31.9 C
Jakarta
Selasa, April 7, 2026
Beranda blog Halaman 540
0

Warta.in-Pesisir selatan.

Aksi larangan peliputan sering di alami oleh wartawan, hal itu terjadi ketika tiga orang wartawan akan meliput atau memotret kegiatan pertambangan batu bara yang berada di nagari Limau Purut, kecamatan Ranah ampek hulu Tapan, kabupaten pesisir selatan, provinsi Sumatera Barat pada hari selasa (29/7/2025)

Di ketika tiga orang wartawan akan menuju lokasi tambang batu bara di nagari Limau Purut, setiba di pos security , security melarang wartawan untuk menuju lokasi tambang, security itu mengatakan ” Pak kalau wartawan tidak boleh kelokasi, sebaiknya datang saja ke kantor di kampung penedah ” Katanya security kepada awak media.

Setelah itu ke tiga orang wartawan itu Jumadil dari persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Erichan dari serikat praktisi media Indonesia (SPMI) dan Ahmadi dari warta jatim menuju kantor PT batu bara tersebut, namun setibanya di kantor itu tidak ada orang yang bisa untuk di konfirmasi di kantor itu, kecuali satu orang yang di tugaskan sebagai penjaga kantor.

Setelah itu ketiga orang wartawan itu menuju tumpukan batu bara yang lama di pinggir sungai batang penedah, sesampainya di lokasi ketika orang wartawan mencurigakan melihat kwalitas batu bara tersebut.

” Ada apa dengan tambang batu bara ini.. Di kantor tadi tidak ada papan plang informasi.., begitu juga di pos security tadi..,Siapa pemilik tambang ini apakah ada IUP nya, lain kali kita kesini lagi ” Ujar nya.

tadi Bustami pasry datuk parmai duaso sebagai koordinator panghulu nanbarampek ( tokoh adat) Tapan menyampaikan bahwa “pihak PT PPA yang telah menjual sahamnya atau take over ke PT Damar sang sako pratama, dengan nilai 25 milyar, yang sedang di urus perpanjang IUP Eksplorasi No. 540/22/kpts/BPT-PS/2013 seluas 2042 ha ,atas nama PT Prima perkasa abadi (PPA) , lalu kenapa pihak dari PT ini menghindari dari wartawan. .?, kitakan hanya ingin konfirmasi ” tambah nya. jelas wartawan. (Tim PPWI)

Pewarta: (Hidayat Saleh)

Editor:Harry

Masih Ada Intimidasi,” PPWI Soroti Kebebasan Pers Di Pesisir Selatan

0

Warta.in-Pesisir Selatan

Kamis(31 juli 2025). – Di era digitalisasi ini, masih ada saja intimidasi terhadap keterbukaan informasi publik dan kebebasan berekspresi serta bersuara. Ini sangat memprihatinkan karena seharusnya, kemajuan teknologi dan digitalisasi membuka lebih banyak ruang untuk kebebasan berekspresi.

Menghalangi dan merintangi kebebasan pers jelas bertentangan dengan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999. UU ini menjamin kemerdekaan pers sebagai hak asasi warga negara dan melarang penyensoran, pembredelan, atau pelarangan penyiaran. Bahkan, pasal 18 UU Pers mengatur sanksi bagi mereka yang menghalangi kerja pers, yaitu pidana penjara maksimal 2 tahun atau denda hingga Rp 500 juta.

Jadi, secara hukum, wartawan dan pers sudah dilindungi untuk menjalankan tugasnya. Namun, tantangan di lapangan masih ada, seperti contoh kasus wartawan di Pesisir Selatan, Sumatera Barat, yang dicegah oleh security saat hendak meliput tambang batu bara. Ini menunjukkan bahwa masih ada upaya untuk membatasi kebebasan pers dan mengintimidasi wartawan.

Hidayat Saleh,” Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) di Pesisir Selatan untuk bertindak tegas dan melakukan penyelidikan yang adil serta objektif terhadap oknum pengusaha tambang batu bara di daerah tersebut. Ini bertujuan untuk memastikan penegakan hukum yang transparan dan tidak ada penyimpangan.

Permintaan Hidayat,” terkait dengan kasus-kasus tambang ilegal yang pernah terungkap, seperti di Sumatera Selatan, yang menyebabkan kerugian negara hingga ratusan miliar rupiah. Penegakan hukum yang adil sangat penting untuk mencegah praktik-praktik ilegal dan memastikan keberlangsungan lingkungan.

