26.2 C
Jakarta
Senin, Februari 16, 2026
Beranda blog Halaman 55

Nahkodai IMAN Kupang Periode 2026/2027, Deki Selan Serukan Persatuan dan Solidaritas

0

KUPANG _Senin 26 Januari 2026

Estafet kepemimpinan Ikatan Mahasiswa Amanatun (IMAN) Kupang resmi berganti Kepemimpinan Melalui Rapat Umum Anggota (RUA) yang berlangsung pada Jumat 24-Sabtu 25 Januari 2026, “Deki Selan” terpilih sebagai Ketua Umum IMAN Kupang untuk masa bakti 2026/2027.

Deki Selan menyampaikan apresiasi mendalam selama proses Rapat Umum Anggota (RUA) Disamping itu, Deki Selan Juga Tak lupa mengajak seluruh elemen organisasi untuk kembali merapatkan barisan demi kemajuan organisasi tercinta Tanpa memandang ruang lingkup dinamika yang berlangsung

Deki menyampaikan rasa terima kasih yang tulus atas kepercayaan besar yang diberikan kepadanya untuk menahkodai IMAN Kupang selama satu tahun ke depan.
“Terima kasih kepada seluruh anggota aktif, para senior, mantan ketua, Tim Pendiri, hingga Dewan Penasehat yang telah memberikan mandat ini melalui forum Rapat Umum Anggota (RUA) Kepercayaan ini adalah amanah besar untuk menjaga marwah organisasi,” ungkap Deki.

Menanggapi perdebatan yang sempat menghangatkan Ruangan selama proses pemilihan, Deki menilai hal tersebut sebagai bumbu demokrasi yang sehat. Ia menegaskan bahwa perbedaan pendapat adalah bukti kepedulian anggota terhadap masa depan organisasi.
“Dinamika yang terjadi dalam forum RUA adalah hal yang wajar dan justru mewarnai jalannya demokrasi kita. Namun, saat palu sidang telah diketuk, kiranya segala perbedaan itu berakhir. Mari kita kembali bersatu untuk menata IMAN Kupang yang lebih baik,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Deki menekankan pentingnya menjadikan IMAN Kupang sebagai rumah yang inklusif bagi seluruh mahasiswa Amanatun di Kupang untuk bertumbuh dan mengembangkan diri.
“IMAN Kupang harus menjadi ruang milik kita bersama. Tempat di mana kita saling membenahi diri, berproses, dan berkontribusi. Solidaritas adalah kunci utama kita,” pungkas Deki dengan optimis.

Pasca Banjir, Gubernur Banten Pimpin Koordinasi Tekankan Normalisasi Sungai di Tangerang Raya

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 26 Januari 2026  — Gubernur Banten, Andra Soni, memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Banjir untuk wilayah Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan di Kantor Gubernur Banten, Senin (26/1/2026). Rapat ini merupakan tindak lanjut dari evaluasi bencana banjir yang terjadi di Provinsi Banten.

Dalam pertemuan tersebut, Andra menegaskan bahwa normalisasi sungai menjadi prioritas utama dalam upaya mitigasi banjir.

“Kami berupaya mengoordinasikan langkah-langkah pascabanjir agar ke depannya permasalahan banjir dapat dimitigasi bersama. Kami melibatkan semua pihak untuk mencari solusi agar kondisi ini segera teratasi,” ujar Andra Soni.

Rapat ini menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk pemerintah provinsi, balai sungai, bupati, dan wali kota, dalam menangani banjir secara efektif. Normalisasi sungai dipilih sebagai langkah awal karena hasil kunjungan lapangan menunjukkan adanya penyempitan aliran sungai di beberapa titik serta bangunan liar yang menghambat laju air.

Selain itu, Gubernur Andra menambahkan bahwa pihaknya juga melibatkan Kantor Wilayah Pertanahan untuk meninjau status lahan di bantaran sungai.

“Kami juga meminta pandangan hukum dari Kantor Wilayah Pertanahan terkait status lahan. Tim teknis akan segera menindaklanjutinya mulai besok,” tambahnya.

Selain normalisasi sungai, Gubernur Andra Soni menekankan pentingnya sinergi dalam penyesuaian RTRW dengan pendampingan Kantor Wilayah Pertanahan untuk mewujudkan tata ruang yang lebih tahan terhadap bencana.

