27.5 C
Jakarta
Senin, April 6, 2026
Beranda blog Halaman 525

Tragedi Kemanusiaan,Ibu dan Bayinya Meninggal di RS Hastien Karawang

0

Karawang Karawang – Tragedi memilukan kembali mengoyak nurani publik. Seorang ibu hamil bernama Yolanda, bersama bayi yang tengah dikandungnya, meninggal dunia usai mendapat penanganan medis di Rumah Sakit Hastien Rengasdengklok, Kabupaten Karawang. Kasus ini memicu gelombang kemarahan masyarakat dan mencuatkan dugaan kuat adanya malpraktik dan salah diagnosis.

Yang membuat publik semakin geram, pihak rumah sakit tidak menyediakan ambulans untuk mengantar jenazah pulang ke rumah duka. Keluarga terpaksa menggunakan ambulans milik desa. Sebuah perlakuan yang dinilai tak manusiawi dan mencederai nilai kemanusiaan.

Menanggapi polemik ini, Dinas Kesehatan Karawang langsung bergerak cepat. Pada Selasa (5/8/2025), mereka memfasilitasi pertemuan klarifikasi antara keluarga korban dan manajemen RS Hastien. Hadir dalam forum itu Kepala Desa Kutakarya, Hendri, kuasa hukum keluarga, sejumlah awak media dari PWI Karawang dan Aliansi Wartawan Indonesia Bangkit Bersama (AWIBB) Jawa Barat, serta empat perwakilan dari Dinkes Karawang.

Dalam pertemuan tersebut, Suparman, kuasa hukum keluarga almarhumah, mengeluarkan pernyataan keras.

“Ini bukan sekadar kelalaian medis. Ini tragedi nyawa! Dan lebih parahnya lagi, setelah meninggal pun, rumah sakit tak memfasilitasi ambulans. Di mana hati nurani mereka?” ujarnya lantang.

Raja Simatupang, Ketua DPD AWIBB Jawa Barat, menegaskan bahwa tragedi ini harus menjadi alarm keras bagi seluruh fasilitas kesehatan, terutama yang melayani masyarakat miskin.

“Sudah terlalu lama rakyat kecil jadi korban. Jika negara terus diam, maka keadilan hanyalah ilusi!”

Sementara itu, Dr. La Ode Ahmad dari Dinas Kesehatan Karawang mengaku sangat prihatin dan menyatakan komitmen penuh untuk mengusut tuntas kasus ini.

“Kami tidak bisa menoleransi kematian yang disebabkan oleh dugaan kesalahan layanan medis. Evaluasi akan kami lakukan secara menyeluruh,” tegasnya.

Namun pernyataan paling menggetarkan datang dari Dr. Weldy Jevis Saleh, SH., MH, Ketua Tim Hukum Merah Putih Jawa Barat.

“Ini bukan hanya dugaan malpraktik, ini potensi kejahatan medis sistemik! Kami minta Bupati Karawang segera turun tangan. Jangan abaikan tangisan rakyat kecil!”

Dr. Weldy juga menyinggung janji Presiden dalam program Asta Cita, yang menempatkan kesehatan rakyat sebagai prioritas nasional.

“Kalau nyawa rakyat miskin masih saja diabaikan, maka Asta Cita hanya akan menjadi dokumen kosong, tanpa makna, tanpa keberpihakan!”

Forum klarifikasi yang sempat berlangsung tegang itu ditutup dengan dialog terbuka. Namun, masyarakat belum tenang. Yang mereka tuntut bukan hanya permintaan maaf, tapi keadilan dan reformasi nyata dalam sistem layanan kesehatan, khususnya bagi pengguna BPJS yang kerap dipinggirkan.

Tim DPD AWIBB Jawa Barat akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Tragedi Yolanda tidak boleh berlalu begitu saja. Ia harus menjadi simbol perjuangan menuju sistem kesehatan yang lebih adil, beretika, dan berpihak pada rakyat.

