26.2 C
Jakarta
Senin, Februari 16, 2026
Beranda blog Halaman 56

BRI KC Jakarta Daan Mogot Raih Penghargaan Best Effective Distribution Tingkat Kantor Cabang

0

WARTA.IN – Jakarta — BRI Kantor Cabang (KC) Jakarta Daan Mogot kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan Best Effective Distribution Tingkat Kantor Cabang. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kinerja optimal dalam pengelolaan dan penguatan jaringan distribusi layanan perbankan secara efektif dan berkelanjutan.

 

Penghargaan tersebut diterima dalam rangkaian kegiatan Rapat Akselerasi BRI Region 8 Jakarta 3, yang mengusung tema “Reinforce The Network, Win Sustainable Growth”. Capaian ini mencerminkan keberhasilan KC Jakarta Daan Mogot dalam memperluas jangkauan layanan, meningkatkan produktivitas jaringan, serta mendukung pertumbuhan bisnis yang berkesinambungan.

 

Pemimpin Cabang BRI Jakarta Daan Mogot, Rizky Ferdhian, menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh insan BRILiaN di lingkungan KC Jakarta Daan Mogot yang secara konsisten mengedepankan sinergi, inovasi, dan fokus pada kebutuhan nasabah.

 

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat jaringan layanan dan memberikan kontribusi terbaik bagi pertumbuhan bisnis BRI yang berkelanjutan,” ujarnya.

BRI Kanca Ciputat Perkuat Sinergi dengan Puspenerbad melalui Kolaborasi Layanan Perbankan

0

WARTA.ID – Ciputat, 26/01/2026 – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Kantor Cabang Ciputat terus memperkuat sinergi dengan berbagai institusi strategis. Kali ini, BRI Kanca Ciputat menjalin kolaborasi dengan Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) dalam rangka memperluas akses dan optimalisasi layanan perbankan bagi lingkungan Puspenerbad.

 

Kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen BRI untuk menghadirkan layanan perbankan yang mudah diakses, aman, dan sesuai dengan kebutuhan institusi, khususnya dalam mendukung aktivitas operasional serta pengelolaan keuangan yang efektif dan transparan.

 

Pemimpin Cabang BRI Ciputat, Indrayana, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat hubungan kelembagaan antara BRI dan Puspenerbad.

 

“BRI Kanca Ciputat menyambut baik kolaborasi dengan Puspenerbad sebagai bentuk sinergi berkelanjutan. Kami berkomitmen untuk menghadirkan solusi layanan perbankan yang optimal, baik dari sisi transaksi, pengelolaan keuangan, maupun layanan digital yang dapat mendukung kebutuhan institusi,” ujar Indrayana.

 

Melalui kolaborasi ini, BRI Kanca Ciputat menghadirkan berbagai solusi perbankan, mulai dari layanan transaksi, pengelolaan rekening, hingga pemanfaatan layanan digital BRI yang aman dan andal, sejalan dengan transformasi digital yang terus dijalankan oleh perseroan.

 

BRI berharap kerja sama ini dapat memberikan nilai tambah serta memperkuat kepercayaan dan hubungan jangka panjang antara BRI dan Puspenerbad. Ke depan, BRI Kanca Ciputat akan terus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai institusi guna mendukung pertumbuhan dan pelayanan perbankan yang inklusif.

Dapur MBG SPPG Cikoneng 2, Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung, Beroperasi Minggu, 25 Januari 2026

