26.1 C
Jakarta
Minggu, April 5, 2026
Beranda blog Halaman 518

Memaknai Kemerdekaan Bagi NTB Sesuai Perkembangan Zaman

0

Memaknai Kemerdekaan Bagi NTB Sesuai Perkembangan Zaman

Warta.in
Mataram,NTB – Menjelang peringatan 80 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) kembali menggelar Bincang Kamisan edisi ke-12 bertajuk “Memaknai Kemerdekaan Bagi NTB?” yang berlangsung di Gedung Command Centre UPTD Pusat Layanan Digital Diskominfotik NTB, Kompleks Kantor Gubernur (7/8/2025).

Diskusi ini menggugah refleksi mendalam tentang sejauh mana kemerdekaan telah diisi secara bermakna oleh NTB dalam berbagai aspek. Kemerdekaan yang diperjuangkan dengan darah dan air mata, kini menuntut implementasi nyata dalam pembangunan dan kesejahteraan rakyat.

Guru Besar dan Pakar Komunikasi UIN Mataram Prof. Dr. H. Kadri, M.Si, menekankan bahwa kemerdekaan harus diukur dari sejauh mana rakyat merasakan kenyamanan dan kesejahteraan dalam hidupnya.

“Kita memang sudah merdeka, tapi apakah rakyat sudah merasakan kemerdekaan itu? NTB masih dihadapkan pada tantangan besar seperti angka kemiskinan yang masih berada di atas 11 persen,” ungkapnya.

Dirinya menjelaskan pula, pada sisi lain NTB masih memiliki PR yaitu angka pengangguran sebanyak 2,73%. Potensi daerah yang dimiliki harus memberikan manfaat dan kesejahteraan bagi rakyat.

“Butuh kekompakan antara pemimpin dan rakyat. Dengan semangat kebersamaan,” imbuhnya.

Prof. Kadri menyarankan, agar Pemerintah NTB mengedepankan semangat akomodatif dan komunikatif dalam menjalankan program-program strategis. Dirinya mengapresiasi gaya komunikasi kepemimpinan Gubernur NTB dan Wakil Gubernur NTB yang dinilai bersetara dengan rakyat.

“Saya melihat gubernur dan wagub beberapa kali tampil ala rakyat. Berkunjung ke suatu daerah, tanpa protokoler mencolok, kulineran merakyat, style birokratik yang bersetara itu, sebagai upaya hadir membangun komunikasi yang setara antara pemerintah dengan rakyat. ”

Lebih jauh, dirinya menyinggung fenomena one peace sebagai cerminan perkembangan komunikasi zaman digital. Nasionalisme tetap harus dijaga, salah satunya dengan meneguhkan nilai-nilai Trisakti Bung Karno: berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam budaya.

Dalam pada itu, Pengurus Pepabri NTB Mayor (Purn.) I Nyoman Dirga, SH., MH., mengingatkan kemerdekaan Indonesia adalah hasil perjuangan, bukan hadiah.

“Jangan ragukan semangat kebangsaan dan kerakyatan. Itu adalah ruh perjuangan para pendahulu kita,” tuturnya yang juga Dosen Universitas 45 Mataram.

Dirinya mengajak untuk penerapan nilai Tri Hita Karana, yakni menjaga keseimbangan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan. Dirinya mencontohkan pentingnya menjaga kelestarian hutan dan mata air sebagai bentuk penghormatan terhadap alam yang dahulu menjadi basis perjuangan fisik para pejuang.

Purnawirawan Angkatan Darat dari Kodim 1606 Lombok Barat itu menekankan pentingnya pelestarian budaya lokal sebagai benteng dari arus budaya asing. Dalam konteks kebebasan berpendapat, ia menegaskan bahwa nasionalisme dan semangat merah putih harus tetap lebih tinggi dari segalanya.

“Perlunya kita membentengi budaya Indonesia dengan melestarikan kearifan lokal dari budaya asing yang harus difilter,” serunya lantang pada akhir sesi acara.