#KeadilanUntukYolanda

#StopMalpraktik

#NegaraJanganAbai

#Noviralnojustice

Sumber: DPD AWIBB Jawa Barat

Kwarcab Medan menjadi Narasumber Bimtek Pengelolaan Ekstrakurikuler Pramuka Jenjang SD

0

 

Medan ( Warta. In) – Pusat Pendidikan dan Kepelatihan Cabang (Pusdiklatcab) Gerakan Pramuka Kota Medan menjadi Narasumber pada kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Ekstrakurikuler Pramuka Jenjang SD yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan. Kegiatan ini berlangsung di Royal Suite Condotel Jalan Palang Merah, AUR, Kec. Medan Maimun, Kota Medan.
Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Medan yang diwakili oleh Kak Ade Azmil selaku Wakil Ketua Pembinaan Anggota Dewasa (Wakabinawasa) Kwartir Cabang Pramuka Kota Medan menyambut baik program yang diselenggarakan oleh dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan ini. Hal ini sebagai langkah awal untuk kembali menghidupkan pramuka di pangkalan sekolah. Beliau mengatakan pusat pendidikan kepramukaan itu dijalankan memang di gugusdepan. Maka agar pelaksanaan kepramukaan di setiap gugusdepan dapat berlangsung dengan baik dan sesuai dengan prosedur yang ada, Kegiatan bimtek ini menjadi salah satu solusinya.


“Gugusdepan merupakan pusat pendidikan kepramukaan, maka biar baik proses pendidikannya, guru yang berada di pangkalan harus diberi pemahaman awal untuk pengelolaan gugusdepan biar tidak lari dari aturan yang sudah ada.” Ujarnya.
Pada kesempatan itu juga kak Ade Azmil menekankan bahwa untuk seluruh peserta setelah dari kegiatan ini diharapkan bisa menjadi pembina gugusdepannya masing-masing. Jika belum memenuhi syarat menjadi pembina, paling tidak bisa mengelola gugusdepannya sendiri.
“Kakak-kakak sekalian, nanti nya setelah dari sini kakak-kakak harus bisa mengelola gugusdepannya sendiri, jika kakak belum bisa menjadi pembina. karena syarat menjadi pembina harus sudah Kursus Mahir Dasar (KMD).” Lanjutnya.
Dalam kegiatan ini peserta perkenalkan dasar dari kepramukaan, seperti mengenal dunia Siaga, mengenal dunia Penggalang dan tata administrasi gugusdepan.
Ini menjadi harapan besar bagi Gerakan Pramuka dimana kembali nya lagi kebijakan pemerintah dibawah naungan Kemendikdasmen yang mewajibkan Ekstrakurikuler pramuka di sekolah. Sehingga nanti nya bisa menjadi ujung tombak dalam pembentukan karakter anak bangsa.
Kwarcab Kota Medan berharap adanya tinjauan lanjutan mengenai hal ini, sehingga gugusdepan dapat dipantau dan terevaluasi dengan baik. Nantinya tidak ada lagi gugusdepan yang memanggail pembina pramuka dari luar sekolahnya.
Kegiatan Bimtek ini berlangsung selama 5 hari dari hari Senin-Jumat (28 Juli – 1 Agustus 2025).
Adapun para pelatih yang juga menjadi narasumber untuk mengisi acara tersebut yaitu Kak Syamsul Nasution Selaku Ketua Pusdiklatcab Kota Medan, Kak Rohadi, Kak Andi Dongeng, dan Kak Hernina Kurnia sih. (Pusdatin Medan)

Satlants polres lmpung bart pasngkn bendera merah putih dikendaraan jelang hri kemrdekaan RI ke-80

0

warta.in,,Lampung Barat – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lampung Barat menggelar kegiatan pemasangan Bendera Merah Putih pada kendaraan masyarakat, Selasa (5/8/2025).

Kegiatan yang berlangsung di beberapa titik jalan utama ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat nasionalisme serta mengajak masyarakat lebih peduli dalam memaknai perjuangan para pahlawan kemerdekaan.

Kapolres Lampung Barat AKBP Rinaldo Aser, S.H., S.I.K., M.Si. melalui Kasat Lantas IPTU Deny Saputra, S.H., M.M., mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Polri dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.

