Sumatera Selatan, PALI — Masyarakat Desa Lunas Jaya, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), menyatakan dukungan terhadap langkah Pemerintah Kabupaten PALI yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap aktivitas hauling batubara di kawasan KM 36. Tindakan tersebut dinilai sebagai respons nyata atas keluhan warga yang telah berlangsung cukup lama.

Sejumlah warga menilai kehadiran langsung pemerintah di lapangan menjadi sinyal positif bahwa persoalan dampak lingkungan akibat aktivitas batubara mulai mendapat perhatian serius. Mereka berharap pengawasan yang dilakukan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi berlanjut pada kebijakan yang berpihak kepada keselamatan dan kesehatan masyarakat.
Heri, warga yang tinggal di sekitar area stockpile milik PT Servo Lintas Raya, mengatakan sidak yang dilakukan pemerintah daerah memberikan harapan baru bagi masyarakat yang selama ini terdampak debu dan aktivitas angkutan batubara.
“Selama ini kami hanya bisa mengeluh dan menunggu. Ketika pemerintah turun langsung melihat kondisi di lapangan, tentu kami merasa diperhatikan. Harapan kami, setelah sidak ini ada tindak lanjut yang jelas,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).
Hal senada disampaikan Siasan, warga yang aktif menyuarakan isu lingkungan di wilayah tersebut. Ia mengapresiasi respons cepat pemerintah daerah, khususnya Wakil Bupati PALI bersama organisasi perangkat daerah (OPD) yang terlibat dalam pengawasan aktivitas hauling.
Menurutnya, langkah pemerintah patut didukung oleh semua pihak, termasuk kelompok masyarakat sipil dan organisasi sosial, agar penanganan persoalan lingkungan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Ia juga mengingatkan bahwa dampak aktivitas batubara di wilayah Lunas Jaya bukan persoalan baru. Sejak beberapa tahun terakhir, warga telah berupaya menyuarakan aspirasi melalui berbagai forum dan kerja sama dengan sejumlah organisasi kepemudaan, organisasi lingkungan, hingga media massa.
“Perjuangan masyarakat sudah berlangsung lama. Kami berharap momentum ini menjadi titik awal perubahan. Yang terpenting sekarang adalah solusi, bukan perdebatan,” tegasnya.

Warga menilai pemerintah daerah memiliki tanggung jawab dalam memastikan setiap aktivitas industri berjalan sesuai aturan serta tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat. Oleh karena itu, mereka berharap pengawasan terhadap aktivitas hauling batubara dilakukan secara konsisten, termasuk evaluasi terhadap izin operasional dan penerapan sanksi apabila ditemukan pelanggaran.
Selain pengawasan, masyarakat juga menaruh harapan pada upaya pemulihan lingkungan apabila dampak pencemaran terbukti terjadi. Mereka menilai keselamatan dan kesehatan warga harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan yang diambil.
Dengan adanya sidak tersebut, masyarakat Desa Lunas Jaya berharap semua pihak dapat menjaga kondusivitas dan mengedepankan penyelesaian masalah secara konstruktif, demi terciptanya lingkungan yang sehat serta kehidupan masyarakat yang lebih baik di masa mendatang.(Syam)
—
Kirim dari Fast Notepad
M.R (tim)































