26.8 C
Jakarta
Sabtu, April 11, 2026
Beranda blog Halaman 469

Kapolsek Ciasem Hadiri Pembukaan Jambore & Raimuna Kwarran Ciasem 2025

0
0-0x0-0-0#

Kapolsek Ciasem Hadiri Pembukaan Jambore & Raimuna Kwarran Ciasem 2025

Warta In Jabar, Ciasem, 12 September 2025 – Pembukaan Jambore & Raimuna Kanira Kwarran Ciasem 2025 di Bumi Perkemahan Suiman berlangsung meriah dengan dihadiri berbagai tokoh, termasuk Kapolsek Ciasem, AKP Endang Kurnia, S.H., M.H.

Kegiatan yang diikuti 424 peserta dari tingkat penggalang dan penegak ini mengusung tema “Bersatu, Berkarya, dan Berprestasi untuk Indonesia Maju.”

Kehadiran Kapolsek Ciasem menjadi bentuk nyata dukungan Polri terhadap pembinaan generasi muda melalui Gerakan Pramuka. Dalam kesempatan itu, Kapolsek menekankan pentingnya peran Pramuka sebagai benteng moral dan disiplin generasi penerus bangsa.

“Gerakan Pramuka membekali adik-adik kita dengan kedisiplinan, tanggung jawab, dan cinta tanah air. Nilai-nilai inilah yang akan menjadi modal mereka untuk menghadapi tantangan zaman,” ujar AKP Endang.

Tak hanya itu, Kapolsek juga menyampaikan pesan khusus untuk para peserta. “Adik-adik Pramuka adalah calon pemimpin masa depan. Gunakan kesempatan ini untuk belajar, berlatih, dan membangun persaudaraan. Jangan mudah menyerah, tetap semangat, dan jadilah generasi yang membanggakan orang tua, sekolah, dan bangsa,” pesannya.

Beliau juga mengapresiasi atraksi seni budaya dan kreativitas peserta. “Saya bangga, kegiatan ini bukan hanya membina kemandirian tetapi juga melestarikan budaya lokal seperti sisingaan dan kreativitas anak-anak dalam baris berbaris. Inilah bukti generasi muda Ciasem memiliki semangat juang yang tinggi,” tambahnya.

Dengan dukungan dari unsur Polri, pemerintah, dan para pembina, Jambore & Raimuna Kanira Kwarran Ciasem 2025 diharapkan mampu mencetak generasi Pramuka yang cerdas, disiplin, mandiri, dan berkarakter.

Jambore & Raimuna Kwarran Ciasem 2025 Meriah dengan Atraksi Budaya

0
0-0x0-0-0#

Jambore & Raimuna Kwarran Ciasem 2025 Meriah dengan Atraksi Budaya

Warta In Jabar, Ciasem, 12 September 2025 – Kwarran Ciasem sukses menggelar Jambore & Raimuna Kanira Tahun 2025 di Bumi Perkemahan Suiman pada 12–14 September 2025. Kegiatan ini diikuti 424 peserta dari berbagai pangkalan SD, SMP, dan penegak se-Kecamatan Ciasem.

Acara pembukaan berlangsung meriah dengan hadirnya Ketua Mabiran Kwarran Ciasem (Camat Ciasem), Korwil Pendidikan Ciasem Kak Ase Rosmana, Ketua Kwarran Kak Hj. Lia Hatriani, S.Pd., M.M.Pd.Lt., Kapolsek Ciasem AKP Endang Kurnia, S.H., M.H., serta para Mabigus dari pangkalan sekolah se-Kecamatan Ciasem.

Kemeriahan semakin terasa dengan atraksi budaya dan kreasi peserta didik. SDN Karanganyar 2 menampilkan kesenian sisingaan khas Subang, sementara SDN Karangpawiatan memukau dengan atraksi kreasi baris berbaris (LPBB).

