Diduga Dipicu Preman Mabuk, Pemangku Hajat di Purwakarta Tewas Dikeroyok
PURWAKARTA | Warta In Jabar — Sebuah peristiwa tragis yang beredar luas di media sosial Facebook mengungkap dugaan aksi brutal preman kampung yang menewaskan seorang pemangku hajat di Kampung Cikadu, Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Sabtu (4/4/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari unggahan warganet, korban diketahui bernama Dadang (57), warga setempat yang tengah menggelar acara hajatan dengan hiburan organ tunggal. Insiden terjadi sekitar pukul 15.00 WIB.
Dalam kronologis yang beredar, sekelompok pria berjumlah sekitar 10 orang datang ke lokasi sejak pukul 14.00 WIB dalam kondisi diduga mabuk. Mereka kemudian meminta uang kepada korban untuk membeli minuman keras.
Korban sempat memberikan uang sebesar Rp100 ribu. Namun, saat pelaku kembali meminta tambahan Rp500 ribu dan ditolak, situasi berubah memanas. Keributan pecah di dalam tenda hajatan hingga mengganggu jalannya acara.
Tidak berhenti di situ, tiga orang pelaku mengejar korban yang keluar dari tenda. Korban kemudian dianiaya menggunakan potongan bambu yang mengenai bagian punggung dan kepala hingga akhirnya terjatuh dan meninggal dunia sekitar pukul 15.30 WIB.
Usai kejadian, para pelaku melarikan diri. Dalam informasi yang beredar, satu orang pelaku bernama Kendi Renaldi (34) disebut telah menyerahkan diri ke pihak kepolisian, sementara pelaku lainnya masih dalam pencarian.
Jenazah korban saat ini dikabarkan berada di RSUD Bayu Asih untuk keperluan autopsi sebelum dimakamkan di wilayah Pleret.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Polres Purwakarta terkait peristiwa tersebut. Masyarakat diimbau untuk tetap menunggu informasi resmi serta tidak mudah terpancing oleh spekulasi yang beredar di media sosial.
Kasus ini menjadi perhatian serius publik, terutama terkait dugaan aksi premanisme yang meresahkan warga.




