Forum Bincang Kamisan kali ini menjadi ruang reflektif, sekaligus pengingat bahwa pembangunan dan kemerdekaan sejati tak bisa dilepaskan dari semangat persatuan, kedaulatan, penguatan karakter budaya bangsa, serta kearifan lokal. Merdeka, merdeka. Sekali merdeka tetap merdeka. (sr/dkintb)

 

Polairud Polda NTB Hadirkan Cinta Lewat Gerakan Seribu Rupiah

0

Polairud Polda NTB Hadirkan Cinta Lewat Gerakan Seribu Rupiah

warta.in
Mataram,NTB — Tanpa gembar-gembor, tanpa paksaan, dan tanpa pamrih. Itulah semangat di balik Gerakan Seribu Rupiah, yang digagas Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda NTB. Setiap hari, para personel dengan sukarela menyisihkan uang jajan mereka demi satu tujuan mulia, membantu masyarakat pesisir yang kurang mampu.

Dirpolairud Polda NTB, Kombes Pol. Boyke Fredrik Salmon Samola, S.IK., M.H., menjelaskan jika gerakan tersebut tumbuh dari rasa empati dan kepedulian, terhadap kondisi warga pesisir yang masih menghadapi berbagai keterbatasan.

“Kami di Polairud setiap hari sisihkan seribu rupiah. Mungkin kecil nilainya, tapi kalau dilakukan bersama-sama dan konsisten, dampaknya luar biasa untuk saudara-saudara kita di pesisir,” ujar sapaan Boy Samola dengan senyum hangat, Kamis (7/8/2025).

Boy Samola menekankan jika gerakan itu tidak diwajibkan. Para personel yang ingin ikut, cukup menyisihkan seribu rupiah dari penghasilan mereka setiap hari. Dana yang terkumpul kemudian digunakan untuk menyalurkan bantuan berupa sembako, alat sekolah, hingga kebutuhan dasar lainnya bagi masyarakat nelayan, buruh pelabuhan, hingga anak-anak pesisir yang kurang beruntung.

Menurutnya, gerakan itu telah berjalan cukup lama dan sengaja tidak dipublikasikan secara besar-besaran.

“Ini bukan tentang pencitraan. Ini tentang hati. Kami ingin menjadi bagian dari solusi kecil, di tengah persoalan masyarakat. Kami ingin hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tapi juga sebagai sahabat warga pesisir,” ujarnya.

Gerakan Seribu Rupiah Ditpolairud Polda NTB itu, perlahan mulai menyebar semangatnya. Beberapa komunitas di sekitar pesisir, bahkan mulai mengikuti langkah serupa dengan bentuk dan cara mereka masing-masing. Ada yang membuat warung sedekah, ada pula yang membuat celengan komunitas.

“Semoga ini menjadi virus kebaikan. Jangan lihat besar kecilnya bantuan, tapi lihat ketulusannya,” tutup Boy Samola.(/sr/hpntb)

Polsek Sandubaya Amankan Unjuk Rasa LSM GARUDA NTB Terkait Uang Palsu ATM Bank Mandiri

0

Polsek Sandubaya Amankan Unjuk Rasa LSM GARUDA NTB Terkait Uang Palsu ATM Bank Mandiri

Warta.in
Mataram, NTB – Sejumlah personel Polsek Sandubaya bersama jajaran Polresta Mataram dikerahkan untuk melakukan pengamanan aksi unjuk rasa yang digelar LSM Gerakan Advokasi Rakyat untuk Demokrasi dan Kemanusiaan (GARUDA) NTB di depan Kantor Bank Mandiri Cabang Utama, Jalan AA Gde Ngurah, Cakranegara, Kamis (07/08/2025).

Aksi tersebut menuntut transparansi dari pihak Bank Mandiri terkait dugaan peredaran uang palsu yang ditemukan di salah satu mesin ATM mereka, yang sebelumnya sempat viral di media sosial. Massa aksi secara bergantian menyampaikan orasi dengan tuntutan utama agar pihak bank segera mengklarifikasi dan bertanggung jawab atas temuan tersebut.