Dalam sambutannya, Ketua Mabiran Kwarran Ciasem (Camat Ciasem) menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar perkemahan, tetapi wadah pendidikan karakter. “Gerakan Pramuka adalah wadah pembinaan generasi muda. Melalui kegiatan ini, kita membentuk karakter, kedisiplinan, kemandirian, persaudaraan, dan semangat persatuan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kwarran Ciasem, Kak Hj. Lia Hatriani, S.Pd., M.M.Pd.Lt., menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang mendukung suksesnya kegiatan ini. “Saya bangga atas semangat adik-adik Pramuka. Jambore dan Raimuna ini menjadi ajang pembuktian bahwa Pramuka Ciasem mampu bersatu, berkarya, dan berprestasi. Semoga kegiatan ini terus menumbuhkan rasa percaya diri, disiplin, dan persaudaraan di kalangan generasi muda,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Panitia melaporkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 424 peserta dari tingkat penggalang dan penegak, dengan rangkaian acara berupa perkemahan, lomba keterampilan kepramukaan, pentas seni, hingga kegiatan bakti sosial. Laporan juga menegaskan bahwa seluruh peserta dibina untuk menjunjung tinggi disiplin, kebersamaan, serta menjaga kebersihan dan ketertiban bumi perkemahan.

Mengusung tema “Bersatu, Berkarya, dan Berprestasi untuk Indonesia Maju”, Jambore & Raimuna Kanira Kwarran Ciasem 2025 diharapkan mampu mencetak generasi Pramuka yang cerdas, mandiri, berkarakter, sekaligus bangga pada budaya daerahnya.

Kegiatan ini bukan hanya ajang rekreasi edukatif, tetapi juga momentum memperkuat persatuan dan menanamkan semangat kebangsaan bagi generasi muda. Dengan semangat kebersamaan, Kwarran Ciasem berharap kegiatan ini menjadi agenda rutin tahunan yang dapat menjadi teladan bagi ranting-ranting Pramuka lainnya di Kabupaten Subang.

Jumat Hangat, Botram Bersama Danrem 044/Gapo

0

Warta In | Palembang – Atmosfer penuh kekeluargaan dan kebersamaan tergambar jelas saat warga Korem 044/Gapo melaksanakan makan siang bersama, diistilahkan “Botram” bersama Komandan Korem 044/Garuda Dempo Brigjen TNI Adri Koesdyanto, Jumat (12/9/2025).

Kegiatan yang digelar di Balai Prajurit Makorem 044/Gapo tersebut dihadiri oleh Prajurit, PNS serta Ibu-ibu Persit.

“Jumat penuh berkah, kegiatan ini terus digelar untuk mempererat silaturahmi antar warga Korem 044/Gapo,” ungkap Kapenrem Mayor Inf Jauhari.

Tidak ada perbedaan, duduk berhadapan, disajikan lauk pauk yang sama. Inilah bukti kedekatan yang melambangkan kebersamaan, kesederhanaan, dan rasa syukur.

“Energi positif ini diharapkan dapat meningkatkan persaudaraan, meningkatkan kinerja, dan kita semakin kompak dan solid,” katanya.

Pemerintah Pekon Trimulyo Salurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) Tahap III 

0

Lampung Barat — Pemerintah Pekon Trimulyo kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) tahap III Tahun Anggaran 2025 pada Jumat, 12 September 2025, yang berlangsung di Balai Pekon Trimulyo, Kecamatan Gedung Surian, Kabupaten Lampung Barat.

Penyaluran BLT DD kali ini diberikan kepada 12 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), masing-masing mendapatkan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp300.000 per bulan. Karena ini merupakan penyaluran tahap III, maka bantuan yang diterima sekaligus mencakup tiga bulan, yaitu Juli, Agustus, dan September 2025, sehingga setiap KPM menerima total Rp900.000.

Acara penyaluran berlangsung tertib dan penuh kekeluargaan, dihadiri langsung oleh Camat Gedung Surian, Erna Risnawati, S.E., M.M., Peratin Pekon Trimulyo Buchori, S.P., Ketua LHP Pekon Trimulyo, Babinkamtibmas, Pendang Desa, Direktur BUMDES, perangkat pekon, serta para penerima manfaat.

Dalam sambutannya, Peratin Pekon Trimulyo Buchori, S.P., menyampaikan bahwa penyaluran BLT DD ini merupakan bentuk perhatian pemerintah desa kepada masyarakat kurang mampu agar dapat meringankan beban ekonomi keluarga. Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kebutuhan pokok sehari-hari.

