Bukan Sekadar Memilih Ketua, Musda KAHMI Medan 2026 Disebut Jadi Momentum Menentukan Masa Depan Organisasi
MEDAN ( Warta.In ) — Musyawarah Daerah (Musda) Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kota Medan yang dijadwalkan berlangsung pada 19–20 September 2026 dinilai tidak sekadar menjadi forum pergantian kepemimpinan organisasi, tetapi juga momentum strategis untuk menentukan arah KAHMI Medan lima tahun ke depan.
Momentum tersebut menjadi perhatian di tengah kebutuhan untuk memperkuat konsolidasi alumni HMI, membangun kolaborasi lintas generasi dan profesi, serta meningkatkan kontribusi KAHMI terhadap berbagai persoalan masyarakat Kota Medan.
Salah satu gagasan yang mengemuka dalam kontestasi kepemimpinan KAHMI Medan adalah pentingnya menjadikan KAHMI sebagai rumah besar alumni HMI yang terbuka, inklusif, produktif dan mampu mengonsolidasikan berbagai potensi alumni.Dalam konteks tersebut, nama Hamid Rizal Lubis menjadi salah satu figur yang diperbincangkan untuk memimpin KAHMI Medan periode 2026–2031.
Menurut Bung A. Nasution, dari sejumlah nama yang muncul dalam bursa calon Ketua MD KAHMI Kota Medan, Hamid Rizal Lubis merupakan sosok yang dinilai paling mampu menyatukan berbagai potensi alumni HMI.
“Di antara semua calon, beliau yang kami anggap mampu menyatukan potensi. Kami melihat ada kesamaan visi bahwa KAHMI Medan harus tetap menggunakan sistem presidensial, bukan presidium,” ujar A. Nasution.
Menurutnya, model kepemimpinan tersebut penting untuk memastikan organisasi memiliki arah yang jelas, kepemimpinan yang efektif dan tanggung jawab yang terukur.
Ia menilai KAHMI Medan membutuhkan figur yang mampu menjadi simpul pemersatu berbagai kelompok dan latar belakang alumni, bukan justru memperlebar sekat di antara sesama kader dan alumni HMI.
“Yang kita butuhkan adalah pemimpin yang mampu merangkul seluruh potensi yang ada. KAHMI memiliki banyak alumni dengan kapasitas dan jaringan yang luar biasa. Tantangannya adalah bagaimana seluruh potensi itu bisa disatukan dan diarahkan untuk kepentingan organisasi serta masyarakat,” katanya.
Dukungan terhadap Hamid Rizal Lubis disebut mulai muncul dari sejumlah alumni lintas komisariat. Alumni HMI Komisariat Teknik USU, misalnya, menilai pengalaman organisasi, integritas dan kemampuan membangun kolaborasi menjadi sejumlah alasan yang melatarbelakangi dukungan terhadap Hamid.
Bawa Konsep B.E.Y.O.N.D
Salah satu hal yang membedakan gagasan Hamid Rizal Lubis adalah konsep B.E.Y.O.N.D, yang merupakan akronim dari Brotherhood, Empowerment, Youth & Experience, Open Collaboration, Networking, dan Development.
Konsep tersebut menitikberatkan pada penguatan persaudaraan alumni, pemberdayaan, kolaborasi antara generasi muda dan senior, keterbukaan terhadap kerja sama, penguatan jaringan serta pembangunan organisasi secara berkelanjutan.
Gagasan tersebut dinilai relevan dengan kondisi KAHMI yang memiliki jaringan alumni sangat luas di berbagai sektor.Alumni HMI saat ini tersebar di pemerintahan, dunia usaha, pendidikan, akademisi, politik, hukum, media, teknologi hingga sektor sosial.
Potensi tersebut dinilai akan semakin besar apabila dapat dikonsolidasikan dalam sebuah ekosistem organisasi yang saling terhubung.
KAHMI Didorong Tidak Sekadar Menjadi Forum Silaturahmi
KAHMI Medan ke depan juga didorong tidak berhenti sebagai wadah silaturahmi dan kegiatan seremonial alumni.