DPUPR Provinsi Banten bersama BBWS C2 dan pemerintah daerah akan melakukan survei awal di Sungai Cirarab untuk mengidentifikasi bangunan di sempadan sungai dan akses alat berat guna mendukung normalisasi pada titik-titik penyempitan aliran sungai.

“Kami mengidentifikasi bangunan di sempadan sungai serta jalur akses alat berat untuk keperluan normalisasi di titik-titik penyempitan aliran sungai,” kata Arlan.

Sejalan dengan itu, Kepala BBWS C2, David Partonggo Oloan Marpaung, menegaskan kesiapan pihaknya untuk terus bersinergi serta mengerahkan alat berat dalam pelaksanaan di lapangan.(WartainBanten)

Polsek Selaparang Berikan Pengamanan Aksi Hearing GM-NTB di Kejati NTB

0

Polsek Selaparang Berikan Pengamanan Aksi Hearing GM-NTB di Kejati NTB

Warta.in
Mataram, NTB – Polsek Selaparang menurunkan sejumlah personel untuk memberikan pelayanan keamanan pada kegiatan hearing yang dilaksanakan oleh Gerakan Muda NTB (GM-NTB) di depan Kejaksaan Tinggi NTB, Senin (26/01/2026).

Aksi hearing yang diikuti sekitar 10 orang tersebut menyampaikan aspirasi terkait Dana Pokok Pikiran (Pokir) DPRD NTB serta pengadaan lahan MXGP Samota, Sumbawa, yang diduga mengandung unsur tindak pidana. Penyampaian pendapat berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian di sejumlah titik strategis.

Kapolsek Selaparang Iptu Zulharman Lutfi, SH., menjelaskan, sebagai penanggung jawab kewilayahan, Polsek Selaparang memberikan pengamanan guna memastikan kegiatan hearing berjalan aman, lancar, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat umum, khususnya pengguna jalan di sekitar lokasi.

“Intinya kami memberikan pelayanan dalam bentuk pengamanan agar kegiatan hearing dapat berjalan dengan tertib, sekaligus menjaga kelancaran arus lalu lintas dan aktivitas masyarakat lainnya,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, personel kepolisian juga melakukan pengaturan lalu lintas serta pendekatan humanis kepada peserta aksi. Hingga aksi berakhir, situasi terpantau aman, kondusif, dan massa membubarkan diri dengan tertib.

Pengamanan ini menjadi bagian dari komitmen Polsek Selaparang dalam menjamin kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum, sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kota Mataram.(sr/hpm)

Wakapolda NTB Ikuti Fun Bike Ulama–Umara, Ditutup Sholawat di Pantai Kuta. Mandalika

0

Wakapolda NTB Ikuti Fun Bike Ulama–Umara, Ditutup Sholawat di Pantai Kuta. Mandalika

Warta.in
Mataram,NTB — Suasana Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika tampak berbeda, Ahad (25/1/2026) sore. Wakapolda NTB Brigjen Pol. Hari Nugroho, S.I.K., hadir meramaikan Fun Bike Ulama dan Umara 2026 bersama tokoh agama, pejabat daerah, serta masyarakat.

Kegiatan gowes santai mulai pukul 16.00 Wita. Rute di kawasan sirkuit ikonik Lombok Tengah itu dipilih, untuk menghadirkan nuansa kebersamaan sekaligus sport tourism. Wakapolda NTB terlihat menyatu bersama peserta dengan balutan pakaian olahraga.

“Momentum ini memperkuat silaturahmi ulama dan umara, sekaligus mengajak masyarakat hidup sehat,” ujar Brigjen Pol. Hari Nugroho di sela kegiatan.

Agenda kebersamaan berlanjut malam hari. Pukul 19.00 Wita, Wakapolda NTB kembali hadir pada Mandalika Bersholawat dan Doa bersama Abuya Al Habib Zain bin Abuya Al Habib Hasan Baharun, di Pantai Kuta Mandalika. Lantunan sholawat menggema di tepi pantai, diikuti jamaah dengan khidmat mengenakan busana hitam putih berpeci hitam.

Brigjen Pol. Hari Nugroho menilai, rangkaian acara tersebut membawa pesan kuat soal persatuan dan kedamaian di NTB.