Kapolsek Sandubaya AKP Niko Herdianto, S.T.K., S.I.K., menyampaikan bahwa pengamanan dilakukan untuk memastikan jalannya unjuk rasa tetap aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat sekitar, terutama pengguna jalan dan nasabah bank.

“Pengamanan ini bertujuan agar penyampaian aspirasi oleh massa aksi dapat berjalan lancar, tertib, dan sesuai aturan. Kami juga mengimbau para peserta aksi untuk menyampaikan tuntutan dengan cara-cara damai sesuai ketentuan perundang-undangan,” ujarnya.

Polsek Sandubaya menurunkan belasan personel dalam kegiatan pengamanan tersebut, yang diperkuat oleh puluhan personel dari Polresta Mataram. Sebelum bertugas, seluruh personel diberikan arahan untuk tetap profesional, tidak terpancing provokasi, dan mengedepankan pendekatan humanis dalam menghadapi massa.

“Personel kami diingatkan agar tidak melakukan tindakan yang bisa memicu ketegangan. Imbauan atau tindakan persuasif harus disampaikan dengan cara-cara yang santun,” tambah Kapolsek.

Hingga aksi berakhir, situasi tetap kondusif. Massa aksi membubarkan diri dengan tertib setelah menyampaikan seluruh tuntutannya. Pihak kepolisian pun terus melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada gangguan lanjutan pascaaksi.

Pengamanan ini menjadi wujud komitmen Polri dalam menjaga ruang demokrasi agar tetap berjalan damai tanpa mengganggu ketertiban umum maupun keamanan lingkungan sekitar.(sr/hpm)

Banten Fokus pada Pengembangan Anak Usia Sekolah, Bunda PAUD: Harus Berkelanjutan!

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 8 Agustus 2025 — Tinawati Andra Soni, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), dan Bunda PAUD Provinsi Banten, berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak usia sekolah, terutama PAUD.  Kebutuhan riil di lapangan harus ditangani melalui pendekatan yang berkelanjutan untuk pengembangan anak usia sekolah. Hal ini disampaikannya saat menerima Kunjungan Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Provinsi Banten di Gedung Negara Provinsi Banten Jl. Brigjen KH. Syam’un No 5, Kota Baru, Kota Serang, (Kamis, 7/8/2025)

Tinawati menyatakan bahwa dia tidak hanya hadir secara simbolis dalam kegiatan seremonial, tetapi juga berpartisipasi secara aktif dalam setiap proses pengembangan pendidikan anak-anak.  Ia berpendapat bahwa pendekatan yang berkelanjutan dan menyentuh kebutuhan nyata di lapangan diperlukan untuk pengembangan anak usia sekolah.

“Saya ingin benar-benar terlibat, mengenal lebih dalam dinamika, dan tantangan di lapangan,” ujar Tinawati.

Selain itu, ia menekankan betapa pentingnya untuk berpartisipasi secara aktif dalam mendukung berbagai acara, terutama yang berkaitan dengan membangun karakter anak usia dini sebagai pilar masa depan negara.

Ketua IGTKI Provinsi Banten Ilfah menyambut positif komitmen tersebut.  Ia mengapresiasi kesediaan Bunda PAUD untuk turun langsung dan menerima keinginan guru TK.

“Dukungan dari Ibu Tinawati menjadi semangat baru bagi kami. Beliau bahkan menyatakan akan turun langsung ke kabupaten/kota untuk melihat kondisi riil satuan pendidikan anak usia dini di lapangan. Ini luar biasa,” ungkap Ilfah.