0

Cikoneng, Ciparay Kabupaten Bandung. Minggu, 25 Januari 2026. WARTA. IN. Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cikoneng 2, di Kelola Yayasan Wahid Jabar, lokasinya di Desa Cikoneng, Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung Jawa Barat, diresmikan oleh Anjar Lugiyana, S.Ip. M.Ip. Camat Ciparay, Minggu, 25 Januari 2026.
Puji Syukur atas Lounching Dapur MBG SPPG Cikoneng 2, Senin, 26 Januari 2026, akan kita distribusikan ke Sekolah Dasar (SD) sekitar, semua sararana yang dibutuhkan siap di gunakan, ujar Rendi Eka putra, Kepala SPPG Cikoneng 2.
Quota penerima makan bergizi, akan diberikan secara bertahap, di mulai dari 1000 orang, kemudian 1500 orang hingga Minggu ke-4 sampai pada 3000 orang, Jelas Rendi Eka Putra. Menu makanan yang disajikan, disesuaikan dengan selera anak-anak, dengan variasi, serta pembagian porsi kecil dan besar sesuai kebutuhan anak-anak, jelas Rendi Eka Putra.
Rendi berharap, kegiatan dapur MBG berjalan lancar, diterima anak-anak dan masyarakat sekitar. Program dapur MBG SPPG Cikoneng 2, memberdayakan warga sekitar, dengan menggunakan, menampung hasil panen petani usaha mikro, usaha Kecil dan menengah, (UMKM), sehingga dapat memberikan kontribusi pada perekonomian lokasi, pungkas Rendi Eka Putra. WARTA. IN Biro Bandung Ibnu S SH CSS ALC CIJ CPW.

Tinawati Andra Soni: Posyandu Banten Terus Bertransformasi Lewat Integrasi Layanan Primer

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 26 Januari 2026  — Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, mengatakan Posyandu di Banten terus bertransformasi melalui integrasi layanan primer guna mendekatkan pelayanan dasar kepada masyarakat. Transformasi tersebut dilakukan agar pelayanan semakin lengkap, mudah diakses, dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Posyandu saat ini terus bertransformasi melalui integrasi layanan primer agar pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih lengkap dan berkelanjutan,” ungkap Tinawati saat menghadiri Penilaian Lomba Posyandu Bina Keluarga Nasional (BKN) dan Kader Berprestasi di Posyandu Mawar C.X Yon Arhanud 1 Koorcab Divif 1 PG Kostrad, Jalan Raya Serpong, Kota Tangerang Selatan, Senin (26/1/2026).

Tinawati menjelaskan, peran Posyandu saat ini tidak lagi terbatas pada pelayanan ibu dan balita. Posyandu telah berkembang untuk melayani seluruh siklus kehidupan masyarakat, mulai dari anak, remaja, dewasa hingga lanjut usia. Hal tersebut sejalan dengan penerapan standar baru Posyandu, yakni Enam Standar Pelayanan Minimal (6 SPM).

Adapun 6 SPM tersebut meliputi bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan bidang sosial. Dengan cakupan layanan yang lebih luas, Posyandu diharapkan mampu menjawab berbagai kebutuhan dasar masyarakat secara terpadu.

“Melalui Posyandu, kita harapkan pelayanan dasar lebih dekat, mudah diakses, dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” ucap Tinawati.

Dalam kesempatan itu, Tinawati juga mengapresiasi pelaksanaan pelayanan kesehatan dan pendidikan yang telah berjalan baik di Posyandu Mawar. Ia menilai peran aktif para kader menjadi kunci keberhasilan Posyandu dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Selain memberikan apresiasi, Tinawati turut menyampaikan sejumlah masukan untuk peningkatan kualitas pelayanan pada empat bidang SPM lainnya agar dapat diimplementasikan secara optimal.

“Saya mengapresiasi seluruh kader Posyandu Mawar atas semangat, kekompakan, dan dedikasinya. Lomba ini bukan semata mencari juara tetapi menjadi sarana belajar, berbagi praktik baik dan memperkuat peran Posyandu di tengah masyarakat,” ucapnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat nyata dan menjadi inspirasi bagi Posyandu lainnya di Provinsi Banten dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan menjadi inspirasi bagi Posyandu lainnya di Provinsi Banten,” kata Tinawati menambahkan.

Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Divif 1 PG Kostrad, Ira Ahmad Fikri Musmar, menyampaikan bahwa penilaian Posyandu digelar dalam rangka memperingati HUT ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana.

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menilai prestasi, tetapi juga menjadi sarana evaluasi dan peningkatan kapasitas kader Posyandu untuk mendukung kesehatan keluarga, khususnya ibu dan balita.

“Merupakan momentum dalam rangka bersyukur dan mendukung kesehatan keluarga. Khususnya pada ibu dan balita. Semoga menjadi manfaat nyata bagi kita semua,” paparnya.