“Doa dan sholawat jadi penguat batin, sinergi ulama–umara jadi fondasi menjaga keamanan dan keharmonisan daerah,” tuturnya.

Kehadiran jajaran kepolisian, termasuk Kapolres Lombok Tengah sebagai pejabat pendamping, memberi rasa aman sepanjang kegiatan. Mandalika pun kembali tampil bukan sekadar destinasi wisata, tapi juga ruang bertemunya spiritualitas, kebugaran, dan persaudaraan.(Sr/hpntb)

 

Launching Gerakan 1200 Tenaga Kesehatan, Kukuhkan Jember Cinta Kesehatan Ibu dan Anak

0

Warta.in, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember wujudkan komitmennya untuk memperkuat program Cinta Kesehatan Ibu dan anak dengan mengumpulkan 1.200 tenaga kesehatan (Nakes) dan seluruh element terkait baik kepala Puskesmas maupun Camat se Kabupaten Jember pada 26 January 2026 bertempat di GOR PKPSO Kaliwates.

Program yang dikhususnya untuk memperkecil angka stunting dan angka kematian ibu dan anak (AKI/AKB) diharapkan mampu menurunkan persentase Kabupaten Jember yang menduduki peringkat tertinggi kedua se Jawa Timur.

“10 tahun terkahir Jember masuk dalam angka tertinggi ke-dua se jatim, maka dengan ini kita akan bergerak bersama mengatasi hal ini,” ujar Gus Fawait.

Dalam penanganan dan penerapan mengenai program ini, Gus fawait akan melibatkan seluruh unsur yang ada di kecamatan dan desa per wilayah se Kabupaten Jember.

“Hari ini kita akan jadikan satu, para nakes, penyuluh KB, nanti juga Kepala Puskesmas, Camat, bahkan tadi saya libatkan pengawas sekolah, para kepala sekolah, nanti akan terlibat bahu-membahu untuk menjadi bagian satgas pencegahan stunting, AKI, dan AKB ini,” Lanjut Gus Fawait.

Evaluasi untuk memantau kinerja para Nakes beserta semua element terkait akan dilakukan setiap 3bulan sekali, bahkan Gus Bupati menegaskan yang akan bertanggung jawab adalah pemimpin serta kepala ditiap wilayah.

Ket Foto : Jajaran Pemerintah Kabupaten Jember para Camat, Kepala Puskesmas serta 1.200 Tenaga Kesehatan (Nakes).

“Kalo 3bulan kedepan tidak ada perubahan berarti pak Camat sudah tidak berkenan menjadi pak camat lagi, Kepala Puakesmas sudah tidak berminat jadi kepala lagi Kepala Dinas Kesehatan sudah tidak berkenan menjadi Kepala Dinas lagi,” tegas Gus fawait.

Hal ini dilakukan agar sistem satu komando melalui pembentukan satuan tugas lintas sektor benar-benar berjalan secara maksimal, angka stunting di Jember bisa keluar dari posisi teratas di tingkat provinsi. Dan dalam Lima tahun ke depan angka stunting di Jember dapat menjadi salah satu yang terendah di Provinsi Jawa Timur.

“kalau ini dikerjakan secara bersama-sama, anggarannya juga dibikin secara utuh, pergerakannya sesuai perencanaan, semua pihak terlibat, target kami stunting, AKI, AKB harus turun drastis di tahun 2026 dan target ditahun 2029 atau 2030 harus terendah se Jawa Timur,” tutupnya.

Stunting NTB 13,39% di Bawah Nasional, Gubernur Iqbal Ini Kerja Bersama Kab/Kota

0

 

Stunting NTB 13,39% di Bawah Nasional, Gubernur Iqbal Ini Kerja Bersama Kab/Kota

Warta.in
Mataram, NTB — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyampaikan perkembangan terbaru penanganan stunting sepanjang Tahun 2025. Berdasarkan data konsolidasi per Desember 2025, persentase stunting di NTB tercatat 13,39% atau 51.809 kasus dari 387.065 balita.
Angka ini menunjukkan capaian yang sangat positif karena lebih rendah dari rata-rata nasional 18,8% serta telah melampaui target NTB Tahun 2025 sebesar 21,7%.

Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal melalui Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) NTB sekaligus Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama lintas sektor yang terus diperkuat hingga ke tingkat desa.

“Alhamdulillah, capaian stunting NTB per Desember 2025 berada di angka 13,39 persen. Ini bukan sekedar angka, tetapi cerminan dari kerja nyata pemerintah daerah bersama kabupaten/kota, tenaga kesehatan, kader, serta partisipasi masyarakat yang terus bergerak memperbaiki kualitas tumbuh kembang anak-anak NTB,” ujar Aka.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi NTB menegaskan bahwa penurunan stunting adalah agenda prioritas yang menyangkut masa depan generasi NTB.

“Stunting adalah ancaman serius bagi kualitas SDM. Karena itu, Pemprov NTB bersama Kab/Kota Se-NTB tidak hanya fokus pada capaian, tetapi juga pada kesinambungan program agar kasus baru bisa dicegah sejak awal. Ini komitmen kita bersama untuk melahirkan generasi NTB yang sehat, kuat, dan unggul,” tegasnya.

Adapun capaian penanganan Stunting per Kabupaten/Kota di NTB Desember 2025 berdasarkan data laporan gizi pada aplikasi sigizikesga Kementerian RI 2026:
– Lombok Barat: 9,58%
– Lombok Tengah: 9,99%
– Lombok Timur: 22,39%
– Sumbawa: 10,70%
– Dompu: 12,61%
– Bima: 12,22%
– Sumbawa Barat: 7,1%
– Lombok Utara: 14,18%
– Kota Mataram: 6,57%
– Kota Bima: 9,49%

Pemprov NTB memandang data tersebut sebagai dasar penting untuk memastikan intervensi yang dilakukan lebih terarah, tepat sasaran, serta memperkuat daerah-daerah yang masih membutuhkan percepatan.

“Data kabupaten/kota menjadi pijakan untuk memperkuat strategi. Daerah yang sudah rendah tetap dijaga agar tidak naik, sementara daerah dengan angka lebih tinggi akan kita dorong percepatan intervensinya melalui program yang lebih fokus dan masif,” tambah Aka.

Selain capaian tahun 2025, hasil pemantauan juga menunjukkan perkembangan kasus baru pada awal 2026. Pada Januari 2026, NTB mencatat 0,6% atau 1.890 kasus stunting baru, data ini tentunya menjadi pengingat bahwa pencegahan stunting harus terus dilakukan secara konsisten dan tidak boleh lengah.
Rincian perkembangan stunting baru Januari 2026 per kabupaten/kota:
– Lombok Barat: 1,0% (479 kasus baru)
– Lombok Tengah: 0,9% (653 kasus baru)
– Lombok Timur: 0,8% (545 kasus baru)
– Sumbawa: 0,3% (79 kasus baru)
– Dompu: 0,0% (tidak ada stunting baru)
– Bima: 0,1% (36 kasus)
– Sumbawa Barat: 0,4% (39 kasus baru)
– Lombok Utara: 0,3% (41 kasus baru)
– Kota Mataram: 0,001% (4 kasus baru)
– Kota Bima: 0,2% (14 kasus baru)
Untuk persentase data stunting ini akan selalu di update sesuai hasil pengukuran tinggi badan setiap bulan, papar Aka.

Gubernur Miq Iqbal mengapresiasi daerah yang berhasil menekan kasus baru, sekaligus mendorong percepatan penguatan layanan pada wilayah yang masih menunjukkan penambahan kasus.

Lebih lanjut Gubernur Iqbal juga menekankan bahwa, “Penanganan stunting bukan pekerjaan musiman. Kita harus menguatkan pencegahan di hulu, mulai dari ibu hamil, pola asuh, gizi keluarga, sampai layanan kesehatan yang konsisten di Posyandu dan Puskesmas. Semua pihak harus bergerak,”.

Dan harus diingat Pencegahan Dimulai dari Keluarga, untuk itu Pemprov NTB menekankan bahwa pencegahan stunting tidak hanya bertumpu pada layanan pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, terutama keluarga.