Pewarta: (TIM PPWI)

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) Digelar, Sumsel Siaga Cegah Karhutla Sejak Dini

0

Warta In | Palembang. – Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel) terus dilakukan secara masif, salah satunya melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Dalam dialog interaktif bertema “OMC sebagai Langkah Strategis Cegah Karhutla di Musim Kemarau”, hadir Kepala Stasiun Meteorologi SMB II Palembang Siswanto, S.T., M.Si dan Kabid Kesiapsiagaan BPBD Sumsel Sudirman, S.K.M., M.Si sebagai narasumber.

Siswanto menjelaskan bahwa OMC merupakan bagian dari mitigasi bencana karhutla di Sumsel, dilakukan dengan merekayasa dinamika atmosfer agar awan berpotensi hujan. “Tujuan OMC di musim kemarau adalah menyemai garam ke awan untuk memicu hujan, khususnya di daerah rawan karhutla seperti lahan gambut,” katanya, Selasa (30/7/2025).

Menurutnya, istilah populer “hujan buatan” lebih tepat disebut modifikasi cuaca karena tetap bergantung pada faktor-faktor seperti ketersediaan awan cumulus, kelembaban relatif (RH), dan arah angin. “BMKG mendukung secara teknis dengan data dari radar cuaca dan satelit untuk menentukan wilayah yang memungkinkan penyemaian,” jelasnya.

Pelaksanaan OMC sesi pertama telah dilakukan pada 13–18 Juli 2025 berdasarkan SK Gubernur Sumsel tentang status siaga darurat kabut asap tertanggal 17 Juni 2025. Target OMC difokuskan di empat kabupaten: OKI, Ogan Ilir, Banyuasin, dan Musi Banyuasin (Muba). Daerah tersebut dinilai memiliki tingkat kekeringan tinggi, lahan gambut luas, dan potensi hotspot terbanyak.

“Setiap hari dilakukan 1–3 kali penerbangan dengan membawa 800 kg hingga 1 ton garam yang disemai dari ketinggian tertentu,” beber Siswanto.

Ia juga menyampaikan, pelaksanaan sesi kedua tengah direncanakan karena potensi awan masih memungkinkan, terlebih puncak kemarau diprediksi terjadi pada Agustus–September.

“OMC ini melibatkan kolaborasi lintas lembaga, termasuk BNPB, BPBD, TNI/Polri, KLHK, dan perusahaan swasta. Ini upaya strategis agar Sumsel tak kembali mengalami krisis kabut asap seperti tahun-tahun sebelumnya,” tegasnya.

Sementara itu, Sudirman menambahkan bahwa kolaborasi antarinstansi sangat penting karena keberhasilan OMC sangat ditentukan oleh potensi awan di wilayah target. “Semakin banyak awan, semakin besar peluang hujan dan karhutla bisa dicegah,” jelasnya.

Ia mengungkapkan bahwa beberapa hotspot sudah terdeteksi di OKI, Ogan Ilir, dan sekitar Tol Palembang–Prabumulih. Berdasarkan data, 99% karhutla disebabkan oleh faktor manusia dan sisanya oleh alam seperti angin kencang.

“Oleh karena itu, sosialisasi ke masyarakat sangat penting. Terutama di wilayah gambut, karena jika terbakar sulit dipadamkan kecuali dengan hujan intensitas tinggi,” tambahnya.

Sudirman juga menyarankan peningkatan patroli udara, sistem peringatan dini melalui BMKG, dan pengelolaan lahan terlantar agar memiliki nilai ekonomi. “Kami imbau masyarakat segera melapor jika melihat tanda-tanda kebakaran ke aparat desa, kecamatan, hingga kabupaten untuk ditindaklanjuti secepatnya,” pungkasnya. (*)

Urai Kemacetan, Dishub Kota Bekasi Berlakukan Sistem Satu Arah di Jalan Perjuangan

0

Warta.in Jabar ◊ Rabu, 30 Juli 2025

Bekasi – Dalam upaya mengurai kepadatan dan kemacetan lalu lintas di kawasan Jalan Perjuangan, Dinas Perhubungan Kota Bekasi memberlakukan Sistem Satu Arah (SSA) secara terbatas.