Usai penilaian, Tinawati bersama Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Tangerang Selatan dan tim penilai melakukan peninjauan langsung ke Posyandu Mawar Arhanud 1, meliputi pelayanan enam SPM, kebun TOGA, TK Kartika IX-19, serta kebun hidroponik. Penilaian ini diikuti Posyandu di bawah naungan Persit Kartika Chandra Kirana TNI AD.(WartainBanten)

Pengadaan Otak-Otak Tak Ngotak, Dinas Perikanan PALI Diguncang Dugaan Dominasi Proyek

0
oplus_1024

Dinas Perikanan PALI Disorot, CV Kita Lestari Diduga Dominasi Puluhan Paket Pengadaan Dinas Perikanan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali menjadi sorotan publik. Sorotan tersebut mencuat setelah adanya dugaan penguasaan paket pengadaan oleh satu perusahaan, yakni CV Kita Lestari, yang tercatat memenangkan sedikitnya 36 paket pengadaan dalam kurun waktu satu tahun.

 

Dominasi tersebut memunculkan pertanyaan serius terkait prinsip persaingan usaha yang sehat, transparansi, serta akuntabilitas dalam proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten PALI. Publik mempertanyakan bagaimana satu perusahaan dapat secara berulang memenangkan puluhan paket pengadaan tanpa adanya pembagian kesempatan yang adil bagi pelaku usaha lainnya.

 

Tak hanya soal dominasi pengadaan, sejumlah paket yang dimenangkan CV Kita Lestari juga dinilai tidak memberikan dampak nyata bagi kepentingan masyarakat luas. Anggaran yang digelontorkan justru lebih banyak terserap pada pengadaan produk olahan makanan dengan nilai yang dinilai tidak sebanding dengan manfaat jangka panjang.

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, anggaran pengadaan tersebut meliputi pembelian pempek kapal selam senilai Rp390 juta, pengadaan otak-otak mencapai Rp1,534 miliar, serta pengadaan kerupuk ikan sebesar Rp468 juta. Besarnya nilai anggaran ini menimbulkan kecurigaan publik terhadap urgensi program serta perencanaan kegiatan yang dilakukan oleh Dinas Perikanan.

 

Sejumlah pengamat menilai, pola belanja tersebut berpotensi mengaburkan substansi penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Program pengadaan tersebut dinilai tidak selaras dengan prinsip efisiensi, efektivitas, dan skala prioritas pembangunan daerah, terutama jika dikaitkan dengan isu strategis seperti penanganan stunting.

 

Apalagi, pemerintah pusat telah meluncurkan Program Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang secara khusus dirancang untuk mendukung perbaikan gizi masyarakat, termasuk pencegahan stunting. Dengan adanya program nasional tersebut, publik mempertanyakan urgensi pengadaan makanan olahan bernilai miliaran rupiah di tingkat daerah.

 

Ironisnya, angka stunting di Kabupaten PALI sendiri dinilai tidak tergolong tinggi dibandingkan daerah lain. Namun demikian, Dinas Perikanan justru mengalokasikan anggaran dalam jumlah besar untuk pengadaan otak-otak dan produk sejenis, yang dinilai banyak pihak tidak menyentuh akar persoalan kesejahteraan dan kebutuhan mendesak masyarakat.

 

Kondisi ini memicu anggapan bahwa program pengadaan tersebut lebih berorientasi pada serapan anggaran ketimbang pada hasil dan manfaat nyata bagi publik. Bahkan, tidak sedikit masyarakat yang menyebut program tersebut sebagai kebijakan yang tidak berpihak pada kepentingan rakyat dan minim pertimbangan rasional.

 

Selain itu, publik juga mempertanyakan mekanisme perencanaan program di Dinas Perikanan PALI. Mulai dari dasar kebutuhan kegiatan, kajian manfaat, hingga evaluasi dampak program terhadap masyarakat nelayan dan pelaku perikanan lokal dinilai tidak pernah disampaikan secara terbuka. Kondisi ini semakin memperkuat dugaan bahwa program disusun tanpa partisipasi publik dan analisis kebutuhan yang matang.