Sementara itu, Camat Gedung Surian, Erna Risnawati, S.E., M.M., dalam arahannya menegaskan bahwa program BLT DD adalah bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat. Ia juga mengingatkan agar bantuan digunakan dengan bijak serta mengapresiasi kerja sama pemerintah pekon dalam melaksanakan penyaluran secara transparan dan tepat sasaran.

Dengan tersalurnya BLT DD tahap III ini, Pemerintah Pekon Trimulyo kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemulihan ekonomi masyarakat sekaligus menjaga kepercayaan publik melalui penyaluran yang terbuka dan akuntabel.

(Asih)

Gubernur Banten Terima Audiensi DPP Bersathu, Dorong Perlindungan Jemaah Haji dan Umrah

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 12 September 2025  — Gubernur Banten Andra Soni menerima audiensi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Kebersamaan Pengusaha Travel Haji dan Umrah (Bersathu) di Ruang Rapat Terbatas Kantor Gubernur Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Jumat (12/9/2025). Dalam pertemuan tersebut, Gubernur mendorong penguatan peran asosiasi dalam melindungi jemaah dari praktik travel haji dan umrah ilegal yang merugikan masyarakat.

Andra Soni menyampaikan bahwa pemerintah daerah menyambut baik kehadiran asosiasi seperti Bersathu yang berkomitmen untuk menjaga kredibilitas penyelenggaraan ibadah haji dan umrah, khususnya dalam memastikan jemaah hanya diberangkatkan melalui biro resmi dan berizin.

“Bagi saya, organisasi seperti ini bisa menjadi mitra pemerintah, salah satunya dalam menjaga masyarakat Banten agar tidak tertipu atau terperdaya oleh penyelenggara-penyelenggara haji dan umrah yang tidak berizin,” tegasnya.

Selain itu, gubernur bertanya tentang komitmen anggota organisasi.  Untuk menghindari penipuan terhadap jemaah, seluruh pekerja organisasi umroh dan haji harus memiliki izin resmi.

“Alhamdulillah organisasi ini mensyaratkan pesertanya adalah pengusaha atau penyelenggara travel haji dan umrah yang berizin,” ungkap Andra.

Namun, agar jemaah dapat menjalankan ibadah secara khusyuk, anggota organisasi ini selain berizin resmi juga harus profesional dan bertanggung jawab saat menyelenggarakan ibadah di Tanah Suci.

“Harapannya, tentu umrah dan haji merupakan perjalanan ibadah yang harus diselenggarakan oleh penyelenggara yang profesional dan tentunya bertanggung jawab,” tutupnya.

Di tempat yang sama, Ketua DPP Bersathu Wawan Suhada menyampaikan terima kasih atas sambutan Gubernur Banten Andra Soni. Dia menyatakan bahwa audiensi tersebut merupakan kesempatan untuk bersilaturahmi dan berbagi ide dan pandangan organisasi.

“Kita sudah saling menyampaikan pandangan dan gagasan, dan pak gubernur sudah memberikan arahan. Mudah-mudahan ini bermanfaat untuk umat, khususnya di Banten,” kata Wawan.

Ia menambahkan, memang masih banyak travel bodong di Banten yang menjadi perhatian bersama. Bersathu, kata dia, menunggu arahan pemerintah untuk merapikan travel yang belum berizin.

Wawan juga memberi tahu gubernur bahwa organisasi Bersathu memiliki program untuk mendidik jemaah agar mereka lebih waspada saat melakukan perjalanan. Salah satunya adalah program kemudahan umrah bagi ASN di Banten dengan skema uang muka 0%.

Audiensi ini diharapkan menjadi awal kerja sama terus-menerus antara Pemprov Banten dan bisnis travel religi untuk membuat ibadah aman, tertib, dan terpercaya bagi seluruh masyarakat.(WartainBanten)

Gubernur Andra Soni: Pengelolaan Sampah Banten Harus Satu Persepsi

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 12 September 2025  — Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan pentingnya kesatuan persepsi dalam pengelolaan dan penanganan sampah di seluruh wilayah Provinsi Banten. Hal ini disampaikan saat memimpin Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah di Pendopo Gubernur Banten, KP3B-Curug, Kota Serang, pada Jumat (12/9/2025).