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari hasil rapat koordinasi yang digelar pada Rabu, 26 Februari 2025, di ruang rapat Dinas Perhubungan Kota Bekasi.

Pemberlakuan SSA akan dilakukan setiap hari pada pukul 06.00 WIB hingga 08.00 WIB, dimulai dari Simpang Proyek ke Simp Pertigaan Patal ( Masjid Insan Kamil). Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya penataan arus lalu lintas demi meningkatkan kelancaran mobilitas warga, khususnya di jam-jam sibuk pagi hari.

Sebagai bentuk sosialisasi, Dinas Perhubungan Kota Bekasi menyampaikan informasi kepada masyarakat melalui Diskominfostandi lewat penyebaran berita media online, leaflet serta pemanfaatan media sosial resmi milik Dinas.

“Kami mengimbau masyarakat agar dapat menyesuaikan rute perjalanannya dan mendukung upaya rekayasa lalu lintas ini demi kepentingan bersama,” ujar Kadishub Kota Bekasi, Zeno Bachtiar. (Jefry. Smk)

Sumber: Dinas Perhubungan Kota Bekasi

Di duga Cemari Sungai, Limbah B3 PT GBS, Masyarakat Menggugat Akan Gelar Aksi Demo di PALI.

0

PENUKAL ABAB LEMATANG ILIR (PALI)– Sumatera selatan, warta.in,

Ratusan massa dari gabungan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Seramapuh dan LSM PMP di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Menggugat (KMM), berencana menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran, Senin, 11 Agustus 2025.

 

Rencana aksi akan dipusatkan di Kantor DPRD PALI, Kantor Bupati PALI dan Dinas Lingkungan Hidup akan dimulai pukul 10.00 wib.

 

Aksi ini merupakan bentuk protes keras terhadap dugaan pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh perusahaan PT Global Biosorbent Sumatera (GBS). Perusahaan tersebut disinyalir telah mencemari Sungai Musi dan sejumlah anak sungai di sekitarnya melalui sistem instalasi pengolahan limbah (IPAL) yang diduga tidak memenuhi standar operasional prosedur (SOP) dan melanggar ketentuan lingkungan hidup.

 

Menurut informasi yang diperoleh, aksi demonstrasi ini akan dimulai pukul 10.00 WIB, dengan titik kumpul di Sekretariat LSM Serampuh, Simpang Bandara, Handayani Mulia, Talang Ubi. Massa akan melakukan long march menuju Kantor DPRD PALI, Kantor Bupati PALI, dan Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten PALI.

 

“Ini adalah bentuk suara rakyat yang resah dan marah atas pencemaran lingkungan yang merusak ekosistem dan mata pencaharian masyarakat sekitar sungai,” tegas Wiwin Indra, salah satu koordinator aksi (30/7).

Kepala Desa Penandingan, Alnusa membenarkan informasi atas dugaan pencemaran limbah PT GBS berdampak lingkungan dan warganya.

 

“Benar pak, gek kito tanyo langsung ke warga.” jawab kades.

Setidaknya ada lima tuntutan utama dalam rencana aksi ini:

1. Mendesak Pemkab PALI dan Dinas Lingkungan Hidup melakukan audit total terhadap IPAL PT GBS.

 

2. Menuntut sanksi tegas terhadap PT GBS atas dugaan pencemaran Sungai Musi dan anak sungainya.

 

3. Meminta pemulihan lingkungan dan kompensasi bagi warga terdampak.

 

4. Menyerukan aparat penegak hukum mengusut dugaan pelanggaran hukum lingkungan.

 

5. Menuntut transparansi data uji laboratorium limbah PT GBS ke publik dan media.

Saat di konfirmasi Awak media melalu Whatsapp,Humas PT GBS Tidak Memberikan Jawaban Sampai berita ini di Terbitkan.

Muhamad randi. Warta.in (team)

GARDA PRABOWO SUMSEL DAN GEMPITA SUMSEL TUNTUT PRESIDEN SELESAIKAN SENGKETA WILAYAH MUBA-MURATARA

0

Warta In | Palembang – Massa yang tergabung dalam aliansi Garda Prabowo Sumsel, Garda Prabowo Muba, Garda Prabowo Muratara, Gempita Sumsel,
serta Ikatan Keluarga Serasan Sekate hari ini menggelar aksi damai di depan Kantor
Gubernur Sumatera Selatan Jalan Kapten Arivai, Sungai Pangeran Ilir Timur I pukul 10.00 Wib.Palembang, (30/2025).