“Menjelang HUT RI ke-80, kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menyemarakkan Hari Kemerdekaan dengan cara sederhana, seperti memasang Bendera Merah Putih di kendaraan. Ini sebagai bentuk penghormatan kepada jasa para pahlawan serta menumbuhkan semangat persatuan dan cinta tanah air,” ujar IPTU Deny Saputra.

Selain membagikan dan memasang bendera, personel Satlantas juga memberikan edukasi dan imbauan kepada para pengguna jalan agar selalu tertib berlalu lintas dan mematuhi peraturan demi keselamatan bersama.

Masyarakat menyambut baik kegiatan tersebut. Banyak pengendara merasa senang dan bangga bisa berpartisipasi dalam menyemarakkan kemerdekaan, meskipun dalam bentuk kecil.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Satlantas Polres Lampung Barat untuk terus hadir di tengah masyarakat dengan pendekatan yang humanis, edukatif, dan penuh semangat kebangsaan

(asih/humas)

Perlukah Riset Pasar Sebagai Langkah Awal untuk Memulai Bisnis bagi Pemula?

0

Tangerang Selatan | 5 Agustus 2025 | Wartain Banten: Banyak orang bermimpi menjadi pengusaha. Semangat yang tinggi, ide yang segar, dan keinginan untuk mandiri secara finansial mendorong banyak pemula untuk langsung terjun ke dunia bisnis. Namun, semangat saja tidak cukup. Ada satu langkah penting yang sering dilupakan, bahkan dianggap remeh oleh banyak calon pengusaha pemula, yaitu riset pasar.

Bayangkan seorang pemula yang begitu antusias ingin memulai bisnis kopi kekinian. Ia sudah memikirkan nama yang keren, desain logo yang menarik, bahkan tempat usaha yang menurutnya strategis. Namun, setelah beberapa bulan berjalan, penjualan tak kunjung meningkat. Pelanggan datang hanya sesekali. Lalu ia bertanya-tanya: “Apa yang salah?” Padahal semangatnya besar, modal cukup, dan konsepnya dirasa menarik. Ternyata, satu hal mendasar yang ia lewatkan adalah riset pasar.

Oleh karena itu, perlunya wirausaha pemula mengetahui apa itu riset pasar, Riset Pasar adalah “Proses identifikasi, pengumpulan, analisis, diseminasi, serta penggunaan informasi secara sistematik dan obyektif untuk membantu manajemen membuat keputusan yang berhubungan dengan identifikasi dan penyelesaian masalah dalam bidang pemasaran.” (Malhotra dalam Nurani, S. R., 2018)

Riset ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti wawancara, survei, observasi, hingga analisis data sekunder dari internet atau lembaga resmi seperti BPS. Seorang pemula tidak harus menyewa konsultan mahal. Cukup dengan menyebar kuesioner sederhana, berbicara langsung dengan calon pelanggan, atau mengamati bisnis sejenis di sekitar lokasi yang dituju. Yang penting, pemilik usaha tahu siapa yang akan membeli produknya, apa kebutuhan mereka, dan apa yang membedakan produknya dari yang lain sehingga produk yang kita tawarkan kepada konsumen memiliki diferensiasi atau ciri khas dari produk lainnya.

Riset pasar sering kali dianggap sebagai sesuatu yang rumit dan hanya dilakukan oleh perusahaan besar. Padahal, bagi pemula justru inilah fondasi yang penting sebelum memulai usaha. Riset pasar membantu seseorang memahami apakah produk atau jasa yang ingin ditawarkan benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat. Tak sedikit pemilik usaha pemula yang merasa yakin dengan idenya sendiri, tetapi lupa bahwa yang menentukan keberhasilan adalah pasar, bukan sekadar keyakinan pribadi.

Melalui riset pasar, kita bisa mengetahui siapa calon pembeli kita, apa yang mereka butuhkan, berapa harga yang mereka sanggupi, hingga siapa saja pesaing kita di lapangan. Semua informasi ini sangat berguna untuk menghindari kesalahan langkah sejak awal. Bisnis bukan sekadar menjual produk, tetapi tentang menciptakan solusi atas kebutuhan yang nyata di tengah masyarakat.