Dalam rapat yang turut dihadiri oleh Sekretaris Utama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Rosan Vivien Ratnawati, serta jajaran pemerintah kabupaten/kota se-Banten, Andra Soni menyebutkan bahwa saat ini masing-masing daerah memiliki pendekatan berbeda dalam mengelola sampah. Perbedaan itu, kata dia, dipengaruhi oleh karakteristik wilayah dan volume timbunan sampah yang tidak sama.

Menurut data yang dipaparkan dalam rapat tersebut, jumlah timbunan sampah di Provinsi Banten mencapai 8.126 ton per hari. Angka ini diprediksi akan terus meningkat seiring pertumbuhan jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Pertemuan ini dalam rangka menyatukan persepsi kita, antara provinsi, pemerintah pusat dan tentu kabupaten kota yang memiliki permasalahan-permasalahan tersendiri,” papar gubernur.

Andra Soni menyatakan bahwa masalah sampah di Tangerang Selatan tidak sama dengan di Kabupaten Serang.  Selain itu, jumlah tonase yang dihadapi oleh masing-masing pemerintah daerah tentunya berbeda.

Akibatnya, ia berharap rakor ini dapat memberikan gambaran yang jelas tentang masalah sampah di masing-masing wilayah.  Jadi, ada tindakan strategis untuk menangani dan mengelola sampah dengan benar.

“Kita sekarang berpikir bukan tentang memindahkan sampah, tapi berpikir tentang mengelola sampah yang targetnya nanti di tahun 2029 seluruh kabupaten kota bisa mengelola 100 persen sampahnya,” imbuhnya.

“Dan ini menjadi sebuah semangat bagi kita dan KLHK akan mendampingi kita untuk menyelesaikan permasalahan di empat kota, empat kabupaten yang ada di Provinsi Banten,” sambungnya.

Selain itu, Andra Soni mengatakan bahwa pengelolaan sampah yang tepat dapat menghasilkan manfaat, termasuk nilai ekonomi. Ini sesuai dengan janji Presiden Prabowo Subianto untuk pengelolaan 100 persen pada tahun 2029.

“Kita harus memilih teknologi tepat guna seperti apa, dulu kita bicara RDF (Refuse Derived Fuel, red) dan sekarang kita bicara waste to energy. Dan apa saja syaratnya waste to energy, jangan sampai bicara waste to energy tapi kapasitas sampahnya tidak mencukupi,” jelasnya.

Selain itu, Andra Soni menyatakan bahwa memberikan pendidikan masyarakat tentang pemilahan sampah sangat penting karena membuat masyarakat sadar bahwa semua pihak bertanggung jawab atas masalah sampah.

“Saya rasa kita harus bersama-sama mengedukasi masyarakat, mengedukasi masyarakat terus berjalan. Tetapi yang penting saat ini (penanganan dan pengelolaan sampah, red) harus segera ditangani,”

Sedangkan, Rosan Vivien Ratnawati, Sekretaris Utama Kementerian Lingkungan Hidup, menyatakan bahwa pemerintah mendukung penyelesaian masalah sampah di Provinsi Banten. Teknologi yang tepat dapat menggunakan sampah untuk berbagai tujuan, seperti energi.

“Seperti Tangsel dan Kabupaten Tangerang itu ribuan ton berarti cocok untuk teknologi yang menjadi listrik, kemudian daerah lainnya mungkin bisa aglomerasi. Saya yakin ketika kita sudah mengupas persoalan-persoalan ini dengan detail, maka penyelesaiannya memang juga harus berbeda-beda,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, Rosan Vivien juga membahas metode pengelolaan sampah yang sudah ketinggalan jaman. Ia tidak menganjurkan penggunaan sistem pembuangan sampah yang terbuka di TPA.

“Paling tidak sanitary controlled landfill itu harus dilakukan,” pungkasnya.