Aksi ini di komandoi Rahmad Sandi Satgasus DKD Garda Prabowo, sebagai bentuk protes terhadap belum tuntasnya persoalan batas
wilayah antara Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dan Kabupaten Musi Rawas Utara
(Muratara). Para demonstran menuntut kejelasan status beberapa wilayah yang secara
historis dan administratif masuk wilayah Muba namun kini tercatat sebagai bagian
Muratara berdasarkan Permendagri No. 76 Tahun 2014 yang bertentangan dengan
Permendagri No. 50 Tahun 2014.

Wilayah-wilayah tersebut antara lain:
Desa Sako Suban, Kecamatan Batanghari Leko
Desa Ulak Macan dan Munang, Kecamatan Sanga Desa
Total luas lahan yang berpindah klaim mencapai 12.860 hektare. Hal ini dinilai
menimbulkan keresahan dan potensi konflik sosial antarwarga.
Koordinator Lapangan, menyampaikan bahwa “Presiden harus segera turun tangan!
Gubernur Sumsel jangan diam. Jika tidak ada solusi konkret, maka yang terjadi adalah
perpecahan sosial dan hancurnya tata kelola pemerintahan daerah.”

Dalam aksi tersebut, massa juga menyerukan agar:

1.Presiden RI segera memimpin penyelesaian konflik batas Muba-Muratara.

2.Mendagri mencabut Permendagri No. 76 Tahun 2014 atau merevisi batas
berdasarkan musyawarah daerah.

3.Gubernur Sumsel memfasilitasi mediasi langsung antara kedua kabupaten dan
melibatkan masyarakat terdampak.

Aksi damai ini akan terus dilakukan hingga pemerintah benar-benar menanggapi
dan menyelesaikan polemik ini dengan adil dan transparan.

Gandeng Pandawara Grup, Pemkot Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Dan Kebersihan Kota Bekasi

0

Warta.In Jabar ◊ Rabu 30 Juli 2025

KOTABEKASI – Pagi ini ruangan Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe kehadiran tamu istimewa. Siapa yang tidak kenal dengan Pandawara Group, Mereka ini memiliki peranan penting, dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama  dalam hal untuk menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan khususnya di area sungai.

Dalam momen pertemuan yang luar biasa ini, Pemerintah Kota Bekasi berkolaborasi dengan Pandawara Group mengajak seluruh elemen masyarakat Kota Bekasi, untuk menciptakan lingkungan yang semakin bersih dan memberikan edukasi kepada masyarakat luas terutama para generasi muda.

Dalam kesempatan itu, Wawali Abdul Harris Bobihoe mengatakan,  apresiasi atas kegiatan-kegiatan yang berdampak langsung terhadap kebersihan lingkungan. Pandawara Group, yang selama ini melalui kontennya mengajak masyarakat untuk berkontribusi menjaga kebersihan dan melakukan aksi nyata membersihkan sampah.

“Saya sangat senang sekali, pagi ini, bertemu anak-anak muda yang keren, yakni Pandawara Group, yang selama ini kita kenal di setiap kontennya mengajak seluruh warga dan membangkitkan semangat anak-anak muda untuk sadar akan kebersihan lingkungan,” ucapnya.

Senada dengan keterangan Wawali Abdul Harris Bobihoe, Ikhsan Pandawara Grup, turut ikut serta dan memberi keterangannya. Ia sangat senang dan penuh semangat dengan adanya kolaborasi antara Pemkot Bekasi dan Pandawara Grup untuk turut memberikan edukasi terhadap masyarakat perihal ketertiban dalam membuang sampah dan aksi nyata bersama.

