26.8 C
Jakarta
Sabtu, April 11, 2026
Beranda blog Halaman 468

Marak Permainan Serupa Meja Kasino di Toraja, Diduga Mengandung Unsur Judi

0

TORAJA – Permainan digital model baru yang diduga mengandung unsur judi, kini mulai merajalela di Toraja, Sabtu (13/9/2025).

Pasalnya, permainan digital yang menggunakan perangkat seperti menyerupai meja layar bergambar yang kerap disebut istilah dindong tersebut bisa dimainkan oleh semua kalangan umur tanpa pandang bulu bahkan diduga bisa melibatkan kalangan anak sekolah.

Menurut beberapa sumber kalangan masyarakat bahwa permainan baru jenis meja jackpot ini lebih berbahaya efeknya yang bisa semakin menimbulkan penyakit sosial masyarakat yang tergiur hingga ketagihan.

Selaku warga, berinisial ER menyebutkan jika permainan jenis ini sepertinya didatangkan dari luar seperti cina karena dari model gambarnya menyerupai permainan kasino.

“Ini model permainan yang baru di Toraja yang sumbernya sepertinya didatangkan langsung dari cina yang menyerupai permainan judi di kasino. Parahnya lagi diduga sudah beredar hingga ke pelosok dimana sekali main bisa bayar tunai mulai nilai 1000 rupiah bahkan sampai ratusan ribu rupiah,” beber ER

Lanjut ER, tergantung siapa yang main bayarnya atau pasangnya berapa karena makin tinggi nominal uang, itu akan dikalikan pada gambar yang terpilih.

ER juga menekankan jika permainan ini seharusnya juga menjadi perhatian serius oleh semua pihak terutama aparat penegak hukum.

Sementara itu, salah satu warga juga berinisial SM sangat menyayangkan dengan adanya model permainan menyerupai judi terbaru yang muncul di Toraja karena menurutnya ini lebih berbahaya dampaknya dibanding adu kerbau maupun sabung ayam.

“Ini lebih berbahaya dibandingkan jenis judi lainnya karena perangkat mejanya sudah masuk hampir menyentuh seluruh wilayah di Toraja. Namun sampai saat ini masih terlihat aman-aman  saja dari mata penegak hukum,” ketus SM.

SM juga membeberkan jika bukan hanya para pelaku judi yang selama ini bermain di lokasi keberadaan perangkat ini namun juga merambah ke anak sekolah dan ibu rumah tangga karena metode permainannya yang cukup mudah dimainkan yang tidak jauh beda dengan permainan game di HP android.

“Yang bikin meresahkan dengan permainan judi ini karena mirip dengan permainan game yang ada di android sehingga menarik minat bagi anak sekolah hingga Ibu-ibu,” sebut SM.

Untuk itu selaku warga masyarakat yang resah dengan maraknya permainan yang menyerupai judi ini berharap pihak aparat penegak hukum bisa segera menyasar dan menindak tegas para pemasoknya tanpa terkecuali sebelum semakin merusak generasi muda Toraja.

(Linggi)

Pemprov Banten Buka Pendaftaran Calon Pimpinan BAZNAS Periode 2025–2030

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 13 September 2025  — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten secara resmi membuka pendaftaran calon Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten untuk periode 2025–2030. Proses pendaftaran dibuka untuk umum sejak 1 September dan akan ditutup pada 22 September 2025.

Masyarakat yang berminat untuk mendaftar dapat mengakses informasi lengkap melalui laman resmi Pemprov Banten di https://bantenprov.go.id. Di laman tersebut tersedia persyaratan, tata cara pendaftaran, serta tahapan seleksi yang harus dilalui oleh calon peserta.

Ketua Sekretariat Panitia Seleksi Calon Pimpinan BAZNAS Provinsi Banten, Komarudin, menjelaskan bahwa proses seleksi ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk menjaga transparansi, profesionalisme, dan akuntabilitas dalam memilih pimpinan lembaga pengelola zakat.

“Kami berharap masyarakat Banten yang berasal dari unsul ulama, unsur profesional dan unsur tokoh masyarakat Islam yang memiliki integritas, kapasitas, dan dedikasi dalam pemberdayaan umat dalam pengelolaan zakat dapat ikut serta dalam proses seleksi ini,” ujarnya.