Bagi seorang pemula, memulai bisnis tanpa riset pasar ibarat berjalan di hutan tanpa peta. Bisa saja berhasil keluar, tapi kemungkinan tersesat jauh lebih besar. Dengan melakukan riset, kita bisa menyiapkan strategi yang tepat, baik dalam hal pemasaran, harga, produk, maupun lokasi usaha. Bahkan dengan riset yang sederhana, misalnya bertanya langsung ke target pasar atau melakukan survei kecil-kecilan, sudah bisa memberikan gambaran yang sangat berguna.

Jadi, jika ditanya apakah riset pasar perlu dilakukan di awal memulai bisnis, jawabannya jelas: sangat perlu. Ini bukan hanya sekadar pelengkap, melainkan langkah awal yang bisa menentukan arah dan keberhasilan sebuah usaha. Terutama bagi pemula yang masih belajar memahami dunia bisnis, riset pasar adalah pijakan yang akan membuat setiap keputusan menjadi lebih terarah dan masuk akal. (Wartain Banten)

Penulis:

Aidil Amin Effendy, S.E., M.M.

Dosen Universitas Pamulang

 

FGD E-MP di Polres Muara Enim: Strategi Nyata Puslitbang Polri Perkuat Profesionalisme Penyidi

0

Warta In | Muara Enim – Dalam rangka mendukung upaya penegakan hukum yang lebih transparan dan profesional, Tim Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Polri melaksanakan kegiatan strategis bertema “Strategi Pemberdayaan SDM Polri guna Mendukung Penerapan Sistem Elektronik Manajemen Penyidikan (E-MP)”. Kegiatan ini dipusatkan di Rupatama Polres Muara Enim dan dihadiri para Waka Polres, Kasat Reskrim, Kasat Narkoba serta perwakilan personil dari Polres Muara Enim, Polres Lahat, dan Polres Pagar Alam, Selasa (5/8/2025)

Tim Puslitbang Polri dipimpin langsung oleh Kombes Pol. A. Widihandoko, SH, MH, bersama para anggota tim riset yakni AKBP Ade Chadijah, S.Sos, Bintang Dwitya Cahyono, SE, M.SE (BRIN), Ipda Rachmat Taufik Hidayatullah, dan Ipda M. Hafis Nugraha, S.Psi, MH.

Wakapolres Kompol Sapta Eka Yanto, SH, MSI membuka kegiatan dengan menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada tim Puslitbang Polri. Ia menegaskan pentingnya peran SDM Personil dalam mendukung efektivitas E-MP sebagai sistem manajemen penyidikan berbasis elektronik.

“E-MP bukan hal yang baru. Para Kasat Reskrim, Kasat Narkoba, dan seluruh anggota harus mampu menguasainya agar pelayanan kepada masyarakat semakin maksimal,” ujar Kompol Sapta dalam sambutannya.

Sementara itu, Kombes Pol. A. Widihandoko menjelaskan bahwa Puslitbang Polri saat ini menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai mitra strategis dalam upaya modernisasi Polri melalui pendekatan riset dan inovasi.

“Kita fokus pada pembinaan SDM personil dalam mendukung keberhasilan implementasi E-MP,” jelas Widihandoko sebelum memulai sesi Forum Grup Diskusi (FGD).

Ia juga menekankan bahwa E-MP merupakan platform berbasis website yang dirancang untuk mendukung pengawasan, akuntabilitas, dan efektivitas dalam proses penyidikan, serta sebagai sarana kontrol bagi para pimpinan.

Usai sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan Forum Group Discussion (FGD) yang berlangsung cukup serius dan interaktif. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam membahas tantangan serta strategi optimalisasi SDM guna mendukung suksesnya penerapan sistem E-MP di tingkat kesatuan wilayah.

Kegiatan ini menjadi langkah konkret Puslitbang Polri dalam mengedepankan pendekatan ilmiah untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia sebagai pilar utama dalam reformasi kinerja kepolisian. Dengan dukungan riset dan teknologi, Polri optimis dapat mewujudkan pelayanan hukum yang lebih cepat, transparan, dan berkeadilan.