Upaya ini diharapkan dapat membangun fondasi pendidikan sejak dini untuk menghasilkan generasi penerus yang berkualitas dan berdaya saing.(WartainBanten)

Kapolsek Blanakan Pimpin Langsung Kerja Bakti Sosial Bersama Aparat Pemerintah Kecamatan dan Desa

0

Kapolsek Blanakan Pimpin Langsung Kerja Bakti Sosial Bersama Aparat Pemerintah Kecamatan dan Desa

Warta. In. Subang, Jawa Barat — Dalam upaya menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan, Kepolisian Sektor (Polsek) Blanakan bersama aparat pemerintah Kecamatan dan desa se-Kecamatan Blanakan melaksanakan kegiatan kerja bakti sosial di Lapangan Bola Blanakan, Desa Blanakan, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, Jumat pagi (8/8/2025)

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Blanakan, IPTU Andri Sugiarto, S.IP., M.A.P., yang menyampaikan bahwa kerja bakti ini merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mempererat sinergitas antar instansi.

“Pagi ini kita melaksanakan kerja bakti sosial di Lapangan Bola Blanakan. Kegiatan ini sebagai wujud kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mempererat hubungan antara Polsek, pemerintah kecamatan, dan desa,” ujar IPTU Andri Sugiarto.

Kegiatan tersebut melibatkan personel Polsek Blanakan, aparat Kecamatan Blanakan, serta perangkat desa dari seluruh wilayah kecamatan. Fokus utama kerja bakti adalah membersihkan area lapangan yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.

Kapolsek Blanakan menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama terhadap fasilitas umum.

“Dengan kerja bakti ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan dan merawat lingkungan sekitar,” pungkas IPTU Andri.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari masyarakat setempat dan diharapkan dapat menjadi agenda rutin sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik.

Sikap Toleransi Dimulai dari Rumah: Pesan Ketua TP PKK Banten Tinawati Andra Soni

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 8 Agustus 2025 Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, menekankan sikap toleransi diawali dari keluarga. Melalui pengajaran para ibu di tingkat keluarga.

Tinawati mengatakan hal itu setelah menerima Forum Perempuan Kerukunan Umat Beragama (FPKUB) di Ruang Rapat Gedung Negara Provinsi Banten, Jl Brigjen KH Syam’un No. 5, Kota Serang, pada Kamis, 7 Agustus 2025.

“Silaturahmi ini menunjukkan bahwa di Provinsi Banten kita saling bertoleransi. Saling memegang erat keutuhan umat beragama,” ungkap Tinawati.

“Artinya tidak mengkotak – kotakan apapun agamanya, apapun rasnya. Kita adalah warga masyarakat Banten,” tambahnya.

Tinawati mengungkapkan, dirinya bersama FPKUB juga akan menyelenggarakan kegiatan sosial pada bulan Desember 2025 dalam rangka menyambut Hari Ibu.

“Perempuan – perempuan di Provinsi Banten itu harus terus mengedukasi, khususnya ibu rumah tangga untuk mengedukasi sikap toleransi di tingkat keluarga,” pungkasnya.

Ia juga menyatakan bahwa perempuan di Provinsi Banten harus terus dididik, terutama ibu rumah tangga, tentang sikap toleran di tingkat keluarga.

Di sisi lain Eti Fatiroh, Ketua FPKUB Provinsi Banten, menjelaskan bahwa FPKUB merupakan bagian dari Forum Kerukunan Umat Beragama, yang terdiri dari Forum Generasi Muda Kerukunan Umat Beragama (Forum Gema KUB) dan Forum Mediator Kerukunan Umat Beragama, yang memiliki perwakilan dari agama-agama yang diakui oleh Pemerintah Republik Indonesia. Forum ini juga akan dibentuk di tingkat kabupaten dan kota di masa mendatang.

“Kami silaturahmi untuk mensosialisasikan dan mensinergikan program FPKUB dengan program TP PKK Provinsi Banten,” tambah Eti.

TP PKK Banten berharap dapat membantu memperkuat ketahanan sosial dan mencegah konflik yang disebabkan oleh intoleransi, terutama di masyarakat yang beragam seperti Provinsi Banten, dengan menggunakan pendekatan keluarga.(WartainBanten)

Acara perayaan penyambutan HUT RI ke-80 desa muara dua kecamatan tanah Abang PALI

0

PALI – Sumatera Selatan

Dalam Rangka Memeriahkan HUT RI Ke-80 Pemerintah Desa Muara Dua, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, menggelar Acara pembukaan perlombaan dari tingkat anak sampai dengan tingkat Umum, Kamis (07/08/2025).