Rapat koordinasi ini diharapkan menjadi titik awal penyusunan kebijakan bersama antar daerah di Banten, yang selaras dengan kebijakan nasional dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.(WartainBanten)

SDN Tunas Jaya Kirim Kontingen Pramuka Ikuti Jambore/Raimuna Kwarran Ciasem 2025

0
0-0x0-0-0#

SDN Tunas Jaya Kirim Kontingen Pramuka Ikuti Jambore/Raimuna Kwarran Ciasem 2025

Warta In Jabar, Subang – SD Negeri Tunas Jaya Kecamatan Ciasem resmi mengirimkan kontingen Pramuka untuk mengikuti kegiatan Jambore/Raimuna Kanira Kwartir Ranting (Kwarran) Ciasem Tahun 2025. Kegiatan ini akan berlangsung pada 12–14 September 2025 di Bumi Perkemahan Suiman, Kwarran Ciasem.

Berdasarkan Surat Mandat Nomor: 400.3.5.5/126/SDN TUNAS JAYA.CSM, regu Mawar dari Gudep 07.070 SDN Tunas Jaya ditetapkan sebagai peserta. Tercatat 12 anggota regu yang akan berpartisipasi, dengan susunan kepengurusan regu sebagai berikut:

Adzhra Ayra Rinaldy (Pinru)

Asya Hilya Auliya (Wapinru)

10 anggota lainnya: Ayla Maulida, Vina Anggraini, Nabila Maulida, Karina Melanisa, Alifa Tuzahra, Nur Aini, Bilkis Nurohmah, Salsabila, Zyan Vurniesa, Pirda Permatasari, dan Yuna Khadzia Azalea.

Selain peserta, SDN Tunas Jaya juga menugaskan seorang guru pendamping berdasarkan Surat Mandat Nomor: 400.3.5.5/091/SDN Tunas Jaya.CSM. Mandat tersebut ditandatangani langsung oleh Ade Ahmad Bahjari, S.Pd selaku Kepala Sekolah sekaligus Kamabigus. Pendamping yang ditunjuk adalah Heni Rukandi, S.Pd, guru SDN Tunas Jaya, untuk mendampingi seluruh peserta selama kegiatan berlangsung.

Kepala SDN Tunas Jaya, Ade Ahmad Bahjari, S.Pd, menyampaikan harapannya agar para siswa dapat memanfaatkan momentum kegiatan ini dengan baik.

“Kami berharap melalui Jambore/Raimuna ini, anak-anak dapat belajar lebih banyak tentang kerja sama, kedisiplinan, dan kemandirian. Pengalaman di perkemahan akan menjadi bekal berharga untuk membentuk karakter mereka di masa depan,” ungkapnya.

Dengan adanya keikutsertaan ini, SDN Tunas Jaya berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan kegiatan ekstrakurikuler, khususnya Gerakan Pramuka, sebagai wahana pembinaan generasi muda yang berdaya saing dan berakhlak mulia.

Insiden Kebakaran Sumur Minyak di Kali Berau,POSE RI Minta APH Tetapkan Oknum Kades Jadi Tersangka

0

Warta In | MUSI BANYUASIN – Lembaga Swadaya Masyarakat Pemerhati Organisasi Sosial dan Ekonomi Republik Indonesia (POSE RI) mendesak aparat penegak hukum segera menetapkan tersangka dalam kasus kebakaran sumur minyak tua di Desa Kali Berau, Kecamatan Bayung Lencir. Insiden pada Selasa (9/9/2025) sekitar pukul 17.00 WIB itu menyebabkan lima warga mengalami luka bakar, tiga di antaranya meninggal dunia.

Ketua Umum POSE RI Desri Nago SH meminta Polres Muba tidak hanya memproses pengelola sumur minyak ilegal, tetapi juga memeriksa dan menetapkan oknum Kepala Desa Kali Berau berinisial MS sebagai tersangka.

“Beberapa bulan lalu POSE RI pernah melaporkan pencemaran sungai, kerusakan lingkungan, hingga jemaah masjid terganggu akibat bau minyak menyengat dari aktivitas pengelolaan sumur minyak tua secara ilegal. Namun Kades dalam salah satu pemberitaan justru menyangkal adanya pencemaran dan malah mengimbau pengelola sumur minyak agar bekerja hati-hati. Ini jelas bentuk restu terhadap kegiatan ilegal,” tegas Desri, Jumat (12/9/2025).

Menurut Desri, bila pemerintah desa tegas melarang aktivitas tersebut, seharusnya berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menutup aktivitas pengelolaan sumur minyak tua yang sangat berbahaya karena berada dekat permukiman.