GO Katan Rampung di Pontianak Utara, Bapenda Apresiasi Partisipasi Warga Bayar Pajak

0

PONTIANAK – WartaIN – Kegiatan sosialisasi perpajakan bertajuk GO Katan resmi berakhir di Kecamatan Pontianak Utara, yang menjadi lokasi terakhir dari rangkaian kegiatan di seluruh kecamatan se-Kota Pontianak.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pontianak, Ruli Sadira, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah mengikuti sosialisasi dan aktif melakukan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), serta Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Kota Pontianak yang sudah ikut menyukseskan kegiatan ini, baik dengan hadir di sosialisasi maupun membayar pajaknya,” ujar Ruli saat menutup kegiatan GO Katan di Aula Kantor Camat Pontianak Utara, Selasa (5/8).

Menurutnya, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah kota mendekatkan pelayanan sekaligus meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya pajak bagi pembangunan daerah. Ruli berharap, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman yang utuh kepada masyarakat tentang pentingnya pajak, serta mempermudah mereka dalam mengakses layanan pembayaran,” tambahnya.

Selain mengapresiasi peran serta masyarakat, Ruli juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk para narasumber dan pelaksana teknis kegiatan.

Kegiatan GO Katan menjadi salah satu strategi Bapenda Kota Pontianak dalam menggenjot capaian pajak daerah, terutama setelah realisasi PBB pada 2024. Pemerintah kota kini melibatkan akademisi dan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mengevaluasi hambatan sekaligus mencari solusi.

“Untuk mempermudah pembayaran, Pemkot juga menghadirkan layanan daring melalui platform ePonti yang memungkinkan warga melakukan pembayaran pajak secara digital tanpa harus datang langsung ke kantor pelayanan,” pungkas Ruli.

Dengan berakhirnya kegiatan GO Katan, pemerintah berharap partisipasi masyarakat dalam membayar pajak akan terus meningkat. Hal ini dinilai sejalan dengan semangat membangun Pontianak secara kolektif melalui kontribusi nyata dari masyarakat. ( ADY)

Hadapi Musim Kemarau 2025, 180 Personel Polda Sumsel Gelar Pelatihan Penanganan Karhutla

0

Warta In | Palembang – Menghadapi musim kemarau tahun 2025, Polda Sumsel menggelar pelatihan penanganan Karhutla di Wisma Atlet Jakabaring Sport City (JSC) Palembang selama tiga hari Senin 5 hingga 7 Agustus 2025.

Pelatihan Karhutla yang dilakukan personel Sumsel dan jajaran melibatkan Manggala Agni dan BPBD Sumsel ini bertujuan sebagai langkah antisipasi, mitigasi hingga penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana Karhutla.

Karoops Polda Sumsel Kombes Pol M Anis Prasetio Santoso SH Sik mengatakan pelatihan penanggulangan Karhutla tahun 2025 yang dilakukan Polda Sumsel berlangsung selama tiga hari yang melibatkan 180 personel dengan 8 orang instruktur.

“Personel yang terlibat dari Ditsamapta, Brimob, Ditpolairud, Ditreskrimsus ditambah dari personel Polres jajaran Polda Sumsel,”kata Anis kepada wartawan Selasa (5/8/2025).

Materi pelatihan yang diberikan kata Anis, melatih bagaimana rekan rekan dikepolisian mulai dari pengisian laporan, pelaksanaan mitigasi Karhutla, penegakan hukum terhadap pelaku pelaku pembakaran hutan dan lahan.

“Lalu ada juga materi yang akan diberikan dari Manggala Agni dan BPBD bagaimana cara dan teknik memadamkan api saat terjadi karhutla. Manggala Agni dan BPBD juga mengajarkan bagaimana sinergitas dalam pemadaman api saat terjadi karhutla,”tuturnya.

Personel Polda Sumsel dalam hal ini merupakan Satgas darat mendapatkan tugas dari gubernur bersama dengan TNI Manggala Agni dan BPBD manakala terjadi karhutla.
“Kita masih melihat situasi dilapangan karena saat ini masih kemarau basah. Kalau terpantau ada titik api maka personel yang ikut pelatihan inilah yang akan diterjunkan kelapangan langsung menghadapi api,”jelasnya

Masih dikatakan Anis, selain itu personel juga melakukan mitigasi serta himbauan himbauan ke masyarakat untuk tidak membakar lahan apalagi sengaja membuka lahan dengan cara dibakar.