Kegiatan tersebut di laksanakan di lapangan olahraga Desa Muara Dua, dalam sambutannya Winsa Obeni Kepala Desa Muara Dua, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya untuk mengisi kemerdekaan Republik Indonesia yang Ke-80.

“Kegiatan ini merupakan perayaan 17 Agustus yang bertujuan untuk merayakan kemerdekaan yaitu terbebasnya dari penjajahan, juga mengisi kemerdekaan dengan berbagai kegiatan dari tingkat anak anak sampai dengan umum,”jelasnya.

Winsa Obeni juga menambahkan, “dengan adanya 17 Agustus tentu dapat menyadarkan masyarakat khususnya generasi penerus bangsa agar lebih sadar bagaimana perjuangan para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan sehingga lebih mencintai tanah air dan pahlawan-pahlawan yang telah gugur di medan perang,”paparnya.

Sambungnya lagi, “Mencintai tanah air bukan semata-mata ikut berpartisipasi dalam merayakan HUT RI, tetapi agar bagaimana lebih menjaga nama baik Indonesia, mencintai produk dalam negeri, menjaga kesatuan bangsa, menjaga kelestarian lingkungan, bangga akan keanekaragaman hayati, bangga akan sumber daya alam yang ada dalam negeri, semua ini merupakan bentuk cinta tanah air, “tutupnya.

Adapun cabang Kegiatan yang akan di laksanakan adalah sebagai berikut :

Bola Kaki, Bola voli, Tenis meja, Catur, Gaplek, Kuis dangdut, Lari 100 Meter, Mobil legend, Free fire, Fashion show, Gebuk bantal, Lomba Cerdas Cermat, Lomba Azan kaligrafi dan hafalan, make up, Fashion show berpasangan, Joged balon, Karaoke, Gerak jalan, Tarik Tambang, Kelereng, Makan kerupuk, mewarnai, Panjat pinang, masukan sedotan kebotal dan banyak lagi lainnya.

Muhamad randi. Warta.in(team)

Plt Dihentikan, Kepengurusan Sah PWI Jabar Kembali Aktif

0

Warta.in Jabar ◊ Jum’at 8 Agustus 2025

JAKARTA – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat mencabut pembekuan Pengurus PWI Provinsi Jawa Barat Masa Bakti 2021-2026. Pencabutan pembekuan tertuang dalam SK No. 373-PLP/PP-PWI/2025 tentang Pencabutan Surat Keputusan Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia No. 320.PLP/PP-PWI tentang Pembekuan Pengurus PWI Provinsi Jawa Barat Masa Bakti 2021-2026 dan Seluruh Perubahannya.

SK tertanggal 1 Agustus 2025 yang ditandatangani Hendry Ch. Bangun (Ketua), Iqbal Irsyad (Sekjen), dan Irmanto (Wakil Ketua Bidang Organisasi), menetapkan dua poin penting.

Pertama, mencabut SK Pengurus Pusat PWI Nomor 320-PLP/PP-PWI/2025 Tanggal 21 Maret 2025 tentang Pembekuan Pengurus PWI Provinsi Jawa Barat masa bakti 2021-2026 dan Surat Keputusan Pengurus Pusat PWI Nomor 323-PLP/PP-PWI/2025 Tanggal 22 April 2025 tentang Penyempurnaan Susunan Pengurus PWI Provinsi Jawa Barat masa bakti 2021-2026 dan selanjutnya dinyatakan tidak berlaku.

Kedua, memulihkan kepengurusan PWI Provinsi Jawa Barat masa bakti 2021-2026 sebagaimana SK Pengurus Pusat PWI Nomor 266-PGS/PP-PWI/2021 Tanggal 3 September 2021 tentang Pengesahan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Masa bakti 2021-
2026 yang telah diubah terakhir dengan Surat Keputusan Pengurus Pusat Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia Nomor 216-PGS/PP-PWI/2024 Tanggal 19 Juni 2024 tentang Penyempurnaan
Antar Waktu Susunan Pengurus PWI Provinsi Jawa Barat Masa Bakti 2021-2026.