 

Lebih jauh, publik menilai Dinas Perikanan PALI gagal menunjukkan korelasi langsung antara belanja miliaran rupiah tersebut dengan peningkatan kesejahteraan nelayan, peningkatan gizi masyarakat, maupun penguatan ekonomi lokal. Hingga kini, belum ada data terbuka yang menunjukkan bahwa pengadaan pempek, otak-otak, dan kerupuk ikan tersebut benar-benar berdampak signifikan terhadap penurunan stunting ataupun penguatan sektor perikanan daerah.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten PALI hingga kini memilih tidak memberikan tanggapan kepada publik. Padahal, upaya konfirmasi telah dilakukan berkali-kali oleh wartawan terkait dugaan dominasi pengadaan serta penggunaan anggaran miliaran rupiah tersebut. Sehingga berita ini diterbitkan.

Bau Menyengat Resahkan Warga, Indikasi Penyimpangan Anggaran Mencuat

0

Lampung Barat, – Program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tugu Ratu Suoh kembali menuai sorotan tajam masyarakat.

Kali ini, warga mengeluhkan dugaan pembuangan limbah dan sampah dapur MBG secara sembarangan di area terbuka dekat permukiman, yang menimbulkan bau menyengat, lalat, serta ancaman pencemaran lingkungan di wilayah PMK Simpang Cempaka, Pekon Sido Rejo, Kecamatan Suoh, Lampung Barat, Senin (26/01/2026).

Pantauan di lokasi menunjukkan adanya tumpukan sisa makanan, plastik kemasan, serta kardus operasional SPPG yang dibuang begitu saja di lahan terbuka, hanya sekitar 150 meter dari rumah warga. Kondisi ini bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga dinilai berpotensi menimbulkan penyakit, terutama bagi anak-anak.

Seorang warga berinisial AM mengaku sudah berulang kali menyampaikan keluhan kepada aparatur pekon.

“Baunya menyengat sekali, apalagi siang hari. Lalat banyak. Kami takut ini berdampak ke kesehatan anak-anak. Sudah ditegur, tapi masih saja dibuang di situ,” ujarnya.

Warga lain menegaskan bahwa masyarakat bukan menolak program MBG, namun menolak jika pelaksanaan nya justru mengorbankan kesehatan dan lingkungan warga.

“Programnya bagus, tapi kalau sampahnya dibuang sembarangan, kami yang menanggung akibatnya. Ini tidak bisa dibiarkan,” tegasnya.

Praktik pembuangan limbah tersebut kuat diduga melanggar ketentuan perundang-undangan. Dalam UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Pasal 60, setiap orang dilarang membuang limbah ke media lingkungan tanpa izin. Sementara Pasal 98 dan 99 mengatur ancaman pidana penjara dan denda bagi pelaku pencemaran lingkungan.

Selain itu, UU Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah Pasal 29 ayat (1) huruf e dengan tegas melarang membuang sampah tidak pada tempat yang ditentukan, dengan ancaman pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 40.

Menurut informasi warga, pihak pemangku sempat memasang papan larangan membuang sampah, namun papan tersebut justru dicopot, dan aktivitas pembuangan tetap berlanjut. Warga bahkan telah menyepakati penolakan aktivitas pembuangan limbah di lokasi tersebut, meski belum dituangkan secara tertulis.

Yang menjadi sorotan lebih serius, dalam operasional dapur MBG seharusnya terdapat alokasi anggaran khusus untuk pengelolaan sampah dan limbah operasional, termasuk biaya pengangkutan, kerja sama dengan pihak pengelola sampah, atau sistem pembuangan yang sesuai standar lingkungan.

Namun fakta di lapangan justru menunjukkan limbah dibuang secara liar di dekat permukiman, sehingga memunculkan dugaan kuat adanya indikasi penyimpangan atau tidak digunakannya anggaran pengelolaan limbah sebagaimana mestinya.

Koordinator Aktivis Masyarakat Independent GERMASI, Wahdi Syarif, menilai kondisi ini tidak bisa lagi dianggap sebagai kelalaian biasa, melainkan harus ditelusuri sebagai dugaan penyalahgunaan anggaran negara.