Menurut Komarudin, yang juga menjabat Asisten Daerah Bidang Pemerintahan Umum dan Kesra Setda Provinsi Banten, pendaftaran dilakukan dalam hari kerja.  Selain itu, Komarudin menyampaikan bahwa BAZNAS Provinsi Banten memiliki peran penting dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah secara tepat sasaran dan mendukung program pemerintah dalam pengentasan kemiskinan di Provinsi Banten.

Mereka juga dapat mengakses informasi melalui situs web resmi dan mendaftar dari Senin hingga Jumat pukul 09.00–14.00 WIB.  Pemimpin BAZNAS memiliki posisi struktural yang signifikan dan amanah besar untuk mengelola dana umat untuk kemakmuran masyarakat.

“Kami ingin kepemimpinan BAZNAS Banten ke depan mampu memperkuat program-program pemberdayaan yang sudah berjalan, sekaligus menghadirkan inovasi baru agar zakat semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan,” tambahnya.

Pemprov Banten mengajak seluruh masyarakat yang memenuhi syarat untuk tidak ragu mendaftarkan diri, dan turut berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui peran penting di BAZNAS.(WartainBanten)

Sekda Banten Minta RSUD Tak Hanya Profesional, tapi Juga Penuh Empati dan Integritas

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 13 September 2025  — Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Deden Apriandhi, menegaskan pentingnya peningkatan kualitas layanan kesehatan di RSUD Banten, tidak hanya dari sisi profesionalisme, tetapi juga dari aspek empati, integritas, dan komitmen terhadap masyarakat.

Pernyataan ini disampaikan Deden dalam acara Forum Konsultasi Publik Review Standar Pelayanan RSUD Banten yang digelar di Gedung Auditorium RSUD Banten, Jumat (12/9). Forum ini menjadi ruang dialog antara pemerintah, manajemen RSUD, serta masyarakat untuk mengevaluasi mutu pelayanan dan membangun sistem layanan kesehatan yang lebih responsif dan manusiawi.

“RSUD Banten memiliki tanggung jawab besar memberikan pelayanan profesional sekaligus berorientasi pada kebutuhan dan harapan masyarakat. Kualitas layanan tidak cukup dengan fasilitas, tetapi juga kepekaan, keterbukaan dan kemauan untuk terus berbenah,” ujarnya.

Deden juga menekankan betapa pentingnya forum sebagai tempat untuk menerima keinginan orang dan mendengarkan keluhan dan harapan masyarakat.  Selain itu, forum tersebut dihadiri oleh banyak pihak, termasuk dinas kesehatan kabupaten dan kota, direktur rumah sakit wilayah, BPJS Kesehatan, akademisi, kelompok profesi, dan perwakilan pasien.

Selain itu, Deden berpendapat bahwa tantangan yang akan dihadapi sektor kesehatan di masa depan akan semakin kompleks.  Karena itu, inovasi, partisipasi publik, dan kolaborasi lintas sektor dapat menjadi kunci untuk menyediakan layanan yang inklusif, responsif, dan berkeadilan.

Ini mencakup karyawan dan staf medis di RSUD Banten dan fasilitas kesehatan lainnya.  Mereka harus menerapkan standar pelayanan kesehatan yang berempati, profesional, dan baik.

“Harapannya, peningkatan pelayanan tidak hanya terjadi di RSUD Banten, tetapi juga di seluruh fasilitas kesehatan di Provinsi Banten,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Danang Hamsah Nugroho, Direktur RSUD Banten, menyatakan bahwa organisasi akan terus melakukan evaluasi pelayanan secara berkelanjutan, salah satunya dengan membuka pintu untuk masukan dari masyarakat.

“RSUD Banten menerima masukan melalui berbagai cara, baik langsung di bagian informasi atau humas promkes, maupun lewat kanal online, media sosial, hingga whistleblower system. Semua keluhan dan saran merupakan modal berharga untuk mengetahui kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, RSUD Banten merilis inovasi baru yang disebut Gercep Sidumas, yang berarti Gerakan Cepat Mengatasi Pengaduan Masyarakat.  Tujuan dari inovasi ini adalah untuk memastikan bahwa setiap pasien akan menerima perawatan ramah, penjelasan tentang alur layanan, dan solusi cepat untuk keluhan mereka.

“Pasien yang disambut dengan baik akan merasa dihargai dan terbantu. Bahkan sambutan ramah bisa memberi rasa tenang sebelum mereka mendapatkan perawatan,” kata Danang.

