasi yang nyaman dan sejahtera,” ujar Wawali Abdul Harris Bobihoe

Ia juga mengatakan, kegiatan shubuh gabungan yang digelar seperti ini memiliki implikasi positif dalam membangun sikap mental, menanamkan kebersamaan dan membuat karakter warganya semakin baik.

Selain itu, Ia juga menyampaikan Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang mengakar kuat dalam budaya Indonesia, selalu menjadi harapan besar bagi orang tua yang mendambakan anak-anak mereka tumbuh menjadi individu berakhlak mulia dan berilmu pengetahuan tinggi. Keberadaan pesantren tidak hanya penting bagi pendidikan agama, tetapi juga sebagai benteng moral yang mampu menghadapi tantangan zaman modern. 

Pesantren sebagai tempat terbaik untuk menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini. Di tengah arus globalisasi dan modernisasi, kekhawatiran akan lunturnya nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari semakin meningkat. Oleh karena itu, pesantren menjadi pilihan utama sebagai ladang pembibitan generasi muda.

Di pesantren, lanjut Wawali Abdul Harris Bobihoe mengatakan, para generasi muda tidak hanya belajar ilmu agama, tetapi juga ilmu-ilmu umum yang penting untuk bekal kehidupan mereka di masa depan. Dengan kurikulum yang seimbang antara pendidikan agama dan umum, pesantren secara konsisten berupaya mencetak generasi yang tidak hanya taat beribadah, tetapi juga cerdas dan kompeten dalam berbagai bidang kehidupan.

Ia mengaku bersyukur dengan adanya kegiatan subuh gabungan ini dan memberikan apresiasi kepada para tokoh dan seluruh pihak yang telah istiqomah dalam mengadakan kegiatan positif seperti ini.

(Jefry. Smk)

Festival Keceran TTKKDH di Serang Catat Rekor MURI, Gubernur Andra Soni: Lestarikan Budaya Leluhur

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 21 September 2025  — Festival Keceran Kebudayaan Seni Tari (Kesti) Tjimande Tari Kolot Kebon Djeruk Hilir (TTKKDH) berlangsung meriah di Alun-alun Barat Kota Serang, Banten, pada Sabtu (20/9/2025). Acara ini mencetak sejarah baru dengan memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk penampilan kolosal Golempangan yang melibatkan 1.500 peserta dari kalangan pelajar.

Festival ini dihadiri langsung oleh Gubernur Banten, Andra Soni, bersama para tokoh ulama, Forkopimda, serta para kasepuhan dari berbagai peguron pencak silat di Provinsi Banten. Mengusung tema “Merajut Kebersamaan, Melestarikan Kebudayaan, Melangkah Pasti Menuju Indonesia Emas”, kegiatan ini menjadi ajang pelestarian tradisi budaya Banten sekaligus pendidikan karakter generasi muda.

Dalam sambutannya, Gubernur Andra Soni menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat dalam menjaga dan menghidupkan kembali tradisi luhur Banten, khususnya seni bela diri Keceran Tjimande.

“Salah satunya adalah tradisi Keceran Tjimande sebagai tradisi sakral silat Banten yang tidak hanya menjadi seni bela diri, tetapi juga sarana pendidikan karakter, penanaman nilai moral, spiritual, dan kebersamaan,” katanya.

Pemprov Banten, kata Andra Soni, juga mengucapkan terima kasih dan selamat atas penampilan besar Golempangan dengan 1.500 anak usia sekolah yang memecahkan rekor MURI.

“Festival Keceran dan Pentas Seni Budaya Kesti TTKKDH menunjukkan komitmen menjaga jati diri bangsa, mengokohkan rasa persaudaraan, dan mempererat silaturahmi antarwarga,” ujarnya.

Melalui Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2024 tentang Pemajuan Kebudayaan Daerah, Pemprov Banten berkomitmen kuat untuk menjaga dan melestarikan kebudayaan daerah. Peraturan ini menetapkan bahwa pemajuan kebudayaan dapat dicapai melalui perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan.

“Hal itu menjadi landasan yang kuat untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai tradisi, kearifan lokal dan kebudayaan bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan modal sosial ekonomi yang sangat penting,” katanya.

Terlebih, pada tahun 2019, UNESCO menetapkan pencak silat sebagai Warisan Budaya Takbenda, memberikan pengakuan global terhadap warisan leluhurnya.

“Hal itu menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab kita bersama untuk terus menjaga dan mengembangkan warisan budaya,” pungkasnya.

Selain itu, Wahyu Nurjamil, Ketua Umum DPP Kesti TTKKDH, mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang telah membantu mengembangkan dan melestarikan Kesti TTKKDH. Tahun ini, Kesti TTKKDH kembali meraih rekor MURI untuk keempat kalinya dalam upaya melestarikan kebudayaan lokal Banten.

“Ke depan, kita akan terus membesarkan organisasi ini, tidak hanya pada tingkat nasional tetapi juga internasional,” pungkasnya.

Dengan keberhasilan acara ini, Festival Keceran TTKKDH diharapkan menjadi agenda rutin tahunan yang tidak hanya memperkuat identitas budaya lokal, tetapi juga membangun semangat kebersamaan menuju Indonesia Emas 2045.(WartainBanten)

Cegah DBD Puskemas Sukaindah melakukan Fogging Di desa Sukajadi kecamatan sukakarya

0

Bekasi – 20/09/2025.Puskesmas Sukaindah Kecamatan Sukakarya melaksanakan kegiatan pengasapan (fogging) di wilayah Kampung Caringin RT 03/06, Desa Sukajadi, Kecamatan Sukakarya, sebagai langkah pencegahan penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD).

Pelaksanaan fogging ini dilakukan di rumah warga yang sebelumnya terkonfirmasi terjangkit DBD. Kegiatan tersebut melibatkan petugas Puskesmas Sukaindah, aparatur desa, kepala dusun, serta pengurus RT dan RW setempat. Kolaborasi lintas elemen masyarakat ini diharapkan dapat menekan perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti yang menjadi penyebab utama penyakit DBD.

Sekjen DPD LSM Prabhu Indonesia Jaya Kabupaten Bekasi, Ujang HS, yang juga merupakan warga Desa Sukajadi, menyampaikan apresiasi kepada petugas yang telah sigap turun tangan. Ia berharap upaya ini terus dilakukan secara berkesinambungan, serta adanya koordinasi cepat dengan instansi terkait apabila ditemukan kembali kasus serupa.

“Semoga ke depan tidak ada lagi warga yang terkena penyakit DBD,” ujarnya.

Melalui kegiatan fogging ini, masyarakat juga diingatkan untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama dengan menerapkan gerakan 3M Plus (menguras, menutup, mengubur, sampah yang berserakan di lingkungan, mencegah gigitan nyamuk) sebagai langkah efektif dalam mencegah terjadinya wabah DBD. di kalangan masyarakat .