Dengan keluarnya SK No. 373-PLP/PP-PWI/2025, maka Pelaksana Tugas (Plt) Pengurus PWI Provinsi Jawa Barat berdasarkan SK Pengurus Pusat PWI Nomor
323-PLP/PP-PWI/2025 tanggal 22 April 2025 tidak berlaku.

Pencabutan pembekuan serta pemulihan pengurus PWI Provnsi Jawa Barat masa bakti 2021-2026 berdasarkan hasil rekonsiliasi Pelaksana Tugas Pengurus PWI Provinsi JawaBarat berdasarkan Surat Tugas PWI Pusat No. 907/PWI-P/LXXVIII/2025 dengan Pengurus PWI Provinsi Jawa Barat yang tertuang dalam Berita Acara Mediasi pada tanggal 31 Juli 2025 yang menyepakati pencabutan pembekuan dan memulihkan kepengurusan PWI Provinsi Jawa Barat.

Sementara itu, Pengurus Pusat PWI juga mengeluarkan SK No. 374-PLP/PP-PWI/2025 tentang Perubahan Pengurus PWI Provinsi Jawa Barat Masa Bakti 2021-2026.

Ketua PWI Provinsi Jawa Barat masih dijabat oleh Hilman Hidayat. Di jajaran pengurus harian terjadi perubahan untuk jabatan Wakil Ketua Bidang Pembinaan Daerah yang semula dijabat Hardiyansyah,S.H. digantikan oleh HRM Dadang Donoroso, S.IP. Untuk selanjutnya Hardiyansyah menjabat sebagai wakil sekretaris.

Di jajaran Seksi Wartawan ada perubah, Wawan Ruswana yang semula menjabat sebagai wakil sekretaris masuk di Seksi Wartawan Pendidikan.

Di jajaran seksi wartawan ada wajah baru, yaitu H. Arihta U. Surbakti, Deddy Julyawan, Herry Setiawan (Seksi Wartawan Advokasi dan Pembelaan Wartawan); H. Taufik Ilyas, Ihsan Mahfudz (Seksi Wartawan Pembinaan daerah); Asep Syahrial (Seksi Wartawan Kesejahteraan); Iswan Darsono (Seksi Wartawan Pendidikan); Mustari (Seksi Wartawa Kerja Sama); Mustafid (Seksi Wartawan Media Siber dan Multimedia).

(Jefry. Smk)

Rakor Kelembagaan PAUD, Bunda Tinawati Dorong Sinergi Antar Sektor

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 8 Agustus 2025 — Mendukung keberlangsungan dan peningkatan kualitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Bunda PAUD Provinsi Banten, Hj. Tinawati Andra Soni, menekankan pentingnya penguatan kerja sama lintas sektor.  Disampaikannya pada Kamis, 7 Agustus 2025, di Ruang Rapat Gedung Negara Provinsi Banten, Jl Brigjen KH Syam’un No. 5, Kota Serang, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penguatan Kelembagaan PAUD Tingkat Provinsi Banten Tahun 2025.

Dalam sambutannya, Tinawati menekankan betapa pentingnya bagi semua pemangku kepentingan untuk bekerja sama.  Keberhasilan pembangunan Paud di Provinsi Banten bergantung pada pemprov Banten, kabupaten/kota, dan organisasi mitra.

“Saya berharap forum ini menjadi sarana berbagi praktik baik. Mari kita jadikan rapat koordinasi ini sebagai momentum untuk menyatukan langkah dan semangat dalam membangun Paud yang lebih baik,” kata Tinawati Andra Soni.

Rakor diikuti oleh 70 orang peserta. Terdiri dari Pokja Bunda Paud Provinsi, Pokja II PKK Provinsi, pengurus HIMPAUDI wilayah dan daerah, serta perwakilan dari kabupaten/kota se-Provinsi Banten seperti Kabupaten Serang, Pandeglang, Kota Cilegon, Lebak, Tangerang, dan lainnya. Hadir pula perwakilan dari IGRA, IGTKI, PP Paud, BGTK Banten, serta perwakilan dari instansi pendidikan dan mitra lainnya seperti BP3KB, Dinas Pendidikan, dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, khususnya dari bidang Pendidikan Luar Keluarga (PLK).