Forum konsultasi ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Banten untuk memastikan bahwa RSUD Banten terus berkembang sebagai rumah sakit yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga menjadi tempat pelayanan yang ramah, terbuka, dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.(WartainBanten)

Polsek Ngimbang Menggelar Patroli Antisipasi Pohon Tumbang Di Wilayah Ngimbang

0

Anggota jaga Polsek Ngimbang Menggelar Patroli Antisipasi Pohon Tumbang Di Wilayah Ngimbang

LAMONGAN//Warta.in –Dalam Rangka bentuk kepedulian polri dalam melayani masyarakat dengan sepenuh hati kali ini jajaran personil Polsek Ngimbang giat patroli pemantauan dan antisipasi Pohon Tumbang Guna cegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di jalan Raya Ngimbang – Jombang Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan,Jumat (12/09/2025)pukul 09.00 wib

Patroli pemantauan pohon tumbang ini di laksanakan oleh anggota jaga Polsek Ngimbang Bripka Afis dan Brigpol Elbiyun
untuk mengecek dan memantau kondisi pohon di pinggir jalan antisipasi pohon tumbang agar tidak mengganggu kamtibmas dan tetap kondusif di wilayah Kecamatan Ngimbang

Untuk semua masyarakat di harapkan tetap Waspada apabila waktu Hujan dan Angin untuk menghindari pohon tumbang segera melaporkan ke Polsek atau Damkar setempat

Sementara Kapolsek Ngimbang Iptu I Wayan Sumantra, S.H menjelaskan “Bahwa kegiatan Patroli dan pemantauan pohon tumbang tersebut untuk antisipasi terjadinya tumbangnya pohon saat hujan dan angin ribut apabila pengendara melintas dan masyarakat memberikan himbauan kamtibmas juga memberikan himbauan agar selalu menjaga kebersihan yaitu dengan mematuhi Peraturan lalu lintas, ”Pesan Kapolsek Ngimbang

Sehingga masyarakat merasakan kenyamanan dengan pelayanan dan kehadiran polisi ditengah2 masyarakat agar kondisi wilayah Ngimbang Aman dan kondusif,(roy)

Andra Soni Dorong Optimalisasi Peran Satlinmas di Banten untuk Jaga Ketentraman

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 13 September 2025  — Gubernur Banten Andra Soni menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dini dalam menjaga ketertiban dan ketentraman masyarakat di tengah berbagai dinamika yang terjadi belakangan ini. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Peningkatan Peran Satuan Pelindungan Masyarakat (Satlinmas) se-Provinsi Banten yang digelar di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, Jumat (12/9).

Rakor yang dipandu oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Banten, Agus Supriyadi, itu dihadiri oleh perwakilan Satpol PP dan unsur Satlinmas dari seluruh kabupaten/kota di Banten, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Dalam sambutannya, Andra Soni menekankan bahwa Satlinmas memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan lingkungan, terutama dalam mencegah potensi gangguan ketertiban sejak dini

“Yang kita bahas adalah pertama berkoordinasi pemanfaatan Satuan Pelindungan Masyarakat yang memang telah ada di setiap kabupaten kota termasuk provinsi,” kata Andra Soni.

Selain itu, peran Satlinmas di rakor tersebut dibahas, meskipun belum ada peran yang sempurna.  Namun, kebiasaan dan kebiasaan yang berkaitan dengan pengamanan lingkungan telah sangat terbentuk dalam masyarakat.  khususnya komunitas yang membentuk Siskamling atau yang memiliki tenaga keamanan sendiri.

“Baik itu Siskamling ataupun penyedian tenaga-tenaga pengamanan mandiri seperti yang dilaksanakan oleh perumahan-perumahan dan sebagainya,” ucapnya.

“Yang perlu kita lakukan adalah koordinasi. Kemudian mengoptimalkan Satlinmas dalam rangka menjaga ketertiban umum di masyarakat.,” kata Andra Soni menambahkan.

Dalam kesempatan yang sama, Akmal Malik, Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri, menyatakan bahwa pihaknya melaksanakan arahan Mendagri M Tito Karnavian untuk memonitor dan memfasilitasi upaya penguatan Siskamling di delapan belas provinsi Indonesia.  Dia dikirim ke Provinsi Banten.

Tim katanya sudah melakukan tinjauan lapangan sejak tanggal 10 hingga 12 September 2025. “Apa yang diarahkan oleh Pak Mendagri sudah dilaksanakan dengan baik oleh Pemerintah Provinsi Banten dan pemerintah kabupaten/kota yang ada di Provinsi Banten,” ucapnya.