Karena nya kami menghimbau masyarakat untuk:
memastikan ibu hamil mendapatkan pemeriksaan rutin dan asupan gizi seimbang,
memberikan ASI eksklusif dan MPASI sesuai standar,
rutin membawa balita ke Posyandu untuk pemantauan pertumbuhan,
menjaga sanitasi dan pola hidup bersih sehat.
Berkonsultasi ke fasilitas kesehatan jika ditemukan risiko gangguan tumbuh kembang anak.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan NTB Dr. dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM., MARS menyampaikan bahwa pihaknya akan memperkuat langkah-langkah strategis untuk menjaga tren penurunan stunting sekaligus menekan kasus baru secara cepat dan terukur.

“Capaian tahun 2025 ini patut kita syukuri, namun kita tidak boleh berhenti. Tahun 2026, Dinas Kesehatan NTB bersama Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota akan memperkuat pencegahan dan penanganan stunting melalui intervensi yang lebih terarah, berbasis data, serta mempercepat respons terhadap kasus baru,” jelas Fikri.

Ia menyebutkan sejumlah langkah utama yang akan dijalankan, antara lain
Aksi Bergizi di Sekolah, untuk membangun pola konsumsi sehat sejak usia dini.
Penguatan Surveilans Gizi, agar data lebih akurat dan cepat ditindaklanjuti.

Pemantauan Pertumbuhan Balita, melalui layanan Posyandu dan Puskesmas secara rutin.
Refreshing PMBA (Pemberian Makan Bayi dan Balita), untuk memperkuat edukasi keluarga.

Tatalaksana Masalah Gizi, termasuk penanganan cepat pada balita berisiko.
Selanjutnya koordinasi lintas program dan lintas sektor, agar intervensi lebih kuat dan terintegrasi.
Monitoring dan evaluasi program gizi di Desa Berdaya, sebagai lokus percepatan.

Pembinaan gizi bagi SPPG Program Makan Bergizi Gratis (MBG), agar tepat sasaran dan berkualitas.
Pemenuhan Pita LILA untuk skrining keluarga, sebagai deteksi dini risiko stunting.

“Kami juga menekankan pentingnya intervensi berkelanjutan untuk kasus stunting baru, serta dukungan kabupaten/kota dalam pendampingan Survey SSGI 2026.

Target kita jelas: menurunkan stunting dengan cara yang terukur, konsisten, dan menyentuh keluarga sebagai pusat pencegahan,” tutup Hamzi Fikri. (sr/dkintb)

Launching Gerakan 1200 Tenaga Kesehatan, Kukuhkan Jember Cinta Kesehatan Ibu dan Anak

0

Warta.in, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember wujudkan komitmennya untuk memperkuat program Cinta Kesehatan Ibu dan anak dengan mengumpulkan 1.200 tenaga kesehatan (Nakes) dan seluruh element terkait baik kepala Puskesmas maupun Camat se Kabupaten Jember pada 26 January 2026 bertempat di GOR PKPSO Kaliwates.

Program yang dikhususnya untuk memperkecil angka stunting dan angka kematian ibu dan anak (AKI/AKB) diharapkan mampu menurunkan persentase Kabupaten Jember yang menduduki peringkat tertinggi kedua se Jawa Timur.

“10 tahun terkahir Jember masuk dalam angka tertinggi ke-dua se jatim, maka dengan ini kita akan bergerak bersama mengatasi hal ini,” ujar Gus Fawait.

Dalam penanganan dan penerapan mengenai program ini, Gus fawait akan melibatkan seluruh unsur yang ada di kecamatan dan desa per wilayah se Kabupaten Jember.

“Hari ini kita akan jadikan satu, para nakes, penyuluh KB, nanti juga Kepala Puskesmas, Camat, bahkan tadi saya libatkan pengawas sekolah, para kepala sekolah, nanti akan terlibat bahu-membahu untuk menjadi bagian satgas pencegahan stunting, AKI, dan AKB ini,” Lanjut Gus Fawait.

Ket Foto : Jajaran Pemerintah Kabupaten Jember para Camat, Kepala Puskesmas serta 1.200 Tenaga Kesehatan (Nakes).

Evaluasi untuk memantau kinerja para Nakes beserta semua element terkait akan dilakukan setiap 3bulan sekali, bahkan Gus Bupati menegaskan yang akan bertanggung jawab adalah pemimpin serta kepala ditiap wilayah.