“Dalam operasional MBG pasti ada komponen biaya pengelolaan sampah dan limbah. Kalau faktanya sampah dibuang sembarangan, maka patut diduga anggaran itu tidak digunakan sesuai peruntukan. Ini harus diaudit,” tegas Wahdi.

Ia menambahkan, Satgas MBG dan Badan Pengawas Keuangan (BPK) perlu segera melakukan pemeriksaan khusus terhadap operasional SPPG Tugu Ratu Suoh, termasuk menelusuri alur anggaran pengelolaan limbah dan operasional dapur.

“Jangan sampai program nasional yang mulia ini justru menjadi ladang penyimpangan di daerah. Kalau benar ada anggaran tapi limbah tetap dibuang liar, ini indikasi kuat ada yang tidak beres,” tambahnya.

Aktivis Masyarakat Independnet GERMASI mengaku telah melakukan konfirmasi kepada pihak Kecamatan Suoh dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lampung Barat, namun hingga kini belum ada tindakan nyata di lapangan. Sikap DLH dinilai terkesan diam dan tutup mata terhadap keluhan warga.

Warga dan aktivis mendesak agar:

1. DLH segera melakukan inspeksi lokasi

2. Satgas MBG melakukan evaluasi menyeluruh terhadap SPPG Tugu Ratu Suoh

3. BPK melakukan audit penggunaan anggaran MBG, khususnya komponen pengelolaan limbah

4. Aparat penegak hukum tidak ragu melakukan penindakan jika ditemukan unsur pidana lingkungan maupun korupsi

“Kami mendukung MBG, tapi jangan sampai kami dikorbankan. Lingkungan kami rusak, kesehatan terancam, sementara pengelola seperti tidak peduli,” tegas Wahdi.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola SPPG, pihak kecamatan, maupun Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lampung Barat belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pembuangan limbah dan penggunaan anggaran pengelolaan sampah tersebut.

Masyarakat berharap aparat berwenang segera turun tangan sebelum persoalan ini berkembang menjadi krisis kesehatan lingkungan dan dugaan tindak pidana yang lebih besar.(Red)

Satlantas Polres Jember Amankan Sejumlah Kendaraan Ranmor dan Tak Sesuai Spektek

0

Warta.in, Jember – Polres Jember Polda Jatim terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.

Melalui Satuan Lalu – lintas (Satlantas), Polres Jember Polda Jatim kembali melakukan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas, khususnya penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknik (spektek) serta kendaraan yang tidak dilengkapi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB).

Penindakan ini dilakukan di wilayah hukum Polres Jember Polda Jatim sebagai respons atas keluhan masyarakat terkait kebisingan knalpot brong yang juga sering digunakan balap liar.

Selain itu kendaraan tanpa identitas yang meresahkan pengguna jalan lainnya juga tak luput dari sasaran penindakan petugas.

Hal tersebut seperti disampaikan oleh Kapolres Jember, AKBP Bobby A Condroputro melalui Kasatlantas Polres Jember AKP Bernardus Bagas Simarmata di Pos Satlantas Polres Jember, Senin (26/1).

AKP Bernardus Bagas Simarmata menerangkan bahwa kegiatan ini merupakan langkah berkelanjutan untuk menumbuhkan kesadaran berlalu lintas serta memberikan efek jera bagi para pelanggar.

Ket foto : Kendaraan roda 2 tidak sesuai spek yang diamankan jajaran Satlantas Polres Jember.

 

“Penindakan ini kami lakukan untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.,” tegas AKP Bagas.

Menurut AKP Bagas, knalpot yang tidak sesuai spesifikasi menimbulkan kebisingan, sementara kendaraan tanpa TNKB menyulitkan identifikasi dan berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas.

Ia menambahkan, hingga sepekan terakhir total kendaraan roda dua yang telah diamankan mencapai 110 unit dengan rincian penindakan yang dilakukan petugas adalah kendaraan tidak sesuai spesifikasi termasuk knalpot brong dan pelanggaran kendaraan tidak dilengkapi TNKB.

“Seluruh kendaraan tersebut saat ini diamankan di Pos Satlantas Polres Jember untuk proses lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku,” terang AKP Bagas.