“Kolaborasi di antara Forkopimda Provinsi dan masyarakat berjalan dengan baik. Terima kasih kepada Pak Gubernur, semua berjalan dengan bagus dan itu sudah menjadi budaya. Budaya Siskamling sudah mengakar dengan baik di beberapa kabupaten/kota,” tambah Akmal.

Ia berharap ke depan, Siskamling akan lebih dioptimalkan.  Karena itu, pemerintah bertanggung jawab untuk menjaga ketenteraman, ketertiban, dan perlindungan masyarakat.

Menurut Akmal, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah menetapkan enam urusan wajib pelayanan dasar.  Salah satunya adalah ketenangan pikiran, ketertiban, dan perlindungan masyarakat.   Menurutnya, orang tidak akan berusaha jika tidak aman.

Selain itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten Yudi Wibowo, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan, Wakil Bupati Pandeglang Iing Andri Supriadi, Sekda Kabupaten Lebak Budi Santoso, dan Forkopimda Provinsi Banten hadir di acara tersebut.

Dengan rakor ini, diharapkan peran Satlinmas di Provinsi Banten dapat diperkuat dari segi kelembagaan, pelatihan, dan partisipasi aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.(WartainBanten)

Antisipasi Kejahatan 4C dan Hitam – Hitam Polsek Ngimbang Intensifkan Patroli Blue Light

0

Antisipasi Kejahatan 4C dan Hitam – Hitam Polsek Ngimbang Intensifkan Patroli Blue Light

LAMONGAN//Warta.in –Anggota Jaga Polsek Ngimbang dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) agar tetap kondusif serta mencegah terjadinya aksi premanisme dan kejahatan serta aksi konvoi di daerah rawan kejahatan wilayah hukum Polsek Ngimbang gencar melaksanakan patroli Blue light pada, Jum’at (12/09/2025)

Patroli blue light ini dilaksanakan mulai pukul 22.00 WIB hingga selesai yang di laksanakan oleh Anggota jaga Polsek Ngimbang Bripka Afis Soraya. W dan Bripol Elbiyun Farif H dengan sasaran empat lokasi jalan raya poros Jombang – Babat, SPBU Ngimbang dan Toko Swalayan Ngimbang serta Toko Swalaxan R3 yang ada di wilayah hukum Polsek Ngimbang di malam hari

Kegiatan patroli Blue Light ini merupakan bagian dari langkah antisipatif terhadap berbagai bentuk gangguan Kamtibmas, khususnya aksi-aksi premanisme dan kejahatan 4C, (Curas, curat, curanmor dan curhewan) yang kerap terjadi di daerah rawan kriminalitas di malam hari

Dalam patroli Blue Light tersebut, petugas turut memberikan imbauan kepada warga dan petugas keamanan (security) perusahaan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dalam bekerja.

Apabila ditemukan tindakan mencurigakan atau aksi kejahatan, masyarakat diimbau segera melapor ke Polsek Bulakamba atau melalui layanan darurat 110, atau datang ke Polsek Ngimbang

Kapolsek Ngimbang Iptu IWayan Sumantra, S.H, “menyampaikan bahwa patroli Blue Light di Malam hari ini secara rutin di laksanakan merupakan langkah nyata Polri dalam menciptakan rasa aman, terutama di malam hari di wilayah hukum Polsek Ngimbang, ujarnya

“Kami berkomitmen untuk menciptakan wilayah yang aman dari praktik-praktik premanisme. Keamanan masyarakat, termasuk di wilayah daerah rawan, menjadi prioritas kami.

Oleh karena itu, kami harapkan kerja sama semua pihak untuk tidak segan melapor jika menemukan tindakan yang mengganggu ketertiban,” tegas Iptu IWayan Sumantra, S.H.