“Kades seharusnya berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, bukan malah merestui dengan dalih banyak warga mencari nafkah di sana. Sikap demikian justru menimbulkan kecurigaan apakah dugaan mengenai adanya setoran dari pengelola sumur minyak kepada oknum pemerintahan desa, benar adanya,” ujar Ketua POSE RI.

Desri menambahkan, meledaknya sumur minyak di Kali Berau tidak akan terjadi bila aparat Polda Sumsel dan Polres Muba bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat.

“POSE RI sudah dua kali menggelar aksi di Mapolda Sumsel, 24 Juni dan 15 Juli 2025. Namun hingga kini belum ada tindakan hukum. Masyarakat jadi bertanya-tanya siapa beking dari oknum pengelolaan sumur minyak tua ini sampai tidak tersentuh hukum sama sekali,” tukasnya.

Selain menyoroti peran Kades, POSE RI juga meminta agar pemilik lahan turut diperiksa dan ditahan. “Pemilik lahan paling bertanggung jawab, karena atas seizinnya para pengelola sumur ini bisa bekerja. Lahannya dipagari seng dan dipakai kegiatan pengambilan minyak dari sumur tua. Kami minta pemilik lahan segera ditahan bersama kepala desa,” pungkas Desri. (\*)

Lansia Ditemukan Meninggal di Pinggir Jalan, Keluarga dan Masyarakat Perlu Tingkatkan Kepedulian

0

Warta.in(Muba) – Warga Desa Telang, Kecamatan Bayung Lencir, digemparkan dengan penemuan seorang pria lanjut usia bernama Mat Fei bin Satir (97) yang ditemukan meninggal dunia di pinggir Jalan Lintas Timur Palembang–Jambi, Jumat (12/9/2025) sekitar pukul 09.30 WIB.

Korban ditemukan dengan kondisi luka robek di dagu kiri dan pelipis mata kiri. Kapolsek Bayung Lencir IPTU M. Wahyudi melalui Kasi Humas Polres Muba IPTU S. Hutahean membenarkan penemuan tersebut dan menegaskan bahwa korban telah dievakuasi ke RSUD Bayung Lencir untuk pemeriksaan medis.

Menurut keterangan keluarga, korban meninggalkan rumah pada Kamis malam (11/9/2025) sekitar pukul 20.00 WIB. Namun keesokan paginya, pihak keluarga mendapat kabar duka dari warga yang menemukan korban sudah tidak bernyawa di tepi jalan.

Dari hasil pemeriksaan medis luar, tidak ditemukan tanda-tanda mencurigakan selain luka pada dagu dan pelipis. Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan memilih untuk langsung memakamkan korban di pemakaman umum Desa Telang.

Peristiwa ini memberikan pesan berharga bagi masyarakat, khususnya di Musi Banyuasin:

1. Waspada bagi Lansia – Keluarga perlu lebih memperhatikan aktivitas anggota keluarga yang sudah lanjut usia. Jika hendak bepergian malam hari, sebaiknya ditemani untuk mencegah risiko kecelakaan atau kejadian tidak diinginkan.

2. Kepedulian Sosial – Masyarakat yang melihat atau mengetahui ada warga berjalan sendirian di malam hari, apalagi lansia, sebaiknya peduli dan menawarkan bantuan.

3. Keselamatan di Jalan Raya – Jalan lintas merupakan jalur ramai kendaraan. Penting bagi warga untuk berhati-hati saat melintas, terutama di malam hari dengan pencahayaan minim.

4. Komunikasi Keluarga – Selalu informasikan tujuan ketika keluar rumah, agar keluarga bisa memantau keberadaan dan mengantisipasi bila terjadi hal darurat.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa keselamatan bukan hanya tanggung jawab pribadi, tetapi juga memerlukan perhatian keluarga dan lingkungan sekitar.(Albert)

Lubang Tambang Menganga, Hutan Dirambah: Aktivis Tuding Kementerian ESDM Gagal Awasi Sumsel

0

Warta In | Palembang, – Puluhan aktivis dari Suara Informasi Rakyat (SIRA) Sriwijaya menggelar aksi di Gedung Inspektur Tambang Sumsel, Palembang, Jumat (12/9/2025).

