Warta In
MUARA ENIM – Upaya penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus digencarkan jajaran Polres Muara Enim. Kali ini, Kapolsek Gelumbang Iptu Budianto, SH turun langsung memimpin pemadaman Karhutla di Dusun 3 Sidomulyo, Desa Putak, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Kamis (17/9/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Gelumbang Iptu Budianto, SH, menyampaikan bahwa penanganan Karhutla dilakukan secara cepat dan bersama-sama dengan melibatkan personel Polri, TNI, pemerintah desa, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta dukungan perusahaan.
“Begitu diketahui adanya titik api, kami langsung melakukan penanganan bersama unsur terkait. Kondisi lahan yang sebagian berupa semak belukar, rawa dan gambut membuat proses pemadaman harus dilakukan secara maksimal dan terus dipantau,” ujar Iptu Budianto.
Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Gelumbang bersama Bhabinkamtibmas Desa Putak Aipda Rahmad Mauludin, SH, anggota Polsek Gelumbang, Babinsa Desa Putak Serda Mujiharto, Kepala Desa Putak Marlin Kusmiran beserta perangkat desa, serta MPA Desa Putak bahu-membahu melakukan pemadaman.
Karhutla diperkirakan telah membakar lahan seluas kurang lebih 10 hektare, terdiri dari sekitar 8 hektare lahan semak belukar dan rawa dengan kondisi tanah gambut, serta sekitar 2 hektare kebun sawit milik warga bernama Kusni.
Untuk mempercepat proses pemadaman, petugas mengerahkan tiga unit mobil suplai air milik perusahaan. Polsek Gelumbang juga menyiapkan satu buah tandon, satu unit mesin Alkon, serta selang sepanjang sekitar 150 meter untuk mendukung penyemprotan ke area yang terbakar.
Salah satu upaya yang dilakukan dalam pemadaman tersebut yakni menggunakan campuran Formula X-FIRE 01. Sebanyak 10 jeriken berukuran 20 liter atau total 200 liter Formula X-FIRE 01 dicampurkan dengan sekitar 800 liter air di dalam tandon. Campuran tersebut kemudian diaduk hingga merata dan disemprotkan menggunakan mesin Alkon ke area yang terbakar.
Penyemprotan difokuskan pada areal kebakaran sekitar 30 meter x 30 meter. Upaya bersama tersebut membuahkan hasil, api pada area yang menjadi sasaran penyemprotan berhasil dipadamkan. Petugas selanjutnya melakukan pemantauan dan pendinginan guna mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Kapolsek Gelumbang menegaskan bahwa penanganan Karhutla tidak berhenti setelah api berhasil dipadamkan. Kondisi lahan gambut dan hembusan angin menjadi faktor yang dapat menyebabkan bara kembali muncul sehingga pemantauan tetap dilakukan secara berkelanjutan.
“Karena sebagian wilayah merupakan lahan gambut dan semak belukar, ditambah kondisi angin, potensi munculnya kembali titik api masih ada. Karena itu kami bersama pemerintah desa, MPA dan unsur terkait akan terus melakukan pemantauan,” tegasnya.
Titik panas di wilayah Desa Putak sebelumnya telah terpantau pada Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Menindaklanjuti informasi tersebut, unsur Kecamatan Gelumbang, Polsek Gelumbang, pemerintah Desa Putak dan MPA langsung melakukan langkah penanggulangan.
Jajaran Polres Muara Enim juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama mencegah Karhutla, khususnya dengan tidak membuka atau membersihkan lahan menggunakan cara membakar. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin.
Sinergi dan kecepatan respons menjadi kunci. Api boleh padam, tetapi kewaspadaan jangan pernah padam. Bersama menjaga lahan dan lingkungan, berarti bersama menjaga keselamatan masyarakat Kabupaten Muara Enim.
(Zulkifli/hms)






