“Sejauh ini jumlah titik api yang terpantau di Sumsel dari bulan januari hingga Juli 2025 ada 232 titik api namun semuanya masih bisa kita kendalikan titik api yang terpantau titik api berada diluar perusahaan karena perusahaan punya SOP dalam penanganan Karhutla dilahannya,”tandasnya.

Disdik Kota Bekasi Tindaklanjuti Aduan Terkait Anak Kembar Yang Tidak Bisa Melanjutkan Sekolah

0

Warta.In Jabar ◊ Selasa, 5 Agustus 2025

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi bergerak cepat tindaklanjuti aduan masyarakat terkait adanya 2 (dua) anak kembar yang tidak mampu melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Atas perintah dan arahan Kepala Dinas, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Warsim Suryana langsung berkoordinasi ke Camat dan Lurah dan menemui kedua siswa tersebut yang berdomisili di RT. 01 RW. 01 Kelurahan Bojong Menteng Kecamatan Rawalumbu Kota Bekasi.

Kedua anak kembar tersebut diketahui sebagai anak Single Parent (cerai mati) yang kurang mampu dan tidak dapat melanjutkan ke sekolah karena tidak mendaftar SPMB.

Alhamdulillah kami sudah bertemu dengan orang tua dan ketiga anaknya, dibantu oleh RT dan RW, unsur Kelurahan, Bhabin, Kamtibmas, dan Guru SDN Bojong Menteng III, semua bisa teratasi. Insha Allah Hari Senin sudah bisa Masuk ke SMPN 41 ” ucap Warsim, Sabtu (02/08/2025).

Orang tua dari anak kembar tersebut merasa bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga anaknya tidak putus sekolah dan dapat melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi.

Dalam kesempatan ini, Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Pendidikan mengimbau kepada masyarakat untuk terus mendukung dan membantu anak-anak yang kurang mampu dalam melanjutkan pendidikan. “Kami berharap masyarakat dapat berperan aktif dalam membantu anak-anak yang membutuhkan, sehingga mereka dapat melanjutkan pendidikan dan mencapai cita-cita mereka,” tambah Warsim.

Dengan adanya kerjasama dan dukungan dari masyarakat, Pemerintah Kota Bekasi berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan memberikan kesempatan yang sama bagi semua anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

Sumber : Dinas Pendidikan Kota Bekasi

(Jefry. Smk)

Polres Lampung Barat Ungkap Kasus Pencurian di Konter, Tiga Pelaku Diamankan

0

Warta.in,,Lampung Barat, 05 Agustus 2025 – Satreskrim Polres Lampung Barat berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 363 KUHPidana, yang terjadi di sebuah konter milik warga yang berlokasi di Pekon Gunung Sugih, Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat.

Peristiwa pencurian tersebut terjadi pada Jumat, 18 Juli 2025. Adapun barang-barang yang dicuri antara lain berupa uang tunai sebesar

Rp 1.000.000, 32 botol parfum serta sejumlah voucher pulsa XL, Indosat, dan Telkomsel.

Kapolres Lampung Barat AKBP Rinaldo Aser, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kanit 1 Satreskrim Polres Lampung Barat Ipda Doni Kusuma Jaya Rahmat, S.Psi., M.M., menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari rekaman CCTV yang merekam aktivitas pelaku saat melakukan aksi pencurian.

“Dalam rekaman CCTV, terlihat pelaku merusak bagian atas dinding konter dan masuk ke dalam konter untuk mengambil barang-barang milik korban,” jelas Ipda Doni.

Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, pada tanggal 4 Agustus 2025, Tim Satreskrim Polres Lampung Barat berhasil mengamankan tiga orang terduga pelaku masing-masing berinisial VE, MNT, dan DH di Pekon Way Empulau Ulu, Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat.

“Ketiganya telah mengakui perbuatannya kepada penyidik dan saat ini diamankan di Mapolres Lampung Barat untuk menjalani proses pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut,” tambahnya.

Polres Lampung Barat terus berkomitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta menindak tegas pelaku tindak kriminal yang meresahkan warga.

(Asih)