“Senang dapat berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Bekasi, pertemuan yang keren. Banyak membahas untuk membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian, kebersihan dan pentingnya melakukan aksi nyata dengan tidak membuang sampah sembarangan. Untuk sasarannya, Kita konsen untuk kegiatan membersihkan aliran-aliran sungai yang ada di Kota Bekasi. Yang pastinya, Kami pun berharap kedepannya banyak anak-anak muda dapat terlibat. Kami juga berharap dapat memberikan edukasi kepada generasi dini dan lakukan kunjungan ke sekolah-sekolah,” ucap Ikhsan. (Jefry. Smk)

PPWI Bengkulu dan Kodim 0428/MM Jalin Sinergi untuk Kesejahteraan Masyarakat

0

Warta.in-Mukomuko,Bengkulu

Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Bengkulu melakukan kunjungan silaturahmi ke Markas Komando Distrik Militer (Kodim) 0428/MM, dalam rangka menjalin sinergi yang positif. Kunjungan ini disambut hangat oleh Pasi Intel Kodim 0428/MM, Lettu Inf Rahmad Dori, mewakili Komandan Kodim 0428/MM, Letkol Inf Yokky Firmansyah.Rabu 30 Juli 2025

Dalam pertemuan tersebut, Lettu Inf Rahmad Dori menekankan pentingnya peran media dalam pembangunan daerah. “Media adalah mitra strategis dalam upaya membangun daerah,” ujarnya. Ini menunjukkan keterbukaan Kodim 0428/MM untuk bekerja sama dengan media dalam mendukung kesadaran dan partisipasi masyarakat.

Hidayat Saleh dari PPWI Bengkulu menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari Kodim 0428/MM. Ia berharap kunjungan ini menjadi awal dari KERJA SAMA KONSTRUKTIF antara insan pers dan institusi pertahanan di daerah. “Kolaborasi antara media dan institusi strategis seperti TNI diharapkan dapat berkontribusi pada kemaslahatan masyarakat,” ujar Hidayat.

Ketua PPWI Bengkulu, Musrikin MS, menegaskan komitmen PPWI untuk memperkuat media yang “independen, akurat, dan bertanggung jawab”. “Kami ingin membangun sinergi berkelanjutan, termasuk dengan TNI dan unsur Forkopimda lainnya, demi mendukung keterbukaan informasi dan pembangunan yang berorientasi pada kepentingan publik,” kata Musrikin.

Kunjungan ini ditutup dengan SAMBUATAN HANGAT dari Lettu Rahmad Dori, menekankan semangat SENERGITAS yang tinggi dan SUKA CITA yang berkelanjutan, semua demi Kesejahteraan Dan Kemakmuran Rakyat.

Semoga sinergi positif antara PPWI Bengkulu dan Kodim 0428/MM ini dapat terus berlanjut dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat. (RED)

Program TMMD Berkelanjutan Membawa Kesuksesan dan Manfaat Nyata bagi Masyarakat

0

Warta.in-Mukomuko,Bengkulu

Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Berkelanjutan telah berjalan dengan SUKSES GEMILANG.Rabu 30 Juli 2025.

Azas manfaat dari program ini benar-benar dirasakan oleh masyarakat, membawa perubahan positif yang signifikan bagi kehidupan mereka.

Giat hari ini, Rabu, 30 Juli 2025*, di Desa Sumber Makmur RT 29, Wonosalam, merupakan bukti nyata dari komitmen TMMD dalam meningkatkan infrastruktur dan kualitas hidup masyarakat. Kegiatan hari ini meliputi.

Tim TMMD telah melakukan penimbunan jalan yang berlubang di jalur yang sering dilewati oleh mobil Damtruk. Posisi sekarang, panjang jalan yang telah diperbaiki telah mencapai 860 Meter, memastikan akses jalan yang lebih aman dan lancar bagi warga setempat.

Pengeboran di Titik Ke-5 RT 28 Wonosalam di Pesantren AL-Fatih Pengeboran di titik ke-5 di Pesantren AL-Fatih, RT 28 Wonosalam, telah mencapai kedalaman 18 Meter.

Ini merupakan upaya penting untuk meningkatkan akses air bersih di wilayah tersebut, memastikan kesejahteraan masyarakat setempat.

Dengan keberhasilan program TMMD Berkelanjutan ini, masyarakat Desa Sumber Makmur dan sekitarnya dapat merasakan MANFAAT NYATA dari program ini. Infrastruktur yang lebih baik dan akses air bersih yang lebih luas akan meningkatkan kualitas hidup mereka, membawa HARAPAN BARU bagi masa depan yang lebih cerah.

Pesan dari Tim TMMD,” Kami berkomitmen untuk terus mendukung kesejahteraan masyarakat melalui program TMMD. Kami berharap program ini dapat terus membawa manfaat nyata dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Semoga ini dapat menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus mendukung program-program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pewarta:hidayat saleh.