Dan Polsek Ngimbang akan terus melakukan patroli Blue Light secara rutin dan responsif dalam menjawab aduan masyarakat sebagai bentuk pelayanan yang humanis dan profesional, guna mendukung terciptanya iklim kerja yang aman dan produktif, pungkasnya(roy)

Calon Jutawan Muda Berhasil Berkat Budidaya Semangka Bibit Di Desa Kuwurejo – Bluluk

0

Panen raya Budidaya Semangka Bibit Di Desa Kuwurejo – Bluluk

LAMONGAN//Warta.in –Petani muda Pak Sukis Asal dari Dusun Namar Kecamatan Bluluk Kabupaten Lamongan merintis dan berhasil membudidayakan tanaman Semangka Bibit dengan Varietas 22 yang di tanam seluas 0.400 Ha di Desa Kuwurejo Kecamatan Bluluk Kabupaten Lamongan

Keberhasilan budidaya semangka bibit ini atas penggunaan produk dari PT Indoin( Indonedia – India) pada hari ini, Sabtu (11/09/2025) panen perdana semangka bibit

Panen perdana Semangka bibit di hadiri oleh Tim PT Indoin Kepala sale Marketing Jawa Timur Sudarno, Kepala lider Wilayah Jombang, Lamongan dan Pantura Arif dan Beberapa Formulator Wilayah selatan
Kepala Sales Marketing Jawa Timur Sudarno memberi penjelasan saat pertemuan Petani Sangka bibit memberi penjelasan bahwa Tanah di Wilayah lamongan ini PHnya Rendah perlu ada perlakuan pemulihan dengan penggunaan Pupuk Indoboom yang yang berupa grandul produk,PT Indoin banyak mengeluarkan produk – produk yang sesuai dengan jenis tanam, Jelasnya

P Sukis saat memanen Semangka bibit menceritakan kepada Awak media dengan wajah berbinar – binar, bahwa awalnya budidaya tanaman Semangka bibit ini dari petani yang sudah lama menekuni dan tanam semangka bibit, namun sering kali mengalami kegagalan, ungkapnya

Tanpa di sengaja kami bertemu dengan Tim Formulator dari PT Indoin salah satunya Dimas Agung Triatmojo bersama pimpinanya Kepala Lider Wilayah Jombang, Lamongan dan Pantura Arif yang membimbing kami

Awalnya Tanamam kami mati entah bagaimana padahal sudah kami coba berbagai pupuk dan obat – obatan semuanya gagal, setelah atas bimbingan dari formulator di sarankan kami menggunakan pupuk Indoboom dan magicon tanaman kami sedikit – demi sedikit puleh dan tumbuh dengan segar dan panen dengan memuaskan, pungkasnya (roy)

Heboh! SMK IPTEK Karawang Diduga Pungut Rp800 Ribu untuk PKL, Meski Sudah Terima Dana BOS

0

Heboh! SMK IPTEK Karawang Diduga Pungut Rp800 Ribu untuk PKL, Meski Sudah Terima Dana BOS

Warta In Jabar, Karawang – Kehebohan muncul di kalangan orang tua siswa SMK IPTEK Karawang setelah pihak sekolah menetapkan pungutan Praktik Kerja Lapangan (PKL) sebesar Rp800 ribu per siswa untuk tahun pelajaran 2025/2026. Pungutan ini menuai protes lantaran sekolah sudah menerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah.

Dokumen resmi Rincian Penggunaan Biaya Prakerin menunjukkan rincian pungutan:

Buku Pedoman: Rp50.000

Baju Prakerin: Rp200.000

Akomodasi Prakerin: Rp325.000

Seminar Penguji: Rp200.000

Asuransi: Rp50.500

Total: Rp800.000

Orang tua menilai pungutan ini memberatkan dan bertentangan aturan. “Kalau sudah ada BOS, kenapa masih ada pungutan sebesar itu? Kami jelas keberatan,” ujar salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya.

Menurut Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah, sekolah penerima BOS dilarang melakukan pungutan tambahan yang bersifat memaksa. Setiap pungutan di luar BOS yang dipaksakan pada orang tua bisa dikategorikan sebagai pungutan liar (pungli).

Para orang tua meminta Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat segera melakukan pemeriksaan dan klarifikasi. Mereka menekankan pentingnya transparansi dana BOS agar sekolah swasta penerima bantuan tidak membebani orang tua siswa dengan pungutan ilegal.

Kasus ini memunculkan pertanyaan serius: apakah SMK IPTEK Karawang melanggar aturan penggunaan dana BOS ataukah ada alasan sah di balik pungutan tersebut? Pemeriksaan pihak berwenang dinanti publik.

Ketua Mabiran Tekankan Edukasi, Disiplin, dan Kebersamaan dalam Kegiatan Jambore

0
0-0x0-0-0#

Ketua Mabiran Tekankan Edukasi, Disiplin, dan Kebersamaan dalam Kegiatan Jambore

Warta In Jabar, Subang 12 September 2025 — Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) menegaskan bahwa kegiatan jambore kali ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan sebuah ajang edukasi yang berharga bagi generasi muda. Hal tersebut ia sampaikan dalam wawancara usai pembukaan kegiatan.