Selain itu, Tinawati menegaskan bahwa kelembagaan Paud harus kuat dengan memiliki fasilitas yang memadai, guru yang berkualitas tinggi dan berdedikasi, kurikulum yang relevan, dan peraturan yang jelas dan berlaku.

Sementara Kustantina, Kepala Bidang Lembaga Pemberdayaan Kemasyarakatan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Banten, menyatakan bahwa rakor dibuat untuk meningkatkan kelembagaan Paud di Provinsi Banten dengan bekerja sama, bekerja sama, dan bekerja sama dengan berbagai organisasi.

“Pendidikan Anak Usia Dini memegang peran penting dalam meletakkan dasar perkembangan anak secara holistik. Oleh karena itu, dalam rangka peningkatan mutu Paud di Provinsi Banten, diperlukan penguatan kelembagaan yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Dengan rakor ini, diharapkan seluruh pihak dapat bekerja sama lebih baik dan berkomitmen untuk mendukung PAUD. di Provinsi Banten.(WartainBanten)

DPD AWIBB Jawa Barat Hadirkan Kantor Hukum Fortuna & Zevanna Law Office Untuk Masyarakat

0

DPD AWIBB Jawa Barat Hadirkan Kantor Hukum Fortuna & Zevanna Law Office Untuk Masyarakat

Bekasi – Dalam upaya memperkuat peran jurnalis dan memperluas dampak sosialnya, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Aliansi Wartawan Indonesia Bangkit Bersama (AWIBB) Jawa Barat menggelar pertemuan strategis yang penuh semangat di Botanik Garden Center, Cikarang Timur, Kamis (7/8/2025).

Pertemuan ini bukan sekadar temu kangen, melainkan ajang serius namun santai untuk mengevaluasi program strategis dan menyusun peta jalan ke depan. Hadir dalam pertemuan ini tokoh-tokoh penting dalam tubuh DPD AWIBB Jawa Barat, yakni Ketua DPD Raja Simatupang, Dewan Pengawas Dr. Weldy jevis saleh SH,.MH Kepala Divisi Hukum dan Rehabilitasi Kang Reza SH, Ketua Tim Khusus (Timsus) Bang Jimmy, serta Wakil Ketua Tim Khusus Bang Edho.

“Pertemuan ini menjadi forum penting untuk menyamakan visi, menyatukan langkah, dan memperkuat sinergi di semua lini. Kami ingin AWIBB Jawa Barat hadir bukan hanya sebagai organisasi wartawan, tapi juga sebagai agen perubahan sosial,” tegas Raja Simatupang.

Diskusi yang berlangsung dalam nuansa terbuka dan penuh keakraban ini membahas berbagai isu krusial, mulai dari penguatan peran jurnalis di masyarakat, strategi advokasi hukum, hingga langkah konkret menjelang visi besar Indonesia Emas 2045.

Selain itu,AWIBB DPD Jawa Barat juga memilki Kantor Hukum Fortuna & Zevanna Law Office,yang siap membantu dan memfasilitasi masyarakat untuk konsultasi Hukum dan advokasi.

DPD AWIBB Jawa Barat bertekad mengambil peran aktif dalam pembangunan nasional dengan memperkuat integritas pers serta mendorong pemberdayaan masyarakat melalui informasi yang mencerahkan.

“Wartawan hari ini bukan hanya pelapor, tapi juga pelopor. Kita harus ikut serta menciptakan perubahan,” tutur Kang Reza.

Dengan semangat kolaborasi dan gerakan yang terarah, AWIBB Jawa Barat siap menjadi bagian penting dari perjalanan menuju Indonesia yang lebih maju, adil, dan bermartabat.

Sumber : DPD AWIBB Jawa Barat