Organisasi alumni HMI tersebut dinilai memiliki kapasitas untuk menjadi kekuatan intelektual masyarakat sipil yang mampu memberikan gagasan sekaligus alternatif solusi terhadap persoalan perkotaan.
Sejumlah persoalan seperti kemiskinan, pengangguran, pendidikan, kesehatan, lingkungan, banjir, narkoba, kriminalitas dan penguatan UMKM membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat.
KAHMI dinilai dapat mengambil peran melalui kajian kebijakan publik, forum diskusi lintas profesi, pusat data dan gagasan, pengabdian masyarakat hingga pengembangan jaringan ekonomi alumni.
Dengan pendekatan tersebut, KAHMI tidak hanya memberikan kritik terhadap persoalan yang terjadi, tetapi juga mampu menawarkan solusi berbasis data dan kajian. Organisasi Agenda lain yang dinilai penting untuk diperkuat adalah kemandirian finansial organisasi.
KAHMI Medan didorong membangun ekosistem ekonomi alumni melalui badan usaha, koperasi, forum bisnis, kemitraan profesional, pengembangan usaha bersama serta berbagai program kewirausahaan.
Kemandirian tersebut dinilai penting bukan hanya untuk mendukung keberlangsungan program organisasi, tetapi juga menjaga independensi KAHMI dalam menjalankan peran sosial dan intelektualnya.
Dengan kemandirian ekonomi, KAHMI dapat membangun kemitraan dengan pemerintah, dunia usaha maupun berbagai elemen politik tanpa kehilangan independensi organisasi.
Membangun Rumah Besar Alumni HMI
Gagasan menjadikan KAHMI sebagai rumah besar juga menjadi salah satu isu penting yang mengemuka menjelang Musda.
KAHMI diharapkan mampu menghilangkan sekat-sekat berdasarkan latar belakang komisariat, kampus, profesi, jabatan maupun generasi.
Setiap alumni dinilai memiliki ruang dan kesempatan yang sama untuk memberikan kontribusi.
Prinsip tersebut menjadi penting karena kekuatan utama KAHMI bukan hanya berada pada jumlah alumni, tetapi pada keberagaman pengalaman, keahlian dan jaringan yang dimiliki.
Pemimpin KAHMI Medan periode 2026–2031 nantinya dituntut mampu mengonsolidasikan keberagaman tersebut menjadi kekuatan bersama.
Dalam konteks itulah, gagasan Hamid Rizal Lubis mengenai persaudaraan, pemberdayaan, kolaborasi lintas generasi, networking dan pembangunan menjadi salah satu tawaran yang menarik perhatian dalam bursa kepemimpinan KAHMI Medan.
Musda Menentukan Arah Lima Tahun ke Depan
Musda KAHMI Medan 2026 pada akhirnya tidak hanya akan menentukan siapa yang dipercaya memimpin organisasi.
Lebih jauh, forum tersebut akan menentukan bagaimana KAHMI Medan menempatkan dirinya dalam lima tahun mendatang.
Apakah KAHMI akan tetap menjadi wadah silaturahmi alumni, atau berkembang menjadi kekuatan intelektual, ekonomi dan sosial yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Harapan yang berkembang adalah lahirnya kepemimpinan yang mampu menyatukan seluruh potensi alumni.
Dalam konteks tersebut, Hamid Rizal Lubis menawarkan gagasan KAHMI yang bertumpu pada persaudaraan, pemberdayaan, kolaborasi dan karya nyata.
Dengan demikian, Musda KAHMI Medan 19–20 September 2026 tidak hanya menjadi momentum memilih ketua, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menentukan masa depan organisasi.
KAHMI yang diharapkan bukan hanya besar dalam jumlah alumni, tetapi besar dalam gagasan, kuat dalam persaudaraan, mandiri dalam pembiayaan, luas dalam kolaborasi dan nyata dalam memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Medan. ( Anas 0216 )






