Editor:Harry

Polda Sumsel Tegaskan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Musim Kemarau

0

Warta In | Palembang, – Menyongsong musim kemarau yang rawan terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla), berbagai unsur pemerintah dan aparat keamanan di Sumatera Selatan menggelar Apel Gelar Pasukan, Peralatan, dan Simulasi Penanggulangan Karhutla di Lapangan Griya Agung, Palembang, Selasa pagi.

Acara strategis ini dipimpin langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup RI, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, SH, M.Hum, serta dihadiri oleh Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru, Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs. Andi Rian R. Djajadi, S.I.K., M.H., Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., dan unsur Forkopimda lainnya.

Tujuan dari apel ini adalah untuk memastikan kesiapan seluruh pihak terkait—baik personel maupun peralatan—dalam menghadapi potensi karhutla yang kerap mengancam wilayah Sumsel di musim kemarau. Dalam kesempatan tersebut, ditampilkan berbagai jenis peralatan pemadaman, termasuk mobil pemadam, alat semprot portabel, drone pemantau titik panas, serta alat berat untuk membuka akses ke titik-titik rawan api.

Dalam arahannya, Menteri Lingkungan Hidup menyampaikan bahwa Sumsel menjadi salah satu provinsi yang mengalami penurunan signifikan dalam jumlah kejadian karhutla dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini, menurutnya, berkat pengelolaan lahan gambut secara aktif dan koordinasi lintas sektoral yang semakin kuat.

“Sumatera Selatan memiliki 2,1 juta hektar lahan gambut, dan selama ini relatif stabil. Kebakaran hanya bisa terjadi jika ada aktivitas pembakaran disengaja. Kita apresiasi kerja keras semua pihak, tapi kita tetap tidak boleh lengah,” kata Hanif.

Hanif juga menegaskan pentingnya penegakan hukum terhadap para pemegang konsesi atau pemilik lahan yang lalai atau dengan sengaja melakukan pembakaran. Ia mendorong kepolisian untuk tidak ragu dalam mengambil tindakan hukum sebagai bentuk efek jera.

Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol Andi Rian R. Djajadi melalui Kabid Humas Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. menekankan pentingnya sinergi antara TNI-Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mengantisipasi kebakaran.

“Kami dari Polda Sumsel siap mendukung penuh upaya penanggulangan karhutla. Personel dan peralatan sudah kami siapkan, patroli dan sosialisasi terus kami gencarkan,” ujarnya.

Menurut mantan Kapolresta Pekanbaru ini, tindakan pembakaran hutan untuk membuka lahan baru atau membersihkan sisa panen tidak boleh dilakukan lagi, karena dampaknya bisa berskala regional bahkan internasional, terutama dari sisi kesehatan dan transportasi udara akibat kabut asap.

“Kami imbau kepada para pemilik lahan, khususnya perusahaan, agar siaga menghadapi musim kemarau. Sediakan sumber air, kanal isolasi api, serta peralatan pemadam yang mudah dijangkau,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan simulasi penanggulangan karhutla, mulai dari deteksi titik api menggunakan drone, evakuasi warga, hingga proses pemadaman api oleh tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dan relawan. Simulasi tersebut menggambarkan kesiapan taktis seluruh elemen dalam menghadapi skenario terburuk.

Adapun wilayah-wilayah rawan karhutla seperti Kabupaten Banyuasin, Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir, dan Ogan Ilir kembali menjadi fokus perhatian pada tahun ini. Kepolisian menegaskan akan bertindak tegas terhadap pelaku pembakaran, baik individu maupun korporasi, guna menekan potensi bencana sejak dini.

Melalui kegiatan ini, Sumatera Selatan meneguhkan komitmennya untuk tidak lagi menjadi langganan kabut asap. Pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat diharapkan bahu-membahu dalam menciptakan musim kemarau yang bebas dari karhutla.

“Kalau semua pihak bergerak bersama dan patuh terhadap aturan, kami optimis tahun ini bisa dilewati tanpa tragedi asap,” pungkas Nandang.

Bila ada permasalahan dan butuh bantuan Polisi silahkan hubungi :

Call Center : 110

NO BANTUAN POLISI, WA : 081370002110

“KAMI SIAP MELAYANI 24 JAM”. (rilis)