KML Penggalang Kwarcab Subang Digelar di SDN Ciberes, Diikuti Peserta dari Berbagai Kecamatan
Warta In Jabar | Subang — Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Subang menggelar kegiatan Kursus Mahir Lanjutan (KML) Golongan Penggalang yang berlangsung pada 2 hingga 7 April 2026 di SDN Ciberes, Kecamatan Patokbeusi.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Kwartir Ranting (Kwarran) Patokbeusi dan diikuti oleh sekitar 40 peserta. Mayoritas peserta berasal dari wilayah Patokbeusi, namun turut diikuti juga oleh perwakilan dari beberapa kwarran lain seperti Ciasem, Sukasari, Pamanukan, Legonkulon, Compreng, dan Tambakdahan.

Mengusung tema “Giri Aji Satria Bakti”, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembina Pramuka di gugus depan, sekaligus menjadi sarana peningkatan kapasitas (upgrade) para pembina, khususnya di wilayah Kwarran Patokbeusi.

Selama kegiatan berlangsung, peserta dibekali berbagai materi, mulai dari kepemimpinan, keterampilan kepramukaan, hingga penguatan karakter sebagai pembina yang profesional dan berintegritas.
Tim pelatih dalam kegiatan ini terdiri dari Arif Budiman, Prayogi, Denis, Irma Friagung, Nyai Julaeha, Hari Prasetyo, dan Taufik Ahmad yang telah berpengalaman dalam dunia kepramukaan.
Salah satu pelatih, Yogie, menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan diharapkan dapat berjalan lancar sesuai dengan kurikulum kursus yang telah disusun. Ia juga mengungkapkan bahwa pada hari pertama kegiatan, yakni Pra KML, seluruh rangkaian berjalan dengan baik.
“Antusias peserta sangat terlihat sejak hari pertama. Mereka hadir tepat waktu dan mengikuti kegiatan Pra KML hingga selesai. Ini menjadi indikasi positif bahwa semangat para pembina untuk meningkatkan kapasitas diri sangat tinggi,” ujarnya.
Para pelatih pun terus memberikan apresiasi atas semangat dan komitmen peserta selama mengikuti rangkaian kegiatan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta mampu menjadi pembina Pramuka yang tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga mampu membentuk karakter generasi muda yang disiplin, mandiri, dan berjiwa sosial tinggi.
Sebagaimana filosofi kepramukaan yang disampaikan oleh Baden Powell, proses pembinaan tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan kesabaran dan keteladanan dalam membimbing generasi penerus bangsa.





