“Kalo 3 bulan kedepan berarti pak Camat sudah tidak berkenan menjadi pak camat lagi, Kepala Puakesmas sudah tidak berminat jadi kepala lagi Kepala Dinas Kesehatan sudah tidak berkenan menjadi Kepala Dinas lagi,” tegas Gus fawait.

Hal ini dilakukan agar sistem satu komando melalui pembentukan satuan tugas lintas sektor benar-benar berjalan secara maksimal, angka stunting di Jember bisa keluar dari posisi teratas di tingkat provinsi. Dan dalam Lima tahun ke depan angka stunting di Jember dapat menjadi salah satu yang terendah di Provinsi Jawa Timur.

“kalau ini dikerjakan secara bersama-sama, anggarannya juga dibikin secara utuh, pergerakannya sesuai perencanaan, semua pihak terlibat, target kami stunting, AKI, AKB harus turun drastis di tahun 2026 dan target ditahun 2029 atau 2030 harus terendah se Jawa Timur,” tutupnya.

Agen LPG di Torut Diberikan Waktu 3 Hari Stabilkan Harga, Jual di Atas HET Sanksi Pidana Menanti

0

TORAJA UTARA – Kepolisian Resor (Polres) Toraja Utara memanggil 4 agen Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram sebagai langkah tegas mengatasi kelangkaan gas elpiji bersubsidi yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Toraja Utara, Senin (26/1/2026)

Pemanggilan tersebut dilakukan sebagai bentuk pengawasan distribusi sekaligus penertiban penyaluran LPG 3 kg agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu, serta sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET)

Dari 4 agen LPG yang dipanggil oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Toraja Utara tersebut yakni PT Sinar Ratte dengan jumlah 138 pangkalan dan pasokan 2.240 tabung per hari, PT YM Yunus Kadir dengan 134 pangkalan dan pasokan 2.240 tabung per hari, PT A3 dengan 40 pangkalan dan pasokan 560 tabung per hari, serta Agen Baruka dengan 33 pangkalan dan pasokan 560 tabung per hari.

Melalui kesempatannya usai memanggil 4 Agen LPG, Iptu Ruxon selaku Kasat Reskrim Polres Toraja Utara, mengatakan bahwa pemanggilan ini bertujuan untuk meminta klarifikasi terkait penerapan HET, pola distribusi, kuota pasokan, serta mekanisme penyaluran LPG bersubsidi hingga ke tingkat pangkalan.

“Kami memanggil empat agen LPG untuk dimintai keterangan. Ini merupakan langkah serius Polres dalam merespons keluhan Masyarakat, khususnya terkait harga jual yang tidak sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET),” ungkap Iptu Ruxon.

Iptu Ruxon juga menegaskan jika pihak kepolisian tidak akan mentolerir praktik penimbunan, permainan distribusi, maupun penjualan LPG 3 kg di atas harga HET.

“Saat ini kami telah menskorsing dua pangkalan yang terbukti menjual LPG 3 kg di atas harga HET. Skorsing ini bersifat sementara, namun ke depan kami akan menindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku, mulai dari pangkalan yang nakal hingga agen LPG jika terbukti terlibat,” kata Kasatreskrim Iptu Ruxon.

Selain itu, Polres Toraja Utara memberikan ultimatum kepada para agen agar segera menstabilkan harga LPG 3 kg dalam waktu tiga hari ke depan.

“Apabila masih ditemukan penjualan LPG bersubsidi di atas HET, kami akan langsung menerapkan sanksi pidana,” tegas Iptu Ruxon.

Selaku Kasatreskrim di Polres Toraja Utara, Iptu Ruxon juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dengan melaporkan jika menemukan indikasi penimbunan, penyaluran yang tidak tepat sasaran, maupun penjualan LPG 3 kg di atas HET.

Tak hanya itu, Iptu Ruxon juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan tabung LPG 3 Kg yang berlabel selain dari warna kuning dan putih.

“Tabung gas berlabel kuning dan putih merupakan tabung resmi yang diedarkan di Toraja Utara. Jika ditemukan tabung dengan label di luar itu, segera laporkan ke Unit Tipiter Satreskrim Polres Toraja Utara,” pungkasnya.