“Pertama-tama, saya ingin mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini. Semangat kebersamaan yang terlihat hari ini sangat luar biasa,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa ada dua hal pokok yang perlu ditanamkan melalui kegiatan pramuka. Pertama, bagaimana peserta mampu menjaga keinginan pribadi sekaligus menghargai pengalaman orang lain. Kedua, menumbuhkan rasa cinta terhadap alam serta mampu memanfaatkan hasilnya dengan bijak.

Lebih jauh, Ketua Mabiran menyebut kegiatan jambore adalah sarana membangun karakter. “Ini bukan hanya sekadar acara seremonial, tapi sebagai ajang edukasi. Di sini kita belajar disiplin, tanggung jawab, serta kerjasama. Partisipasi yang muncul bukan hal yang biasa, melainkan bagian penting dalam membentuk karakter dan keterampilan generasi muda,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa nilai-nilai moral tidak boleh datang dari luar semata, melainkan tumbuh dari dalam diri setiap peserta. Antusiasme pramuka yang hadir kali ini dianggap sebagai bukti bahwa masyarakat bisa lebih kuat di masa depan.

“Antusiasme ini harus terus dipupuk. Tiga tahun ke depan, saya yakin kita bisa membangun masyarakat yang semakin kokoh. Tidak boleh ada lagi perbedaan yang memecah belah, semua harus bersatu untuk mencapai tujuan bersama,” tegas Ketua Mabiran.

Dengan penuh optimisme, ia berharap jambore kali ini mampu memberikan pengalaman berharga bagi peserta, sekaligus memperkuat persaudaraan di antara anggota pramuka maupun masyarakat luas.

Proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi Disorot, Papan Informasi Tak Cantumkan Nilai Anggaran

0

SEKADAU, – Proyek rehabilitasi jaringan irigasi di Desa Nanga Sari Kecamatan Nanga Mahap Kabupaten Sekadau menjadi sorotan publik lantaran papan informasi proyek tidak mencantumkan nilai anggaran. Kondisi ini memunculkan pertanyaan terkait transparansi dan akuntabilitas pengunaan dana Proyek.

Tidak lengkapnya informasi pada papan proyek dikhawatirkan menyulitkan masyarakat dalam memantau perkembangan pekerjaan, sekaligus berpotensi membuka celah penyalahgunaan anggaran.

Papan informasi proyek seharusnya menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengetahui detail kegiatan, mulai dari anggaran, pelaksana proyek, hingga jangka waktu pekerjaan.

Transparansi sangat penting agar proyek berjalan sesuai standar. Hal ini ditegaskan dalam Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) yang mewajibkan pemerintah memberikan informasi yang jelas dan terbuka kepada masyarakat.

Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang pengadaan barang/jasa Pemerintah juga mengatur kewajiban pencantuman informasi proyek secara lengkap, termasuk nomor nilai anggai, volume pekerjaan, tanggal pelaksanaan, hingga target penyelesaian. Jika ketentuan ini dilanggar, maka dapat menjadi temuan dalam proses pengawasan atau audit, bahkan bisa berdampak pada evaluasi kinerja kontraktor hingga potensi sanksi.“Ketiadaan informasi anggaran ini dapat menimbulkan dugaan upaya menutupi nilai kontrak dari publik. Hal ini bertentangan dengan semangat transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan proyek yang menggunakan dana negara atau dana BUMN.

Nama proyek, jaringan irigasi pada D.I/ D.I.R kewenangan daerah di Provinsi Kalimantan Barat (Paket 2) lokasi D.I Sepoya Desa Nanga Sari pelaksana PT. Adhi Karya (Persero) TBK konsultan supervisi pangan palma jaladri-KSO.

Sementara itu, saat di konfirmasi terkait kegiatan tersebut ap hanya bagunan pintu air saja. Dita PPK Irigasi Rawa Balai Wilayah Sungai Kalimantan 1 Pontianak Dita saat dihubungi melalui whatsapp WA wartawan langsung di blokir apakah ini mencerminkan seorang pejabat publik.

“Sampai berita ini diterbitkan, pihak BWAK 1 Pontianak maupun pelaksana proyek belum memberikan tanggapan resmi atas pertanyaan media.

(Tim Investigasi)