Mereka menuntut pertanggungjawaban Kementerian ESDM cq. Inspektur Tambang yang dinilai gagal menjalankan fungsi pengawasan dan pembinaan tambang batubara di Sumatera Selatan.

Direktur Eksekutif SIRA, Rahmat Sandi, menegaskan bahwa kerusakan lingkungan akibat pertambangan batubara di Sumsel adalah bukti nyata pembiaran yang dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan masif.

“Tambang ditinggalkan tanpa reklamasi, dokumen terbang dijadikan bisnis legalitas, hingga perambahan hutan tanpa IPPKH. Semua ini menunjukkan pengawasan tambang di Sumsel nyaris lumpuh. Inspektur Tambang harus bertanggung jawab,” ujar Rahmat dalam orasinya.

SIRA membeberkan sederet pelanggaran yang dibiarkan terjadi, di antaranya: Tambang tanpa reklamasi seperti PT Dwinad Nusa Sejahtera (Muratara), PT Putra Hulu Lematang (Lahat), dan PT Aman Toebillah Putra (Lahat).

Praktik dokumen terbang di PT Abadi Ogan Cemerlang (OKU) yang disebut dikoordinir oknum Inspektur Tambang berinisial AA, serta di PT Putra Hulu Lematang (Lahat).

Perambahan hutan produksi tanpa IPPKH oleh PT Triaryani (Muratara), PT Levi Bersaudara (Lahat), PT RMK Energy (Muara Enim) bersama anak usaha PT TBBE, dan PT Wiraduta Sejahtera Langgeng (Lahat).

Pelanggaran teknis lain seperti penggunaan solar subsidi, pengelolaan air asam tambang (AAT) yang tidak sesuai aturan, serta pembukaan tambang tanpa dokumen perencanaan yang sah.

“Publik tidak lupa, mantan Kepala Inspektur Tambang (KAIT) Dirjen Minerba pernah ditangkap Kejati Bengkulu dalam kasus korupsi. Bukan tidak mungkin, warisan masalahnya juga masih menjerat Sumsel,” tambah Rahmat.

Dalam aksinya, SIRA menyampaikan 7 tuntutan utama, yaitu:
Kementerian ESDM cq. Inspektur Tambang bertanggung jawab penuh atas kerusakan tambang di Sumsel; Hentikan seluruh praktik ilegal, termasuk tambang tanpa reklamasi, dokumen terbang, dan perambahan hutan tanpa IPPKH; Stop illegal mining, khususnya tambang ilegal di PT Putra Hulu Lematang yang dijalankan oleh inisial L; Stop penggunaan solar subsidi untuk aktivitas tambang; Tindak tegas perusahaan pelanggar dan oknum pejabat yang melindungi praktik ilegal.; Pulihkan lingkungan dan hak masyarakat terdampak; dan Copot Kepala Inspektur Tambang Sumsel bila terbukti tidak mampu menjalankan tugasnya.

Rahmat menegaskan, jika tuntutan poini tidak dipenuhi, SIRA akan menggelar aksi yang lebih besar di Kantor Kementerian ESDM Jakarta.

“Ini bukan ancaman kosong. Jika tidak ada langkah konkret, kami akan bawa persoalan ini ke pusat. Inspektur Tambang yang gagal bekerja harus dicopot,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan Inspektur Tambang Sumsel, Mariyadi yang menerima massa aksi mengapresiasi kepedulian SIRA. Ia menyatakan, pihaknya akan mempelajari tuntutan dan berkoordinasi sebelum menyampaikan ke pusat.

“Tentunya kami sudah menerima beberapa tuntutan yang telah disampaikan kepada kami. Pastinya hal ini akan kami pelajari dan koordinasi sebelum nantinya akan kami sampaikan tuntutan kawan-kawan ke pusat,” jelasnya.

Terkait maraknya pertambangan ilegal, Mariyadi menegaskan, hal itu menjadi ranah aparat penegak hukum, karena inspektur tambang hanya menangani perusahaan legal.”Karena kami inspektur tambang ini hanya menangani perusahaan-perusahaan yang legal,” pungkasnya.(*)