Sumber: Humas Polres Toraja Utara

Terima Kunker Baleg DPR RI, Wagub Banten Harap Produk Undang-Undang Tak Membebani Daerah

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 26 Januari 2026  — Wakil Gubernur (Wagub) Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, menegaskan pentingnya setiap produk undang-undang yang dihasilkan tidak membebani keuangan daerah dan mampu memberikan kepastian bagi masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikannya saat menerima kunjungan kerja (Kunker) Badan Legislasi (Baleg) DPR Republik Indonesia (RI) di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Senin (26/1/2026).

“Kami berharap setiap produk undang-undang tidak membebani keuangan daerah dari sisi dampak anggaran (budget impact). Harus produk undang-undang yang efisien dan efektif,” tegasnya.

Sebagai mantan pimpinan Baleg DPR RI, Dimyati menekankan pentingnya mempertimbangkan implikasi keuangan daerah dalam setiap kebijakan. Ia menyoroti Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) sebagai contoh kebijakan yang membutuhkan perhatian khusus terkait anggaran daerah.

Menurut Dimyati, status sebuah rancangan undang-undang, apakah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) atau tidak, harus disampaikan secara transparan agar masyarakat memahami prosesnya.

“Fungsi Baleg sangat krusial di DPR, bahkan bisa disebut sebagai ‘pakunya’ DPR karena seluruh pembahasan calon produk hukum undang-undang masuk melalui Baleg,” tambahnya.

Dimyati juga mengungkapkan kebanggaannya karena Provinsi Banten terpilih sebagai salah satu daerah lokus penjaringan aspirasi masyarakat (Jaring Asmara) dalam penyusunan Prolegnas.

“Kita dapat menyampaikan aspirasi terhadap pembahasan Prolegnas untuk satu tahun ke depan,” ujarnya.

Wakil Ketua Baleg DPR RI, Sturman Panjaitan, menyatakan kunjungan kerja ke Banten menghasilkan sejumlah masukan penting yang akan menjadi pertimbangan dalam pembahasan Prolegnas 2026.

“Beberapa masukan di antaranya terkait desa adat, mengingat di Banten terdapat masyarakat adat Baduy yang harus diperkuat dan dipertahankan. Selain itu, terdapat aspirasi mengenai pengelolaan sampah serta usulan perubahan ibu kota Provinsi Banten,” ungkap Sturman.

Aspirasi tersebut mencakup penguatan desa adat, pengelolaan sampah, dan usulan perubahan ibu kota Provinsi Banten. Pada 2026, terdapat 64 RUU dalam Prolegnas, terdiri dari 47 usulan DPR, 15 usulan pemerintah, dan 2 usulan DPD. RUU tentang desa adat termasuk di dalamnya, sementara RUU Pilkada belum masuk Prolegnas tahun ini.(WartainBanten)

Parosil Mabsus Tinjau Progres Pembangun Pembukaan Badan Jalan Menuju Lokasi Geothermal

0

LAMPUNG BARAT- Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus melihat langsung progres pembangunan pembukaan badan jalan menuju lokasi pembangunan potensi panas bumi (Geothermal) Sekincau, Senin 26 Januari 2026.

Seperti diketahui, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menggandeng PT Star Energy untuk mengeksplorasi potensi panas bumi yang berada di Suoh-Sekincau.

Dengan akan dibangunnya geothermal maka dilakukan pembukaan badan jalan terlebih dalu untuk menuju lokasi. Tidak main-main jalan yang dibangun sepanjang 890 meter dengan luas badan jalan 10 meter.

Berdasarkan hasil meninjauan Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus didampingi Wakil Bupati Mad Hasnurin progres pembangunan jalan sudah sampai ditahap pengeringan tanah untuk dilakukan pengaspalan.

Dengan adanya pembangunan ini dinilai Bupati Lampung Barat sebagai langkah strategis untuk mendorong kesejahteraan masyarakat serta memperkuat perekonomian daerah.

Menurutnya, langkah ini diharapkan benar-benar membawa dampak positif, baik melalui peningkatan pendapatan daerah maupun melalui kontribusi langsung untuk masyarakat, terutama di wilayah sekitar proyek.

Senada sisampaikan kepala dinas PUPR Kabupaten Lampung Barat, Mia Miranda pembangunan badan jalan tersebut selain akses menuju pembangunan Geothermal juga sebagai akses untuk jalan masyarakat.