Polres Jember Polda Jatim mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya pengendara sepeda motor, agar selalu mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan kendaraan sesuai spesifikasi, serta melengkapi surat dan identitas kendaraan demi keselamatan bersama.

“Kami juga mengimbau kepada pemilik bengkel maupun toko variasi motor untuk lebih selektif dalam melayani pembeli khususnya knalpot,” ujarnya.

Dengan penindakan tegas namun humanis ini, diharapkan wilayah Kabupaten Jember semakin tertib, aman, dan nyaman bagi semua.

BRI Kanca Tanjung Duren Ikuti BRI TROFEO Mini Soccer untuk Pererat Silaturahmi Antar Cabang

0

Warta in Jakarta – BRI Kantor Cabang (Kanca) Tanjung Duren turut ambil bagian dalam kegiatan BRI TROFEO Mini Soccer yang diselenggarakan sebagai ajang silaturahmi dan penguatan sinergi antar cabang di lingkungan BRI.

Kegiatan olahraga mini soccer ini diikuti oleh sejumlah tim dari berbagai kantor cabang BRI. Selain menjadi sarana menjaga kebugaran, ajang ini juga dimanfaatkan untuk membangun kebersamaan, sportivitas, serta komunikasi yang lebih solid antar insan BRILian.

Pemimpin Cabang BRI Tanjung Duren, Tri Ichsan Nur, menyampaikan bahwa partisipasi dalam BRI TROFEO Mini Soccer merupakan bagian dari upaya BRI dalam menumbuhkan semangat kolaborasi dan kekompakan antar unit kerja.

“Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga momentum untuk mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan antar cabang. Dengan hubungan yang baik dan solid, kami optimistis dapat terus meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada nasabah,” ujar Tri Ichsan Nur.

Melalui kegiatan seperti BRI TROFEO Mini Soccer, BRI berharap dapat terus menumbuhkan budaya kerja yang sehat, kolaboratif, dan penuh semangat kebersamaan, sejalan dengan nilai-nilai perusahaan dalam mendukung kinerja yang berkelanjutan.

Evolusi Identitas BRI KC Cilegon: Kini Menggunakan Logo Danantara pada Atribut Nametag

0

Warta.in Cilegon , – BRI Kantor Cabang (KC) Cilegon melakukan pembaruan atribut nametag dengan menggunakan logo Danantara, yang menandai kesiapan perusahaan dalam menyongsong era baru di bawah naungan Danantara. Perubahan ini menjadi bentuk komitmen untuk memberikan pelayanan yang lebih profesional sekaligus menjaga keamanan dana nasabah pada produk seperti BritAma dan Simpedes.

Pihak BRI KC Cilegon menyampaikan bahwa pembaruan logo merupakan wujud upaya untuk terus relevan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh nasabah. “Kami ada, kami siap, dan kami melayani,” ujar pihak perwakilan bank tersebut.

“Dari nasabah, untuk nasabah, satu bank untuk semua,” menjadi landasan BRI dalam menjalani setiap perubahan untuk meningkatkan kualitas layanan dan memperkuat kepercayaan masyarakat.

Turun ke Lapangan, BRI KC Cilegon Dampingi Usaha Nasabah untuk Pertumbuhan Bisnis yang Makin Mapan

0

Warta.in Cilegon, – Tim BRI Kantor Cabang (KC) Cilegon melakukan kunjungan langsung ke lokasi usaha para nasabah. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memantau perkembangan bisnis, tetapi juga memberikan konsultasi agar fasilitas Kredit Mikro atau Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI yang diberikan dapat benar-benar berperan sebagai mesin pertumbuhan bisnis.

Bagi para pelaku usaha yang membutuhkan modal untuk menambah stok barang atau melakukan ekspansi, BRI KC Cilegon siap memberikan dukungan dan pendampingan hingga meraih kesuksesan. Selain itu, kelolaan modal juga dapat dilakukan dengan lebih mudah melalui aplikasi BRImo.

“Dari nasabah, untuk nasabah, satu bank untuk semua,” menjadi semangat BRI dalam terus mendukung kemajuan usaha lokal dan memperkuat perekonomian daerah Cilegon.